NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / CEO / Penyelamat / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Kalandra Si Posesif

​​"Mas, cukup! Kamu mau paku jendela itu sampai mati? Kita butuh cahaya matahari, bukan hidup di dalam gua!"

​Zoya berkacak pinggang di tengah kamar tidur. Matanya melotot melihat Kalandra yang sedang memegang palu dan papan kayu. Sejak kejadian foto itu, suaminya berubah jadi orang gila. Kalandra memblokir semua celah ventilasi, menutup jendela dengan papan, dan memindahkan lemari besar untuk menghalangi pintu balkon.

​"Matahari nggak penting. Yang penting kepala kamu nggak bolong ditembak sniper dari gedung seberang," sahut Kalandra dingin tanpa menoleh. 

Dug! Dug! Dia memaku papan terakhir di jendela.

​"Ini lantai tiga puluh, Mas! Sniper mana yang mau manjat sampai sini? Hanggara itu dokter, bukan tentara bayaran!" protes Zoya frustasi.

​Zoya melangkah maju, merebut palu dari tangan Kalandra. "Berhenti, Mas. Aku stres lihat kamu kayak gini. Aku mau keluar. Aku mau ke dapur bikin kopi."

​"Nggak boleh," Kalandra menahan bahu Zoya, matanya tajam dan merah karena kurang tidur. "Dapur itu area terbuka. Kaca di sana terlalu lebar. Kamu diam di sini. Kalau mau kopi, aku yang bikin. Kalau mau kencing, aku anterin."

​"Kamu ngurung aku! Aku ini istrimu, bukan tawanan perang!" Zoya membentak, menepis tangan Kalandra kasar. "Aku dokter forensik, Kalandra. Aku biasa hadapi mayat, hadapi pembunuh. Jangan perlakukan aku kayak barang pecah belah!"

​"Emang kamu barang pecah belah!" balas Kalandra tak kalah keras. Suaranya bergetar, emosinya tumpah. "Buat aku, kamu itu kaca tipis yang kalau disentuh dikit bakal hancur! Dan kalau kamu hancur, aku yang mati, Zoya!"

​Hening.

​Napas Kalandra memburu. Zoya terdiam, kaget mendengar pengakuan yang meledak itu.

​Kalandra membuang palunya ke lantai dengan bunyi klotak nyaring. Bahu lebarnya merosot turun. Sosok Komandan yang gagah itu tiba-tiba terlihat sangat lelah, rapuh, dan ketakutan.

​Tanpa aba-aba, Kalandra maju selangkah dan menjatuhkan keningnya ke bahu Zoya. Dia menyandarkan seluruh berat tubuhnya di sana, seolah kakinya sudah tidak kuat menopang badannya sendiri.

​"Mas..." panggil Zoya pelan, kemarahannya langsung menguap.

​"Sebentar aja..." gumam Kalandra serak, suaranya teredam di baju Zoya. "Biarin aku kayak gini sebentar. Otakku mau meledak mikirin cara jagain kamu."

​Zoya tidak bergerak. Dia membiarkan suaminya bersandar. Tangan Zoya perlahan naik, mengusap punggung Kalandra yang tegang. Dia bisa merasakan otot-otot suaminya kaku seperti batu.

​Kalandra mengangkat kepalanya sedikit, menatap wajah Zoya dari jarak dekat. Tangannya terulur menyentuh rambut Zoya yang berantakan—sisa tidur semalam dan keributan pagi ini.

​"Rambut kamu kusut banget," bisik Kalandra sambil tersenyum tipis, senyum yang getir. "Jelek."

​"Biarin. Suaminya juga jelek, mata panda gitu," balas Zoya ketus tapi matanya berkaca-kaca.

​Kalandra berjalan ke meja rias, mengambil sisir kayu milik Zoya. Dia kembali berdiri di belakang istrinya. Dengan gerakan pelan dan sangat hati-hati, Kalandra mulai menyisir rambut hitam panjang itu.

​"Sakit nggak?" tanya Kalandra saat sisirnya menyangkut di ujung rambut yang kusut.

​"Nggak," jawab Zoya pelan.

​Kalandra menyisir dengan telaten, merapikan setiap helai seolah dia sedang merawat benda paling berharga di dunia. Suasana kamar yang tadinya panas karena pertengkaran, kini berubah hening dan intim.

​"Maaf kalau aku lebay," ucap Kalandra lirih, matanya fokus pada rambut Zoya. "Aku tahu kamu risih. Aku tahu kamu merasa dipenjara. Tapi setiap kali aku merem, aku lihat Hanggara berdiri di samping kasur kita bawa pisau. Aku takut, Zoya."

​Kalandra menghentikan sisirannya, lalu memeluk Zoya dari belakang. Dia membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup wangi tubuh Zoya dalam-dalam.

​"Biarin aku dianggap gila, biarin aku dianggap paranoid... asal kamu selamat," bisik Kalandra sungguh-sungguh. "Aku nggak peduli dibilang suami gila. Yang penting besok pagi aku masih bisa lihat kamu buka mata."

