NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3# Perdebatan Karin dan Alya

Sore itu Karin memilih untuk pulang ke rumah keluarga Darmawan dari pada harus mendapatkan amukan dari mamanya.

“Wow! Princess pulang dari camping bersama teman-teman anehnya. Aku kira sudah lupa jalan pulang,” sindir Alya yang tidak lain si bungsu keluarga Darmawan, baik Alya maupun mama papanya tidak tahu kalau Karin punya apartemen.

Setiap kali Karin ingin tidur diapartemen selalu dia menggunakan alasan menginap di tempat temannya, sebenarnya hal yang mustahil untuk keluarganya sampai tidak tahu. Tapi itulah kenyataannya, Karin memiliki apartemen tersebut atas bantuan Rega.

“Berisik banget sih kamu, Alya. Ngoceh terus seperti Beo,” kesal Karin.

“Mending ngoceh seperti Beo dari pada merebut tunangan kakak sendiri! Sadis banget malah,” sahut Alya.

“Apa kamu tadi bilang? Aku tidak merebut kak Rega dari mbak Rhea, dia yang tidak bisa membuat kak Rega nyaman. Bukan salahku kalau kak Rega lebih memilihku nanti,”

“Yakin banget kalau kak Rega bakal milih kamu, mbak! Jadi orang tahu diri dikit sih,”

Perdebatan dua kakak beradik tersebut terdengar sampai dapur, mama Nirma sampai harus turun tangan melerai ke dua putrinya tersebut.

“Kalian berdua ini seperti anak kecil saja! Berantem terus kerjaannya,” suara mama Nirma membuat mereka langsung diam dari pada harus mendapatkan ocehan dari ras terkuat.

Alya bahkan berlalu bergitu saja meninggalkan ruang keluarga, dia tahu tidak akan pernah menang jika sudah berusan dengan sang mama. Mamanya memang lebih membela Karin karena kakak ke duanya tersebut yang selalu menuruti permintaan sang mama.

“Anak mama kan memang hanya mbak Karin. Aku sama kak Rhea itu hanya semacam rumput teki di halaman,” gumam Alya.

“Kamu bilang apa, Alya?” mama Nirma mendengar namun tidak tahu apa yang di gumamkan anak bungsunya.

“Aku sayang mama,” jawab Alya yang langsung melesat menuju kamarnya.

Karin memalingkan wajahnya, dia terkekeh melihat tingkah sang adik. Karin masih cukup bisa mendengar apa yang di gumamkan Alya tadi, hubungannya dengan Alya juga sedang tidak dalam kondisi baik. Sama seperti hubungannya dengan Rhea sang kakak.

“Kamu istirahat sana, sayang! Siapkan dirimu untuk acara besok malam,” titah mama Nirma diangguki Karin. “Karin ke kamar dulu, ma!” pamitnya pada sang mama.

Mama Nirma kembali ke dapur untuk lanjut menyiapkan makan malam keluarganya, Karin melihat mamanya masuk ke dalam dapur dari tangga. Dia menatap getir punggung wanita paruh baya tersebut.

“Maaf ma, pa. Karin sudah membuat kalian kecewa,” Karin melanjutkan langkahnya.

Dia berhenti saat melewati kamar Rhea, kamar yang sudah lama tidak lagi di tempati si pemiliknya. Rhea memang sudah tidak tinggal di rumah keluarga Darmawan sejak lama, dia memilih tinggal diapartemen yang digadang-gadang akan menjadi apartemen tempatnya dan Rega tinggal setelah menikah.

Karin membuka pintu kamar sang kakak, pintu kamar Rhea memang tidak di kunci agar bibi lebih mudah saat ingin membersihkan kamar tersebut. Karin masuk dan kembali menutup pintu, dia meraba dinding untuk menyalakan lampu kamar tersebut.

Semua masih sama, tidak ada satupun yang berubah dari kamar itu. Karin berjalan menuju meja berwarna coklat kayu yang ada di samping tempat tidur, dia meraba setiap sisi menja tersebut. Meja yang biasa di gunakan sang kakak untuk belajar juga bekerja, entah part time yang Rhea lakukan karena Karin pun tidak tahu. Hubungannya dengan sang kakak benar-benar memburuk, dan sepertinya akan bertambah buruk setelah makan malam besok.

Karin berpindah duduk di sofa, dia merebahkan tubuhnya di sana. Tempat di mana dulu dia selalu merecoki sang kakak yang sedang belajar saat awal-awal Rhea baru masuk kedokteran. Karin selalu usil datang ke kamar Rhea, ada saja tingkah randomnya yang membuat konsentrasi sang kakak buyar.

“Kak Rhea!” panggil Karin.

“Hmm,” Rhea hanya berdehem karena dia masih fokus mengerjakan tugas kuliahnya. “Lihat sini dulu ih!” pinta Karin.

“Apa sih, dek?” Rhea menoleh, dia langsung tergelak saat melihat Karin. “Kamu ih. Ngapain dandan kayak ondel-ondel begitu?” ucapnya saat mendapati sang adik dengan make up dempulnya.

“Cantik begini lho aku, mbak! Masa di bilang ondel-ondel,” Karin sambil mengedip-ngedipkan matanya dengan manja, Rhea langsung bergidik ngeri. “Hapus ih! Dapat tutorial dari mana coba kamu itu, Rin?”

"Dari U tube," kelakarnya.

