NovelToon NovelToon
Nano Machine Girl

Nano Machine Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Anak Genius
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Novelette

Di tengah keputusasaan, harapan datang dari masa yang belum terjadi.

Iris Astridewi, seorang siswi sekolah menengah atas yang hidup dalam keterbatasan di Makassar, harus menelan pil pahit kehidupan.

Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, takdir memaksanya menjadi sebatang kara setelah sang ayah meninggal dunia, meninggalkan beban hidup dan hutang yang mengancam masa depannya.

Seorang pria tampan dengan penampilan yang tidak wajar bernama Kim, tiba-tiba muncul di hadapan Iris.

Ia mengaku sebagai Humandroid tipe RK800, ciptaan tahun 2109 yang dikirim melintasi dimensi waktu.

Kim membawa pesan yang sulit dipercaya

Di masa depan, dunia akan hancur oleh tangan Iris sendiri. Bisakah Iris merubah masa depan ataukah hancur di tangan nya sendiri.

Ini kisah Iris bersama Humanoid bernama Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 | Humandroid RK800. Codename, Kim

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

"Saya Humandroid RK800. Codename, Kim."

Iris yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, "Hah?! Humandroid? Apa maksud anda?"

"Saya di kirim oleh Putra anda sendiri untuk membimbing dan melindungi anda."

Iris semakin bingung. Meski begitu, dia menenangkan diri dengan menghela nafas.

"Fhu~ Paman. Ini pemakaman lho. Jangan bercanda! Ini tidak lucu," ucap Iris yang coba menepis semua perkataan tidak masuk akal sosok pria dihadapan nya.

Setelah mengatakan itu, tiba-tiba datang tamu yang lain dengan pakaian preman dan mengenakan jaket kulit hitam serta kacamata hitam ditengah depan beberapa pria dan kali ini bukan lah tamu yang ramah.

"Ya. Ya. Siapa sangka nelayan bodoh itu akan mati cepat?" ucap pria jaket hitam dengan tatapan remeh.

Mendengar hinaan itu, perhatian Iris teralih pada tamu yang datang.

"Maaf, siapa kalian?" tanya ketus Iris.

"Oh~ Lihat! Siapa ini? Dia meninggal putri semata wayangnya di sini," ucap pria jaket hitam seraya mendekati Iris.

Lalu, berhenti tepat di dekat nya dengan senyuman lebar serta memegang pipinya namun, Iris segera menepis tangan pria jaket hitam.

"Siapa kalian?" tanya Iris kembali.

"Hoho~ Jangan anggap kami sebagai orang jahat. Kami hanya ingin meminta pembayaran hutang yang dipinjam oleh ayahmu," jawab pria jaket hitam.

Iris yang mendengar itu sontak mengerutkan keningnya, "Hutang? Berapa banyak?"

"300 juta. Bagaimana? Apakah kamu bisa membayar nya?" tanya remeh pria jaket hitam.

Iris terkejut dengan perkataan preman, dia ayahnya tidak mungkin meminjam uang sebesar itu.

"Oi, yang benar saja. Ayah ku meminjam uang sebesar itu. Ini pasti akal-akalan kalian saja," ucap Iris.

"Jadi, kamu tidak percaya." Preman jaket hitam memberikan selembar kertas dan memberikan nya kepada Iris, "Baca itu baik-baik!"

Iris pun mengambil kertas dan membaca nya yang mana tertera. Ayahnya telah meminjam 5 juta dengan bunga yang tidak masuk akal.

"Ini nama nya pemerasan," umpat Iris.

"Jadi, kamu pikir ini salah kami. Salahkan ayah mu yang meminjam uang kepada kami meski tahu resiko bunga nya. Oiya, aku memiliki ide. Bagaimana kalau kamu menjual diri ke Thailand? Aku yakin para hidung belang akan membayar mu dengan biaya tinggi," ucap pria jaket hitam dengan tatapan genit ke buah dada Iris.

Iris terdiam saat mendengar itu. Meski ingin menentang nya namun, dia juga bingung bagaimana cara untuk membayar nya? Meski dirinya bekerja paruh waktu belum tentu bisa melunasi hutang ayahnya.

Ditengah lamunan nya itu, pria aneh yang bernama Kim itu menjawab nya.

"Saya akan membayar nya. Sebutkan nomor rekening nya!"

Pria jaket hitam dan Iris sontak menoleh kearah Kim.

"Paman?" gumam Iris.

"Siapa kamu?" tanya pria jaket hitam dengan tatapan remeh.

Kim tersenyum kecil dan menjawab nya, "Saya pelayan dari Nona Iris."

Iris yang mendengar itu, dia langsung tercengang. Perkataan pria aneh itu semakin tidak masuk akal bagi Iris.

Begitu pun Pria jaket hitam dan beberapa pria lainnya yang langsung tertawa.

"Haha~ Pengawal?! Paman kamu pintar membuat lelucon." Pria Jaket hitam itu sontak memberikan sebuah tamparan kepada Kim, "Paman, aneh. Lebih baik kamu perg-"

Sebelum sampai di wajah, Kim menahan tangan nya dengan ekspresi datar.

"Sebutkan nomor rekening mu!" seru datar Kim.

"Grrr~" pria jaket hitam tidak menjawab lantaran dia ingin melepaskan tangan dan genggaman tangan Kim tapi tidak membuang hasil.

Iris terdiam melihat keadaan itu lantaran dia tahu meski dihadapan nya ada Paman aneh namun, hanya paman itu yang bisa membela nya.

"Ba-Baik. Nomor nya, 231 ...." ucap Pria jaket hitam yang menyebutkan nomor rekening nya.

"Sudah di transfer 300 juta rupiah. Silahkan cek saldo mu!" ucap dingin Kim.

