Dulu, Alena percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya—bahkan kesombongan seorang pria yang dingin dan tak tersentuh seperti Arkan. Ia menyerahkan hati, harga diri, bahkan masa depannya demi pernikahan yang ternyata hanya dianggap sebagai kesalahan oleh suaminya sendiri.
Di hari ia kehilangan segalanya, Alena tidak hanya diusir dari rumah—ia juga dikhianati, dipermalukan, dan ditinggalkan dalam kehancuran yang nyaris merenggut nyawanya.
Namun, takdir belum selesai menulis kisahnya.
Lima tahun kemudian, Alena kembali.
Bukan sebagai wanita lemah yang dulu diremehkan, melainkan sebagai sosok baru—misterius, elegan, dan berkuasa. Di balik senyumnya yang tenang, tersimpan rencana yang telah ia bangun dengan sabar: menghancurkan satu per satu kehidupan
orang-orang yang pernah menjatuhkannya… termasuk Arkan.
Ketika Arkan kembali bertemu dengan wanita yang dulu ia buang, ada sesuatu yang berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 — DARAH YANG TIDAK BISA DIHAPUS
Hujan belum berhenti.
Seolah langit ikut menahan sesuatu yang belum sempat jatuh.
Aku masih berdiri di ruang kerja.
Foto itu masih di tanganku.
Genggamanku makin kuat.
Seolah kalau aku melepaskannya… semuanya akan hilang lagi.
“Alena…”
Suara Leon pelan.
Hati-hati.
Seperti takut menyentuh sesuatu yang rapuh.
Aku tidak menjawab.
Mataku masih terpaku pada wajah kecil di foto itu.
Wajahku.
Tapi…
bukan hidupku.
Ingatan yang Tidak Lengkap
“Aku ingat… aku punya ayah,” bisikku pelan.
“Yang selalu pulang malam. Yang jarang bicara.”
Aku menarik napas dalam.
“Tapi pria ini…”
Aku mengangkat foto itu sedikit.
“…bukan dia.”
Sunyi.
Leon tidak menyela.
Dia tahu—
ini bukan sekadar kebingungan.
Ini…
retakan.
Dunia yang Mulai Bergeser
“Apa yang kamu rasakan?” tanya Leon akhirnya.
Aku tertawa kecil.
Kosong.
“Seperti… hidupku selama ini cuma setengah cerita.”
Aku menatapnya.
“Atau mungkin… cerita yang salah.”
Langkah yang Tidak Bisa Dihentikan
“Cari nama ini.”
Aku menyerahkan foto itu ke Leon.
Menunjuk tulisan kecil di belakangnya.
Nama lengkapku.
Yang sebenarnya.
Leon membacanya.
Matanya langsung berubah.
“Kamu yakin?”
Aku mengangguk pelan.
“Kalau aku mau tahu siapa aku… aku harus mulai dari sana.”
Di Tempat Lain
Malam yang sama.
Arkan berdiri di ruang kerjanya.
Lampu redup.
Ruangan sunyi.
Tapi pikirannya—
tidak.
File yang dia temukan tadi masih terbuka.
Nama yang sama terus muncul.
Nama yang sekarang…
tidak bisa dia abaikan.
Dia mengambil ponselnya.
Menekan satu nomor.
“Cari semua data lama perusahaan.”
Suaranya dingin.
“Terutama… sebelum lima belas tahun lalu.”
Jejak yang Sengaja Dihapus
“Pak… data itu…”
Suara di seberang terdengar ragu.
“Apa?”
“Banyak yang hilang.”
Arkan menutup mata sebentar.
Seperti sudah menduga.
“Hilang… atau dihapus?”
Sunyi.
“…Dihapus, Pak.”
Arkan membuka mata.
Tatapannya berbeda sekarang.
Bukan hanya marah.
Tapi…
mencari.
“Pulihkan apa pun yang bisa dipulihkan.”
“Baik, Pak.”
Dia menutup telepon.
Lalu menatap ke arah jendela.
Refleksinya sendiri…
terlihat asing.
Nama yang Sama
“Alena…”
Dia mengucapkannya pelan.
Lalu menatap file itu lagi.
Dan untuk pertama kalinya—
dia tidak melihatnya sebagai musuh.
Tapi sebagai…
puzzle.
Kembali ke Alena
Beberapa jam kemudian—
Leon kembali.
Wajahnya tidak biasa.
Lebih serius.
Lebih berat.
“Aku nemu sesuatu.”
Aku langsung berdiri.
“Bicara.”
