Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.
"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya
Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
" Stev...ini apa "
Buket bunga besar, bunga dengan warna merah berjejer rapi di depan pintu rumah Elfa " Kejutan.....hallo sayang, Aku kangen banget "
Alis Elfa menukik tajam " Sayang, Stev...kamu kok lebay banget sih, ini sampai buang buang bunga kayak gini. Iihhh....
"Sayang, buang bunga apa ? ini kejutan untuk kamu, hampir satu tahun tidak ketemu kamu, aku kangen....."
"Iya... Stev.... tu...di liatin sama orang orang yang lewat..ayo masuk... ?"
"Oke sayang " Steven melangkah masuk. Gavin melihat Steven dan ibunya hanya tersenyum.
"Bu.... Mulai hari ini, ibu harus menjaga Ayah "
"Kenapa harus di jaga ?"
"Karena ibu bakal punya saingan, banyak yang suka sama ayah Bu. Dari guru, orang tua murid sampai murid kelas 9 juga ada Bu "
"Hahaha.... Kamu serius sayang, tapi emang sih, ayah Stev ini ganteng banget ?"
"Lah ibu malah tertawa, Ibu tidak takut kalau ayah sampai di ambil cewek lain, atau ayah suka perempuan lain ?"
Elfa menatap Steven " Ibu tidak bisa memaksa seseorang bersama ibu kalau hatinya udah berpaling, sayang, tapi......kalau... masih ada ibu di hati ayah, pasti ayah tidak bakalan melirik, mbak asri aja lewat. Ya kan Stev "
"Kamu pintar sayang, dan mulai hari hari ini. aku mau panggilan nya di ubah , panggil sayang, bukan aku kamu..dan stop bawa bawa nama mbak asri.."
"Ihh Stev..apa apaan sih ?"
"Aku mau seperti itu "
Elfa memutar bola matanya...
"terserah kamu aja deh, Sekarang makan dulu ya. Aku udah lapar banget "
"Gavin, sayang....ayo makan..."
Gavin mendekati meja makan, anak remaja dengan tubuh tinggi tegap, sedikit lebih pendek dari Steven---. Tidak akan ada yang mengira kalau dia baru berumur tiga belas tahun.
"Ayah... hadiahnya udah di kasih sama ibu ?"
Elfa melihat Steven memberikan kode agar Gavin diam
" Hadiah apa ?"
"Buket bunga itu, itu maksud Gavin" Jawab Steven, Selama makan, Gavin banyak bercerita tentang kelas baru dan teman-teman yang baru ia kenal.
"Kok bisa ya kelas itu di bilang kumpulan anak anak nakal. Bahkan anak anak dari kelas lain, enggan berteman sama anak-anak di kelas Gavin, Yah..."
"Ayah juga heran, malah tahun lalu anak yang paling berprestasi, menang lomba justru dari kelas kamu itu Vin "
Elfa hanya menyimak pembicaraan dia pria beda usia di depannya.
"Tapi kamu suka kan di kelas itu kan Vin ?" Tanya Steven
"Aku sih suka suka aja yah, sekarang aku punya teman. kami berempat. Dan yang paling aku suka, tidak ada gangguan apa apa lagi dari Tasya "
"Oh ya...?"
"Iya bu, karena sejak aku masuk ke kelas itu. Mereka langsung menganggap aku anak nakal"
"Tidak masalah, ayah kan di sekolah itu juga"
____
Setelah selesai makan, Gavin pamit masuk kamar, dan di teras rumah. Steven duduk bersama Elfa.
"Sayang..aku punya sesuatu untuk kamu "
Elfa tersenyum, Steven--- mengeluarkan kotak lalu memberikan pada Elfa "Aku membeli waktu mau kembali ke sini. Dan kata Gavin ini cocok untuk ibu "
"Wahh... Makasih Stev, pakai kan dong.."
Sebuah kalung melingkar di leher Elfa " Cantik sekali. Kamu tahu sayang, kamu itu cantik sekali. pertama kali melihat kamu. Aku langsung suka, beberapa hari memperhatikan kamu, akhirnya aku tanya sama ibu. Dan kata ibu, kamu dari kota, terus... terus ibu bilang di dalam perut kamu ada si jagoan itu ..Aku kaget saat itu "
Elfa tertawa kecil..
"Aku langsung bilang ke ibu, semoga dia tidak punya suami ya Bu, kamu tau sayang,ibu sampai marah marah, lanjut ibu ngomong gini... Kalau dia tidak punya suami, kamu mau jadi suaminya. Dan tanpa banyak pikir, aku langsung jawab mau "
Elfa tersenyum tipis, dia ingat pertama kali melihat Steven, bagaimana Steven berusaha mendekatinya. Membawakan buah buahan setiap pulang dari sekolah.
"Ya Stev...aku juga termasuk perempuan yang paling beruntung setelah bertemu kamu dan ibu kamu, Setelah di buang kamu menerima kekuranganku "
Steven meraih tangan Elfa.. " Kata ibu, mungkin ini memang jalan jodoh yang Tuhan tuliskan untuk aku...dan kamu " Steven membelai lembut tangan Elfa.
Elfa tersenyum..
"Aku tahu, saat itu kamu sulit percaya pada laki laki, kamu trauma dengan kejadian yang menimpa kamu. Perlu belasan tahun untuk mengembalikan kepercayaan kamu "
Sudut mata Elfa mulai berembun, ia tidak ingin menangis " dan sekarang, aku mau bilang terima kasih karena kamu percaya sama aku. Menunggu jawaban kamu selama belasan tahun itu tidak mudah sayang, aku harus siap di tolak dan kalau di terima, aku bahagia dan ya.. Seperti ini "
"Makasih Stev...."
