NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Luna tak menyangka dia kembali lagi ke ranjang tempatnya bangun pagi tadi.

Semalam dia ingat sekali tidur di gudang toko. Tapi ketika bangun, Luna telah terkurung dalam pelukan mantan suaminya. Di atas sebuah ranjang yang hangat juga nyaman. Tentu saja dia terkejut dan segera pergi dari tempat itu tanpa melihat apapun. Kembali ke apartemennya sendiri dan segera bersiap berangkat ke toko.

Tapi tidak tahu kenapa, kondisi tubuhnya terasa aneh. Begitu lemah dan selalu merasa pusing sesaat setelah dia ada di belakang meja kasir. Luna mencoba bertahan tapi tak sanggup lagi. Baru saja dia ingin menutup toko untuk pulang, seseorang yang tak ingin dia temui datang ke toko.

"Wahhh, baru kali ini aku datang ke tokomu"

Marina, mantan sahabat yang telah dia kenal sejak kecil. Satu-satunya orang yang pernah dia percaya lebih dari orang tuanya sendiri. Yang telah menorehkan luka paling dalam di hatinya. Datang dengan wajah penuh arogansi yang menyebalkan.

"Mau apa kau kesini?" tanya Luna tidak ingin Marina berada di tokonya dalam waktu lama.

"Kenapa? Kau tidak suka melihatku? Bukankah kita teman baik?"

"Keluar kalau tidak membeli!" kata Luna kesal.

"Wah wah. Ternyata tidak bertemu selama tiga tahun, resmi menjadikanmu wanita paruh baya pemarah!"

"Wanita paruh baya? Bukankah kau yang lebih tua dua tahun?!"

"Tapi lihat penampilan kita! Begitu berbeda. Aku yang seorang desain interior ini tampak lebih muda daripada kau yang hanya menjaga toko. Memang uang akan menentukan penampilan"

Sakit kepala mulai datang dan membuat Luna tak tahan lagi. Dia harus segera pulang dan mengusir Marina.

"Kalau kau memang punya uang, cepat ganti mobilmu yang rusak itu. Aku takut kau akan membuat celaka pengguna jalan lain" katanya sinis.

Setelah mendengar perkataannya, Marina tidak bisa menutupi kekesalannya dan pergi dengan menghentakkan kaki kencang-kencang. Akhirnya ada kesempatan untuk pulang namun apa yang harus dia lakukan pada pelanggan yang masih ada di toko? Meski hanya 2 orang, mereka sangat penting untuknya. Tapi kepalanya pusing sekali.

Lalu datanglah Arya. Segera meminta pelanggan yang masih ada di toko untuk pergi dengan sopan Menutup toko dan memaksa Luna untuk pulang. Bukan ke apartemennya, melainkan ke tempat dimana dia terbangun pagi tadi.

"Ini bubur yang aku buat. Tidak terlalu enak tapi bisa dimakan" kata pria yang membawanya kemari.

"Terima kasih" jawab Luna tak ingin terlalu banyak melawan. Yang ingin dia lakukan hanya cepat memulihkan kekuatan dan pergi dari tempat ini.

"Aku akan menyuapi ... "

"Tidak perlu" tolaknya langsung, tidak ingin terlalu dekat dengan mantan suaminya.

"Apa kau ingin makan yang lain?"

Setelah melahap tiga sendok bubur dan minum, Luna segera berbaring menghadap ke arah lain dan menutup mata. Arya tak punya pilihan selain membawa makanan itu keluar dari kamar dan membiarkannya sendiri.

Langit yang tadinya cerah perlahan berubah gelap. Air hujan mulai menetes dari langit, membentuk tirai indah yang menyelimuti kota. Suaranya menenangkan, menemani Luna dalam tidurnya yang nyenyak.

Tidak tahu jam berapa, Luna terbangun dan melihat Arya tidur di atas kursi dekat ranjang. Mantan suaminya itu menemani Luna sejak entah kapan. Tapi Luna tidak merasa senang sama sekali. Dia memilih untuk turun dari ranjang, mengambil semua barang-barangnya dan keluar dari apartemen milik Arya.

Baru saja ingin pergi, ternyata ada orang yang mendorong pintu dari luar. Dengan langkah cepat, Luna kembali ke kamar tempatnya tidur tadi. Tapi penunggu kamar itu sudah bangun dan menangkap basah dia.

"Ada orang datang" katanya panik.

