NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2:PERTEMUAN YANG TIDAK TERDUGA

Setelah sarapan selesai, seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tamu untuk bersantai. Suasana terasa hangat dan damai, dengan obrolan yang mengalir lancar dan tawa yang terdengar sesekali. Alfin hanya duduk di sudut ruangan, mendengarkan percakapan mereka sambil sesekali tersenyum, tapi pikirannya tetap terperangkap dalam kata-kata yang terus terngiang di kepalanya.

"Semoga saja kamu segera sadar, Al... bahwa dia bukan wanita baik. Yang kamu katakan selama ini, dia adalah wanita licik yang bermuka dua."

Dia tidak bisa membuang jauh-jauh hal yang telah dia selidiki selama berbulan-bulan. Dia telah mengamati setiap gerak-gerik wanita yang dicintai adiknya itu, mendengar setiap kata yang dia ucapkan ketika tidak ada orang lain di dekatnya, dan melihat setiap tindakan yang dia lakukan ketika dia menyangka tidak ada yang memperhatikan. Semua bukti yang dia kumpulkan tidak pernah menunjukkan hal yang baik, dan dia yakin bahwa apa yang dia ketahui adalah kebenaran yang sebenarnya.

Namun dia juga tahu bahwa Alfarro masih terlalu terikat pada perasaannya, sehingga dia tidak akan percaya meskipun Alfin telah menunjukkan semua bukti yang dia miliki. Hatinya masih tertutup oleh rasa cinta yang buta, dan dia hanya bisa melihat sisi baik yang ditunjukkan oleh wanita itu, tanpa menyadari bahwa semua itu hanyalah topeng yang dipakai untuk menutupi sifat aslinya yang licik dan tidak jujur.

Karena itu, Alfin memutuskan untuk keluar rumah sebentar untuk menenangkan pikirannya dan memikirkan langkah selanjutnya. Dia berjalan menuju halaman rumah yang luas, di mana udara terasa segar dan pohon-pohon yang rindang memberikan kesejukan. Dia berjalan perlahan sambil memikirkan segala hal, sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke markasnya. Dia sering menghabiskan waktu di sana ketika dia ingin berpikir dengan lebih tenang, karena tempat itu memberinya rasa aman dan kenyamanan yang tidak bisa dia dapatkan di tempat lain.

Setelah memberitahu keluarganya bahwa dia akan pergi sebentar, Alfin berjalan menuju markasnya. Jaraknya tidak terlalu jauh, dan dalam waktu singkat dia sudah sampai di depan bangunan yang dari luar terlihat tua, seram, dan seolah-olah tidak ada yang tinggal di dalamnya. Tapi begitu dia membuka pintu besar dan masuk ke dalam, dia langsung terkejut karena di dalamnya terlihat sangat megah dan mewah, seperti sebuah istana yang lengkap dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.

Dia berjalan menuju ruang kerjanya yang luas, lalu duduk di kursi besar di depannya. Dia membuka berkas-berkas yang berisi catatan-catatan tentang penyelidikannya, dan dia membacanya kembali satu per satu untuk memastikan bahwa semua informasi yang dia miliki adalah benar. Saat dia sedang asyik membaca dan memikirkan hal-hal yang penting, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dan gemuruh dari arah pintu utama markas.

Suara itu begitu besar hingga membuat seluruh bangunan terasa bergetar, seolah-olah sesuatu yang sangat berat sedang menabrak pintu dengan kekuatan yang luar biasa. Tidak lama kemudian, pintu besar itu terbuka lebar dengan suara yang memekakkan telinga, membiarkan angin kencang masuk ke dalam ruangan dan membawa debu serta semak-semak dari luar.

Alfin yang sedang duduk langsung berdiri dengan cepat. Tangannya meraih pistol yang tersimpan di laci meja, dan matanya yang tajam menatap ke arah pintu dengan penuh kewaspadaan. Dia tidak pernah membiarkan siapapun masuk ke markasnya tanpa izin, dan siapapun yang berani masuk dengan cara yang kasar seperti ini pasti memiliki kekuatan atau niat yang tidak biasa.

"Siapa yang berani masuk ke tempat ini tanpa persetujuanku?" tanya Alfin dengan suara yang berat, menggelegar, dan penuh kekuasaan. Dia melangkah maju dengan langkah yang mantap, siap untuk menghadapi apapun yang akan datang.

Saat dia sampai di ruang depan, dia melihat sosok yang berdiri di tengah ruangan. Gadis itu memiliki postur tubuh yang tinggi dan berotot, dengan otot-otot yang terlihat jelas di bawah kulitnya yang berwarna cokelat kemerahan—tanda bahwa dia terbiasa hidup di alam terbuka dan sering berhadapan dengan cuaca yang keras. Rambutnya yang panjang diikat rapi ke belakang, dengan beberapa helai yang terlepas dan terombang-ambing karena angin yang masuk. Dia mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit binatang yang tebal dan kuat, dan di pinggangnya tergantung berbagai macam senjata: pedang panjang, pisau kecil, dan peralatan berburu lainnya yang terlihat sangat tajam dan berbahaya.

