NovelToon NovelToon
Terikat Luka, Terlahir Cinta

Terikat Luka, Terlahir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: M. ZENFOX

Erlangga Mahardika Pratama—seorang CEO muda yang dikenal dingin dan tak tersentuh—terbiasa mengendalikan segalanya dalam hidupnya. Hingga satu hari, sebuah kegagalan cinta menghancurkan pertahanannya, dan mempertemukannya dengan Zea Anindhita Kirana, gadis sederhana yang datang tanpa rencana… namun perlahan mengisi ruang kosong di hatinya.

Hubungan mereka tumbuh dalam diam—penuh tarik ulur, perbedaan dunia, dan luka yang belum sembuh. Di tengah kehangatan yang mulai tercipta, kebahagiaan itu justru direnggut oleh sebuah kebohongan kejam.

"Kadang, cinta datang bukan untuk dimulai... tapii untuk di perbaiki"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. ZENFOX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersama Kael

Berbeda terbalik dengan Erlangga Mahardika yang sedang bergelut dengan tumpukan dokumen di ruang CEO yang sejuk dan kedap suara, saat ini Zea justru tengah berdiri di pinggir jalan yang berdebu. Ia berdiri gelisah di halte bus, sesekali menyeka keringat tipis di dahi akibat terik matahari Jakarta yang mulai menyengat.

Zea melirik jam di layar ponselnya untuk yang kesepuluh kalinya dalam lima menit terakhir. Napasnya terengah, jantungnya berpacu karena kecemasan yang memuncak.

"Haduh... bisa telat ini," desahnya panjang dengan nada frustrasi.

Bus yang ditunggunya tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Padahal, kelas dosen paling killer di fakultasnya akan dimulai sebentar lagi. Jika ia terlambat satu menit saja, pintu kelas akan dikunci dari dalam dan itu artinya nilai partisipasinya terancam hancur.

"Apa pesan ojek online saja ya?" gumamnya ragu sambil membuka aplikasi. Namun, begitu melihat tarifnya, mata Zea langsung membelalak lebar. "ASTAGA! Segini harganya?! Tarif segini bisa buat makan dua hari ini mah! Enggak. Tidak boleh. Kita miskin, Zea. Sadar diri."

Sambil mendesah pasrah, ia mulai menggerutu sendiri. "Gara-gara tadi sibuk membereskan apartemen si manusia kutub itu... terus harus balik ke kontrakan buat mandi... jadinya mepet begini waktunya. Kenapa juga orang kaya harus punya apartemen sebesar lapangan bola?"

Tiba-tiba, suara raungan mesin motor sport yang gahar memecah kebisingan halte.

VROOOOM!

Sebuah motor sport hitam mengkilap berhenti tepat di depan halte. Sang pengendara membuka helm full face-nya, memperlihatkan wajah tampan yang langsung menarik perhatian mahasiswa lain di sekitar.

"Zea!" panggilnya dengan suara bariton yang khas.

Zea menoleh, sedikit terkejut. "Kael?"

Cowok itu menyeringai lebar. Kael Aditya, teman sekelas Zea yang merupakan paket lengkap: anak konglomerat, tampan, dan sangat populer di kampus. Dan sayangnya bagi Zea, Kael terlalu suka menjadikannya target godaan sehari-hari.

Kael memiringkan kepalanya, menatap Zea dengan binar jahil. "Ngapain di sini sendirian, Nona Manis? Lagi nunggu bus, atau lagi apa?"

Zea mendelik sebal. "Sudah jelas, kan? Lagi nunggu keajaiban biar busnya mendadak muncul lewat kantong ajaib Doraemon."

Kael tertawa renyah. "Gue tadi lewat... terus melihat siluet bidadari lagi cemberut di pinggir jalan. Gue pikir itu patung Liberty pindah ke sini, eh ternyata elu. Ayo naik, bareng gue aja ke kampus."

Zea langsung menggeleng keras. "Enggak usah, nanti merepotkan. Nanti bensin motor lo habis gara-gara beban dosaku berat."

"Ngerepotin dari mana? Gue juga mau ke kampus. Daripada lo telat dan dihukum dosen killer itu, mending bareng gue. Gratis, aman, dan cepat," paksa Kael. "Lagian, bensin gue penuh, cukup buat bawa lo keliling dunia kalau lo mau."

Zea membeku. Ancaman dosen itu jauh lebih menakutkan daripada harus berboncengan dengan Kael. Setelah menimbang beberapa detik, akhirnya ia menghela napas pasrah. "...Yaudah, deh. Makasih ya, Kael. Tapi jangan ngebut, nyawa gue cuma satu."

Kael tersenyum puas. "Tenang, Ze. Gue bawa motornya pakai perasaan. Pegangan yang erat ya."

Beberapa menit kemudian, motor Kael meluncur membelah kemacetan menuju kampus. Begitu mereka memasuki area parkir Fakultas Bisnis, kehadiran mereka langsung meledakkan suasana. Begitu Zea turun dari motor dan melepas helm, dua sahabatnya, Salsa dan Nadine, muncul dengan wajah heboh.

"ASTAGAAAA! APAKAH MATA KAMI MENIPU?!" teriak Salsa sambil memegang pipinya dramatis.

"INI APA YANG TERJADI PAGI-PAGI?! Zea, lu habis menang lotre atau gimana bisa dapet jemputan pangeran?" Nadine menimpali.

Zea langsung panik. "Bukan apa-apa! Cuma nebeng karena bus telat!"

Salsa mendekat, menyenggol bahu Zea. "Nebeng sih nebeng, tapi kok bajunya rapi banget? Wangi lagi. Jangan bilang lu habis sarapan romantis dulu sama Kael di atas gedung?"

