NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETENGILLAN SINGA KECIL.

Gubuk kayu tua itu berderit tertiup angin gunung yang kencang, menciptakan suasana horor yang nyata. Di tengah remang cahaya api unggun yang hampir padam, Farhan Hasyim berdiri dengan angkuh, memutar-mutar sepucuk pistol di jarinya. Lima orang pria berbadan kekar mengepung gubuk itu, moncong senjata mereka mengarah tepat ke dada Adnan yang tersandar lemah.

"Wah, reuni keluarga yang sangat estetik ya, Om?" celetuk Nayla tiba-tiba, memecah ketegangan yang mencekam.

Farhan menghentikan putaran pistolnya, menatap Nayla dengan dahi berkerut. "Om? Kamu memanggilku Om?"

"Ya iyalah! Masak saya panggil 'Sayang', nanti ByBy saya ini cemburu terus kakinya yang patah malah jadi makin remuk," sahut Nayla sambil menunjuk Adnan dengan jempolnya.

Adnan yang sedang menahan sakit luar biasa di kakinya hanya bisa melirik Nayla. "ByBy? Nama macam apa lagi itu, Nayla?"

"Singkatan dari 'Bayi Besar', By! Habisnya, Pak Adnan sekarang manja banget, nggak bisa jalan sendiri, harus saya seret-seret kayak karung beras," jawab Nayla santai, seolah tidak ada moncong senjata yang mengincarnya.

Farhan tertawa dingin, suaranya menggema di kesunyian hutan. "Kalian masih sempat melawak di ambang maut? Adnan, istrimu ini benar-benar tidak punya otak atau memang sudah bosan hidup?"

Adnan mencoba menegakkan punggungnya, menatap kakaknya dengan kecewa. "Kenapa, Farhan? Kenapa harus membunuh? Harta Hasyim Group sudah lebih dari cukup untuk kita berdua!"

"Cukup untukmu, tapi tidak untuk ambisiku! Ayah selalu memberikan yang terbaik untukmu karena kamu si jenius, sementara aku hanya pengelola cabang! Dan sekarang, bocah ingusan ini malah ikut campur!" Farhan memberi kode pada anak buahnya untuk maju.

Nayla langsung melangkah maju, berdiri tepat di depan Adnan. Ia memegang sepotong kayu besar yang ujungnya masih membara. "Eits! Langkah kaki kanan dulu kalau mau maju, Om! Biar sopan dikit kalau mau jemput maut!"

"Minggir, bocah! Atau kepalamu berlubang duluan!" bentak salah satu anak buah Farhan.

"Coba saja kalau berani! ByBy, tutup telinga ya, saya mau pakai teknik 'Suara Kuntilanak Kejepit'!" teriak Nayla.

Tanpa peringatan, Nayla melemparkan kayu membara itu tepat ke arah wajah Farhan. Saat perhatian teralih, Nayla melakukan gerakan salto ke depan, menendang pergelangan tangan pria bersenjata di dekatnya hingga pistolnya terlempar.

"Aakh! Sialan!" pria itu mengerang.

"ByBy, pegangan yang kuat di tiang gubuk! Kursi penonton kelas VIP segera dimulai!" seru Nayla sambil melakukan sapuan kaki yang membuat dua orang pria terjatuh secara bersamaan.

Adnan yang melihat itu hanya bisa terpana. "Nayla, hati-hati! Mereka punya senjata!"

"Tenang By, peluru mereka nggak bakal berani sama saya, takut kualat!" sahut Nayla. Ia bergerak lincah di ruang sempit gubuk, menggunakan teknik gerilya yang tidak terduga. Ia menyikut ulu hati lawan, lalu menggunakan dahi pria itu untuk membenturkan kepala lawan lainnya. BRAK!

Farhan yang mulai panik mencoba membidik Nayla, namun Nayla lebih cepat. Ia menarik taplak meja usang yang penuh debu dan melemparkannya ke arah Farhan, menutupi pandangannya.

"Makan tuh debu peninggalan zaman purba, Om!" Nayla memberikan tendangan lurus tepat di perut Farhan hingga pria itu terjerembab keluar gubuk.

Namun, jumlah lawan terlalu banyak. Dua orang pria berhasil memiting tangan Nayla yang terluka. Nayla meringis hebat, luka jahitannya benar-benar terasa seperti disayat ulang.

"Ugh... Sakit, Om! Masak sama cewek mainnya keroyokan! Nggak jantan banget!" protes Nayla sambil menahan perih.

"Habisi mereka sekarang!" teriak Farhan dari luar gubuk sambil mengusap wajahnya yang kotor.

Adnan berteriak frustrasi, mencoba merangkak maju meski kakinya patah. "Jangan sentuh dia! Farhan, ambil nyawaku, tapi biarkan Nayla pergi!"

"ByBy, jangan melow gitu dong! Saya belum kalah kok!" Nayla tiba-tiba menanduk kepala pria yang memitingnya, lalu memberikan tendangan belakang yang telak mengenai aset berharga pria di belakangnya. "Ups, maaf ya Om, sepertinya masa depan Om barusan saya pensiunkan dini!"

Tepat saat Farhan kembali menodongkan pistolnya ke arah kepala Nayla yang sudah terpojok, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah kegelapan hutan. DOR!

Pistol di tangan Farhan terlepas. Sekelompok pria berpakaian taktis hitam dengan perlengkapan lengkap muncul dari balik semak-semak. Di depan mereka, Dion berjalan dengan wajah dingin yang belum pernah dilihat Adnan sebelumnya.

