Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.
Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: MALAM PELELANGAN DAN KEHADIRAN RAJA
Malam telah tiba. Bulan purnama bersinar terang di langit Benua Surgawi, memancarkan cahaya perak yang indah. Namun, di Kota Hujan Jernih, suasana malam ini terasa jauh lebih panas daripada siang hari.
Di pusat kota, berdiri sebuah bangunan megah yang menjulang tinggi, diterangi ribuan lampu kristal yang bersinar seperti bintang. Itu adalah Istana Giok, tempat di mana acara pelelangan terbesar bulan ini diadakan.
Hanya orang-orang yang memiliki status tinggi, kekuatan besar, atau kekayaan melimpah yang bisa masuk ke sini.
Kedatangan yang Mengguncang
Di depan pintu masuk utama, para tamu undangan turun dari kendaraan mereka satu per satu.
"Lihat! Itu Kepala Cabang Guild Pedang! Level Penguasa Langit!"
"Itu Nona dari Keluarga Qing! Cantik dan kuat!"
Tiba-tiba, kerumunan orang menyingkir ke pinggir jalan dengan hormat.
Dari kejauhan, sebuah kereta kencana yang ditarik oleh delapan ekor Kuda Naga Putih melaju dengan anggun. Di atas kereta itu, terlihat lambang keluarga Murong yang besar dan megah.
Pintu kereta terbuka. Keluar seorang pria paruh baya dengan jubah ungu keemasan. Wajahnya tegas, jenggotnya terawat rapi, dan setiap langkahnya membuat tanah terasa bergetar pelan.
Itu adalah Murong Zhan, kepala keluarga Murong!
"Hormat kepada Tetua Murong!" teriak para pengawal.
Murong Zhan melangkah dengan angkuh. Matanya memindai sekeliling dengan tatapan dingin. "Bocah sialan... Beraninya kau datang ke sini. Malam ini, aku akan membuatmu membayar lunas."
Area VVIP
Di dalam aula utama, suasananya sangat mewah dan megah. Langit-langitnya tinggi, dihiasi lukisan-lukisan dewa dan naga kuno. Di tengah, terdapat panggung besar, dan di sekelilingnya terdapat kotak-kotak penonton tingkat tinggi yang terpisah satu sama lain demi privasi.
Chen Si datang dengan santai. Ia masih mengenakan pakaian sederhana berwarna abu-abu, namun kali ini tidak ada satu pun orang yang berani menatapnya dengan sinis.
Semua orang yang melihatnya langsung menunduk hormat, berbisik-bisik takut-takut.
"Itu dia! Guru Agung Chen!"
"Wah! Sungguh aura yang tak terlihat tapi menekan..."
"Katanya dia Alkemis level Dewa yang turun ke dunia!"
Yue Yao sendiri yang menyambut Chen Si di pintu masuk dengan senyum paling ramah.
"Selamat datang, Guru Agung. Kami sudah menyiapkan kotak nomor satu untuk Anda. Tempat terbaik untuk melihat seluruh aula."
"Terima kasih," kata Chen Si singkat. Ia mengikuti Yue Yao menaiki tangga menuju area elit.
Kotak nomor satu terletak di posisi paling tinggi dan tengah, menghadap langsung ke panggung. Dari sini, Chen Si bisa melihat semua orang di bawah sana seperti semut.
Konfrontasi Diam-diam
Saat Chen Si melewati koridor menuju kamarnya, ia melewati kotak nomor tiga.
Di sana, Murong Zhan sedang duduk minum teh. Saat ia melihat Chen Si lewat, tangannya yang memegang cangkir teh langsung mencengkeram kuat hingga cangkir itu pecah berantakan!
CRACK!
Energi membunuh yang tajam meledak keluar dari tubuh Murong Zhan, menembak lurus ke arah Chen Si! Itu adalah tekanan level Raja Sejati!
Orang-orang di sekitar merasa sesak napas dan ketakutan.
Namun...
Chen Si bahkan tidak menoleh sedikitpun. Ia terus berjalan santai. Saat gelombang tekanan itu sampai di tubuhnya, ia hanya diredam oleh lapisan energi tak kasat mata yang melindungi Chen Si secara alami.
DUM!
Tekanan itu terpental balik!
Murong Zhan tersentak kaget, tubuhnya terguncang sedikit. Wajahnya berubah sangat gelap.
"Bagaimana mungkin... Bocah level Roh Terbang bisa menahan tekanan Raja?! Ada yang salah dengan dia!"
Pelelangan Dimulai
Acara pun dimulai. Seorang wanita cantik dan seksi naik ke panggung sebagai pembawa acara. Suaranya lantang dan menarik.
"Selamat malam, para tamu agung! Malam ini, kita akan melelang barang-barang berharga yang luar biasa! Mari kita mulai dengan barang pertama!"
Pelelangan berjalan seru. Barang demi barang dilelang dengan harga yang selangit. Mulai dari senjata, teknik bela diri, hingga hewan peliharaan langka.
Chen Si duduk tenang di kotaknya, sesekali menawar sedikit untuk membeli bahan-bahan obat yang ia butuhkan. Uang hasil rampokan tadi habis dengan cepat, tapi ia tidak peduli. Bahan-bahan ini jauh lebih berharga daripada batu roh.
Tiba-tiba, pembawa acara mengumumkan dengan nada bersemangat:
"Dan sekarang, barang spesial yang sudah ditunggu-tunggu! Sebuah Tanah Suci Primordial seukuran kotak! Dikatakan bahwa tanah ini mengandung energi kehidupan yang sangat murni, sangat cocok untuk menanam herbal langka atau digunakan sebagai alas duduk kultivasi!"
