NovelToon NovelToon
Kapan Cinta Datang?

Kapan Cinta Datang?

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Evelyn12

"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."

" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."

"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Pesta

Dimas baru saja duduk di kursi kerjanya, matanya dialihkan oleh sebuah kertas berwarna biru di atas meja tepat di samping komputernya.

Dimas lantas membuka kertas itu. Sebuah undangan pernikahan. Fahri dan Maya, nama yang tertera disana. Rekan kantor Dimas.

"Wiiih! Sold out juga temen kita yang satu itu." Ucap Dimas yang kebetulan ada Tony di sana yang baru saja tiba.

"Ada berita apa, Bro?"

"Si Fahri mau kawin."

"Alhamdulillah. Akhirnya! Satu yang nikah eh yang lain pun ketularan. Semoga abis ini si Angga juga nyusul." Ucap Tony membuat Angga yang baru juga tiba mengucapkan amin paling kencang.

"Aamiin! Aamiin!!" Balas Dimas dan Tony bersamaan.

***

Pukul tiga sore,

Mobil Dimas terdengar masuk ke garasi. Naina berlari kecil untuk menyambut Dimas pulang. Ia tersenyum sumringah saat Dimas turun dari mobil.

"Aku bantu bawain, ya, Mas." Ucap Naina mengambil tas kerja dari tangan Dimas. Kegiatan itu sudah menjadi rutinitasnya sekarang. Mereka berjalan beringinan masuk ke dalam rumah.

Seperti biasa. Dimas selalu saja keheranan dengan sikap Naina yang seolah tidak terjadi apa-apa, padahal semalaman Dimas sengaja tidak keluar kamar untuk mengindarinya. Pernyataan ingin punya anak itu membuat Dimas berada dalam dilema yang semakin membuatnya tertekan.

Dimas membiarkan Naina berjalan masuk ke ke kamarnya untuk meletakkan tas kerja. Sementara, ia mengikuti dari belakang. "Biar cinta ini belum tumbuh, setidaknya aku akan berusaha," batin Dimas sembari menatap tiap langkah kaki Naina.

"Gadis sepolos dan sebaik ini harus merasakan sakit akibat keegoisan ku. Rasanya sangat tidak adil." Sambung Dimas. Hari ini ia berusaha untuk bersikap baik pada Naina, sebagai tebusan rasa bersalahnya kemarin sore dan tadi malam.

*****

"Nai, minggu depan ada undangan pernikahan temen kantor. Kamu ikut, ya."

"Emang boleh, Mas?"

"Kenapa enggak? Teman kantor kan tau aku sudah menikah. Kalau aku datang sendiri yang ada mereka malah bertanya-tanya."

Naina tersenyum, "aku mau, Mas."

"Kita perginya malam, soalnya siang khusus untuk keluarga mempelai."

"Kalo di kota agak beda, ya, Mas acaranya. Kalo di desa ku dari pagi sampai malam untuk umum full nyanyi sama biduan."

"Biduan?" Tanya Dimas.

"Iya. Penyanyi nya."

Dimas memicingkan alis. "Udah lama gak denger kata biduan."

Naina tertawa, "kalo di desa ku itu wajib undang biduan."

"Apa ajalah. Yang jelas nanti kita cari baju yang sesuai untuk malam acara."

Naina mengangguk. Ia seperti tidak sabar untuk menghadiri pestanya orang kota.

***

"Bun, ada telepon, tuh." Ucap Tony memanggil Sofia yang sedang bermain dengan Mahrez. Sofia segera mengambil handphone nya yang terletak tak jauh dari Tony yang sedang sibuk dengan beberapa helai kertas di meja sudut ruangan.

"Assalamu'alaikum. Halo, Nai." Ucap Sofia

"Waalaikumsalam. Halo, Mbak."

"Ada apa, Nai."

"Apa Mbak juga ikut pergi ke pesta, Mbak?"

"Oh, acaranya nikahannya temen kantor mas Tony dan mas Dimas? Enggak, sayang. Susah Mbak perutnya gede." Sofia terkekeh.

"Iya juga, ya. Aku bingung nanti disana tidak ada temannya."

"Kan ada mas Dimas. Tenang aja, teman-teman kantor pada baik-baik."

"Iya, Mbak. Maklum baru pertama kali pergi-pergi pesta." Naina tertawa kecil.

"Selamat bersenang-senang, ya. Semoga kamu happy."

"Iya, Mbak. Terimakasih."

