NovelToon NovelToon
Eifel Dalam Genggaman Cinta Yang Lain

Eifel Dalam Genggaman Cinta Yang Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Semakin hari Alan terus melukai Xarena dengan semua keangkuhannya. Namun Xarena memilih diam. Karena sakit yang sangat begitu dalam, lima tahun Alan meninggalkannya tanpa kabar. Kini dia kembali membawa Luka.
Bagi Alan, Xarena telah bahagia dengan pilihan orang tuanya. Bagi Xarena, Alan masih memiliki utang penjelasan untuknya.
Bagaimana dia tega meninggalkan Xarena sendirian, hingga Ciara Hadir di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bodoh

Alan melangkah gontai keluar dari mansion mewah itu. Dia abai pada teriakan Monique yang mulai histeris memanggil namanya di belakang. Pria itu masuk ke dalam mobil, membanting pintunya, dan mencengkeram kemudi dengan erat. Dadanya naik turun, sesak oleh hantaman kenyataan yang baru saja membongkar seluruh fondasi hidupnya selama lima tahun terakhir.

​"Brengsek! Kenapa gue bisa sebodoh ini?!" umpat Alan pada dirinya sendiri. Setetes air mata lolos dari sudut matanya, meluncur melewati rahangnya yang mengeras.

​Dia menyandarkan kepalanya ke setir, membiarkan memorinya mundur paksa ke peristiwa lima tahun lalu. Malam itu, di sebuah kafe remang-remang, Xarena memintanya bertemu dia pun menatapnya dingin. Tanpa ada angin atau hujan, wanita itu mengenalkannya pada seorang pria paruh baya bernama Hasan. “Dia suami aku, Lan. Kita udah nikah siri. Tolong jangan ganggu aku lagi. Aku butuh cowok yang mapan, bukan cowok yang cuma modal cinta kayak lu,” kata Xarena waktu itu dengan nada yang luar biasa ketus.

​Saat itu, Alan merasa dunianya runtuh. Dia yang hanya seorang yang baru menjadi pekerja kantoran biasa, merasa harga dirinya diinjak-injak sampai lumat. Apalagi baru kehilangan sang ibu. Alih-alih mencari tahu kebenarannya, Alan memelihara rasa sakit hati itu. Dia memendam amarah yang luar biasa besar, mengubah rasa cintanya menjadi dendam yang membara. Kamu bakal lihat, Ren. Suatu saat aku bakal jauh lebih kaya dari cowok kamu itu, batin Alan lima tahun lalu, bersumpah dalam hati.

​Dendam itulah yang membawanya pada takdir tiga tahun lalu. Ketika bos besar sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, di tempatnya bekerja menawarkan Monique, istrinya yang untuk dinikahi Alan, Alan langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang.

​Padahal, dari segi usia saja sudah tidak masuk akal. Usia Monique jauh lebih tua darinya. Usia yang bahkan lebih cocok menjadi kakak atau bahkan ibu muda bagi Alan. Tapi Alan buta. Di otaknya saat itu hanya ada satu hal: menjadi kaya raya agar bisa menindas dan menjatuhkan Xarena jika suatu saat mereka bertemu lagi. Dia ingin Xarena menyesal karena telah mencampakkannya demi harta.

​Tapi sial. Ternyata dialah yang terjebak di dalam lubang yang dia gali sendiri.

​Alan menegakkan duduknya, menyalakan mesin mobil, dan menginjak gas dalam-dalam, meninggalkan pelataran mansion. Dia butuh angin malam. Dia butuh menjauh dari Monique.

​"Menikahi Monique itu kesalahan terbesar dalam hidupku," gumam Alan sambil menembus jalanan Jakarta yang mulai lengang.

​Tiga tahun ini dihabiskan Alan dalam kepura-puraan. Dia memang tidak bisa memungkiri kalau dia menikmati semua fasilitas mewah yang diberikan Monique. Mobil sport, jam tangan miliaran, hingga posisi CEO di salah satu anak perusahaan almarhum bos besarnya itu. Semua itu sempat membuat Alan merasa di atas angin. Tapi secara batin? Dia mati rasa.

​Monique bukan tipe istri yang melayani. Wanita itu egois, manja, dan selalu menuntut untuk dimengerti tanpa mau mengerti.

​Alan teringat obrolan mereka beberapa bulan lalu saat sarapan.

"Lan, malam ini temenin aku ke charity gala ya? Pake jas yang kemarin aku beliin di Paris," kata Monique sambil sibuk mengikir kukunya.

"Aku gak bisa, Mon. Ada rapat sama investor dari Jepang jam tujuh malam," jawab Alan pelan.

Monique langsung membanting kikir kukunya ke meja. "Pembatalan! Kamu tuh CEO karena papah aku, Lan! Masa hal sepele kayak gini aja gak bisa kamu atur? Kamu tuh gak pernah ya mau ngertiin posisi aku sebagai istri!"