Kebenaran yang Tidak Bisa Ditarik Kembali
Leon meletakkan beberapa dokumen di meja.
Aku langsung membukanya.
Dan saat aku membaca—
napasku tertahan.
“Ini…”
“Data lama,” katanya pelan. “Sebelum identitas kamu diubah.”
Aku menelan ludah.
Mataku bergerak cepat.
Membaca setiap baris.
Setiap kata.
Dan semuanya…
mulai masuk akal.
Siapa Aku Sebenarnya
“Nama aslimu…”
Leon berhenti sejenak.
“…terhubung langsung dengan keluarga pendiri Arkavera.”
Sunyi.
Dunia terasa berhenti lagi.
“Pendiri…?”
Suaraku hampir tidak keluar.
Leon mengangguk.
“Kamu bukan anak investor biasa.”
Dia menatapku.
Dalam.
“Tapi bagian dari keluarga itu.”
Kebenaran yang Lebih Dalam
Tanganku gemetar.
“Berarti…”
Aku mencoba menyusun kata.
“…aku dan Arkan…”
Leon tidak menjawab.
Tapi matanya…
sudah cukup.
Hubungan yang Tidak Terduga
Aku mundur satu langkah.
Kepalaku terasa berat.
“Ini tidak mungkin…”
Aku menggeleng.
Cepat.
“Tidak mungkin mereka—”
Tapi semua bukti…
mengarah ke sana.
Jawaban yang Lebih Gelap
“Ini bukan kebetulan, Alena,” kata Leon pelan.
“Aku tahu…”
Aku menutup mata.
Dan saat aku membuka lagi—
tatapanku berubah.
Lebih tajam.
Lebih dingin.
“Ini rencana.”
Semua Kembali ke Satu Titik
“Pernikahan itu…”
Aku menarik napas dalam.
“…bukan cuma untuk bisnis.”
Aku menatap Leon.
“Tapi untuk menyatukan sesuatu yang… seharusnya tidak pernah terpisah.”
Kepingan Terakhir yang Menyakitkan
“Dan setelah itu…”
Aku tersenyum tipis.
Pahit.
“…mereka menghancurkannya lagi.”
Sunyi.
Arkan Semakin Dekat
Di waktu yang sama—
Arkan akhirnya mendapatkan satu file.
Yang berhasil dipulihkan.
Dia membukanya.
Perlahan.
Dan saat dia membaca—
matanya langsung membesar.
“Ini…”
Nama itu.
Muncul lagi.
Dan kali ini—
bersama dengan—
nama ibunya.
Tabrakan yang Tidak Bisa Dihindari
Arkan langsung berdiri.
Mengambil kunci mobil.
Dia tidak berpikir lagi.
Tidak menahan diri.
Dia harus tahu.
Sekarang.
Pertemuan yang Akan Mengubah Segalanya
Pintu apartemen terbuka.
Aku dan Leon langsung menoleh.
Dan di sana—
Arkan berdiri.
Napasnya berat.
Tatapannya… berbeda.
Lebih liar.
Lebih jujur.
“Alena.”
Suaranya rendah.
“Aku tahu.”
Momen yang Menghentikan Waktu
Aku berdiri diam.
Menatapnya.
“Seberapa banyak?” tanyaku pelan.
Dia melangkah masuk.
Mendekat.
“Cukup untuk tahu… kita semua dipermainkan.”
Sunyi.
Kebenaran yang Hampir Terungkap
Dia melemparkan satu dokumen ke meja.
Aku melihatnya.
Dan langsung tahu—
dia sudah dekat.
Sangat dekat.
“Aku ingin dengar dari kamu,” katanya.
Tatapannya langsung ke mataku.
“Siapa kamu sebenarnya?”
Detik Sebelum Semuanya Pecah
Aku tidak langsung menjawab.
Aku hanya menatapnya.
Lama.
Dalam.
Lalu—
aku tersenyum.
Pelan.
Berbahaya.
“Kalau aku bilang…”
Aku melangkah mendekat.
“…aku bukan hanya bagian dari masa lalumu…”
Aku berhenti tepat di depannya.
“...tapi juga alasan kenapa semua ini dimulai?”
“Siapa sebenarnya Alena… dan apa hubungan darah yang mengikatnya dengan keluarga Arkan?”
Di ruangan itu—
tidak ada lagi yang bisa kembali seperti dulu.
Karena kebenaran…
sudah terlalu dekat untuk disembunyikan.
Dan begitu terungkap—
tidak hanya satu hidup yang akan hancur.
Tapi semuanya.