Harga awal ditetapkan sangat tinggi. Banyak sekte besar yang ikut menawar.
"Aku mau itu," bisik Chen Si. Ia butuh tanah itu untuk membuat kebun obat sendiri.
"Seribu Batu Roh Tingkat Atas!" tawar Chen Si dengan suara datar melalui alat transmisi suara.
Seluruh ruangan hening.
"Wah! Tawaran dari Kotak Satu! Seribu batu tingkat atas! Itu setara dengan sepuluh ribu batu biasa!"
"Siapa yang berani menawar lebih tinggi?"
Murong Zhan di kotak tiga mengepalkan tangan. "Hmph! Bocah itu punya banyak uang ya? Bagus! Aku akan ambil semua barang yang kau mau! Aku akan bangkrutkan kau!"
"Seribu satu!" teriak Murong Zhan.
Chen Si menoleh sedikit ke arah kotak tiga, lalu tersenyum miring. "Dua ribu."
Suaranya tenang namun mematikan.
Murong Zhan hampir meledak marah. "Dua ribu lima ratus!"
"Tiga ribu," jawab Chen Si cepat tanpa ragu.
"Kau!!" Murong Zhan gemetar. Ia sadar, jika terus menawar, dia sendiri yang akan bangkrut. Akhirnya ia mendengus kesal dan diam.
"Terjual! Kepada Tuan di Kotak Satu!"
Bencana Terbesar: Api Roh
Waktu berlalu, akhirnya tibalah pada barang terakhir dan paling berharga malam itu.
Pembawa acara tampak sangat bersemangat.
"Para hadirin sekalian! Barang pamungkas malam ini! Sesuatu yang bisa mengubah nasib seseorang selamanya! Sebuah Api Roh Jenis Ketiga - Api Ungu Penghancur!"
Saat wadah kristal dibuka, sebuah api kecil berwarna ungu menyala di dalamnya. Panasnya terasa sampai ke penonton paling belakang!
"Api Roh?! Jenis Ketiga?!"
"Gila! Itu impian semua Alkemis dan Pendekar! Dengan api ini, kualitas pil bisa naik dua tingkat!"
"Harga awal: Lima Ribu Batu Roh Tingkat Atas!"
Harganya sangat mahal, membuat banyak orang menghela napas.
"Tawaran ini... aku tidak boleh lewatkan," kata Chen Si. Ia sangat membutuhkan api yang bagus untuk memulihkan kemampuan Alkemisnya sepenuhnya.
"Enam Ribu!" tawar Chen Si.
Tiba-tiba...
BOOM!
Pintu utama aula terbuka lebar dengan kasar!
Sekelompok orang masuk dengan aura yang sangat menakutkan. Di depan mereka, ada seorang tua dengan jubah biru tua yang memiliki lima garis emas!
"Itu... Itu Ketua Sekte Pedang Awan! Leng Tian! Level Raja Sejati Puncak!"
"Gawat! Dia datang sendiri! Ada apa ini?!"
Leng Tian tidak memedulikan siapa pun. Matanya lurus menatap ke atas ke arah Kotak Satu, lalu ke arah Kotak Tiga.
"Murong Zhan... dan kau bocah sialan..." suara Leng Tian bergema seperti guntur. "Hari ini, kita selesaikan semua masalah di sini!"
Situasi menjadi kacau balau! Dua kekuatan level Raja hadir, dan Chen Si berada di tengah badai!
Kebenaran Terungkap
Murong Zhan tertawa keras dari kotaknya. "Ha ha ha! Tuan Leng datang tepat waktu! Bocah ini sudah keterlaluan! Mari kita bunuh dia bersama-sama! Harta dan Api itu jadi milik kita berdua!"
Leng Tian mengangguk setuju. "Benar. Dia membunuh muridku, menghina sekteku. Dia harus mati!"
Keduanya melepaskan aura penuh mereka! Dua tekanan level Raja menggabung menjadi satu, menekan seluruh aula hingga orang-orang berlutut tak kuat berdiri!
"Chen Si! Mati kau!!"
Mereka berdua menyerang bersamaan! Satu serangan pedang raksasa dan satu serangan tinju emas menghantam Kotak Satu dari dua arah berbeda!
Ledakan dahsyat terjadi! Debu beterbangan, dinding-dinding retak!
"Guru Agung!!" teriak Yue Yao panik.
Namun, saat debu mereda...
Kotak nomor satu masih utuh! Dan di tengah kotak itu, Chen Si masih duduk santai di kursinya, tapi sekarang kedua matanya bersinar terang benderang! Cahaya emas menyembur keluar dari tubuhnya setinggi seratus meter!
Sebuah sosok bayangan naga raksasa muncul di belakangnya, mengaum ke langit!
"AUMMMMMMM!!"
Suara auman naga itu menghancurkan gendang telinga semua orang!
Leng Tian dan Murong Zhan terlempar mundur, darah mereka naik ke tenggorokan, wajah mereka pucat pasi melihat sosok bayangan naga itu!
"Itu... Itu Darah Naga Primordial?!" jerit Leng Tak histeris. "Kau... Kau bukan dari Benua Luar! Kau dari... Alam Dewa?!"
Chen Si perlahan berdiri. Tekanannya sekarang jauh melebihi mereka berdua!
"Kalian berdua... sudah cukup mengganggu waktuku," kata Chen Si dingin. "Karena kalian begitu ingin mati... Aku akan kabulkan permintaan kalian."