​Selalu begitu. Setiap ada perdebatan, Monique selalu mengungkit jasa keluarganya. Dan Alan, demi status yang dia kejar untuk membalas dendam pada Xarena, selalu memilih mengalah dan menelan harga dirinya bulat-bulat. Dia tidak pernah bisa mencintai Monique layaknya seorang istri. Hubungan mereka kering, hanya formalitas di depan media dan kolega bisnis. Dan semata hanya untuk menjaga harta suami Monique agar tak jatuh ke pesaing bisnisnya.

​"Dan sekarang? Ternyata semua dendam gue cuma salah paham?" Alan tertawa sumbang, tawa yang penuh dengan keputusasaan.

​Ponselnya di dasbor kembali bergetar. Nama 'Monique' berkedip di sana. Alan mengabaikannya. Dia memasang earphone bluetooth dan menghubungi tangan kanannya, Doni.

​"Halo, Don. Cari tahu jadwal kereta api ke Jawa Tengah dari Pasar Senen tadi subuh. Cari kota-kota kecil yang punya stasiun terpencil. Purworejo, Kebumen, Kutoarjo, apa aja. Lacak semua penumpang atas nama Xarena, Bela, atau Satria," perintah Alan cepat tanpa basa-basi.

​"Loh, Pak Alan? Ini jam berapa, Pak? Lagian bukannya Bu Xarena udah resign?" suara Doni terdengar bingung di seberang telepon.

​"Gak usah banyak tanya, Don! Lakuin sekarang. Sewa detektif swasta terbaik kalau perlu. Berapa pun biayanya, gue bayar pakai uang pribadi gue, bukan uang perusahaan!" bentak Alan, frustrasinya sudah tidak bisa dibendung lagi.

​"I-iya, Pak. Baik. Besok pagi saya langsung gerak."

​Alan mematikan sambungan telepon. Dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tol yang sepi, lalu keluar dan bersandar pada kap mobil. Angin malam menerpa wajahnya yang kusut.

​Penyesalan selalu datang terlambat. Kalimat klise itu sekarang menampar wajahnya dengan begitu keras. Lima tahun lalu, Xarena menderita sendirian dalam kehamilan tanpa suami. Dia rela dicap sebagai wanita matre dan jalang oleh Alan, hanya agar Alan tidak ikut terseret dalam kehancuran keluarganya setelah ayahnya dipenjara. Xarena menanggung semuanya sendirian, melahirkan Ciara di klinik kecil, berjuang membesarkan anaknya di rumah kontrakan kumuh, sementara Alan di sini? Hidup mewah di atas penderitaan wanita yang dicintainya.

​"Aku bodoh... bener-bener cowok paling bajingan di dunia ini," ratap Alan. Dia membayangkan wajah mungil Ciara. Anak perempuan berusia empat tahun yang kemarin sempat ia temui sekilas di rumah Xarena.

​Mengingat kelakuannya sendiri membuat Alan ingin memukul kepalanya ke tiang listrik. "Pantas aja lu kabur, Ren. Selain diancam Monique, lu pasti udah muak banget lihat muka gue yang penuh kesombongan ini," bisik Alan lirih.

​Pikiran Alan kini mulai berputar jernih di tengah kekacauan hatinya. Dia menatap mansion mewah tempatnya tinggal yang terlihat dari kejauhan. Semua kemewahan ini, jabatan CEO, harta melimpah milik Monique, semuanya terasa hambar. Tidak ada artinya lagi.

​"Gue gak bisa gini terus," gumam Alan dengan tekad yang perlahan terkumpul.

​Dia tidak peduli jika harus miskin lagi. Dia tidak peduli jika harus merangkak dari nol. Menikahi Monique adalah kesalahan, dan dia tidak mau menambah daftar kesalahannya dengan bertahan dalam pernikahan tanpa cinta demi harta, sementara anak kandung dan wanita yang benar-benar dia cintai sedang terlunta-lunta di suatu tempat di Jawa Tengah sana.

​Apapun yang terjadi, Alan berpikir untuk meninggalkan Monique. Dia akan mengembalikan semua fasilitas, jabatan, dan kemewahan yang bukan miliknya. Dia akan menceraikan Monique.

​"Tunggu aku, Xarena. Tunggu aku, Ciara..." bisik Alan pada angin malam. "Kali ini, aku yang bakal cari kamu sampai dapat. Aku bakal tebus semua kebodohan aku selama lima tahun ini, meskipun aku harus lepasin semua kekayaan ini."

​Dengan keyakinan baru yang lahir dari penyesalan terdalam, Alan kembali masuk ke dalam mobil. Tujuannya sekarang bukan lagi pulang ke mansion Monique, melainkan ke apartemen kecil miliknya sendiri yang sudah lama kosong. Tempat di mana dia akan memulai misinya: mencari belahan jiwanya yang hilang akibat kebodohannya sendiri.

1
mama
alan ny goblok bin tololl.. mau2 nikah sm mak Lampir cm demi kekuasaan🤣..
mama
CEO terbodoh🤣,..org kaya gk mampu nyari detektif buat nyari kebenarannya nih cerita ny, gitu aj bingung😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!