Setelah itu, Kim melepaskan tangan pria jaket hitam.

"Cih! Sudah transfer? Jangan membual paman mesum. Jika berbohong, kami akan langsung membawa gadis in-" ucap pria jaket hitam seraya memeriksa saldo rekening nya melalui ponsel pintar nya dan ucapan terhenti saat melihat penambahan saldo 300 juta di rekening nya.

Anak buah nya yang terheran dengan diam ketua nya, dia sontak mempertanyakan nya.

"Kakak, ada apa?" tanya anak buah nya.

"Pria aneh ini benar-benar mengirimkan uang nya ..." jawab pria jaket hitam.

Mendengar itu, semua anak buah termasuk Iris terkejut lantaran pria aneh dihadapan nya mengirimkan uang sejumlah besar dalam waktu singkat.

Tanpa ekspresi, Kim menyerukan ancaman kepada para rentenir.

"Sekarang, pergi! Sebelum aku membunuh kalian semua!"

Ancaman itu membuat semua preman ketakutan apalagi Kim memberikan suasana intimidasi yang kuat bahkan Iris sendiri menelan saliva nya. Takut-takut paman yang ada dihadapan nya seorang pembunuh bayaran yang mengancam dirinya.

"Se-semua. Ayo kita pergi!" seru pria jaket hitam yang panik dan bergegas pergi yang diikuti oleh semua anak buah nya.

Kini, Kim dan Iris tinggal berdua saja di ruangan itu yang tentu membuat Iris ketakutan.

"Paman. Siapa paman sebenarnya? Apakah paman ingin membunuh ku?"

"Tidak sama sekali, Nona. Saya Humandroid RK800, Codename: Kim. Humandroid yang bertugas untuk membimbing dan melindungi anda," jawab Kim.

Mendengar jawaban yang kembali aneh, Iris menghela nafas panjang.

"Fhu~ Seperti aku yang berpikir tidak-tidak. Baiklah. Lagipula aku berterimakasih kepada paman yang sudah membantu ku dan kita lanjutkan setelah pemakaman selesai!" seru Iris.

"Baik, Nona," jawab Kim dengan ekspresi datar.

Iris lagi-lagi menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.

Setelah itu, Iris melanjutkan acara pemakaman dan mengebumikan sang ayah di makam sederhana.

Seusai itu semua, Iris berbicara empat mata dengan Kim di kontrakan petakan nya.

"Jadi, jelas kan! Kenapa paman mendekati ku? Dengan alasan ingin melindungi ku dan membimbing ku? Jangan bilang paman adalah robot masa depan yang bertugas melatih ku seperti Doraemon atau melindungi ku dari robot jahat seperti Terminator. Hehe~" ucap Iris yang diakhiri dengan tawa remeh.

"Benar. Nona. Saya Humandroid yang diciptakan pada tahun 2109 dan di kirim ke masa lalu untuk menemui Nona," jawab Kim.

Iris yang awalnya tertawa senang langsung berubah menjadi ekspresi serius karena dia benar-benar percaya dengan perkataan Kim meski begitu, ini benar adanya dan dia pun coba menggali informasi.

"Satu pertanyaan ku. Dari semua gadis dan manusia. Kenapa aku?" tanya Iris.

"Nona, keturunan anda telah berakhir. Di masa depan, seluruh keluarga anda akan dibantai dan keturunan anda akan berhenti di Putra anda. Dan, sebelum Tuan Saga meninggal dunia. Dia memberikan perintah kepada saya untuk mengunakan mesin waktu agar bisa menemui anda di masa sekarang. Karena di waktu ini, Nona lah kunci untuk merubah segala nya," jawab Kim.

Iris tertegun mendengar semua ucapannya itu dan semakin terheran, "Kunci? Kunci untuk apa?"

"Menghentikan pemusnahan manusia oleh Cybernite Corporation," jawab Kim.

Mendengar itu, Iris tertawa paksa seraya menimpali perkataan Kim.

"Aku? Paman pasti bercanda. Aku hanya gadis miskin yang masih bersekolah. Masa iya. Aku terpilih menjadi penyelamat dunia seperti tokoh-tokoh super Hero di film."

"Memang saat ini Nona belum bisa untuk melakukan itu maka dari itu, disini saya bertugas untuk melatih dan membimbing Nona!"

"Lalu, bagaimana jika aku menolaknya?" tanya Iris dengan senyuman remeh.

"Jika Nona menolaknya maka saya akan membunuh Nona sebelum humandroid dari Cybernite datang untuk membunuh anda dan mengambil otak anda yang akan dijadikan A.I," jawab dingin Kim.

Mendengar itu, Iris menghela nafas panjang.

"Fhu~ Seperti nya tidak ada pilihan lain. Baiklah. Aku akan memenuhi misi ini. Lalu, bagaimana semua biaya nya? Dan, apakah 300 juta itu akan dijadikan hutang kepada ku?" tanya Iris.

"Tidak perlu khawatir. Semua biaya akan saya tanggung. Putra anda memberikan jumlah saldo yang mencukupi untuk anda," jawab Kim.

"Baiklah. Jika begitu, aku akan menyetujui nya. Mohon kerja sama nya, Paman Kim!" jawab Iris seraya memberikan tangan kanan nya.

"Iya, Nona. Mohon kerjasamanya!" jawab Kim seraya menerima tangan Iris.

"Paman Kim, jangan panggil aku Nona! Dan, coba lah untuk tersenyum!" seru Iris dengan senyuman lebar.

Ekspresi datar Kim yang datar berlahan berubah menjadi senyuman kecil dan menjawab, "Baik. Iris."

Iris dan Kim pun saling bertukar senyum.

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!