NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Perpisahan

Lin Tian terbangun oleh sinar matahari yang masuk melalui celah tirai jendela. Kepalanya terasa sedikit pusing karena semalam ia minum arak sebanyak itu untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia mengucek mata lalu duduk di dipan, merasakan dinginnya pagi menyentuh kulitnya.

Kamar tamu di kediaman keluarga Bai cukup nyaman dengan jendela kayu jati yang menghadap ke taman belakang. Lin Tian meregangkan otot ototnya lalu berdiri. Ia kemudian menyentuh cincin penyimpanannya secara refleks, sebuah kebiasaan yang ia lakukan setiap pagi untuk memastikan barang barangnya masih lengkap.

Tapi kali ini ada yang berbeda, ada dua benda asing di dalam cincin itu. Lin Tian mengerutkan kening lalu mengeluarkannya dengan lembut. Sebuah gulungan kertas berwarna kuning tua dan sebuah peta kain yang digulung rapi.

Ia membuka gulungan kertas itu terlebih dahulu. Tulisan tangan Lao Hui menghiasi halaman demi halaman dengan goresan kuas yang rapi namun sedikit bergetar di ujung ujung huruf, seolah ditulis dengan perasaan yang berat.

"Lin Tian, muridku. Guru pergi dan tidak tahu kapan akan kembali. Jangan bersedih, karena hidupmu tetap akan terus berjalan meskipun tanpa diriku."

Lin Tian membaca kalimat pertama itu berulang ulang, tangannya sedikit gemetar, ia melanjutkan membaca.

"Tidak banyak yang ingin guru katakan padamu, karena kau adalah anak yang cerdas dan juga bijak. Nasihat tidak perlu untukmu. Tapi guru memiliki satu saran. Pergilah ke wilayah barat Benua Lingzhou. Di sana budaya, tradisi, dan banyak hal baru yang menyenangkan menanti. Budaya di sana banyak yang tidak berasal dari tradisi Tiongkok kuno, jadi mungkin itu akan menyenangkan untukmu."

Lin Tian menghela napas. Wilayah barat? Ia belum pernah ke sana. Yang ia tahu hanyalah bahwa wilayah barat adalah bagian dari Lingzhou yang paling beragam. Bukan lagi kerajaan kerajaan ala Tiongkok, melainkan kumpulan kota kota dengan budaya campuran dari berbagai bangsa.

"Apalagi kau tidak ingin terburu buru dalam berkultivasi namun tetap ingin kuat. Maka wilayah barat adalah tempat yang cocok. Aku juga meninggalkan peta untukmu. Ada beberapa tempat yang sudah guru tandai sebagai tujuan bagus. Ada Sekte Bulan Tenang, ada beberapa tempat lainnya yang bagus untuk meningkatkan kultivasi."

Lin Tian membuka gulungan peta itu. Selembar kain tipis berwarna krem terbentang, memperlihatkan gambar garis garis benua dan lautan dengan tinta hitam dan merah. Di wilayah barat Lingzhou, ada tiga titik merah yang ditandai dengan lingkaran kecil. Salah satunya bertuliskan "Sekte Bulan Tenang". Dua lainnya hanya bertuliskan nama tempat tanpa keterangan tambahan.

"Dan yang paling penting, di wilayah barat itu mudah untuk mendapatkan informasi. Aksesnya luas ke empat penjuru benua. Siapa tahu kau membutuhkan informasi tentang seseorang, di sanalah tempat paling tepat."

Lin Tian menutup surat itu, lalu menatap langit langit kamar dengan mata kosong. Gurunya yang selama tiga bulan lebih mengajarinya segalanya, dari teknik pedang cahaya hingga cara melarikan diri dari musuh, kini tidak ada. Ia pergi tanpa pamit, tidak memberikan kesempatan bagi Lin Tian untuk mengucapkan terima kasih.

Bai Feng mengetuk pintu lalu masuk tanpa menunggu jawaban, wajahnya masih sembab karena kurang tidur.

"Kau sudah bangun? Ayah menyuruhku memanggilmu untuk sarapan. Ada bubur hangat dan... kau kenapa? Wajahmu pucat."

Lin Tian menggulung kembali surat dan peta itu lalu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan. "Guruku pergi."

"Guru? Maksudmu Pak Tua? Pergi ke mana?"

"Tidak tahu. Dia bilang tidak tahu kapan akan kembali."

Bai Feng terdiam beberapa saat lalu duduk di samping Lin Tian. "Ayah pasti akan kecewa berat. Dia sudah mulai nyaman dengan saran saran Pak Tua untuk bisnisnya. Tapi... mungkin Pak Tua punya alasan. Orang orang bijak seperti dia biasanya tidak suka tinggal di satu tempat terlalu lama."

Lin Tian mengangguk. Ia tahu Bai Feng benar. Lao Hui bukan tipe orang yang bisa diikat oleh tempat atau status. Tapi rasa kehilangan itu tetap ada.

