Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Terima kasih
Bianca, Dinda, Barra, dan Leo bersantai sejenak di kafe kampus. Mereka duduk sambil menceritakan kejadian di lapangan tadi.
Bianca berterima kasih kepada Barra dan juga Leo atas bantuan mereka. Jika tidak ada mereka, mungkin hari ini adalah hari terakhir dia berada di kampus. Bianca juga memeluk sahabatnya, Dinda, karena selalu mempercayai dan mendukungnya. Kalau tidak ada Dinda, mungkin Bianca tidak akan sekuat ini.
Kedua sahabat itu berpelukan sambil setengah tertawa setengah menangis.
Namun Dinda sangat penasaran kepada Leo dan juga Barra, dari mana kalian mendapatkan bukti sekuat itu? Bahkan Barra bisa membawa pelakunya secara langsung ke hadapan mereka.
Dinda menyuruh Leo menceritakan semuanya dari awal.
Leo pun menceritakan kapan dan di mana dia mendapatkan video-video tersebut.
(Kilas Balik Leo)
Kilas balik dimulai pada saat satu hari sebelum kejadian di kampus hari ini. Leo mendatangi minimarket yang dikatakan oleh Dinda. Leo mencoba secara langsung meminta rekaman CCTV mereka. Namun benar seperti yang diceritakan oleh Dinda, pihak toko sama sekali tidak bisa memperlihatkan atau memberikan rekaman CCTV mereka sembarangan kepada orang lain.
Leo lalu menelepon asisten papanya agar dia mencari tahu siapa pemilik dari minimarket yang berada di dekat kampusnya itu. Leo juga menjelaskan kepada asisten papanya kalau dia sangat membutuhkan rekaman itu. Jadi tolong bagaimanapun caranya, dia harus bisa mendapatkan akses ke rekaman CCTV toko itu.
Asisten papanya Leo mengerti dengan apa yang dimau oleh Leo. Leo disuruh menunggu sekitar satu jam.
Setelah satu jam berlalu, asisten papanya mengatakan kalau Leo akan mendapatkan rekaman CCTV itu besok pagi. Saat ini toko itu masih sedang beroperasi, jika membuka rekaman itu sekarang dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas dan pelayanan toko tersebut.
Asisten papanya juga berpesan kepada Leo supaya rekaman itu dipergunakan hanya untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar. Jika Leo ketahuan menggunakannya untuk hal yang melanggar hukum atau kejahatan, maka Leo bisa dituntut hukum. Leo mengerti betul dengan ucapan dari asisten papanya.
Leo pun pergi meninggalkan toko tersebut karena besok pagi asisten papanya akan mengirimkan rekaman itu kepadanya.
Setelah dari toko itu, Leo langsung pergi ke ruang pengawas CCTV kampus. Leo meminta penjaga keamanan untuk menyalin semua rekaman CCTV pada hari kejadian razia di kampus ke dalam sebuah flashdisk yang dibawa oleh Leo. Di kampus, Leo bisa mendapatkannya dengan sangat mudah bahkan tanpa banyak pertanyaan dari pihak penjaga keamanan.
Leo membawa rekaman itu pulang dan memeriksanya satu per satu, apakah ada gerakan atau sosok yang terlihat mencurigakan. Benar saja, Leo menjadi curiga kepada seseorang yang memakai jaket berwarna hitam yang masuk ke lingkungan kampus mereka dengan wajah tertutup rapat seperti seorang ninja.
Kecurigaan Leo belum bisa dibuktikan kebenarannya, jadi dia harus menunggu rekaman dari asisten papanya baru dia bisa memastikan semuanya.
Keesokan harinya Leo mendapatkan rekaman CCTV itu. Leo harus memeriksa rekaman itu terlebih dahulu, apakah sesuai dengan dugaan yang dia miliki. Dan ternyata rekaman itu sangat cocok dengan kecurigaannya dan sudah dipastikan bahwa dialah pelakunya.
(Kilas Balik Berakhir)
Dinda memberikan tepuk tangan yang kencang karena menurutnya Leo seperti seorang polisi yang sangat teliti dalam mencari jejak dan menangkap pelaku kejahatan. Bianca lagi-lagi mengucapkan terima kasih kepada Leo karena Leo sudah mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyelesaikan kasus yang menimpa dirinya.
Leo justru meminta maaf karena dia terlambat membantu Bianca karena… Leo terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya. Dinda langsung mengalihkan pembicaraan dengan berkata, "Karena Lo terlalu sibuk kan?"
Leo mengangguk dan mengerti maksud dari perkataan Dinda, bahwa dia belum menceritakan masalah Aza kepada Bianca.
