NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 — Ahli Alkimia Su

Matahari pagi belum sepenuhnya mengusir kabut dari jalanan Kota Daun Gugur ketika Ye Chen tiba di Gerbang Timur. Sesuai dengan instruksi di perkamen misi, ini adalah titik kumpul bagi tim pengawal yang ditugaskan menuju Rawa Racun Hitam.

Di dekat gerbang kayu raksasa yang dijaga oleh beberapa prajurit kekaisaran, Ye Chen melihat sebuah kereta kuda tertutup. Di samping kereta itu, berdiri empat pria bersenjata lengkap dengan raut wajah keras khas tentara bayaran berpengalaman. Di tengah mereka, seorang pria tua berjubah abu-abu dengan aroma herbal yang menyengat sedang memeriksa kompas tembaga.

Ye Chen berjalan mendekat, menyembunyikan fluktuasi Qi miliknya rapat-rapat di dalam Dantian, membuat dirinya terlihat seperti seorang praktisi Alam Penempaan Tubuh biasa.

"Kau anggota terakhir yang mengambil misi ini?" tegur seorang pria berbadan tegap dengan pedang besar di punggungnya. Pria itu memiliki bekas luka bakar di lehernya. "Namaku Lei Heng, kapten tim pengawal ini. Tunjukkan pelat perunggumu."

Ye Chen melempar pelat perunggunya dengan santai. Lei Heng menangkapnya, mengangguk sekilas, lalu melemparkannya kembali.

"Bagus. Karena kau sudah di sini, dengarkan baik-baik aturan mainnya," ucap Kapten Lei dengan nada tegas. "Klien kita adalah Ahli Alkimia Su. Tugas kita adalah memastikannya kembali ke kota ini dengan nyawa yang masih menempel di tubuhnya. Rawa Racun Hitam bukan tempat untuk pahlawan kesiangan. Patuhi perintahku, jangan menyentuh air rawa sembarangan, dan kita semua akan pulang membawa keping perak."

Ye Chen mengangguk pelan, wajahnya datar. Namun, di balik ekspresi tenangnya, otak analitis Ye Chen sedang bekerja dengan kecepatan penuh.

"Sistem, aktifkan Pupil Penembus Ilusi dalam mode pasif. Tinjau seluruh anggota tim ini," perintah Ye Chen di dalam kesadarannya.

Seketika, pandangan Ye Chen dilapisi oleh filter cahaya yang sangat halus. Ia mengamati Lei Heng terlebih dahulu. Pria itu memancarkan aura Qi biru yang sangat padat dan stabil, menandakan ia berada di Alam Kondensasi Qi Tahap Awal, sama seperti komandan penjaga gerbang kota. Warna biru solid itu menunjukkan bahwa Lei Heng adalah pria yang jujur dan fokus pada tugasnya.

Tiga anggota tentara bayaran lainnya berada di Alam Penempaan Tubuh Tahap Puncak. Aura mereka berwarna biru dengan sedikit kilatan abu-abu, menunjukkan kewaspadaan dan sedikit ketakutan alami terhadap rawa yang akan mereka tuju. Semuanya normal dan sesuai parameter.

Namun, ketika tatapan Ye Chen jatuh pada Ahli Alkimia Su, matanya menyipit samar.

Pria tua yang tampak biasa dan ramah itu memancarkan aura kuning pekat yang berdenyut tidak stabil. Di dunia Pupil Penembus Ilusi, warna kuning melambangkan kebohongan, kegugupan ekstrem, atau rahasia yang disembunyikan. Lebih jauh lagi, di balik aura kuning itu, Ye Chen bisa melihat seutas warna hijau gelap yang menandakan keserakahan.

"Misi ini dibayar 100 keping perak per orang," kalkulasi Ye Chen di dalam hatinya. "Teratai Pembeku Darah memang langka, namun nilai jualnya di pasar fana hanya sekitar 300 keping perak. Membayar lima pengawal dengan total 500 keping perak murni adalah sebuah kerugian ekonomi yang tidak logis bagi seorang ahli alkimia. Orang tua ini mencari sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar teratai."

Meski menemukan anomali tersebut, Ye Chen memilih diam. Membongkar rahasia klien di awal perjalanan tidak akan memberikannya keuntungan apa-apa. Ia akan membiarkan skenario ini berjalan dan memanen hasilnya di titik klimaks.

Perjalanan menuju Rawa Racun Hitam memakan waktu setengah hari menggunakan kereta kuda, sebelum medannya berubah menjadi tanah berlumpur yang memaksa mereka untuk berjalan kaki.

Rawa Racun Hitam adalah ekosistem yang menjijikkan. Udara di tempat itu dipenuhi oleh kabut tipis berwarna kehijauan yang membawa bau busuk pembusukan. Genangan air berwarna hitam pekat bertebaran di mana-mana, menyembunyikan akar pohon purba dan predator mematikan.

"Semuanya, telan Pil Penawar Miasma kalian sekarang!" perintah Kapten Lei sambil membagikan pil berwarna putih pucat kepada anggota tim.

Ye Chen menerima pil tersebut dan berpura-pura menelannya, padahal ia diam-diam memasukkannya ke Ruang Penyimpanan Sistem. Ia tidak membutuhkan pil fana murahan itu. Sejak ia melangkah ke dalam rawa, Seni Pernapasan Bintang Hampa di dalam tubuhnya secara otomatis menyaring racun di udara dan mengubahnya menjadi energi netral sebelum menyentuh paru-parunya.

