sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
....
Langit London malam itu sangat tenang, kontras dengan badai yang baru saja menghancurkan hidup Axelle di Bandung. Di sebuah apartemen mewah dengan pemandangan Sungai Thames, Elgard Atharic baru saja menyesap wine-nya saat ponsel di atas meja bergetar hebat.
Ada belasan panggilan tak terjawab dari nomor tidak dikenal dan satu pesan suara (VOICE NOTE) dari ketua RW di lingkungan ruko tua itu.
"Siapa, El? Ganggu waktu kita aja," gumam Anya, istrinya, yang tampil elegan dengan gaun beludru hitam.
Elgard mengernyit. "Nomor Indo. Kayanya darurat."
Elgard menekan tombol play pada pesan suara itu. Suara bising hujan dan teriakan warga langsung memenuhi indra penglihatan mereka, disusul suara berat Pak RW yang terdengar sangat menghakimi.
"Halo, selamat malam. Benar ini orang tua dari Axelle Aididev Atharic? Saya Ketua RW 05 Bandung. Anak Bapak tertangkap warga sedang berduaan di ruko kosong yang gelap dalam kondisi basah kuyup bersama seorang siswi. Warga sudah emosi dan menuntut pertanggungjawaban karena dianggap melanggar norma. Karena Bapak tidak bisa dihubungi untuk hadir, pihak keluarga perempuan sudah memutuskan untuk menikahkan mereka malam ini agar tidak jadi fitnah berkepanjangan. Mohon segera kembali ke Indonesia."
Prang!
Gelas wine di tangan Elgard hampir saja terlepas kalau dia tidak sigap menaruhnya. Wajahnya yang biasanya tenang dan berwibawa langsung berubah kaku, rahangnya mengeras hingga urat lehernya menonjol.
Sementara Anya? Dia menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca seketika. "El... Axelle... anak kita..."
"Bajingan kecil itu!" desis Elgard. Suaranya rendah tapi mematikan. "Aku kirim dia ke sekolah buat belajar, bukan buat kawin di ruko kosong!"
"Enggak mungkin, El! Axelle emang nakal, tapi dia nggak mungkin seceroboh itu. Pasti ada yang salah!" Anya mulai panik, tangannya gemetar mencari tiket pesawat di ponselnya. "Kita harus pulang Sekarang!"
Elgard langsung berdiri, mengabaikan makan malam mahal yang belum tersentuh. Dia segera menelepon asisten pribadinya. "Siapkan jet pribadi sekarang. Kita ke Bandung malam ini juga. Jangan ada yang tahu soal ini, tutup mulut semua media!"
Di dalam mobil menuju bandara, suasana sangat mencekam. Elgard terus-menerus mencoba menghubungi ponsel Axelle, tapi hanya dialihkan ke kotak suara.
"Dia benar-benar sudah gila," gumam Elgard sambil memijat pelipisnya. "Menikah? Dengan anak siapa dia berurusan sampai keluarga perempuannya segalak itu?"
Anya hanya bisa menangis sesenggukan di sampingnya. Dia membayangkan anak kesayangannya, anak tunggal yang manja tapi pemberontak itu, kini sudah menyandang status suami di umur yang bahkan belum legal untuk membeli minuman keras.
tak bisa Anya pungkiri, axel jadi begitu karena Anya dan elgard sibuk mengurusi bisnis yang membuat mereka tak punya waktu.
ini berawal dari kakek dan nenek axel kecelakaan mobil waktu axel baru memasuki SMP, kasih sayang full yang biasa dia dapat dari orang tuanya dan kakek nenek hilang sepenuhnya, membuat axel jadi pemberontak kayak sekarang
"Kalau sampai ini cuma akal-akalan dia buat cari perhatian, aku sendiri yang akan mematahkan motor sport kesayangannya itu," ancam Elgard dingin.
Namun jauh di dalam lubuk hatinya, Elgard merasa bersalah, sebab dia tau kenapa anaknya menjadi seperti itu. Dia tahu Axelle keras kepala, tapi dia juga tahu putranya punya harga diri. Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar 'penggerebekan' di balik semua ini.