Sekarang giliran Barra yang ditanyai oleh Dinda. Bagaimana bisa Barra mengetahui kalau Ella adalah pelakunya? Karena terakhir Barra terlihat berada di kampus yaitu sesaat setelah kejadian razia pada waktu itu.
Barra mengatakan kalau sekarang semua masalah sudah selesai, jadi tidak perlu dibahas lagi. Dinda terus mendesak Barra agar mau bercerita, namun Barra tetap tidak mau membukakan mulutnya sedikitpun. Sampai akhirnya Bianca menyuruh Barra untuk menceritakannya karena dia juga ingin tahu bagaimana caranya Barra bisa mengetahuinya.
Barra pun akhirnya mau menceritakan bagaimana dia tahu kalau Ella adalah pelakunya.
(Kilas Balik Barra)
Kilas balik dimulai pada saat Barra sedang berjalan di lorong kampus sebelum kejadian razia. Saat itu Barra memperhatikan seseorang yang memakai pakaian serba hitam dan tertutup lewat di depannya.
Awalnya Barra tidak mempedulikannya, namun setelah kejadian razia itu, Barra jadi terus memikirkannya. Jadi di hari yang sama setelah Barra mengantar Aza pulang ke rumahnya, dia kembali lagi ke kampus untuk memeriksa rekaman CCTV kampus. Dia mencoba mencari tahu siapa orang itu, namun tidak berhasil ditemukan karena wajahnya tidak terlihat jelas di dalam rekaman.
Keesokan harinya Barra melewati kantin dan mendengar pembicaraan dari salah satu siswi di kampus kalau ada yang melihat Ella datang ke kampus setelah sekian lama dia tidak muncul ke mana-mana.
Barra menjadi curiga, apakah Ella lah yang mencoba menjebak Bianca atau dia mengetahui sesuatu mengenai masalah ini. Untuk membuktikan kecurigaannya, Barra harus bertemu dengan Ella secepatnya.
Barra langsung saja pergi mencari keberadaan Ella sendirian, namun tidak bertemu dengan siapapun. Sudah dua hari Barra mencari keberadaan Ella, namun tidak menemukannya juga.
Barra semakin yakin kalau pasti Ella mengetahui sesuatu yang penting mengenai kejadian di kampus karena dia muncul tepat pada saat Bianca sedang difitnah oleh orang-orang.
Pada akhirnya Barra menyuruh teman-temannya untuk membantu mencari keberadaan Ella karena waktu yang mereka miliki tidak banyak. Dengan bantuan teman-temannya, akhirnya Barra berhasil menemukan tempat persembunyian Ella.
Ternyata dia bersembunyi jauh dari kota, di sebuah desa kecil yang terpencil. Barra menginterogasi Ella sampai akhirnya Ella mengakui semua perbuatannya.
Barra juga bertanya kepada Ella kenapa kali ini dia bersembunyi setelah berbuat hal yang tidak baik kepada Bianca. Ella hanya diam seribu bahasa dan tidak menjawab pertanyaan Barra. Sampai detik ini pun Barra tidak tahu alasannya. Bagi Barra, yang terpenting adalah dia mau mengakui kesalahannya untuk mengembalikan nama baik Bianca.
(Kilas Balik Berakhir)
"Ooh, jadi itu alasannya Lo beberapa hari ini tidak terlihat di kampus ya," ucap Dinda dengan nada sewot karena waktu itu dia juga mencari Barra untuk meminta tolong membantunya menyelesaikan masalah Bianca.
Namun sayang sekali saat itu Barra sangat sulit dihubungi dan tidak pernah menampakkan diri di mana pun. Makanya dia sampai nekat pergi ke rumah Leo waktu itu untuk memaksa Leo membantunya.
Bianca sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada mereka. Dia tidak tahu bagaimana cara membalas budi baik Barra, Leo, dan juga Dinda.
Dinda memarahi Bianca, sampai kapan dia akan terus mengucapkan terima kasih terus-menerus? Dinda sampai merasa bosan mendengarkannya.
Barra juga menambahkan kalau selanjutnya dia berharap Bianca bisa hidup bahagia. Barra akan selalu ada di sini untuk mendukung Bianca.
Bianca menatap Barra dan mengangguk karena itu juga yang menjadi harapan terbesarnya.
Leo memperhatikan tatapan Bianca dan juga Barra. Leo merasakan kalau masih ada sisa-sisa rasa cinta di antara mereka berdua. Tapi Leo tidak akan mudah menyerah begitu saja untuk mendapatkan hati Bianca. Walaupun saat ini dia juga sedang bingung menentukan mana yang sebenarnya dia cintai, Aza atau Bianca.
Dinda melihat jam di tangannya dan mengingatkan Bianca untuk segera pergi bekerja hari ini. Bianca menghela napas panjang dan mengatakan kalau dia seminggu yang lalu sudah dipecat dari pekerjaannya.