Formasi tim diatur dengan Kapten Lei di depan, Ahli Alkimia Su di tengah dijaga oleh dua tentara bayaran, sementara Ye Chen dan satu orang lainnya bertugas menjaga bagian belakang.

Selama dua jam pertama, perjalanan terasa cukup tenang. Namun, insting Ye Chen yang diperkuat oleh Persepsi Spiritual menangkap fluktuasi energi liar yang melesat cepat di bawah permukaan lumpur hitam, tepat menuju posisi mereka.

"Titik jam empat. Jarak lima belas meter. Target bergerak di bawah lumpur," analisis Ye Chen dingin. "Sistem, identifikasi."

[Mendeteksi tanda kehidupan agresif...]

[Objek: Buaya Sisik Lumpur (Binatang Buas Tingkat 1 Tahap Akhir). Kekuatan gigitan setara 3.000 jin.]

"Awas! Sisi kanan!" teriak salah satu tentara bayaran yang akhirnya menyadari riak lumpur yang mencurigakan.

Sebelum Kapten Lei sempat memutar tubuhnya, lumpur hitam meledak ke udara. Seekor buaya raksasa sepanjang empat meter melompat keluar dengan rahang terbuka lebar, mengincar salah satu pengawal yang berdiri terlalu dekat dengan Ahli Alkimia Su. Pengawal itu memucat, kakinya terjebak oleh lumpur tebal.

Jika Ye Chen menggunakan kekuatan penuh Alam Kondensasi Qi miliknya, ia bisa membelah buaya itu menjadi dua dalam satu kedipan mata. Tapi itu akan menghancurkan penyamarannya.

"Optimalisasi Jalur. Kalkulasi titik tumpu untuk mengalihkan momentum buaya itu tanpa menggunakan kekuatan penuh," perintah Ye Chen kilat.

[Titik lemah terdeteksi: Sendi rahang kanan bawah. Aplikasi gaya 500 jin pada sudut 45 derajat akan menggeser lintasan gigitan.]

Ye Chen melangkah maju dengan gerakan yang terlihat seperti ketidaksengajaan yang beruntung. Ia menendang sebatang kayu lapuk yang terendam lumpur tepat ke arah udara. Kayu itu melesat dan menghantam rahang kanan buaya tersebut tepat satu milimeter sebelum gigitannya menutup.

*Krak!*

Benturan presisi itu membuat rahang buaya bergeser, mengubah lintasan serangannya hingga meleset beberapa sentimeter dari kepala sang pengawal. Buaya raksasa itu menghantam tanah dengan suara keras, kehilangan keseimbangan.

Memanfaatkan momentum itu, Kapten Lei yang sudah pulih dari keterkejutannya langsung melompat maju. Pedang besarnya yang dilapisi aura biru menebas leher buaya itu dengan kekuatan penuh. Darah hitam muncrat mewarnai rawa, dan binatang buas itu mati seketika.

"Bagus sekali, Nak!" seru Kapten Lei sambil menepuk bahu Ye Chen dengan keras, wajahnya menunjukkan apresiasi. "Tendanganmu tadi sangat tepat waktu. Insting yang luar biasa untuk seorang anggota perunggu baru."

"Hanya kebetulan, Kapten. Aku panik dan mencoba menendang apa saja," jawab Ye Chen dengan wajah datar yang dibuat sedikit tegang, memainkan perannya dengan sempurna.

Ahli Alkimia Su yang sempat ketakutan kini menghela napas lega. Ia kembali menatap kompas tembaganya dan menunjuk ke arah barat laut. "Kita sudah dekat. Teratai itu seharusnya mekar di sekitar wilayah batu sarang lebah di depan sana."

Malam perlahan turun, memaksa tim untuk mendirikan kemah di atas sebuah daratan berbatu yang cukup kering. Kapten Lei membagi jadwal jaga malam, sementara Ahli Alkimia Su memilih masuk ke dalam tenda kecilnya lebih awal.

Di saat yang lain sedang beristirahat, Ye Chen duduk bersila di dekat api unggun. Ia menutup matanya, namun Persepsi Spiritual miliknya menembus kain tenda Ahli Alkimia Su.

Di dalam tenda, pria tua itu sedang membuka sebuah peta kuno yang sama sekali berbeda dari kompas yang ia tunjukkan tadi siang. Peta itu memancarkan sisa-sisa energi Qi kuno yang sangat pekat.

"Sistem, amati dan proyeksikan peta yang dipegang alkemis itu ke dalam otakku," perintah Ye Chen tanpa mengubah posisi duduknya.

[Memindai residu visual... Memproyeksikan ulang peta topografi rahasia...]

[Analisis: Titik koordinat yang ditandai oleh klien bukan habitat alami Teratai Pembeku Darah. Koordinat tersebut cocok dengan struktur arsitektur bawah tanah. Probabilitas 98% merupakan sisa reruntuhan makam kultivator era kuno.]

"Sebuah makam kultivator kuno," batin Ye Chen, sebuah pencerahan logis menyambungkan semua titik anomali. "Pantas saja dia rela membayar mahal dan memalsukan tujuannya. Teratai itu hanyalah alibi fana. Dia sedang memburu warisan yang tertinggal di dalam reruntuhan tersebut."

Senyum yang sangat tipis dan dingin muncul di wajah Ye Chen, tersembunyi di balik bayang-bayang api unggun. Keuntungan ganda yang ia harapkan dari misi ini baru saja berubah menjadi potensi perampasan aset skala besar. Rawa Racun Hitam ini tampaknya akan menjadi ladang panen pertamanya setelah menembus Alam Kondensasi Qi.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!