NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Murid pemalas?

Lawan Bao Hu terus berputar di area buta, melepaskan tendangan demi tendangan bertubi-tubi ke arah sendi lutut dan lambung Bao Hu.

Meskipun Bao Hu mampu menahan lusinan hantaman murni, akumulasi rasa sakit dan luka di kakinya membuat tubuh besarnya akhirnya ambruk melewati garis batas arena setelah pertarungan keras yang melelahkan.

​Saat turun dari panggung pertarungan, Bao Hu tersenyum pahit, memegangi perutnya yang biru memar. "Sial... pada akhirnya, ternyata aku masih tetap menjadi karung daging yang tidak berguna, Xiao Chen."

​Xiao Chen melangkah maju, mencengkeram pundak sahabatnya itu dengan erat. "Tidak, Bao. Jangan pernah berkata begitu lagi. Lihatlah ke sekelilingmu. Sekarang, semua orang tidak lagi memandangmu sebagai si gendut yang lemah. Kau sudah menjadi seorang petarung sejati hari ini."

​Di sisi lain arena, Qian'er juga berhasil mengejutkan banyak pihak.

Dengan ketangkasan tangannya, ia mengayunkan jarum-jarum spiritual beracun yang mampu melumpuhkan lawan dalam hitungan napas.

Namun, langkahnya terhenti saat menghadapi seorang murid luar yang memiliki teknik mata khusus yang mampu membaca aliran Qi di udara.

Murid itu berhasil menghindari seluruh jarum tersembunyinya dan mendesak Qian'er hingga batas arena, membuatnya kalah tipis.

​Meskipun kalah, beberapa Tetua Sekte di panggung utama mulai membicarakan namanya dengan serius.

Bakat bawaan dalam kultivasi medis dan racun adalah hal yang sangat langka di dalam sekte pedang, dan potensi Qian'er terlalu berharga untuk diabaikan begitu saja.

​Namun, hal yang paling memicu kehebohan di seluruh kompleks turnamen adalah kemunculan seorang murid luar misterius yang tiba-tiba menyapu bersih semua lawannya di blok lain dengan sangat mudah.

​Xiao Chen mengingat wajahnya; murid itu adalah orang yang selalu terlihat tidur di bawah pohon saat kelas kultivasi massal berjalan, tampak sangat malas, dan sama sekali tidak pernah menonjol dalam hal apa pun.

​Para Tetua di atas paviliun menggelengkan kepala dengan ekspresi tidak percaya saat memeriksa lembaran catatan murid.

​"Gu Tian... seorang anak yatim piatu. Jika dia memiliki kemampuan tempur sedahsyat ini, kenapa selama ini dia sengaja menyembunyikannya dan memilih masuk ke jajaran murid luar terendah?"

​"Melihat gaya bertarungnya yang efisien, sepertinya dia pernah belajar dari seorang guru tersembunyi yang cukup hebat. Bakat anak ini benar-benar jenius!"

​Gu Tian memiliki rambut hitam berantakan yang panjangnya hampir menghalangi sebagian wajahnya.

Namun, saat ia menyeka rambutnya setelah menyelesaikan sebuah pertandingan pendek, struktur wajahnya yang tampan terlihat dengan jelas oleh para penonton.

​"Ya ampun... dia ternyata sangat tampan! Kenapa selama beberapa bulan ini aku sama sekali tidak pernah menyadari keberadaannya?" Ucap seorang murid perempuan dengan wajah memerah.

​"Dia memang tidak pernah bergaul dengan siapa pun, kerjanya hanya tidur dan menguap."

​Saat giliran Xiao Chen tiba, ia bertarung dengan tingkat kehati-hatian yang jauh lebih tinggi. Menggabungkan instruksi taktis dari Lu Xue'er dan ketenangannya, ia berhasil memenangkan setiap babak eliminasi dengan bersih tanpa perlu memicu energi Pedang Iblis di dalam dirinya.

​Para murid di tribun mulai memandangnya dengan tatapan kagum.

​"Xiao Chen, kan namanya? Gerakan pedangnya benar-benar bersih dan tajam."

"Mungkin dia hanya beruntung. Sial! Bisa-bisanya aku kalah taruhan kemarin!"

​Hingga akhirnya, babak final tiba. Panggung utama kini hanya menyisakan dua nama teratas: Xiao Chen dan Gu Tian.

Seluruh arena besar itu seketika diliputi ketegangan yang pekat. Semua orang ingin melihat seberapa jauh sang kuda hitam malas mampu menghadapi bocah penuh kejutan.

​Di atas paviliun penonton tingkat tinggi, Lu Xue'er berdiri diam di sudut bayangan, matanya yang jernih terkunci pada sosok Xiao Chen.

Di sisi lain, Han Gu memperhatikan dengan raut wajah serius, sementara dari jarak yang sangat jauh di puncak tertinggi, indra spiritual Patriark mengawasi jalannya pertandingan secara rahasia.

​Sebelum aba-aba dimulai, Gu Tian berdiri beberapa langkah di depan Xiao Chen. Ia menatap mata Xiao Chen selama beberapa detik dengan malas.

Namun, di balik tatapan mengantuk itu, sepasang mata Gu Tian mendadak menyipit tipis, ia mendeteksi sesuatu yang sangat keliru dan mengerikan yang bersembunyi jauh di dalam jiwa Xiao Chen.

​Lalu... secara perlahan, Gu Tian mengangkat tangan kanannya ke udara.

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!