Bukannya menghapus make up cetar dan dempulnya itu, Karin justru mendekati Rhea sambil memonyong-monyongkan bibirnya. “Bang sini deh abang, main yuk sama eike. Eh salah, neng geulis main sama aku yuk! Karin cantik lho ini,” Karin menoel-noel pipi sang kakak.

“Idih banget sih ini bocah. Mbak kasih paham kamu sini, Rin!” Rhea menggelitik perut Karin, gadis itu berhasil mengusik kakaknya yang sedang belajar.

Karin sadar dari lamunannya, dia tersenyum sekaligus mengusap ke dua sudut mata nya yang berair. Mengingat momen-momen bersama sang kakak di kamar tersebut membuat dadanya semakin sesak, hanya Karin yang tahu bagaimana isi hatinya sendiri. Yap! Hanya dia, jika dulu dia biasa berkeluh kesah pada Rhea kakaknya. Maka hari itu dia tidak ada lagi tempat untuk berbagi keresahan, Karin mengusap perut datarnya.

“Besar nanti kamu harus ingat ya, adek! Kamu punya aunty dokter yang sangat cantik dan baik hati, mama selalu saja membuat masalah untuk aunty Rhea. Mama harap adek nanti sayang sama aunty Rhea,” monolognya. (Yang udah baca pelabuhan hati paham kan kenapa si bocil satu itu langsung sayang begitu pertama kali ketemu Rhea)

 

***

Malam itu Karin mondar mandir di kamarnya, sebentar lagi Rega bersama keluarganya datang untuk makan malam. Entah apa yang akan terjadi malam nanti, Karin tidak ingin membayangkannya.

Dia berharap Rhea tidak akan datang seperti yang mama Nirma minta, Karin tidak ingin menyakiti kakaknya lebih dalam. Sudah cukup selama ini mama Nirma membuat Rhea terluka, di tambah dirinya satu tahun terakhir menambah luka untuk sang kakak.

Tok...Tok

“Iya, sebentar!” Karin membuka pintu kamarnya, di hadapannya berdiri Alya yang tadi mengetuk pintu kamar.

Alya langsung masuk begitu saja, dia duduk di tepian tempat tidur Karin. “Aku tidak akan basa basi lagi sama kamu, mbak. Apa kamu tidak punya sedikit saja rasa empati untuk kak Rhea, mbak? Dia tidak salah apapun pada kita,”

“Ini bukan tentang empati, Alya. Kamu masih kecil dan belum mengerti,” jawab Karin.

“Aku sudah cukup umur untuk di katakan mengerti. Justru mbak Karin sendiri yang seperti bocah, tidak punya pikiran.”

Karin mengepalkan ke dua tangannya di samping, dia berusaha menahan pergolakan batinnya. Tapi dia tidak boleh lemah, tidak boleh kalah. Saat ini bagi orang lain dia adalah si antagonis dalam hidup sang kakak, biarlah semuanya berjalan tetap seperti itu.

“Aku tidak perduli apa katamu, karena dari awal yang diinginkan kak Rega adalah aku. Bukan mbak Rhea!” kekeh Karin.

Alya tersenyum smirk. “Penglihatan kak Rega sepertinya harus di cuci pakai detergen kalau dia memilihmu nantinya. Jika kamu terus seperti ini, aku harap kamu tidak akan menyesal. Terlebih kak Rhea yang kamu dan mama sakiti,” Alya berlalu meninggalkan Karin, namun sebelum itu dia melihat sesuatu diatas meja yang sengaja Karin tutupi agar Alya tidak melihat.

“Kamu yang kekeh merebut apa yang jadi milik kak Rhea. Kalau kak Rhea tidak bahagia, maka kamu juga tidak. Mbak Karin,” batin Alya.

 

 

 

 

 

 

1
partini
yg ini full mengseddih
muthia
ulat bulu ulat bulu
muthia
semangat thor selalu di tunggu up nya 🙏❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk
total 1 replies
partini
ibu mertua lucknat
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭 hrs dibasmi pke roundap kalo kata aretha sm viam
total 1 replies
muthia
semangat dan sehat selalu 🙏❤
muthia
baru sempat hadir, banyak acara tetangga🙏🙏
muthia: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
partini
Alvin cadel,, kalau merujuk dr novel sebelah agak lelet si aiden ya Thor bakal elus dada lama si Karin
partini
masa lama ya Thor drama rumah tangga nya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): engga ka... klo g keblabasan 2 eps nnti lgsg loncat ke alvian yg 3 thn.
total 1 replies
Zea Rahmat
emang otaknya gesrek.... kaga ada hubungan neeee🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 dia msh denial
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): smg nnti ato bsk bs lbh dr 2 ya kk..
total 1 replies
Zea Rahmat
alur mundurnya jgn kelamaan ya ka🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kagak sist... hbs ini kan mrk nikah. di part rhea kan mrk nongol dikit.. 🤭
total 1 replies
Zea Rahmat
disini blm ketemu Aiden ya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hbs ini ketemu... knnpas otw rega kec ini
total 1 replies
Zea Rahmat
ternyata karin pura2 jd antagonis🤔🤔
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 gara2 slh phm doangqsbnrny, sm dicekokin maknya
total 1 replies
Zea Rahmat
ouhh pantes alvian nempel ke Rhea... udh di ulti am emaknya🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk msh sebiji polong aja udh diulti maknya 🤣
total 1 replies
partini
ok lanjut Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): otw kk 🤭❤️
total 1 replies
Zea Rahmat
pecah telor juga ka🤭🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lama y sist....aq blm pernh soalekan nulis kish yg ada ksus diawl lgsg hamidun... jd tu mkr dl majju mundur syantik wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!