Mereka berdua kemudian berjalan menuju ruang makan. Bai Kelong sudah duduk di kursi kepala dengan semangkuk bubur di depannya. Begitu melihat Lin Tian, ia tersenyum ramah.

"Selamat pagi, Lin Tian, selamat pagi, anakku. Kemarilah, makan dulu, kita bicara sambil makan."

Lin Tian duduk di kursi yang tersedia. Seorang pelayan membawakan semangkuk bubur hangat, dengan taburan daging ayam dan daun bawang. Aromanya menggugah selera meskipun hati Lin Tian sedang tidak enak.

Bai Kelong mulai berbicara sambil mengaduk buburnya. "Rekan Hui sudah pamit pada ku. Katanya ada urusan mendadak di benua utara. Ia titip pesan pada ku, katanya... jangan kecewa. Bertemu dan berpisah itu wajar di dunia kultivasi. Yang terpenting adalah apa yang kau pelajari selama bersama."

Lin Tian mengangguk. "Terima kasih, Paman. Aku akan mengingat pesan itu."

Setelah sarapan, Lin Tian pamit pada Bai Kelong dan Bai Feng. Ia harus kembali ke sekte untuk memberitahu Tetua Chen tentang kepergian Lao Hui, meskipun ia yakin Tetua Chen sudah lebih dulu mengetahuinya.

Bai Feng mengantarnya hingga gerbang depan. "Kau yakin tidak mau ditemani? Aku bisa izin tidak latihan hari ini."

"Tidak usah, aku baik baik saja."

"Masa iya. Wajahmu seperti baru kehilangan kucing kesayangan."

Lin Tian tersenyum tipis. "Bai Feng, kadang kau terlalu cerewet."

"Sudah menjadi tugasku sebagai teman."

Mereka berpisah. Lin Tian naik ke atas pedang terbangnya lalu melesat menuju sekte. Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi oleh pesan Lao Hui tentang wilayah barat, tempat dengan akses informasi luas ke empat penjuru benua. Mungkin memang itulah tempat yang ia butuhkan, bukan hanya untuk kultivasi, tapi juga untuk mencari petunjuk tentang ayahnya.

Sesampainya di sekte, Lin Tian langsung menuju ruang tetua. Tetua Chen sedang duduk di belakang meja batu, membaca sebuah buku kuno. Begitu melihat Lin Tian masuk, beliau menutup bukunya.

"Kau pasti sudah tahu," ucap Tetua Chen tanpa basa basi.

"Iya, Tetua. Guru sudah pergi."

Tetua Chen menghela napas panjang.

"Dia memang tidak pernah berencana tinggal lama, dan aku sudah menduga ini sejak awal. Tapi aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Kalau kau ingin mencari tahu ke mana ia pergi, aku juga tidak tahu. Dia tidak meninggalkan pesan apapun untuk sekte selain surat pengunduran diri sebagai tetua kehormatan."

Lin Tian menangkupkan tangan. "Terima kasih, Tetua. Aku tidak akan menyusahkan sekte dengan pencarian yang sia sia. Jika guru ingin ditemukan, dia akan muncul dengan sendirinya."

Tetua Chen mengangguk puas. "Kau memang murid yang bijak, Lao Hui tidak salah memilih."

Lin Tian keluar dari ruang tetua lalu berjalan menuju asrama.

1
🧚Shi Yin 🧚
Eyu.. Lin Han pernah menyebutnya 🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
jangan2 pemimpin kegelapan itu Lin Han 🤔🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🧚Shi Yin 🧚
😎😎😎😎😎😎
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
🧚Shi Yin 🧚
panggillah dia bibi Mu Wan, dia tu seniornya ayahmu 😁
YAKARO: Adik Tian gak tau itu kak🤣
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
tiap kali baca lavender saya teringat obat nyamuk 🤣🤣 lavender salah satu tanaman pengusir nyamuk 😁
YAKARO: Wkwkwk. Warnanya ungu lavender soalnya😆
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau tak merasa... justru kau yg aneh, bocah yg sok dewasa/CoolGuy/
Dragon🐉 gate🐉: kata-kata yg familiar ini, jangan-jangan kau ...../Scare/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
whaatttt thefff..!!! 🤣🤣🤣🤣🤣 Ji Gong 🤣🤣🤣🤣🤣 Thor... 🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: tp gw gak kesana pikirannya Thor 🤣 jigong yg ada di otak gw tuh ya jigong yg itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
nah kan, kompak... masukin Jiyue ke dlm kelompok Lin Tian biar mereka rame trs tiap hari😁
YAKARO: Nanti masuk dia/Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣hancur sudah martabat sang Komandan krn julukan 🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: bestie adu mulut.. mereka😁
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
keluarganya si gadis Lavender... Jiyue 🤔
YAKARO: insting tajam/CoolGuy/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
M = P
Dragon🐉 gate🐉: siap komandan ✅
total 2 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ANJIIIRRR kata kata keramat ini ternyata udh smpe di univers nya dia🤣🤣🤣🤣🤣
YAKARO: Wooo, ya jelas. Kata kata legend ini/Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!