NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Bintang yang Melampaui Awan

​Kemenangan absolut Lin Chen di Alun-Alun Puncak Utama memicu gempa bumi metaforis yang mengubah lanskap hierarki Sekte Pedang Awan Surgawi dalam semalam.

​Faksi Naga Sejati hancur berantakan. Para pengikut Chu Kuangren membubarkan diri dengan panik, takut akan pembalasan dendam. Liu Meng'er mengurung diri di Puncak Teratai Es, kultivasinya terus merosot karena iblis batin yang menggerogoti kewarasannya. Sementara itu, Puncak Pedang Patah yang dulunya dianggap sebagai tempat pembuangan, kini dijuluki sebagai "Tanah Suci Iblis".

​Setiap hari, puluhan pemimpin faksi dan murid elit datang ke pangkal jembatan pelangi Puncak Pedang Patah, meninggalkan ribuan kotak hadiah, ramuan spiritual, dan surat permohonan aliansi.

​Namun, formasi pelindung puncak itu tidak pernah terbuka. Lin Chen mengabaikan mereka semua. Baginya, menjilat setelah melihat kekuatan adalah tabiat lalat yang mencari sisa makanan.

​Di dalam Gua Puncak Pedang Patah, Lin Chen duduk bersila, mengabaikan dunia luar. Bilah Besi Bintang Jatuh tertancap kokoh di sisinya.

​"Panggung kecil ini sudah tidak bisa lagi menampungmu, bocah," suara Mo Xuan memecah keheningan di lautan kesadaran. "Kau memiliki 500 tetes Qi Cair Emas. Kepadatan ini sudah mencapai batas maksimal yang bisa ditahan oleh fisik Ranah Pengumpulan Qi, bahkan dengan tubuh naga sekalipun. Kau harus segera membentuk Inti Emas."

​Lin Chen membuka matanya, menatap telapak tangannya yang memancarkan kilau perunggu samar. "Aku sudah mencoba memadatkannya menjadi bola Inti Emas, tapi setiap kali cairan itu menyatu, energi Yang dari Meridian Nagaku selalu membuatnya tidak stabil dan kembali mencair."

​"Itu karena kau mencoba membentuk Inti Emas fana biasa!" Mo Xuan mendengus. "Dengan fondasi Sembilan Naga, membentuk Inti Emas biasa sama saja dengan membangun istana pasir di atas pondasi baja. Itu penghinaan! Kau harus membentuk Inti Emas Nirwana Peringkat Surgawi."

​"Inti Emas Nirwana?"

​"Ya. Sebuah inti yang tidak hanya menyimpan Qi, tapi juga memiliki kehidupan. Untuk menyatukan 500 tetes cairan emasmu yang beringas, kau membutuhkan sebuah katalis yang memiliki esensi garis keturunan naga purba yang jauh lebih murni dari kadal liar milik Chu Kuangren. Kau butuh Darah Jantung Naga Primordial."

​Lin Chen mengerutkan kening. "Darah Jantung Naga Primordial? Di mana aku bisa mencari benda legendaris seperti itu di benua fana ini?"

​"Mungkin aku bisa memberikan jawabannya."

​Sebuah suara tenang tiba-tiba bergema di dalam gua, membuat Lin Chen langsung melompat berdiri dan menyambar gagang besinya.

​Ia memutar tubuhnya. Di mulut gua, sesosok pria paruh baya berjubah elegan sedang berdiri menatap ukiran di dinding gua dengan tangan di belakang punggung. Itu adalah Pemimpin Sekte, Jian Wuji.

​Napas Lin Chen tertahan. Formasi pelindung di luar sana sama sekali tidak bereaksi. Jian Wuji bisa masuk tanpa memicu riak sedikit pun. Inilah teror dari seorang ahli Ranah Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir) yang bisa memanipulasi hukum ruang secara kasar.

​"Tenanglah, Lin Chen. Aku tidak datang membawa permusuhan," Jian Wuji tersenyum ramah, berbalik menatap pemuda itu. Ia melambaikan tangannya, dan dua cangkir teh spiritual yang masih mengepul muncul di atas meja batu, diiringi sepasang kursi kayu cendana. "Duduklah. Ada banyak hal yang perlu kita bicarakan."

​Lin Chen perlahan melepaskan cengkeramannya dari besi hitam itu. Ia menenangkan Qi-nya dan duduk di seberang Jian Wuji.

​"Saya mendengarkan, Pemimpin Sekte," ucap Lin Chen penuh hormat. Meski ia arogan, ia tidak bodoh. Pria di depannya ini bisa memusnahkannya hanya dengan satu jentikan jari jika ia mau.

​Jian Wuji menyesap tehnya perlahan. Matanya menatap Lin Chen dengan pandangan yang dalam, seolah mencoba menembus rahasia di balik jiwa pemuda itu.

​"Turnamen kemarin... kau menunjukkan siluet Sembilan Naga. Chu Kuangren memiliki garis keturunan Naga Banjir yang diwariskan oleh leluhurnya, tapi milikmu... itu memancarkan aura awal mula penciptaan," ucap Jian Wuji pelan. "Sekte Pedang Awan Surgawi tidak akan pernah menanyakan rahasia muridnya. Namun, aku tahu kolam kecil ini sudah tidak cukup untuk menampung naga sepertimu."

​"Sekte ini telah memberi saya pijakan yang saya butuhkan. Saya tidak akan pernah melupakan itu," balas Lin Chen diplomatik.