*****

Malam ini terasa seperti lembaran kain sutra yang ditutupi bintang-bintang. Cahaya lampu kelap kelip di atap ruangan memantul ke segala arah, menciptakan kilauan yang melayang-layang.

Musik jazz yang lembut dari band di pojok ruang terdengar dengan lembut, berpadu dengan suara tamu yang sedang mengobrol dan ada juga yang sedang tertawa bersenda gurau. Ramai, semua berpadu.

Naina dan Dimas melangkah beriringan memasuki ruang tempat pesta sedang berlangsung. Naina tampak anggun menggunakan gaun selutut berwarna biru muda, beberapa manik-manik kecil memancarkan sinar ketika terkena cahaya. Begitu juga Dimas, ia terlihat gagah dan berwibawa dengan jas hitam yang ia kenalan.

Mata Naina tertuju pada pasangan-pasangan yang sedang berdansa. Gerakan mereka yang lues, membuat Naina takjub. Seketika ia membayangkan kalau dirinya yang berdansa di sana. "Aaahh! Apa jadinya~~~"

Bau wangi bunga mawar dari meja hias bercampur dengan aroma hidangan lezat yang baru saja dikeluarkan dari dapur. Semua tertata rapi.

Mata Naina bergerak kesegala arah. Terlihat kebingungan dan canggung, untuk pertama kali ia datang ke pesta yang seperti ini.

Dimas mengaitkan tangan Naina kelengannya. "Tetap pegangan seperti ini, gak boleh di lepas." Ucap Dimas, yang di balas anggukan oleh Naina.

"Kadang di situasi seperti ini ada beberapa orang yang kehilangan kesadaran karena minuman. Usahakan kamu selalu di dekat ku." Sambung Dimas.

"Iya, Mas." Naina terlihat sangat senang. Dari penampilan sampai sikap dimas malam ini membuatnya semakin jatuh cinta.

***

Dimas menghampiri Fahri dan Maya yang sedang mengobrol dengan beberapa tamu yang juga baru datang. Tampak orang-orang sedang memberikan selamat pada pria itu begitu juga Dimas dan Naina, menyalami dan memberikan selamat.

"Samawa, ya." Ucap Dimas

"Thanks, Bro."

"Nikmati pestanya dan selamat bersenang-senang." Ucap Fahri.

*

Dimas menggandeng Naina menuju sudut ruang yang terdapat kursi kecil untuk mereka duduk. Disana tersedia beberapa kue-kuean yang terlihat sangat lezat, serta beberapa minuman.

"Kamu mau makan, Nai?" Tanya Dimas. Naina menggeleng.

"Kamu terlihat tegang sekali." Dimas tersenyum kecil memperhatikan raut wajah Naina.

"Lampunya membuat kepalaku pusing." Jawaban polos Naina berhasil membuat Dimas tertawa geli.

Dimas menuang segelas anggur dan menenggaknya. Naina hanya diam memperhatikan. Aroma minuman itu mencuat masuk ke hidung membuat Naina semakin gelisah dengan suasana malam itu.