"Siapkan mentalmu, Anya," ucap Elgard saat mereka melangkah masuk ke dalam pesawat. "Besok pagi, kita tidak akan menemui anak sekolah lagi. Kita akan menemui seorang kepala keluarga". jokes elgard kali ini tak mampu membuat Anya tertawa tapi mendengus kesal karena ucapan suaminya
Jet pribadi itu mendarat mulus di Bandara Husein Sastranegara saat azan subuh baru saja berkumandang. Elgard melangkah turun dengan setelan jas yang masih rapi meski matanya menyiratkan kelelahan dan amarah yang tertahan. Di belakangnya, Anya menyusul dengan langkah terburu-buru, wajahnya pucat karena tidak bisa tidur sepanjang penerbangan London-Bandung.
Sebuah mobil hitam mewah sudah menunggu di depan pintu keluar bandara. "Ke alamat kantor RW itu. Sekarang. Jangan sampai ada satu pun wartawan yang mencium bau ini," perintah Elgard dingin kepada sopirnya.
Sepanjang perjalanan, Anya meremas jemarinya. "El, tolong... jangan langsung marahi Axelle. Kita dengarkan dia dulu."
Elgard hanya menatap keluar jendela, melihat jalanan Bandung yang masih basah. "Dia sudah dinikahkan, Anya. Itu bukan masalah kecil yang bisa selesai dengan pelukan."
Begitu sampai di depan kantor RW, suasana masih tampak tegang. Beberapa warga masih terlihat berjaga. Mobil mewah Elgard yang kontras dengan lingkungan sekitar langsung menjadi pusat perhatian.
Saat pintu kantor RW terbuka, Elgard dan Anya langsung disambut pemandangan yang menghancurkan hati mereka. Di sudut ruangan yang pengap, Axelle duduk di lantai, bersandar pada dinding kusam. Wajahnya kacau, rambutnya berantakan, dan dia masih mengenakan kemeja sekolah yang lembap. Di sampingnya, seorang gadis—Rea—tertidur dengan posisi duduk, kepalanya terkulai lemas, masih terbalut jaket kulit milik Axelle.
"Axelle..." suara Anya pecah. Dia langsung lari memeluk putranya.
Axelle tersentak bangun. Matanya yang merah menatap sang Mommy dengan tatapan yang sangat rapuh. "Mom... aku nggak ngapa-ngapain, Mom. Sumpah..." bisiknya serak.
Anya terisak, menciumi kening anaknya. "Iya, Sayang. Mommy tahu."
Namun, momen itu terputus saat suara langkah sepatu pantofel yang tegas bergema. Elgard berdiri di depan mereka, menatap Axelle dengan pandangan menghunus. "Berdiri," perintahnya singkat.
Axelle berdiri perlahan, mencoba tegar di depan Papanya. "Dad, motor aku mogok, terus—"
"Aku tidak butuh alasan motormu," potong Elgard tajam. "Aku butuh penjelasan kenapa pewaris Atharic bisa berakhir di kantor RW seperti ini dengan status suami orang?"
Tiba-tiba, Tuan Xavandra—Papa Rea—muncul dari ruangan dalam dengan wajah yang tak kalah angkuh. Dia menatap Elgard dari atas sampai bawah. "Jadi Anda orang tuanya? Baguslah. Silakan bawa anak Anda, tapi ingat, putri saya sekarang adalah tanggung jawabnya secara sah di mata agama. Saya tidak akan membiarkan nama Xavandra dicoreng lebih jauh."
Elgard berbalik, menatap Tuan Xavandra dengan senyum sinis yang merendahkan. "Xavandra? Jadi Anda yang memaksa pernikahan ini tanpa menunggu saya sampai?"
"Warga yang menuntut, atau putri saya hancur!" balas Tuan Xavandra keras.
"Putri Anda hancur karena Anda tidak punya telinga untuk mendengar, Tuan Xavandra," sahut Elgard dingin. "Sekarang, karena anak saya sudah 'membeli' putri Anda dengan harga dirinya, saya yang akan mengatur sisanya."
Elgard kembali menatap Axelle yang hanya bisa tertunduk. "Bawa istrimu. Kita pulang ke rumah. Dan kau, Axelle... bersiaplah. Kebebasanmu benar-benar mati hari ini."
Rea terbangun, menatap Anya dan Elgard dengan ketakutan. Dia tidak pernah menyangka, di balik Axelle yang berandalan, ada orang tua yang auranya begitu menekan.
Malam yang panjang itu berakhir dengan iring-iringan mobil mewah yang meninggalkan kantor RW, membawa dua remaja yang masa depannya baru saja "dibunuh" oleh keadaan.,
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