NovelToon NovelToon
Sepupuku Suamiku.

Sepupuku Suamiku.

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: selvi serman

Kepergok berduaan di dalam mobil di daerah yang jauh dari pemukiman warga membuat Zaliva Andira dan Mahardika yang merupakan saudara sepupu terpaksa harus menikah akibat desakan warga kampung yang merasa keduanya telah melakukan tindakan tak senonoh dikampung mereka.

Akankah pernikahan Za dan Dika bertahan atau justru berakhir, mengingat selama ini Za selalu berpikir Mahardika buaya darat yang memiliki banyak kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

Hingga kembali ke kamar, jantung Za masih berdegup tak karuan. "Jantungku kenapa sih, aneh banget?." Batin Za menyentuh da-da kirinya seraya menatap pada Mahardika yang tengah berbalas pesan dengan asisten pribadinya. Pria itu duduk di sofa sementara Za duduk di tepi tempat tidur.

Za buru-buru memalingkan wajahnya saat menyadari Mahardika memandang padanya, dan itu mampu membuat Mahardika mengulum senyum melihatnya. Mahardika bangkit dari posisinya dan naik ke tempat tidur

"Kemari lah...!" Mahardika menepuk sisi tempat tidur yang kosong di sampingnya.

Za hanya diam saja tapi pergerakannya mengikuti perintah Mahardika, membaringkan tubuhnya di samping suaminya itu. Mahardika menggeser posisi mendekat dan melingkarkan tangannya pada pinggang sang istri, mengendus aroma menyegarkan yang menyeruak dari surai panjang sang istri.

Za tersentak menyadari salah satu tangan suaminya sudah menel-usup masuk ke dalam piyamanya, bergerilya sesuka hati pemiliknya.

Mahardika membalikan tubuh Za, di susul dengan pergerakannya mengung-kung tubuh sang istri

Deg

Jantung Za kembali berdegup lebih kencang dari biasanya ketika menyadari tatapan yang begitu dalam dari manik mata hitam milik Mahardika. Perlahan Za memejamkan mata saat Mahardika mengikis jarak diantara mereka. Malam semakin larut tapi aktivitas di kamar tersebut semakin menuntut. Suara desa-han serta eran-gan memenuhi setiap sudut ruangan di saat pasangan itu mengarungi indahnya lautan percin-taan.

*

Keesokan paginya.

Hilda yang baru saja tiba di rumah sakit dengan menumpangi taksi online tak sengaja menangkap keberadaan mobil mewah yang berhenti tak jauh dari gerbang rumah sakit. Kaca mobil yang turun hingga setengahnya tersebut membuat Hilda dapat melihat seseorang yang tengah duduk di balik kemudi.

"Tuan Ganteng..." gumam Hilda sekenanya. Pergerakan Hilda hendak membuka pintu mobil sontak tercekat ketika melihat pemandangan mengejutkan, mulut gadis itu sampai menganga. Untungnya saat ini tak ada nyamuk yang lewat, kalau ada, bisa dipastikan serangga penghisap da-rah tersebut dengan leluasa masuk ke dalam mulut Hilda. Gadis itu sampai mengucek matanya, memastikan penglihatannya.

"Tidak mungkin.... Pasti ada sesuatu ini...." Batin Hilda masih dengan posisi memandang ke arah mobil Mahardika tanpa bergerak sedikitpun.

"Kita sudah sampai Nona ..." Teguran dari sopir taksi mengalihkan perhatian Hilda.

"Iya....Iya....Sabar napa sih pak!." Sebal Hilda karena pak sopir sudah menggangu Fokusnya.

Pada akhirnya Hilda beranjak turun dari taksi online tersebut setelah Za turun dari mobil Mahardika dan mulai berjalan memasuki gerbang rumah sakit. Sementara mobil Mahardika sudah kembali melaju.

"Dokter Za..." mendengar suara yang tidak asing ditelinganya, Za lantas menolehkan pandangan.

"Hilda ..." balas Za sambil menunggu gadis itu berjalan ke arahnya.

Meskipun Hilda memiliki jiwa kepo tingkat dewa namun gadis itu tak langsung membahas tentang apa yang dilihatnya tadi pada Za. Meksipun kenyataannya menekan rasa ingin tahunya membutuhkan kesabaran ekstra dihati seorang Hilda.

