NovelToon NovelToon
Silent

Silent

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:301
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

" Kamu diam apa karna kamu sudah tau.???"

Smp Nusa Jaya menjadi sekolah pertama yang menghantar dito pada kehidupan supranatural nya, terkadang diam bukan selalu menjadi hal baik.

kejadian dan misteri sekolah perlahan lahan terungkap ketika sosok yang selama ini berdiam diri mulai menebarkan teror dan ganguan nya, hanya mereka yang terbiasa dengan kesunyian yang bisa tau siapa dirinya.

apakah yang terjadi di balik sekolah itu?? apa tujuan dan maksud dari teror mencekam itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kilatan dari Timur

Sementara malam semakin larut namun Devon belum juga bisa memejamkan matanya, entah kenapa pikiran nya terus mengingat sosok perempuan bergaun yang menari dibawah hujan itu.

Sosok itu hingga kini terus terlihat samar dalam pikirannya, entah apa kaitannya dengan ini semua. Jam sudah menunjukan angka 03.22 Devon beranjak dari tempat tidur nya.

Ia berdiri di depan jendela kaca hanya melihat ke arah luar, hujan masih rintik-rintik namun suara petir masih terdengar samar di telinga.

Ingatan nya seakan melayang kembali ke masa lalu.

......................

Devon kecil berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah sang kakek, hutan yang masih di penuhi dengan pepohonan besar dan rimbun membuat suasana di sekitar gelap.

Karna tadi asik bermain sampai ia lupa dan tersesat di hutan ini, untung saja sang kakek menemukan nya yang tersesat di dalam hutan ini.

" kakek sudah mengingatkan kan mu untuk tidak bermain jauh masuk ke dalam hutan sana, di hutan sangat berbahaya apa lagi banyak binatang buas.!!" ucapan kakek agak terdengar jengkel dengan cucu satu nya ini entah kenapa sangat susah sekali untuk di nasehati.

Devon kecil menoleh ke belakang di dapatinya teman kecilnya itu, seorang gadis kecil cantik dan anggun senyum nya memika dengan lesung pipi di pipi kanan dan kirinya. Semenjak di desa ini hanya gadis kecil ini lh yang menjadi teman nya.

gadis kecil itu agak sedikit berlari mengikuti kedua nya, Devon mengemgam tangan mungil gadis itu agar tak tertinggal dari mereka. Mereka sudah sangat jauh bermain hingga lupa waktu, suasana sudah tampak gelap dan sepi.

Di atas langit sudah mulai nampak cahaya remang remang kecil, kedua anak kecil itu hanya terus tersenyum sepanjang jalan. Mereka seperti menikmati pemandangan di sekitar mereka.

" ayo berjalan sedikit agak cepat, jika saja semakin gelap akan sulit untuk sampai di desa!!." kakek hanya merasa tidak nyaman lataran teror yang ada belum sepenuhnya benar-benar menghilang.

Hingga sampai di desa Devon dan gadis kecil itu berpisah, mereka berjanji akan kembali bermain esok hari.

Sesampainya di rumah ia dimarahi kedua orangtuanya, sementara adik kecil nya Dito hanya menatap nya dengan tatapan lugu.

Suara kilatan yang menyambar secara tiba-tiba mengagetkan semua orang, mereka saling tatap dan kemudian melihat ke arah luar. Devon sedikit berlari menuju arah luar entah kenapa pikiran nya berpusat pada gadis kecil itu.

Sedikit berlari ia menuju rumah sang gadis, namun di sana tampak gelap. Ia mengetuk-ngetuk pintu rumah itu namun tak ada tanda-tanda ada penghuni nya, kilatan kembali menyambar Devon melihat kearah langit sebuah kilatan seperti bintang jatuh mengarah ke timur.

ia hanya menatap kilatan itu mata nya hanya terpana diam dan bisu, cahaya itu seperti sesuatu yang memanggil diri nya. Seperti seseorang tanpa kesadaran ia malah berjalan kearah timur. belum jauh kaki melangkah sebuah tangan kasar menarik nya kembali.

Kakek merasa kilatan cahaya itu tidak biasa, ia berjaga sepanjang malam di rumah nya bersama dengan yang lain nya. Sementara Dito dan Devon kecil di biarkan untuk tidur sementara yang dewasa berjaga.

" ayah apa yang sebenarnya terjadi.?" kedua orang tua Devon tampak agak cemas dengan kejadian didesa ini yang masih terus saja berlanjut

" mereka kembali, mencari esensi jiwa murni untuk di kurban kan.!"

