NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19 Kunjungan Tak Terduga

Olivia...

Aku tidak pernah membayangkan akan melakukan hal yang gila seperti ini, tapi aku tidak punya pilihan. Sonya dan Sarah sudah berulang kali mencoba bicara padaku namun keputusanku sudah bulat.

Setelah aku menerima pesan itu dan memastikan lokasinya, aku masuk ke mobilku dan melaju keluar dari kompleks ke tempat yang di tuju.

Karena aku belum mendapat penjelasan dari suamiku, maka aku perlu mencari tahu kebenarannya langsung dari sumbernya.

Ketika aku sudah meluncur di jalanan, aku sempat memikirkan tentang konsekuensi dari tindakanku ini di masa depan, tapi kemudian, aku tidak peduli. Setengah dari diriku ingin kembali, namun aku terlalu terluka untuk kembali.

Aku menghentikan mobilku di depan sebuah outlet kecantikan.

Dia akan keluar kapan saja, maka aku cukup fokus saja di sini menunggunya. Aku sudah punya rencana apa yang akan kukatakan padanya saat kami bertemu dengannya. Sebelumnya, aku sudah menyewa seorang detektif swasta untuk mencari tahu apakah Claudia masih berada di kota ini.

Aku merasa sangat terkejut ketika dia memberitahuku bahwa Olivia tidak meninggalkan kota ini. Aku menyimpulkan bahwa dia pergi bersama Alex dan berkedok perjalanan bisnis untuk menutupinya.

Mataku masih terfokus pada pintu masuk ketika tiba-tiba ponselku berdering. Itu adalah telpon dari Sonya. Aku tidak ingin mengangkatnya, karena aku tidak ingin siapapun juga menghalangi niatku.

Sonya tidak menyerah. Dia terus menelpon beberapa kali sehingga aku tidak punya pilihan selain mengangkat telepon. "Ada apa?" sergapku ketika telepon tersambung.

"Kamu dimana Olivia?" tanya Sonya cemas.

"Di rumah, kenapa?" dustaku, aku tidak ingin dia tahu aku sedang menunggu mantan kekasih suamiku di depan outlet kecantikan. Dia sudah tahu tentang rencanaku. Tentu saja dia tidak setuju, maka aku pun memutuskan untuk bergerak sendiri.

"Kamu bahkan tidak bisa berbohong untuk menyelamatkan hidupmu," Sonya terkekeh. "Aku menelpon Nani dan dia mengatakan padaku bahwa kau baru saja meninggalkan rumah beberapa menit lalu."

"Oke," aku mengangkat bahu, "Aku menyerah." ucapku sambil mengangkat tangan ke atas meskipun aku tahu Sonya tidak bisa melihatku.

Sonya tertawa. "Oke, kamu di mana?" Sonya bertanya lagi, saat aku mau menjawab, aku menyadari sebuah mobil baru saja melintas di depanku. Dan itu adalah mobil Claudia. Sonya telah mengacaukan konsentrasiku dengan panggilan telponnya. Aku nyaris kehilangan orang yang aku tunggu-tunggu.

Aku mengabaikan Sonya dan mulai menjalankan mobilku.

Aku mengikuti mobil Claudia. Aku tidak tahu dia mau kemana tapi aku bertekad untuk terus mengikutinya. "Olivia," Sonya meneriakkan namaku.

"Apa? Kamu membuatku nyaris kehilangan jejak Claudia!" aku balas berteriak padanya.

"Jadi kamu mau meneruskan rencanamu?" ucap Sonya penuh ejekan dalam nada suaranya. Sonya mengenal baik siapa diriku. Jika aku sudah membuat keputusan maka aku tidak akan berbalik lagi. Aku bahkan terkejut, dia masih berpikir aku akan berubah pikiran.

"Tentu saja," jawabku, mataku masih terfokus ke jalanan. Aku masih mengikuti kemana Claudia bergerak. Aku berharap dia tidak curiga.

"Aku akan menemuimu," tegas Sonya. "Kirimkan aku lokasimu. Karena kamu tidak mau mendengar kata-kataku, setidaknya aku bisa mencegah kamu berbuat hal yang tidak diinginkan."