​Jian Wuji tertawa pelan. "Kau kejam pada musuhmu, tapi kau tahu cara berterima kasih. Itu bagus. Aku datang ke sini hari ini untuk memberimu jalan keluar dari wilayah kecil ini, sekaligus sebuah penawaran."

​Jian Wuji meletakkan sebuah token emas berbentuk medali yang diukir dengan lambang matahari dan bintang di atas meja.

​"Sekte kita ini hanyalah sebuah faksi kecil di perbatasan Kekaisaran Bintang Surgawi," Jian Wuji mulai menjelaskan, membuka tabir dunia yang jauh lebih luas. "Kekaisaran ini membentang jutaan mil, memiliki puluhan ribu sekte, dan diperintah langsung oleh Keluarga Kekaisaran yang diisi oleh monster-monster di Ranah Nascent Soul."

​Lin Chen menatap token itu. "Lalu apa hubungannya ini dengan Darah Jantung Naga Primordial yang Anda sebutkan tadi?"

​"Enam bulan dari sekarang, Kekaisaran Bintang Surgawi akan membuka Alam Rahasia Makam Naga," Jian Wuji mencondongkan tubuhnya. "Itu adalah sebuah dimensi saku kuno yang ditemukan oleh Kaisar Pertama ribuan tahun lalu. Di dalamnya, bersemayam mayat seekor Naga Primordial asli yang gugur dari Alam Atas. Genangan darah jantung naga itu masih ada di sana, menjadi rebutan setiap jenius di seluruh penjuru kekaisaran."

​Mata Lin Chen seketika memancarkan cahaya keemasan. Darah Jantung Naga Primordial! Katalis mutlak yang ia butuhkan untuk membentuk Inti Emas Nirwana!

​"Namun, kuota untuk masuk ke alam rahasia itu sangat terbatas," lanjut Jian Wuji. "Hanya seratus orang. Dan untuk memperebutkan kuota itu, Kekaisaran mengadakan Turnamen Naga Tersembunyi di Ibukota. Setiap sekte besar di perbatasan hanya diberi satu slot untuk mengirimkan perwakilannya ke ibukota."

​"Anda ingin saya yang mewakili Sekte Pedang Awan Surgawi?" Lin Chen langsung menebak arah pembicaraan ini.

​"Tepat," Jian Wuji mengangguk. "Tadinya slot itu akan kuberikan pada Chu Kuangren, tapi kau telah menghancurkannya, yang mana membuktikan bahwa kau jauh lebih layak. Jika kau pergi ke sana dan berhasil masuk ke Peringkat Sepuluh Besar Turnamen Ibukota, pamor sekte kita akan naik menjadi Sekte Kelas Menengah di mata Kekaisaran, dan kita akan mendapatkan alokasi sumber daya sepuluh kali lipat."

​Jian Wuji mengulurkan tangannya, menunjuk token di atas meja.

​"Token ini adalah surat rekomendasi resmimu. Ambillah. Pergilah ke Ibukota Bintang Surgawi. Berkelanalah, bertarunglah dengan jenius-jenius monster dari pusat benua yang memiliki teknik tingkat Surga dan fisik khusus. Jangan biarkan bakatmu layu di gunung terpencil ini."

​Lin Chen menatap token emas itu. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengulurkan tangannya dan menggenggamnya erat.

​Sensasi dingin dari logam emas itu membakar ambisinya yang sempat mereda. Benua yang luas, jenius yang tak terhitung jumlahnya, dan Makam Naga Primordial. Inilah panggung yang sesungguhnya!

​"Saya menerima tugas ini, Pemimpin Sekte," Lin Chen berdiri dan membungkuk dalam. "Saya akan memastikan bendera Sekte Pedang Awan Surgawi berkibar di puncak ibukota."

​Jian Wuji tersenyum lebar, sangat puas dengan tekad yang terpancar dari mata pemuda itu. Sang Pemimpin Sekte berdiri, bersiap untuk pergi, namun ia berhenti sejenak di mulut gua.

​"Ah, satu hal lagi, Lin Chen," Jian Wuji menoleh dari atas bahunya. "Perjalanan ke Ibukota Bintang Surgawi memakan waktu tiga bulan melewati Hutan Kutukan Iblis. Area itu dipenuhi oleh bandit kultivator bengis dan Binatang Iblis Tingkat 4 (Setara Inti Emas). Anggap saja perjalanan itu sebagai ujian pemanasanmu."

​Tanpa menunggu jawaban, tubuh Jian Wuji memudar menjadi serpihan cahaya bintang, menghilang dari Puncak Pedang Patah tanpa jejak.

​Lin Chen berdiri tegak di dalam gua yang kini kembali sunyi. Ia memutar-mutar token emas itu di antara jari-jarinya.

​"Binatang Iblis Tingkat 4 dan monster-monster ibukota..." Lin Chen menyeringai, memperlihatkan gigi putihnya yang tampak seperti deretan taring pemangsa. Ia melirik Bilah Besi Bintang Jatuh di sebelahnya.

​"Darahmu mulai mendidih lagi, eh, bocah?" Mo Xuan tertawa riuh di kepalanya.

​"Ketenangan selalu membuat tulangku terasa gatal, Mo Xuan," Lin Chen meraih gagang besi raksasanya dan memanggulnya ke pundak. Ia menatap ke arah ufuk timur, tempat awan menutupi batas cakrawala. "Ayo kita kemasi barang-barang kita. Sudah waktunya memberi tahu Kekaisaran Bintang Surgawi... bahwa badai baru sedang menuju ke arah mereka."

1
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
yos helmi
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪
Fiktor
mantap alur cerita nya ngak bertele2👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!