"Kau mau kemana?"

"Apa? Pulang"

"Kau masih sakit. Apa kau tahu semalam kau demam tinggi sekali?"

Luna tidak ingat pernah demam, jadi dia menggeleng.

"Aku sudah sembuh sekarang. Aku ingin pulang"

Arya tidak menerima apapun yang dia katakan. Menggangkatnya dari tanah dan mengembalikannya ke atas ranjang. Menarik selimut sampai batas dada Luna kemudian memeriksa dahinya.

"Sudah tidak demam. Tapi sayang, kau harus tetap beristirahat disini. Atau aku akan mengikatmu di ranjang!" kata Arya membuat Luna tidak berani melawan.

"Tuan!!" panggil orang yang tadi masuk ke dalam apartemen. Dan ketika orang itu melihat keduanya di atas ranjang dengan posisi wajah yang berdekatan, Luna segera mendorong Arya menjauh.

Orang itu, dengan penampilan seperti seorang pengacara segera membuang muka ke arah lain. Dan berpura-pura tak melihat mereka. Sedangkan Arya melayangkan protes pada Luna dengan tatapan wajahnya.

"Apa??!!"

"Dia pengacaraku. Namanya pengacara Herman. Dia memang sering keluar masuk rumah ini. Kau harus membiasakan diri, sayang. Dan ingat, tetap di atas ranjang atau aku akan membuatmu tidur di bak mandi!" kata Arya penuh penekanan lalu keluar dari kamar.

Luna yang merasa bosan berbaring mulai memperhatikan keadaan kamar yang dia tempati. Langit-langitnya begitu tinggi dengan aksen kayu di atasnya. Dan ruangan kamar ini sangat luas. Seperti satu unit apartemen miliknya.

Tak begitu lama, Arya kembali ke kamar. Membawa sesuatu dan meletakkannya di atas ranjang.

"Apa itu?" tanyanya.

"Baju ganti. Karena demammu sudah turun, sebaiknya kau berganti baju, Sayang! Atau kau mau mandi?"

Untuk apa dia mandi di tempat ini, mencari masalah itu namanya.

"Tidak perlu, aku akan mandi saat pulang nanti"

"Tenanglah, aku masih ada pekerjaan yang harus didiskusikan dengan pengacara Herman. Kau bisa mandi dengan tenang. Kalau mau, kau bisa mengunci pintunya, Sayang!" kata Arya lalu pergi lagi.

Luna melihat baju ganti yang ada di atas ranjang. Sejak bangun tidur tadi, dia sudah merasa tak nyaman dengan aroma tubuhnya. Baju yang dia ganti pagi tadi kini terasa lengket di badan. Apa dia memang harus mandi disini? Tapi ...

Dengan berjingkat, Luna memeriksa keberadaan mantan suaminya.

"Tak terlihat" ucapnya setelah tidak menemukan siapapun diluar kamar, lalu menutup pintu kamar dan menguncinya. Mencari kamar mandi dan terpukau dengan penampakannya yang begitu ... Luas dan berkelas.

Luna mengisi air dalam bak mandi sampai penuh. Menanggalkan semua bajunya dan masuk ke dalam air hangat yang sangat menenangkan. Begitu nyaman berada dalam air hangat setelah merasa lengket seharian. Dia menengadah dan memasukkan semua rambutnya ke dalam air. Mengusir sisa sakit kepala yang membebaninya sejak semalam.

Dan mendadak merasakan sesuatu menyentuh bagian dalam pahanya. Tentu saja Luna bereaksi preventif. Dia memegang keras tangan orang yang berani memegang tubuhnya dalam keadaan seperti ini.

"Kau!!"

Arya menyeringai jahat.

"Kau cantik sekali sayang" puji Arya melihat tubuhnya tanpa apapun di dalam air.

"Bagaimana bisa? Pintu sudah aku kunci"

"Ini rumahku. Aku memiliki semua kuncinya"

Luna merasa seperti dijebak. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Belum selesai berpikir, tangan Arya kembali bergerak ke pangkal pahanya. Kini kedua tangan Luna berusaha menahan pergerakan itu.

"Jangan!" katanya terdengar seperti permohonan.

"Semalam kau sakit, Sayang. Aku tidak akan memaksamu melakukannya. Tapi tanganku begitu ingin menjelajah. Semakin kau melawan, mungkin aku tidak akan pernah ingat kau baru sembuh"

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!