" setiap orang yang memiliki esensi jiwa murni akan di jadikan sebagai kurban persembahan.!"

" untuk apa itu semua.?"

" konon sebelum desa ini berdiri para tetua pernah membuat perjanjian dengan dengan sosok entitas lain, ia yang memberikan kemakmuran, kelimpahan dan juga kesejahteraan. Namun sosok ini selalu mencari jiwa murni untuk membebaskan diri nya dari belengu api abadi."

" api abadi.?"

" api abadi ini tidak akan pernah bisa padam sampai kapan pun, sosok ini telah ada sebelum manusia ada ia terjebak dalam api abadi karna kesombongan dan keserakahan nya. Para tetua tidak pernah tau mereka telah membuat perjanjian darah dengan sosok kuat ini."

" kalian harus segera pergi dari sini, bawa serta mereka berdua.!!"

Kakek bangkit berdiri sembari menatap kedua cucunya, " hanya inti dari jiwa murni yang dapat membebaskan ia sepenuhnya dari belengu itu.!!"

" tapi apa hubungannya dengan anak-anak.?"

" mereka bukan anak biasa, segera bawa mereka pergi setelah matahari terbit.!!"

Kakek berlalu begitu saja meningal kan banyak pertanyaan di benak Devon.

......................

"tolong kami."

Devon menoleh kekanan dan kiri namun tak menjumpai siapapun, tadi seperti ada seseorang yang berbisik di telinga nya.

Tiba-tiba plafon atas berbunyi keras seperti ada orang yang berlari kesana kemari, Devon kaget sekujur tubuhnya bergetar hebat ada apa di atas sana.

Suara cekikikan anak kecil kembali membuat tubuhnya menegang, Dito masih terlelap Tentu saja ini bukan adik kecilnya. Suara cekikikan dan langkah kaki seolah semakin terdengar jelas di telinga nya, nafasnya naik turun tak beraturan dada nya terasa sesak.

Ada sesuatu yang lain di sini, Devon berlari kearah kasur dan menutup semua tubuhnya dengan selimut. Namun suara cekikikan itu seperti ada di depan wajahnya, ia memejamkan kan mata sembari merampalkan doa doa memohon perlindungan dari yang kuasa.

ranjang nya tiba-tiba terangkat keudara melayang layang sembari berputar, Devon tak goyah untuk terus berdoa. Namun bukan nya berhenti justru ganguan itu semakin menjadi-jadi lampu kamar mereka berkedip tak karuan didalam kamar seperti ada angin kencang yang melayang kan apa saja yang ada.

" tolong kami.!"

suara itu semakin keras terdengar suara ini terasa sangat mengintimidasi, entah kenapa rasanya tubuhnya seperti terangkat dan kemudian di hampaskan dengan kasar di ranjang.

Dito terbangun saat merasakan sesuatu yang aneh, ia menyaksikan kamar sudah sangat berantakan angin kencang seperti bertiup melayangkan tubuh kecilnya hingga terbentur ke lantai.

" kak Devon."

Devon melihat ke arah dito yang meringis ke sakitan di bawah, namun dirinya tak dapat berbuat apa-apa sebab tubuhnya seperti di tahan sesuatu.

Dito berusaha untuk bangkit namun tubuhnya seperti terangkat ke udara hingga di hampaskan berkali-kali, ia terus meringis kesakitan. Mereka seperti nya di serang sosok yang kuat sosok yang tidak dapat mereka lihat dengan mata.

" dito teringat sebuah cicin pemberian Elizabeth yang masih di atas nakas."

" kak Devon ambil cincin itu, disana ada tulisan bacakan saja,!"

Dengan sekuat tenaga nya Devon mengambil cincin itu, lalu dibaca nya tulisan yang panjang mengikuti lingkaran cicin itu. Itu seperti tulisan bahasa latinn yang tidak mereka mengerti.

namun secara perlahan ganguan itu menghilang, Devon menghembuskan nafas nya akhirnya mereka bisa selamat.

Kedua kakak beradik itu saling berpelukan, seperti nya mereka berhasil mengusir sosok pengagu itu namun tidak ada kemungkinan mereka akan kembali untuk meneror kedua kakak beradik itu.

Seseorang di luar menatap mereka dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. " kalian telah datang sendiri untuk menghentikan ku, tidak akan ku biarkan dua anak Adam ini menggagalkan rencana ku.!!" ia lalu pergi dengan segala kebencian di hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!