NovelToon NovelToon
Kupu-Kupu Malam Sang Ceo

Kupu-Kupu Malam Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zenaaa

Di siang hari, Renata adalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai pustakawati polos berkacamata tebal. Namun, saat malam tiba dan lampu kota Jakarta mulai menyala, ia berubah menjadi "Papillon" (Kupu-Kupu)—gadis hostess paling misterius dan mahal di Kupu-Kupu Bar, sebuah kelab malam eksklusif rahasia para konglomerat.
​Renata tidak mencari uang demi kemewahan. Ia menjebak dirinya di dunia malam demi mengungkap misteri kematian kakak perempuannya yang tewas mengenaskan setelah melayani seorang pria berkuasa dari Dirgantara Group.
​Rencananya berjalan mulus hingga malam itu tiba. Adrian Dirgantara, CEO dingin dan pewaris tunggal Dirgantara Group, masuk ke bar dan langsung memilih Papillon. Adrian tidak mencari hiburan, melainkan seorang "istri sewaan" untuk memenuhi wasiat kakeknya demi mempertahankan takhta perusahaan.
​Satu kesepakatan di bawah lampu remang-remang bar mengubah segalanya. Renata melangkah masuk ke sarang musuh sebagai istri Adrian, sementara Adrian tidak pernah t

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zenaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Bayang-Bayang Kupu-Kupu Hitam

Ruang rapat CEO yang tadinya hangat setelah keberhasilan negosiasi dengan Edward Chen, seketika berubah mencekam. Kertas dengan cap Kupu-Kupu Hitam bersayap patah itu bergetar di jemari Adrian. Rahang sang CEO mengeras, dan urat-urat di lehernya menonjol kemerahan menahan amarah yang mendidih.

​"Baskara, siapa yang mengantarkan surat ini ke lobi?" suara Adrian terdengar sangat rendah dan berbahaya, memecah keheningan ruangan.

​Baskara menunduk hormat dengan gundah. "Seorang kurir motor ojek daring, Tuan. Kami sudah melacak akun dan nomor teleponnya melalui tim IT. Namun, kurir tersebut mengaku hanya menerima pesanan tunai dari seorang pria bertopi dan bermasker hitam di pinggir jalan kawasan mangga besar. Uang imbalannya terlalu besar, jadi dia tidak bertanya banyak."

​Renata menatap stempel merah berbentuk kupu-kupu hitam di kertas itu. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut akan keselamatan dirinya sendiri, melainkan karena ingatan kelam tentang kakaknya kembali terpicu.

​"Kupu-Kupu Hitam..." bisik Renata, suaranya parau. Ia menoleh menatap Adrian. "Adrian, selama satu tahun aku menyamar di Kupu-Kupu Bar, aku pernah tidak sengaja mendengar bisik-bisik di antara para pengawal VIP. Mereka bilang, Mami Sandra hanyalah pengelola harian. Pemilik modal terbesar yang mendirikan jaringan kelab malam eksklusif itu adalah seorang sindikat perdagangan manusia internasional yang dijuluki 'The Shadow'."

​Adrian langsung merengkuh bahu Renata, menarik istrinya ke dalam pelukannya untuk memberikan rasa aman. "Siapa pun dia, dia sudah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya dengan mengancam istriku".

​Adrian menatap Baskara dengan pandangan mutlak. "Perketat keamanan penthouse tingkat tertinggi. Mulai hari ini, Renata tidak boleh pergi ke mana pun tanpa pengawalan dari tim khusus dan hubungi Mami Sandra, bawa dia ke ruang rahasia kita malam ini juga. Kita harus mencari tahu siapa sosok di balik Kupu-Kupu Hitam ini sebelum mereka bergerak lebih jauh."

​Malam harinya, di sebuah rumah aman (safe house) milik Adrian yang terletak tersembunyi di pinggiran Jakarta, Mami Sandra duduk dengan tubuh gemetar di hadapan Adrian dan Renata. Wajah wanita paruh baya yang biasanya penuh riasan tebal itu kini tampak pucat dan lelah.

​Begitu Adrian meletakkan surat ancaman bercap Kupu-Kupu Hitam itu di atas meja, Mami Sandra langsung menutup mulutnya, menahan pekikan ngeri.

​"Demi Tuhan... dia... dia sudah kembali," ratap Mami Sandra dengan suara bergetar hebat.

​Renata memajukan tubuhnya, menggenggam tangan Mami Sandra. "Mami, tolong katakan padaku. Siapa sebenarnya pemilik asli Kupu-Kupu Bar? Apa hubungannya dengan kematian Kak Maya?"

​Mami Sandra menarik napas panjang, mencoba menstabilkan emosinya. "Nama aslinya adalah Victor Wijaya. Dia adalah mantan sekutu bisnis Bram Dirgantara sepuluh tahun lalu sebelum akhirnya melarikan diri ke luar negeri karena kasus penyelundupan. Dialah yang mendirikan jaringan kelab malam The Butterfly sebagai kedok untuk bisnis prostitusi kelas atas dan pencucian uang para pejabat."

​Mami Sandra menatap Renata dengan tatapan penuh penyesalan. "Satu tahun lalu, kakakmu, Maya, tidak sengaja menemukan buku besar transaksi penyelundupan manusia milik Victor saat dia membersihkan ruang kerja VIP utama. Maya berniat melaporkannya ke polisi. Namun, rencana itu bocor. Victor bekerja sama dengan Arsen dan Bram untuk membungkam Maya dengan cara yang sangat kejam, lalu merekayasa kematiannya sebagai bunuh diri."

​"Lalu kenapa dia kembali sekarang?" tanya Adrian dengan nada dingin yang menuntut.

​"Karena Arsen dan Bram dipenjara, Tuan Adrian!" seru Mami Sandra panik. "Aset keuangan Victor yang dititipkan di perusahaan cangkang 'Papillon Holding' ikut tersita oleh pihak kepolisian akibat ulah kalian! Victor kehilangan segalanya di Indonesia, dan sekarang dia kembali untuk menuntut balas dendam. Dia tidak akan berhenti sebelum menghancurkan Renata, karena dia tahu Renata lah otak di balik semua pembongkaran kasus ini!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!