"Maaf saya terlambat, Pak Adnan. Mencari lokasi jatuh helikopter di tengah hutan ternyata lebih sulit daripada memalsukan laporan keuangan," ucap Dion tenang.

"Dion? Kamu... membawa pasukan?" Adnan bertanya dengan napas tersengal.

"Saya bukan hanya sekadar asisten, Pak. Saya dibayar oleh Ayah Anda untuk menjadi 'asuransi nyawa' jika Farhan mulai bertindak gila," jawab Dion sambil memberi isyarat pada pasukannya untuk meringkus Farhan dan anak buahnya.

Nayla terduduk lemas di lantai gubuk, napasnya memburu. Ia menoleh ke arah Dion dengan tatapan menyelidik. "Wah, Mas Dion diam-diam menghanyutkan ya? Pantesan kalau saya minta jajan selalu dibilang nggak ada anggaran, ternyata buat sewa pasukan elite!"

Dion hanya tersenyum tipis. "Itu rahasia perusahaan, Mbak Nayla."

Farhan berteriak-teriak saat diseret pergi. "Ini belum selesai, Adnan! Kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada istrimu! Aku bukan satu-satunya yang menginginkan dia mati!"

Adnan membeku mendengar teriakan kakaknya. Ia menatap Nayla yang kini merangkak mendekatinya. Nayla memegang wajah Adnan dengan tangannya yang gemetar.

"ByBy... jangan didengerin. Dia cuma mau bikin Byby pusing supaya saya nggak jadi minta sate padang," bisik Nayla pelan.

Adnan menarik Nayla ke dalam pelukannya, mencium puncak kepala istrinya yang berantakan itu. "Terima kasih, Nayla. Kamu benar-benar... istri yang luar biasa."

"Iya tahu kok, By. Tapi sekarang, tolong bilang sama Mas Dion, saya mau digendong ke helikopter. Kaki saya sudah kayak jeli, nggak kuat jalan lagi," rengek Nayla dengan gaya manja yang menggemaskan sekaligus menyebalkan.

Adnan tertawa pelan di tengah rasa sakitnya. "Dion, siapkan helikopter medis. Dan pastikan sate padang paling enak di Jakarta sudah ada di rumah sakit saat kami sampai."

"Siap, Pak," sahut Dion.

Saat mereka dievakuasi menuju helikopter penyelamat, Nayla sempat berbisik di telinga Adnan. "ByBy, Mas Dion itu... jangan-jangan dia juga punya rahasia lain ya? Cara dia pegang senjata tadi nggak kayak asisten kantor biasa."

Adnan menatap punggung Dion yang berjalan di depan mereka. Kata-kata Farhan tadi masih terngiang-ngiang. Bukan satu-satunya yang menginginkan dia mati. Apakah kematian istrinya setahun lalu menyimpan konspirasi yang jauh lebih besar dari sekadar perebutan harta?

"Kita akan cari tahu bersama, Nayla. Tapi sekarang, kita harus selamatkan dirimu dulu," ucap Adnan tegas.

"Satu lagi By..."

"Apa lagi, Nayla?"

"Nanti di rumah sakit, saya mau kamar yang ada TV-nya ya. Saya mau nonton sinetron 'Istri yang Terzalimi tapi Jago Silat', kayaknya itu terinspirasi dari saya deh!"

Adnan hanya bisa menepuk keningnya. Di ambang maut sekalipun, ketengillan singa kecilnya itu memang tidak ada obatnya. Namun di balik candaan itu, Nayla menggenggam tangan Adnan sangat erat, seolah ia tahu bahwa badai yang sebenarnya baru saja dimulai.

Siapakah sosok lain yang dimaksud Farhan? Dan apa peran sebenarnya Dion dalam keluarga Hasyim?

1
ѕ⍣⃝✰𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆_ Chelsea☪️²
ternyata pak es balok diem diem sudah suka ini
ѕ⍣⃝✰𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆_ Chelsea☪️²
ehhh si es balokkj mulai membuka hati ehh ralat deh hatinya mulai terbuka sendiri dengan ke tengilan Nayla 😍😍
ѕ⍣⃝✰𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆_ Chelsea☪️²
kok aku suka yaaa dengan haya Nayla maunlanjut ahhh
Nurma Sadiah
nayla keren👍
Aghitsna Agis
thor ada cerita anaknyanya nayla dan adnan yg sudah dewasa
Susanti Susanti
Luar biasa
Umi Maryam
hadeuuh capee deeh drama gada habiis ,kaya nya ni novel sampe tamat gada hapy nya yg ada drama rebutan harta mulu...thor apa ini cerita diri mu dan keluarga ya????
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Kak ganti panggilan dong jangan saya, aku kamu atau sayang
Umi Maryam
thor ini cerita isi nya penyerangan mulu sih penghianatan berebut harta kapan tenang nya sih,?
Reni Setia
makasih author untuk novelnya yab
Umi Maryam
minta di komen aku komen ga di snggap.
Umi Maryam
kenapa sih komen aku ga pernah masuk iih sebel deh..
Umi Maryam
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Umi Maryam
aku duka nih kalau cewe nya badas plus cerdas ga menye2 yg bisa nya mewek di pojokan ,cuus aah thor semangat.
Yanti Parera
puas bangeet aq baca nya semangat trs ya thor untk krya2 selnjut nys👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒍𝒉𝒂𝒎𝒅𝒖𝒍𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒅𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒍𝒊𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖𝒑𝒖𝒏 𝒓𝒂𝒈𝒂 𝒅𝒊𝒂 𝒔𝒅𝒉 𝒕𝒅𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒍𝒈 😭😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒘𝒆𝒆𝒕𝒏𝒚𝒂 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!