"Sarapan apa?! Tadi gue habis... habis..." Zea hampir saja keceplosan menyebut apartemen Erlangga. "Habis olahraga pagi tahu!"

"Olahraga apa? Lari dari kenyataan atau lari dari cinta Kael?" goda Nadine sambil tertawa.

Nadine ikut menunjuk Kael yang masih santai di atas motornya. "Kael, gimana rasanya boncengin Zea? Empuk nggak?"

Kael tertawa puas. "Empuk sih, tapi dia pegangannya kencang banget. Gue berasa lagi dibonceng koala, takut banget dia jatuh."

"KAEL! Jangan ngarang!" bentak Zea dengan wajah merah padam.

Salsa menatap Kael dengan tatapan penuh selidik. "Kael, jujur deh. Lu ada apa-apa ya sama Zea? Soalnya lu jarang banget mau boncengin cewek sampai ke depan lobi fakultas gini."

Kael menyeringai, menatap Zea sejenak sebelum menjawab. "Kalau gue bilang iya, kalian mau bantuin gue nggak?"

"WOOOOOOOO!" Salsa dan Nadine berteriak bersamaan.

"Bantu dong! Gue kasih restu tujuh turunan!" seru Salsa.

Zea menutup telinganya. "DIAM! Kalian bertiga kerja sama ya mau bikin gue pingsan karena malu?!"

"Bukan kerja sama, Ze. Ini namanya takdir," sahut Nadine. "Lagian lu berdua cocok kok. Yang satu kaya, ganteng, narsis. Yang satu manis, galak, miskin... eh maksud gue, sederhana."

"Nadine, mulut lo!" Zea memukul lengan Nadine.

"Tapi beneran, Ze," Salsa kembali bertanya dengan nada serius yang dibuat-buat. "Lu nggak baper apa diboncengin Kael? Cowok se-kampus pada iri lho sama lu sekarang."

"Baper dari mana? Gue malah pusing dengar suara motornya yang kayak naga lagi marah itu!" jawab Zea asal.

Kael turun dari motornya, mendekati mereka bertiga. "Pusing? Sini gue elus biar pusingnya pindah ke hati."

"NAJIS, KAEL! Jauh-jauh!" Zea mendorong dada Kael.

Nadine menunjuk-nunjuk mereka berdua. "Tuh kan! Gaya berantemnya kayak di sinetron-sinetron. Habis ini pasti ada adegan pelukan."

"Kalau lu mau adegan pelukan sekarang juga gue siap kok," tantang Kael dengan percaya diri tinggi.

Salsa dan Nadine kembali berteriak heboh. "KAEL, LAKI BANGET GILA! GAS TERUS JANGAN KASIH KENDOR!"

Zea merasa dunianya runtuh. Ia menyeret Salsa dan Nadine masuk ke dalam gedung. "Ayo masuk! Kalau nggak diam, gue nggak bakal kasih kalian contekan tugas minggu depan!"

"Yah, jangan gitu dong calon nyonya Aditya!" goda Salsa sambil berlari kecil mengikuti Zea.

Kael hanya berdiri di tempatnya, menatap punggung Zea yang menjauh dengan senyum tipis. "Besok kalau telat lagi, jangan sungkan ya, Ze! Gue selalu ada buat lo!" teriaknya dari kejauhan.

"DIAMMM!" balas Zea tanpa menoleh, namun di dalam hatinya, ia tidak bisa memungkiri kalau bantuan Kael pagi ini menyelamatkan nilai kuliahnya, meski harga diri dan ketenangannya di kampus harus dibayar mahal dengan gosip yang pasti akan menyebar secepat kilat.

Tanpa Zea sadari, Kael masih terus menatapnya dengan pandangan yang dalam. Ia benar-benar menyukainya, dan ia tidak keberatan harus bersaing dengan siapa pun, termasuk pria-pria di luar sana yang mungkin juga mengincar gadis keras kepala itu.

1
Faiz Utama
gws hp
Fatma
Kasian hp nyaa
Nadia Julia
Enaknya punya temen kyk Rian
M. ZENFOX: Author kak💪
total 1 replies
Nadia Julia
Semangat thorr, aku tunggu updatenya ;)
M. ZENFOX: Siapp
total 1 replies
Nadia Julia
Jail amat
Nadia Julia
Perbedaan kael & Erlangga :)
M. ZENFOX: Apatuh?
total 1 replies
Nadia Julia
Jangan pernah pelit untuk memberi intinya, bolee
Nadia Julia
Semangat Thorrr>
M. ZENFOX: Makasih kakkk💪
total 1 replies
ELVI NI'MAH
Bagus, aku suka happy ending, inginku ibunya langga menyukai zea
M. ZENFOX: Makasihh kakk🤩
total 1 replies
Nessa
lapor donk zea jangan diam aja
M. ZENFOX: Tau ya, ngapain diem 😄
total 1 replies
Nessa
yakin ni g tertarik kita liat aja nanti 🤭
M. ZENFOX: hehe🙄😁
total 1 replies
Nessa
gimna nasib zea
M. ZENFOX: Di tunggu ya kakk
total 1 replies
Nessa
diihh sarah sombong kali
Nessa
erlangga 😤😤😤
Nessa
salut banget padamu zea, intinya bersyukur
Nessa
smngat zea
Nessa
ikut sedih 😢
M. ZENFOX: Sama kak🥲
total 1 replies
Nessa
zea kenapa g minta erlangga menikahimu
M. ZENFOX: Ending tamatnya cepet kak😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!