Sontak saja Barra, Leo, dan Dinda merasa sangat kaget. Dinda mempertanyakan kenapa bisa Bianca dipecat, lalu kenapa Bianca tidak menceritakan kejadian itu padanya?
Bianca menjelaskan kalau dia sudah terlalu banyak membebani pikiran Dinda. Dia juga tidak mau selalu merepotkan Dinda terus-menerus. Bagaimanapun juga Dinda pasti memiliki kesulitan dan masalahnya sendiri yang tidak diketahui oleh Bianca. Dinda kembali memeluk sahabatnya itu dengan rasa iba.
Leo bertanya kepada Bianca apa rencana Bianca selanjutnya dan apakah ada hal yang bisa Leo lakukan untuk membantunya.
Barra juga tidak mau kalah, dia mengatakan kalau dia juga bisa membantu Bianca mencari pekerjaan yang baru.
Leo menatap Barra dengan tatapan sinis, begitu pun sebaliknya dengan Barra. Mata mereka berdua seakan-akan mengeluarkan percikan api kebencian satu sama lain. Bianca melihat kelakuan kedua pria tersebut dan menjadi tertawa melihatnya.
Bianca menjelaskan kalau dia akan mencari pekerjaan sendiri dengan usahanya sendiri. Kalau nanti usahanya tidak membuahkan hasil, Bianca berjanji pasti akan meminta bantuan kepada Barra dan juga Leo.
Sementara itu di tempat lain, Ella hendak pergi meninggalkan lingkungan kampus. Aza yang dari tadi masih menunggu Ella keluar dari kampus segera menghampiri Ella.
Langsung saja Aza menarik tangan Ella untuk mengajaknya bicara. Awalnya Ella tidak mau berhenti berjalan, namun Aza memaksanya untuk berhenti.
"Gue tidak akan marah karena rencana kita gagal.Gue akan tetap membayar Lo asalkan Lo mau bantuin gue lagi. Kita akan cari cara lain untuk menjatuhkannya," ucap Aza kepada Ella.
Ella menolak mentah-mentah permintaan dari Aza. "Gue tidak mau berbuat jahat lagi padanya. Dia itu terlalu baik hati. Gue enggak apa-apa kalau Lo enggak bayar gue kali ini. Tapi tolong jangan suruh gue berbuat apa-apa padanya lagi," ucap Ella lalu berjalan pergi meninggalkan Aza.
Aza menjadi marah karena Ella menolak permintaannya. Lalu Aza mengatakan kalau Ella menolaknya, dia akan menyebarkan video-video rekaman saat Ella sering merundung orang-orang.
Langkah Ella terhenti seketika, wajahnya langsung memerah menahan marah. Ella berbalik menghadap ke arah Aza. "Apa maksud Lo? Jangan Lo coba bohongi gue. Setiap hal yang aku lakukan itu pasti di area yang tidak ada CCTV-nya. Kalau pun di depan umum, gue akan memastikan tidak ada orang yang merekamnya," ucap Ella membela dirinya kepada Aza.
Aza tertawa puas sambil membuka ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto kepada Ella.
Mata Ella terbelalak lebar melihat foto itu. Ella bertanya dari mana Aza bisa mendapatkannya.
"Ini hal yang sangat mudah buat gue. Jadi Lo jangan macam-macam sama gue . Kalau gue sebarin foto ini di media sosial, tamatlah riwayat Lo," ucap Aza dengan nada mengancam Ella.
Namun Ella sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan menyakiti Bianca lagi. Ella memejamkan matanya sejenak dan mendengarkan suara hati nuraninya.
Lalu dia membuka matanya dan berkata kepada Aza, "Terserah Lo aja . Gue enggak peduli. Gue juga punya bukti kalau Lo yang membayar gue untuk berbuat jahat pada orang lain," ucap Ella dengan tegas sambil memperlihatkan bukti transaksi pembayaran di ponselnya ke arah Aza.
"Kita akan jatuh bersama-sama," ucap Ella tegas dan langsung pergi meninggalkan Aza yang terpaku kaku di tempatnya.
Aza terkejut luar biasa karena Ella malah membalikkan keadaan dan mengancam dirinya. Sekarang giliran Aza yang menjadi ketakutan kalau sampai Ella menunjukkan bukti itu kepada Barra atau Leo. Mereka berdua pasti akan sangat membenci Aza seumur hidupnya.
Pikiran Aza menjadi kacau dan kalut. Dia berpikir dia harus memusnahkan bukti itu secepatnya. Aza langsung mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
(Siapakah yang ditelepon oleh Aza dan untuk apa tujuannya?)