​Zoya memegang tangan kekar yang melingkar di perutnya. Hatinya luluh lantak. Dia berbalik badan perlahan, menghadap suaminya.

​"Mas..." Zoya merapikan kerah jas kerja Kalandra yang berantakan. Kalandra belum sempat ganti baju sejak semalam. "Aku ngerti. Kita hadapi bareng-bareng ya? Jangan dipikul sendirian."

​Kalandra mengangguk lemah, menikmati sentuhan tangan Zoya di dadanya.

​Namun, saat jari-jari Zoya meraba bagian bawah kerah jas tebal itu, dia merasakan sesuatu yang ganjil. Ada benjolan kecil dan keras yang tersembunyi di balik lipatan kain jahitan leher.

​Kening Zoya berkerut. Insting forensiknya menyala.

​"Mas, diam sebentar," perintah Zoya tiba-tiba, nadanya berubah serius.

​"Kenapa? Mau cium?" goda Kalandra lemah.

​"Bukan. Jangan gerak."

​Zoya membalikkan kerah jas Kalandra. Matanya menyipit. Di sana, tertempel rapi dengan perekat transparan yang nyaris tak terlihat, ada sebuah benda bulat pipih seukuran kancing kemeja. Warnanya hitam matte, menyatu sempurna dengan warna jas.

​Benda itu berkedip merah sangat lemah. Sekali setiap lima detik.

​Zoya mencabut benda itu dengan kuku jempolnya.

​"Apa itu?" tanya Kalandra bingung.

​Zoya memegang benda kecil itu di depan wajah Kalandra. Wajah Zoya memucat seketika.

​"Ini RF Transmitter. Pelacak jarak jauh tingkat militer," desis Zoya horor. "Baterainya masih penuh."

​Kalandra terbelalak. Dia meraba kerah jasnya sendiri dengan tangan gemetar.

​"Kapan dia pasang itu?"

​"Mungkin saat kamu bergelut sama dia di lift rumah sakit? Atau saat di pesta? Atau dimana, entahlah," Zoya menatap suaminya dengan tatapan nanar. Fakta mengerikan baru saja menghantam logikanya.

​"Mas... Hanggara tidak menebak lokasi kita. Dia tidak meretas satelit untuk cari kita," ucap Zoya gemetar.

​Zoya melempar pelacak itu ke lantai dan menginjaknya hingga hancur berkeping-keping.

​"Selama ini dia tahu kita di mana, bukan karena dia melacak aku. Tapi karena dia melacak kamu. Kamu yang bawa dia ke sini, Mas. Kamu yang bawa dia ke tempat persembunyian kita."

1
Deni Susanti
lagi lagi peran utama kalah dr penjahat nya,kok penjahat nya pinter banget cari strategi buat ngelumpuhin lawan nya,lagi lagi sang polisi+suami JD kicep SM penjahat bya🤭dn sang wanita yang pintar dan kuat d awal berubah JD lema dn bodohgk ada LG strategi cemerlang,LG LG tur satuan kepolisian tidak bisa berbuat apa apa,bener 😂
Deni Susanti
perasaan cerita nya toko utamanya begok,lemah, mudah banget d tipu SM penjahat nya,trus para polisi itu bener bener GK guna,beber bener mencerminkan kepolisian kita,bnyk GK becus nanganin kasus,🤣, awal cerita bikin toko wanita tegas, pintar dn kuat, ternyata masih pinter penjahat bisa baca situasi dn gelar komandan galak kayak nya GK cocok thur, lemah mental, lemah strategi,wkk, kalau bikin cerita toko utama tangguh jngn setengah setengah tur,semakin kebelakang kita baca ceritanya semakin menunjukkan kebodohan toko utama,,
Dewi Saputra
🤣😂lucu,, seriusan
Anie Pailing
luar biasa 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Dewi Saputra
kesalnya , kenapa hrs ke situ hah
Dewi Saputra
kok bisa liburan di tempat kyk gitu
apa nggak ada tempat yg lebih aman dan romantis gitu,dekdekan gue bacanya
Siti Aisyah
🤣🤣🤣🤣🤣
Siti Aisyah
mode ngakak on🤣🤣..geuleh.si kalandra lebay pisan...😄
Teruterubuzu
thats true
Rosita Nurviana
Keren
David Daniel
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Siti Aisyah
kirain hanya di dunia nyata aja yaa...istri polisi sesombong itu🤣🥴
Siti Aisyah
benar jg..Zoya hrs nya gak sewenang.wenang jg...aturan ttp aturan..suka atautidak hrs dipatuhi
Siti Aisyah
kayak nya klo lihat film nya...ngeri.ngeri sedap nih...apalagi lihat mayat tanpa kepala...iiih🤣
maura rt
ngeres ae bang
maura rt
sibuk ngapain sih pak pol, pernikahan 2th loh
maura rt
si abang mah kudu di teror dulu baru mode bucin di aktfin
indah yuli purwanto
novel yang bagus sekali, layak untuk difilmkan..
indah yuli purwanto
ini novel keren banget...😍
Chalimah Kuchiki
uuuhwoowwwwwwww kaget aku sama zoyaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!