NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Su-suka sama Niya? Mbak iparnya sendiri?"

Bu Lena terkejut bukan main. masa iya anaknya suka sama kakak iparnya sendiri, itu tidak mungkin.

"Bu, Mas Riyan bohong! Dia ngaco Bu Pak."

Agung menatap kedua orang tuanya yang terlihat sangat syok dia membela dirinya sendiri. Kemudian Agung menatap Mas Riyan.

"Mas kau ini sudah tidak waras atau bagaimana? Kenapa kau kepikiran seperti itu? Mbak Niya sudah kuanggap sebagai mbakku sendiri! Tidak mungkin aku menyukainya!"

"Halah, jangan sandiwara kau Agung! Mas punya buktinya!"

Riyan tidak percaya begitu saja baginya Agung saat ini hanya sedang berakting didepan kedua orang tuanya.

"Mana buktinya Mas? Aku mau lihat!"

Agung menengadah tangan, meminta bukti seperti yang mas Riyan katakan barusan.

Riyan merogoh foto yang sudah lecek karena dia remas waktu itu didalam saku celananya. Kemudian menaruhnya ditelapak tangan Agung yang menengadah dengan kasar.

"Itu, lihat saja. Kau tidak bisa mengelak Agung,"

Nadanya tercampur oleh emosi tapi amarah itu tertahan karena ada didepan kedua orang tuanya.

Agung menatap lekat foto itu begitu juga dengan Bu Lena dan Pak Toyo mereka juga penasaran. Begitu melihat dengan jelas, Bu Lena dan Pak Toyo terkejut bukan kepalang. Sedangkan Agung, dia tak kalah terkejut dan syok melihat foto dirinya dan mbak Niya yang sedang berpelukan. Agung membalik foto itu dan tulisan itu membuatnya tercengang.

BRAAAK

Bu Lena menggebrak meja kayu didepannya membuat semua orang kaget.

"Agung! Kurang ajar sekali kau ini. Dia mbakmu Gung, kenapa kau memeluknya begitu?!"

Tak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya. Bu Lena benar benar marah dan kecewa. Pak Toyo hanya bisa terdiam melihat bukti nyata yang Riyan bawa. Pak Toyo hanya bisa mengelus dada.

Agung menggeleng dia bersimpuh dikaki kedua orang tuanya.

"Tidak Bu. Itu bukan Agung. Aku tidak pernah begitu. Tolong percaya sama aku Pak Bu," menatap penuh permohonan pada Bapak dan Ibu tapi mereka berdua tidak mau menatapnya.

Melihat adiknya yang bersimpuh dan terlihat membela diri Riyan tersenyum sinis emosi didalam dirinya semakin ingin meledak.

"Sudah lah Agung. Bukti sudah ada kau tidak bisa mengelak lagi! Cepat katakan! Sejak kapan kau dan Niya mengkhianatiku!"

Kedua mata Riyan menatap tajam. Membuat Agung bergidik takut karena baru kali ini melihat Mas Riyan semarah ini. Tapi Agung tidak pernah merasa melakukan hal seperti yang ada difoto. Jadi Agung dengan berani mencengkram depan baju mas Riyan.

"Kita duel diluar! Aku tidak takut Mas! Aku berani bersumpah. Aku tidak pernah berkhianat pada siapa pun!"

Agung berteriak, teriakan yang tertahan dan hanya terdengar seperti geraman. Riyan pun tahu jika Agung sudah ada dititik amarahnya. Tapi Riyan tak peduli dan tidak takut. Bagaimana pun caranya Riyan harus berhasil membuat Agung mengakui semua perbuatannya selama ini.

"Aku tidak takut! Aku akan membuatmu sekarat dan mengakui semuanya!"

Agung menyeringai. "Sampai sekarat pun aku tidak akan pernah mengakui perbuatan yang tidak pernah aku lakukan!"

Emosi Riyan benar benar memuncak dia dengan kasar melepas tangan Agung yang mencengkram kaos depannya hingga Agung sedikit mundur kebelakang menabrak meja kayu hingga berderit keras.

Bu Lena dan Pak Toyo berjeng.kit kaget sampai sampai mereka berdiri dengan dada berdebar tak karu karuan.