1
Sri Peni
bagiku logik kok cerita ini
Evelyn_nikeeen: Syukurlah sayang... ❤
total 1 replies
Rani R.I
gk ada gunanya kau menjelaskan,, jelas cerita sampah,,kau yg nulis kau sendiri yang menikmati tulisan mu,,dan terlalu berat dukungan mu terhadap Kunti sarah dan si Dimas,, akuu curiga dgn kehidupan othor ini jgn othor ini berada di posisi pelakor,, maka nya menuliskan cerita tentang pelakor yg bahagia ending 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Evelyn_nikeeen: gak apa2 sayang. sehat selalu ❤
total 2 replies
Rani R.I
pada nyesal semua orang yg mengikuti cerita ini,, ketipu.. karena mengikuti sampai sini karena ingin melihat Sarah dan Dimas hancur,, ehhh malah di buat bahagia oleh othor,, maka nya semua pada kecewa... jadi kalau mau nulis cerita yea thourr kondisi kan alur cerita nya,, sesuai kan kelakuan pelakor harus dpt karma jgn seperti cerita mu ini bikin muak para pembaca
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,, mosok pelakor bahagia,,gk ada karma buat pelakor,, apa pun penjelasan mu thourr,,, tetap bkn penjelasan yg bnr karena menurut ku,, di sini gk ada hukuman buat pelakor
sushan shaikh
menyesal gw ikutin ni novel, pelakor di menangin, gak ngotak banget asli !
yg tulus malah di buang, author nya kek nya pendukung sejati pelakor deh,,
Rani R.I: semua yg baca novel ini pada ketipu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,, padahal akuu menunggu Dimas dan sarah hancur,, ehhh malah di buat hidup bahagia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Rani R.I
Dan jika othor tetap ingin membuat Dimas Dan sarah menikah,,,dan tidak ada karma buat mereka,, berarti othor adalah pendukung para Ani Ani
Rani R.I
kasih Dimas pelajaran setimpal,,,buat naina pergi tanpa meninggalkan jejak,,buat si Sarah kenaa batu nya karena sudah berusaha jadi pelakor,, apa pun alasannya,,,
Rani R.I
buat si Sarah di cemoh byk orang,,,dan buat bisnis ibunya hancur atas karma anak nya,,buat Dimas merasa kehilangan setelah Naina pergi jauh tanpa jejak,,jgn sampai Dimas sudah menikah sama sarah lalu di buat Dimas menyesal dan pisah lg samaa Sarah lalu kembali pada Naina OGAH,,jgn yea thourr,, kalau mau buat mereka rujuk kembali nanti,,jgn buat Dimas menikah sama sarah
Rani R.I
sejauh ini gk ada karma buat si Sarah dan Dimas,, naina slalu menderita...
thourr buat cerita mu terkesan jgn membuat cerita mu memuakkan,,, seharusnya si sarah sadar dia juga di selingkuhin oleh suami nya buat Dimas dan sarah menderita dan menyesal,,, sudah sejauh ini blm ada sedikit bayang bayang naina bahagia
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,,, pelakor kok di kasih panggung,,,yg lebih parahnya ibunya sarah mendukung nya,, Helehhh,, apa gk ada karma untuk pelakor dan Dimas,, naina menderita dari awal,,si Sarah Muluu yg menang...
Rani R.I
Huhh nanti di saat syg syg nya tiba tiba ketahuan tentang hubungan Dimas sama sarah,, hancur lah kepercayaan naina
Rani R.I
wkwkwk,, tapii berharap jgn sampai Dimas dtg ke acara itu,,, kalau sampai Dimas dtg hancur lah semua nya,,, lebih baik gk usah dtg.. biarlah semua nya terlupakan,,atau Dimas jujur lah sama naina,,sebelum naina mengetahui dari orang lain atau,, secara tidak sengaja nanti
Rani R.I
semoga kamu Dimas bnr bnr berubah dan aku berharap BUCIN SE BUCIN nya terhadap naina,, lupakan masalalu mu jika ingin hidup bahagia dan damai,,,jgn sampai naina pergi Baru Kamu menyadari nya
Rani R.I
capek baca karya mu thourr,, kaki laki seperti Dimas plin plan,,kpn sih ketahuan,,, biarkan naina pergi jauh dari kehidupan Dimas,,jgn buat sosok naina terlalu lemah dan bodoh karena cinta
Mamoruuu
Huhu, Pasti pusing jadi Dimas /Sob/
Rani R.I
sampai sini cerita nya masih membulat thourr,,bosan bacanya...jgn buat naina jadi wanita Bodoh dan lemah... lebih baik buat naina pergi jauh dari suaminya ituu,,, kalau mau buat si Dimas kembali sama si Sarah yea biarin lah,,, sudah sampai sini masih di buat peran naina begok,,tegas sedikit knp... lama amat ketahuan nya...jgn bertele tele cerita nya thourr
sushan shaikh
kasih dong thor cowok yg suka nya terobsesi sma naina, biar dimas tau rasa bini nya di kejar cowok lain,,
udah muak gw di otak nya sarah mulu, kasian naina,,
sarah jga udah tau dimas laki orang, malah di biarin anak nya deket sma si dimas, kan cari masalah pusing sndri krna udah terlanjur deket,,
kasih dia cwok gih biar gak recokin rumah tangga orang mulu,,,
Evelyn_nikeeen: sepertinya kakak sangat emosi 😌😂 sabar sabar ❤
total 1 replies
Rani R.I
kasih tahu ajaa Li,, percaya atau tidak nya oleh nayna yg penting Kamu sudah jujur dari pada nanti semakin lama semakin sakit'.
Rani R.I
buat Dimas BUCIN akut sama istri nya,,,
Rani R.I
thourr buat sarah pergi jauh dari Dimas donk,,, lagian si Dimas ini seperti plin plan...
kalau Dimas masih datangin sarah dan Kimmy,,buat naina pergi jauh dan Dimas nangis darah..
Rani R.I: akuu doain yea thourr,,si Dimas BUCIN akut sama nayna sehingga gk bisa ke kmr mandi pun ngikut jadi Ekor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!