Hilda langsung menggelengkan kepalanya ketika apa yang dilakukan Mahardika pada Za di mobil tadi terlintas dipikirannya, di mana Mahardika menarik pelan tubuh Za kedalam pelukannya dan menge-cup lembut puncak kepala wanita itu usai menyalaminya. Padahal semalam Za sudah meminta Mahardika menggunakan mobilnya yang lain agar tidak ketahuan oleh rekan kerjanya ia diantarkan oleh pria itu, tapi sepertinya usaha Za tidak berhasil. Karena nyatanya Hilda melihatnya turun dari mobil Mahardika, dan bukan hanya itu, Hilda bahkan melihat kemesraan di antara keduanya.

"Ada apa?." tanya Za menyadari gelagat aneh Hilda.

"Bukan apa-apa, dok, Aku hanya keinget sama adegan mesra di drama Korea yang aku tonton semalam." Hilda terpaksa berdusta. Bukankah sedikit berdusta demi kebaikan tak ada salahnya, ketimbang ia jujur dan pada akhirnya justru membuat Zaliva malu, begitu pikir Hilda.

"Oh....."

Keduanya lanjut berjalan menuju ruangan mereka bertugas.

"Selamat pagi."

"Pagi..." Balas Dokter Yuli bersamaan dengan beberapa rekan lainnya. Entah apa yang dilakukan oleh wanita itu di sana, padahal ruangannya bertugas bukanlah di ruangan tersebut. Za mengabsen satu persatu ranjang pasien, barangkali ada pasien anak-anak yang kondisinya membutuhkan penanganan lanjut darinya sehingga wanita itu berkepentingan di ruangan IGD, tapi Faktanya tak satupun pasien dari kalangan anak-anak di IGD saat ini.

Tak lama berselang, Dokter Yuli pun pamit undur diri, hendak kembali ke ruang poli guna memberikan pelayanan pada pasien.

"Tumben dokter Yuli ke sini, padahal kan nggak ada pasien anak-anak di sini." gumam Hilda. ternyata bukan hanya Za yang berpikir demikian, Hilda pun sama.

"Sepertinya dokter Yuli sangat penasaran dengan sosok dokter yang dinikahi oleh Tuan Mahardika. Belum bisa move on dari tuan Mahardika kayaknya si dokter Yuli." balas salah seorang perawat di sana.

Mendengar penyampaian itu, Hilda sontak menoleh pada Zaliva. "Apa mungkin istrinya tuan Mahardika adalah dokter Zaliva?? batin Hilda. Kalau pun dugaannya benar, Hilda ikut senang. Karena menurut gadis itu, Zaliva dan Mahardika adalah pasangan yang serasi. "Arg.....Aku jadi nggak sabar melihat hasil kerja sama yang baik antara tuan ganteng dan dokter Za." Hilda masih sibuk berbicara dalam hati, bahkan gadis itu sampai senyum-senyum tak jelas. Maksud Hilda di sini mengarah ke anak. Ia tak sabar ingin melihat seperti apa paras buah cinta Mahardika dan Zaliva nanti.

"Kamu ini kenapa sih? Sejak tadi sikap kamu aneh banget." Tanya Za pada Hilda.

"Jangan-jangan kamu habis menang lotre ya?." tebak Za.

"Enggak dong dok, itu kan dosa, haram...." Balas Hilda dengan menirukan gara bang haji Rhoma Hingga membuat Za yang tadinya penasaran jadi tersenyum mendengarnya.

"Kamu bisa saja....dasar botol Ya-kult..." kata Za di sisa senyumnya. Ya, Hilda memang memiliki tinggi badan yang minimalis, hanya kisaran seratus lima puluh lima centimeter, tapi hal itu justru membuat Hilda terlihat lucu dan imut.

"Hahahaha...." Hilda tergelak mendengar sebutan Za untuknya.

Masih di gedung yang sama, namun di lantai serta ruangan yang berbeda, Dokter Yuli merungut kesal. Sudah dua hari usahanya mencari informasi tentang wanita yang dinikahi oleh Mahardika belum juga membuahkan hasil.

"Siapa sebenarnya wanita itu?." Gumam Dokter Yuli dan masih terdengar oleh seorang perawat yang merupakan sahabat baiknya. Kebetulan sahabat baiknya tersebut bertugas di poli anak bersama dengan Dokter Yuli.

"Sepertinya tuan Mahardika memang bukan jodoh kamu. Lagipula masih banyak pria di luar sana, untuk apa mengejar cinta dari seseorang yang sudah nyata-nyata menolak." Bukannya ingin menambah kesedihan dihati sahabat baiknya itu, Suster Fani hanya ingin membuka mata dan pikiran dokter Yuli yang terlalu terobsesi dengan cintanya pada Mahardika.