"Ya Allah Riyan! Agung! Kalian ini apa apaan hah?!"

Pak Toyo melerai dua anaknya yang sudah terlihat aura permusuhannya. Sebagai seorang Ayah dan orang tua perasaan pak Toyo kini terguncang hebat. Apa lagi sedari kecil kedua anaknya tidak pernah berkelahi seperti ini.

"Sini kau!"

Riyan tidak peduli bapaknya sudah menengahi. Yang Riyan pikirkan sekarang adalah memberi pelajaran pada Agung karena dia sudah lancang menyentuh miliknya parahnya iparnya sendiri.

Agung juga tak mau kalah dia terus merangsek maju ingin kembali meraih leher baju mas Riyan tapi,

Plaaak !

Plaaak !

Suara tamparan keras itu terdengar dengan keras dan berhasil membuat Riyan dan Agung terdiam mematung di tempat dengan tangan yang masing masing memegang pipi.

Bu Lena memandang kedua anaknya dengan mata memerah, berkaca kaca, dan tangan kanan yang bergetar hebat karena baru saja menampar kedua anaknya. Sesuatu yang tidak pernah Bu Lena lakukan sedari dulu.

"Bu,"

Riyan menatap Ibu dengan tatapan tidak percaya. Ibu tega menamparnya.

"Itu hukuman untuk mu Riyan, dan juga hukuman untuk mu Agung!"

Bu Lena menjerit tertahan, dia sudah saking emosinya melihat anak anaknya yang haus akan kemarahan. Jika saja tidak takut tetangga akan mendengar teriakannya, Bu Lena sudah teriak meneriaki dua anaknya itu dengan lantang.

"Kalian ini saudara! Kenapa seperti ini hah!"

"Apa kalian tidak malu jika ada tetangga yang lewat dan melihat!"

"Sabar Bu sabar, tenang,"

Pak Toyo mengusap lengan istrinya dengan lembut, memberikan ketenangan di tengah tengah bara Api yang berkobar.

"Kita selesaikan semua ini dengan kepala dingin." Pak Toyo meminta Bu Lena untuk duduk lagi, Bu Lena pun menurut, benar apa yang di katakan suaminya. Harus menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin agar tidak menimbulkan masalah baru.

Pak Toyo menatap Agung dan Riyan. "Kalian berdua duduk! Jangan ada yang adu pukul!"

"Tapi Pak,"

Riyan ingin menolak tapi tatapan tajam Bapak membuatnya menurut, begitu juga dengan Agung dia tidak berani melawan orang yang jabatannya paling tinggi di dalam keluarga ini. Riyan dan Agung duduk dengan anteng walau emosi di dalam diri keduanya masih bergejolak.

"Riyan, Agung! Kalian sudah dewasa tidak sepantasnya kalian menyelesaikan masalah dengan perkelahian. Kalian sudah dewasa seharusnya bisa selesaikan masalah dengan pikiran jernih!"

Riyan dan Agung menunduk.

"Maafkan Riyan Pak, tapi Riyan tidak terima Niya di sentuh oleh Agung. Sebagai suami aku merasa di khianati,"

Agung menoleh cepat pada Riyan. "Tidak ada yang mengkhianati mu Mas, tidak ada. Ak---"

"Agung stop!"

Pak Toyo memotong, menatap tajam kearah Agung.

"Kau ini juga salah, tega teganya kau melakukan itu pada mbak mu sendiri."

"Tidak Pak. Aku tidak begitu, serius Pak, serius," tatap mata Agung sangat yakin jika dirinya tidak pernah berbuat seperti itu. Pak Toyo dan Bu Lena sebenarnya percaya tapi tidak ingin memihak salah satunya karena takut Riyan akan murka.

"Riyan, tolong ceritakan yang sebenarnya. Kami akan dengarkan," pinta Pak Toyo.

Riyan pun menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutupi atau lebihkan. Pak Toyo, Bu Lena, dan Agung mendengarkan dengan baik. Hingga mereka menyimpulkan pada satu hal setelah Riyan selesai bercerita.

"Kau sudah dibodohi mantan pacarmu Mas," suara Agung memecah suasana.

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!