"Panggil sayang dong ahh ..."
"Hahaha..ya..ya..aku harus membiasakan dulu, kamu kan tahu. Aku paling tidak suka panggilan kayak gitu "
Steven tersenyum " baiklah, sayang..Oh iya, ibu mau ke kota"
"Serius ? Ibu mau ke kota ? Bu..bukannya kamu bilang..ibu sudah lama sekali tidak ke kota. Sejak menikah kan ?" Tanya Elfa lirih, dia tahu ibu Steven seperti punya masalah dengan tempat yang indah ini.
Steven hanya tersenyum samar" Ya...sudah lama sekali..Sejak aku bayi "
"Makasih ya sayang, aku pikir di dunia ini udah tak ada laki laki yang baik. Tapi ternyata Tuhan menyiapkan satu untukku " Elfa menatap Steven, laki laki yang telah menggetarkan kembali hatinya, yang membuat Gavin tetap memiliki seorang Ayah dan yang merebut seluruh perhatian Gavin.
"Aku kadang iri sama kamu, Gavin itu anakku tapi kenapa kamu yang selalu di utamakan " Kata Elfa Steven tertawa melihat bibir Elfa yang mengerut.
"Dia anak ku, kamu tidak bisa merubah itu Elfa sayang, Kamu dan Gavin adalah milikku "
"Aku mencintaimu Steven Wirya " bisik Elfa dengan tatapan lembut
"Aku lebih mencintai kamu, sayang " Steven membalas, Pria yang terlalu sempurna, tak akan ada yang percaya kalau ada pria tampan seperti ini yang selama ini bersembunyi di desa.
"Aku sangat beruntung bertemu kamu, Stev...."
"Kita sama sama beruntung sayang, jadi aku mohon percepat target enam bulan itu. Bisa di majukan jadi dua bulan saja"
"Ya..ya... Kalau kamu mau nikahnya cuman di datangi sama pak pendeta, majelis, dan mbak Asri kesayangan mu itu... Ya ayo, pernikahan butuh persiapan. Dan kamu tahu Stev.. Aku selalu dapat kunjungan dari pria misterius di butik "
"Pria misterius?"
"Ya.... Sekarang jabatanku, cuman tukang cuci dan bersih bersih. Kemarin mbak Lis cerita " Elfa menatap lampu jalan yang menyala.." Aku bersyukur banget, selain kamu, ibu dan Gavin. Aku mendapatkan orang orang yang baik di dekatku. Setelah Tuhan menjauhkan laki laki pengecut itu"
Steven tersenyum, senyum yang sama tiga belas tahun lalu " Sayang, biarkan semesta yang membalas semuanya. Kamu hanya perlu mengikuti alurnya saja. Tidak perlu bekerja keras untuk melihat mereka mati dalam sepi "
"Mati dalam sepi ?" Kening Elfa berkerut
"Ya sayang, pasti ada seseorang yang menyesal. Dia belum melihat Gavin. Seseorang itu akan menyesali perbuatannya "
"Dan entah kenapa Stev, aku suka mendengar itu.. hahaha, padahal aku ingin kayak di sinetron. Menjadi ibu yang baik, yang pasrah dengan keadaan atau ikhlas memaafkan tapi sebaliknya, Jauh di dalam hati kecilku, aku puas mendengar kata kata kamu... Mati dalam sepi "
"Kamu manusia biasa sayang, bisa baik, bisa sabar, bisa sinis dan bisa juga kejam.. tidak apa-apa, cukup aku yang tahu gimana hati kamu "
Elfa tersenyum......
"Sekarang mungkin dia mulai sadar, dia tidak menemukan dalam diri istrinya apa yang ada dalam dirimu. Dan dia mulai memantau dirimu, Mungkin seumur hidupnya"
Sekali lagi kata kata Steven membuat Elfa tersenyum, Elfa suka dengan kata kata itu. Amarah yang selama ini tertahan, membuncah karena di usik.
"Jadi, setelah semua ini berakhir. Ayo kita mulai awal yang baru untuk kita bertiga..."
Elfa mengangguk, Ia tau masih panjang dan banyak hal yang akan dia lalui. Namun dia tidak sendiri, ada orang orang baik yang tulus di sekelilingnya.
"Kamu hanya perlu bersabar dan melihat, ada aku, Gavin dan ibu tempat kamu berbagi cerita, sayang "
Elfa tersenyum tipis,dia mengangguk dan berkata" aku tau Stev...aku tidak sendri "
"Please Elfa... Belajar panggil sayang " Steven bersungut-sungut
"Yah.... Ibu itu malu, bukannya tidak biasa, sama aku, ibu biasa saja kalau panggil sayang. Ini hanya karena belum sah ayah...." Gavin tiba-tiba muncul dengan kata kata yang semakin membuat Steven mengerucutkan bibirnya.
"Tidak apa-apa dek, ayah tetep cinta sama ibu, walaupun ibu panggil ayah dengan panggil Stev.. Steven..."
"Ayah... tadi kan...ayah protes...."
"Udah...kata katamu tidak mempan, pengaruh ibu ke ayah itu luar biasa.. hahaha..." Kata Elfa berlalu meninggalkan dua laki-laki yang duduk terpaku menatapnya.
.
.
.
Next...
Maaf ya readers, kalau ada kata yang kurang lengkap dan jangan lupa tinggalkan jejak ya...🫰🏼
anakmu tak kan mnerima mu.
apalagi km ingin dia mati dulu.
Chelsea kl km gk cerai dng Aditya mk km selamanya tak akn punya anak.
CPT cerai sebelum terlambat km tambh ngenes. hidup dng laki biadap, tega mmbunuh darah daging nya sendiri.