NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Audit Sekte Akuntansi Langit dan Metode Kira-Kira

Setelah menghabiskan waktu seharian di pasar, Ye Xuan terduduk lemas di ambang pintu gubuknya. Di sampingnya, Ao Guang—sang Naga Langit yang kini terlihat seperti kuli panggul yang kelelahan—sedang sibuk menuangkan ribuan batu spiritual dari keranjang ke dalam lubang di bawah lantai yang biasa digunakan Ye Xuan untuk menyimpan cadangan ubi.

​"Aduh, Pak Tua, pelan-pelan. Kalau ubinya tertimbun batu-batu berkilau itu nanti bisa lecet," keluh Ye Xuan sambil memijat bahunya. "Lagipula, kenapa orang-orang di kota itu aneh sekali? Aku cuma mau jualan sayur buat beli sabun cuci dan minyak goreng, kenapa mereka malah memberiku batu-batu ini? Apa mereka tidak punya uang koin yang normal?"

​Ao Guang berhenti sejenak, mengusap keringat di dahi emasnya. "Senior, batu-batu ini adalah mata uang tingkat tinggi. Satu kantong saja bisa membeli satu sekte kecil. Anda baru saja menguras harta satu kota hanya dengan beberapa ikat kangkung."

​Ye Xuan melongo, lalu tertawa hambar. "Sekte kecil? Jangan bercanda. Batu-batu ini kan cuma buat pengganjal pintu kalau angin kencang. Sudahlah, simpan saja semuanya. Aku pusing memikirkan orang kota."

​Ketenangan malam itu tidak berlangsung lama. Dari arah lereng gunung, terdengar suara langkah kaki yang teratur dan gemerincing alat hitung sempoa yang terbuat dari logam. Tak lama kemudian, sekelompok pria berpakaian rapi dengan jubah abu-abu ketat dan kacamata kristal muncul di depan pagar bambu Ye Xuan. Di dada mereka terdapat lambang sempoa yang bersilangan dengan kuas emas.

​"Selamat malam, Saudara Ye Xuan," ucap pemimpin rombongan itu dengan nada yang sangat datar dan kaku. "Kami dari Sekte Akuntansi Langit, divisi Audit Devisa Wilayah Timur. Kami menerima laporan adanya aktivitas ekonomi ilegal dan pencetakan 'Mata Uang Bambu' tanpa izin kekaisaran di area ini."

​Ye Xuan yang baru saja mau memejamkan mata langsung melompat berdiri. "Audit? Pencetakan ilegal? Waduh, Pak Pejabat, saya cuma petani! Saya tidak mencetak uang, saya cuma memberi stempel pada potongan bambu supaya orang-orang tidak berebut kangkung!"

​Pemimpin auditor itu, yang bernama Master Hitung, melangkah masuk tanpa izin. Ia mengeluarkan sebuah gulungan besar dan mulai mencatat segala sesuatu yang ia lihat. "Berdasarkan Hukum Alkimia Finansial Pasal 404, segala bentuk alat tukar yang menggunakan 'stempel jempol' harus memiliki jaminan emas di Bank Pusat. Anda telah menyebabkan inflasi kangkung sebesar 500% dalam waktu tiga jam. Kami harus melakukan audit menyeluruh terhadap pembukuan Anda."

​Ye Xuan menggaruk kepalanya dengan konyol. "Pembukuan? Apa itu? Kalau maksud Anda catatan utang-piutang, saya cuma punya satu." Ia kemudian mengambil sebuah papan kayu yang dipenuhi coretan arang yang sangat berantakan.

​Master Hitung menerima papan itu dengan tangan gemetar. Ia mencoba membaca simbol-simbol di sana: gambar ubi, tanda silang, garis-garis miring, dan gambar seekor naga yang sedang memegang sapu.

​"Apa ini? Dimana kolom debit dan kreditnya? Mana laporan arus kasnya?!" tanya Master Hitung dengan wajah mulai memerah karena frustrasi.

​"Itu... gambar ubi artinya stok di gudang," jelas Ye Xuan dengan wajah polos yang sangat menyebalkan bagi seorang akuntan. "Tanda silang itu artinya sudah dimakan. Garis miring itu kira-kira jumlah batu spiritual yang dibawa Pak Tua tadi. Dan gambar naga itu... oh, itu pengingat kalau kadal raksasa ini belum mandi."

​Master Hitung merasa otaknya seperti mau meledak. Ia adalah ahli matematika yang bisa menghitung orbit planet dalam hitungan detik, tapi melihat metode "Kira-kira saja" milik Ye Xuan, seluruh logika dunianya runtuh.

​"Kira-kira?! Anda mengelola kekayaan yang bisa membeli satu kerajaan dengan metode KIRA-KIRA?!" teriak Master Hitung sambil mengguncang-guncangkan papan kayu itu.

​"Ya habisnya bagaimana lagi? Saya kan tidak punya kalkulator," jawab Ye Xuan dengan ketegasan yang konyol. "Lagipula, buat apa dihitung teliti? Kalau batunya kebanyakan, ya ditimbun. Kalau ubinya habis, ya menanam lagi. Hidup itu simpel, Pak Akuntan. Jangan dibikin pusing pakai garis-garis kolom begitu."

​Tiba-tiba, salah satu asisten auditor berteriak dari arah kolam. "Ketua! Lihat ini! Batu-batu spiritual yang dia gunakan untuk mengganjal pintu... semuanya telah berubah menjadi Kristal Esensi Murni hanya karena diletakkan di dekat tempat sampah pemuda ini!"

​Master Hitung berlari ke arah pintu gubuk dan melihat sebuah batu spiritual yang tadinya biasa saja kini bersinar dengan cahaya yang bisa membutakan mata. Ia jatuh berlutut, memegangi kepalanya yang mendadak pusing.

​"Audit gagal... sistem kami tidak bisa menghitung keberuntungan orang ini," gumam Master Hitung dengan mata kosong. "Metode 'Kira-kira' miliknya telah melampaui segala hukum matematika yang ada di dunia ini. Dia bukan hanya petani... dia adalah Anomali Statistik!"

​Ye Xuan hanya bisa menatap rombongan akuntan itu dengan bingung saat mereka mulai berjalan pergi dengan langkah sempoyongan, bahkan beberapa di antaranya mulai membuang sempoa mereka ke semak-semak.

​"Aneh sekali," kata Ye Xuan sambil menoleh ke arah Ao Guang. "Kenapa orang-orang berpendidikan itu selalu terlihat stres kalau melihat papan tulisku? Apa tulisanku sejelek itu?"

​Ao Guang hanya bisa menghela napas panjang sambil memungut sempoa emas yang dibuang Master Hitung. "Bukan tulisan Anda yang salah, Senior. Tapi cara Anda hidup yang membuat logika mereka mengalami serangan jantung."

​Ye Xuan mengangkat bahu, lalu kembali masuk ke gubuknya. "Sudahlah, yang penting mereka tidak menyita garamku. Besok kita harus menanam bayam, semoga besok tidak ada auditor pajak atau inspektur pasar yang datang mengganggu jam tidur siangku."

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!