"Sekalipun suatu saat nanti kau tahu siapa sebenarnya wanita yang dinikahi oleh tuan Mahardika, itu tidak akan merubah apapun karena tuan Mahardika tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Kau hanya membuang-buang waktumu, Yuli." Imbuh Fani. Biarlah dia dikatakan kejam dengan berkata seperti itu pada sahabatnya sendiri, ketimbang ia melihat sahabatnya terpaku pada cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

"Tapi aku mencintainya, Fani. Cintaku pada tuan Mahardika tulus." Dokter Yuli hampir menitihkan air mata saat mengutarakan ketulusan cintanya.

Fani mendekati dokter Yuli, mengusap punggung sahabatnya itu. "Aku tahu, tapi perasaan tidak bisa dipaksakan. Faktanya tuan Mahardika tidak mencintaimu, kau tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikhlaskannya. lagian sekarang tuan Mahardika sudah menjadi milik wanita lain, jadi berhentilah mengharapnya!." Jujur, Fani merasa iba pada sahabatnya itu. Meskipun Dokter Yuli sedikit angkuh tetapi Fani tahu betul jika perasaan sahabatnya itu terhadap Mahardika memang tulus. Namun apa boleh dikata, cinta tak bisa dipaksakan, bukan.

Jangan lupa vote and ⭐⭐⭐⭐⭐ nya ya sayang-sayangku....biar hari ini aku semangat crazy up. 😘😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰🥰

1
Ning Suswati
itulah jahatnya laki2, suka asal bicara yg bikin sakit hati, mereka anggap semuanya sdh selasai, bagi kaum perempuan sangat sulit melupakannya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Ning Suswati
meloooo banget sih, mana yuli yg mengejar2 tuan dika, dulu terasa pernah di tolak mentah2 oleh tuan dika, dapat suami karena sesuatu dan juga dibilang gk akan penah disentuh, nasib nasib
Ning Suswati
lanjut, jangan biarkan burungnya masih gantung aja🤫
Ning Suswati
tuh kan tuan abil, asisten bimo aja sdh tancap gas🤭
Ning Suswati
abil kesurupan kali, ditanya susu kesukaanya malah maunya susu cap nona
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus deh, punya isteri dianggurin, yg ada celahnya itu yg bikin manis🤭
Ning Suswati
cihuyyy, baru tau rasa kalau isteri cantiqnya ada yg ngincar pdkt, syukurin
Ning Suswati
abil sok gengsi dan masih setia dg bini di alam sana, isteri diembat laki2 lain baru nyahot lho
Ning Suswati
jadi ikutan mau nangis, kayanya bukan lagi drama2an, ini seperti mengarah pada fakta🤫
Ning Suswati
bicara yg baik2, kajadiannya juga akan menjadi yg baik2, semoga semuanya berjalan lancar, rencana dr,za tdk sia2
Ning Suswati
duh duh hilalnya sudah keluar🤭
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣
gila abis ni dokter za, kalau jodoh udah ada hilal kayanya
Ning Suswati
cemburu2 bilang aja cemburu, rasain lho, sok banget jadi laki, bagus deh, aq suka dg ketegasan yuli, daripada jadi isteri cuma pajangan karena alasan dipaksa dan karena anak, laki2 muna
Ning Suswati
baru tau dia, didekati segitu aja udah panas dingin, isteri dirumah malah dianggurin, syukurin, sok2 kegantengan setia sama almh
Ning Suswati
semoga seiring nya waktu hati abil.mulai mencair
Ning Suswati
ciye ciye, masa abil pedekate, udah dong mas abis gk usah muna, masa orang sdh meninggal sok2an setia, hidup terus berjalan, dunia sdh berbeda.gk usah sok setia deh
Ning Suswati
tepat sekali dugaan bathin za, dan hilda dg bimo, nantinya menyusul belakangan🤭
Ning Suswati
nah yg ini kayanya jodohan bimo sama sus hilda, kan mereka hidup di dalam.pulau terpencil sehingga gk ada manusia lainnya yg jadi penghuni
Ning Suswati
hhhh jgn2 rasa terpaksa dan bicara lantang masih mencintai mendiang isterinya, dia sendiri nanti yg nyosor, menjilat ludah sendiri
Ning Suswati
masih ada gk satu lagi stok laki setia, yg gk neko2, paling sebelas dua belaslah sama tuan abil dan tuan dika🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!