Aku tersenyum mendengar kata-katanya. Sonya adalah sahabat yang selalu mendukungku meskipun aku kadang berbuat hal yang bodoh.

Aku tahu, aku telah berbuat sesuatu yang bodoh tetapi aku harus melakukannya.

"Aku sedang mengemudi." jawabku.

"Kamu bisa memberitahu aku jalannya."

"Oke, aku akan mengirimkan lokasiku," ucapku sambil menutup panggilan.

Aku segera membagikan lokasiku pada Sonya sambil tetap fokus mengikuti mobil Claudia. Setelah beberapa saat mengemudi, akhirnya dia menghentikan mobilnya di sebuah apartemen.

Aku memarkir mobilku beberapa blok dari apartemen itu. Aku menunggu Sonya sampai sebelum aku bergerak lebih lanjut. Aku mengawasi Claudia ketika dia membuka pintu apartment.

Aku sangat terkejut, Claudia ternyata memiliki apartemen di kota ini, padahal dia tidak menetap di sini. Setelah beberapa menit, melalui kaca spion, aku melihat mobil Sonya tepat di belakangku.

Mobil Sonya parkir tepat di belakangku dan dia buru-buru keluar dari mobil. Dia langsung mendekati mobilku begitu dia melihatku. "Olivia, kamu mau apa?" Sonya bertanya saat dia sudah dekat denganku.

"Aku tidak mau apa-apa. Aku hanya ingin bertanya tentang beberapa hal." jawabku sambil keluar dan berjalan menuju ke pintu apartemen. Sonya berjalan di belakangku dengan kesal. Aku tahu dia ingin protes dengan tindakan yang kulakukan tapi dia juga tahu hal itu akan sia - sia belaka. Aku terlalu keras kepala untuk mendengar saran darinya.

Aku menghela nafas sebelum mengetuk pintu beberapa kali. Tidak beberapa lama kemudian, sepertinya ada seseorang yang menjawab dari balik pintu. Itu adalah Claudia. Wajah bingungnya muncul dari balik pintu saat dia melihatku di depan pintu.

Untuk sesaat, semua orang terdiam. Aku bisa melihat Claudia sedang mencerna seluruh situasi yang terjadi saat ini. Jelas - jelas, aku adalah orang terakhir yang dia harapkan untuk bertemu terlebih di depan pintu rumahnya.

Yah, dia seharusnya sudah bisa menduganya karena dia sudah mengganggu suamiku. "Apa yang menjadi alasan atas kunjungan tak terduga ini?" Suara Claudia memecah keheningan yang aneh di antara kami. Mataku menjelajahi Claudia dari ujung rambut sampai ujung kaki dan dia menggelengkan kepalanya dengan ekspresi bingung.

"Kamu istrinya Alexander, kan?" tanyanya kemudian ketika melihat aku hanya diam membisu.

Sialan! Dia tahu aku istri Alex. Maka aku melempar wajah jijik saat mendengar dia menanyakan itu. "Ya, benar." ucapku sambil menatap sinis. "Apakah kamu sudah tidur bareng suamiku?"

Mata Claudia melebar, dia mundur beberapa langkah ke belakang , lalu mengangkat tangannya sebagai bentuk perlindungan diri. "Wah, Olivia, tenanglah. Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu ucapanmu itu?"

Sonya maju dan menengahi, meletakkan tangannya di bahuku. "Olivia, janganlah dulu gegabah mengambil kesimpulan." aku menggenggam tangan Sonya lalu beralih menatap Claudia.

"Apakah kamu tidur dengan Alexander Stone?" aku kembali bertanya, kali ini suaraku nyaring.. Alis Claudia mengernyit. Aku menatapnya dengan muak dan dia membuang muka.

"Kamu tidak punya hak datang ke rumahku dan mempermalukan aku!" dia bermaksud berbalik dan ingin menutup pintu kembali namun aku buru-buru menahannya.

"Kamu jelas - jelas tahu Alex sudah menikah tapi kamu masih saja mendekatinya." ucapku, mataku menatap tajam ke arahnya. "Apakah kamu punya tujuan lain?"

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!