Wajahnya cantik namun terlihat kasar, dengan alis yang tebal dan mata yang tajam seperti mata elang. Dia menatap Alfin dengan pandangan yang penuh keberanian dan tantangan, tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun meskipun dia melihat Alfin sudah bersiap untuk bertindak.

"Kamu adalah Alfin, pemilik tempat ini?" tanya gadis itu dengan suara yang keras dan berat, seperti suara orang yang sering berteriak di tengah hutan yang lebat. "Aku datang ke sini karena aku mendengar bahwa kamu adalah orang yang paling kuat dan berkuasa di daerah ini. Aku datang dari negeri yang jauh, dari pegunungan yang tinggi dan lebat. Aku ingin bertemu denganmu karena aku ingin melihat apakah cerita-cerita tentang kekuatan dan keberanianmu itu benar-benar ada."

Alfin menatap gadis itu dengan perhatian yang penuh. Dia bisa merasakan gelombang kekuatan yang luar biasa yang terpancar dari tubuh gadis itu. Dia tahu bahwa orang yang berani datang ke tempatnya dengan cara seperti ini pasti memiliki kemampuan yang tidak biasa, dan dia tidak bisa meremehkan lawannya ini.

"Benar, aku Alfin," jawabnya dengan suara yang tenang namun penuh kekuatan. "Tapi tempat ini bukanlah tempat untuk orang-orang yang tidak tahu diri. Apakah kamu datang dengan niat yang baik, atau ada hal lain yang kamu cari?"

"Aku datang hanya untuk bertemu dan melihat," jawab gadis itu dengan tegas. "Namun aku tidak takut dengan apapun. Namaku Zara, dan aku adalah pejuang dari suku yang tinggal di pegunungan. Selama hidupku aku hanya belajar untuk bertahan dan berjuang, dan aku ingin tahu apakah orang yang disebut sebagai yang terkuat di sini layak untuk dihormati atau tidak."

Alfin menatap Zara selama beberapa saat. Dia bisa melihat keberanian dan kejujuran yang ada di mata gadis itu, meskipun penampilannya terlihat kasar dan berbeda dari orang-orang yang biasa dia temui. Dia merasa sedikit menghargai sikap gadis itu yang jujur dan berani.

"Baiklah, Zara," kata Alfin akhirnya. "Kamu bisa tinggal di sini sebentar jika kamu mau. Kamu bisa beristirahat dan melihat-lihat tempat ini. Tapi ingat, di sini aturanku yang berlaku, dan kamu harus mengikuti semua aturan yang ada."

Zara mengangguk dengan bangga, lalu dia mulai melihat-lihat ruangan dengan rasa ingin tahu yang besar. Dia terlihat terkesan dengan keindahan dan kemegahan tempat itu, meskipun dia terbiasa hidup di tempat yang sederhana di pegunungan. Sementara itu, Alfin kembali duduk di kursinya dan memikirkan kembali masalah yang sedang dia hadapi dengan wanita yang dicintai adiknya.

Dia tahu bahwa dia harus segera memberitahu Alfarro tentang apa yang dia ketahui, tapi dia juga tahu bahwa adiknya itu masih belum siap untuk mendengar kebenaran itu. Dia memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat, sambil tetap mengamati segala hal dengan hati-hati.

Di rumah keluarga mereka, Alfarro masih duduk bersama keluarganya. Sesekali dia terlihat melamun, memikirkan apa yang dikatakan oleh saudaranya, tapi dia tetap tidak bisa mempercayainya. Dia yakin bahwa wanita yang dia cintai adalah orang yang baik, dan dia tidak ingin percaya bahwa dia bisa berbuat hal yang buruk.

Sementara itu, di markasnya, Alfin dan Zara mulai berbicara tentang berbagai hal. Zara bercerita tentang kehidupan di sukunya, tentang perjalanan yang dia lalui untuk sampai ke tempat ini, dan tentang semua pengalaman yang dia dapatkan. Alfin mendengarkan dengan penuh perhatian, dan dia mulai merasa bahwa gadis ini bukanlah orang yang berbahaya, melainkan orang yang memiliki hati yang baik dan keberanian yang besar.

Malam mulai turun, dan suasana di markas menjadi lebih tenang. Alfin tahu bahwa hidupnya dan kehidupan keluarganya akan berubah dalam waktu dekat, tapi dia siap untuk menghadapi semuanya. Dia akan melindungi keluarganya dari segala bahaya, termasuk dari orang-orang yang berpura-pura menjadi orang baik di depan mata, dan dia

akan menunggu saat yang tepat untuk memberitahu kebenaran kepada Alfarro.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🩷🌷

akun TikTokku:(lisalestari310)

akun Instagramku:(Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!