NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Langkah kaki Selly terasa sangat berat dan lemas sekali saat ia keluar dari gedung apartemen Darren Wijaya.

Setiap injakan kakinya ke lantai marmer yang dingin rasanya seperti menginjak paku tajam yang menusuk-nusuk telapak kaki. Tubuhnya terasa hampa, dingin, dan seakan kehilangan seluruh tenaga dan semangat hidup yang ia miliki.

Baru saja ia diusir dengan kasar, dimaki habis-habisan, dan dihina tanpa ampun oleh pria yang selama bertahun-tahun ia anggap sebagai dunianya, sebagai tujuannya hidup, dan sebagai satu-satunya orang yang ingin ia bahagiakan dengan tulus.

Padahal niatnya murni tanpa pamrih sedikitpun. Ia datang membawa obat-obatan mahal, membawa makanan hangat yang ia masak sendiri dengan penuh cinta, dan berniat merawat pria itu saat dia sedang sakit, lemah, dan tidak berdaya.

Tapi balasan yang ia dapatkan sebagai tanda terima kasih?

Hanya teriakan kasar, hanya hinaan pedas, hanya cercaan menyakitkan, dan hanya penolakan yang begitu kejam hingga rasanya menusuk sampai ke ulu hati dan mematikan segala rasa di tubuhnya.

"Repot!"

"Berisik!"

"Gangguan!"

"Keluar!! Jangan pernah muncul lagi di depan mata aku!!"

Suara-suara melengking dan penuh kebencian itu terus bergaung nyaring di telinga dan kepala Selly, berputar-putar tak henti bagai lagu siksaan yang tidak ada habisnya dan tidak ada akhirnya.

Selly berjalan menyusuri jalanan menuju mobilnya dengan pandangan mata yang kosong melompong, sayu, dan kehilangan seluruh cahayanya. Air mata jatuh tak terbendung, membasahi pipi dan dagunya dengan deras, membuat pandangannya menjadi kabur dan buram melihat dunia di sekitarnya.

Ia tidak peduli orang-orang yang lewat memandangnya dengan heran atau kasihan. Saat ini dunianya sudah hancur, dan ia tidak lagi peduli apa kata orang.

Sesampainya di rumah, saat pintu rumah terbuka dan ia masuk ke dalam suasana rumah yang hangat, nyaman, dan penuh kasih sayang itu... pertahanan diri Selly yang sempat ia bangun tegap dan kuat saat berjalan pulang... akhirnya runtuh total hancur berkeping-keping tak tersisa.

Ia tidak peduli sepatu masih terpakai rapi di kakinya, tidak peduli tas tangan mahal masih tersampir di bahunya, dan tidak peduli baju cantik yang ia pakai sudah kotor terkena tumpahan obat dan debu perjalanan tadi.

Dengan langkah gontai, tubuh yang gemetar hebat, dan napas yang tersengal-sengal menahan tangis... Selly langsung berjalan tertatih-tatih menuju kamarnya.

Masuk ke dalam, lalu ia mengunci pintu rapat-rapat dari dalam dengan suara klik yang terdengar begitu final dan menutup segala harapan.

Dan di saat itulah...

BUK!

Gadis itu menjatuhkan tubuhnya secara membabi buta ke atas kasur empuk dan kesayangannya. Ia memeluk bantal guling erat-erat seakan itu adalah satu-satunya penyelamatnya, dan akhirnya...

Tangis yang paling keras, tangis yang paling pilu, tangis yang paling menyakitkan, dan tangis yang paling putus asa... meledak keluar dari mulutnya dengan keras dan memecah keheningan kamar itu.

"AAAAAA... HIKSSS... HIKSSS... AAAAA... MA..."

Selly menangis sejadi-jadinya. Ia membenamkan wajahnya jauh ke dalam bantal, menggigit kain sprei lembut itu dengan kuat untuk meredam suaranya agar tidak terdengar keluar dan membuat orang tua serta kakaknya khawatir dan sedih, tapi isakan tangisnya tetap saja terdengar sangat menyayat hati dan memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Rasa lelah... rasa capek... rasa kecewa... rasa malu... rasa bodoh... rasa tidak berharga... rasa dikhianati... semuanya numpuk jadi satu di dalam dadanya sampai rasanya sesak sekali, sangat sesak sampai sulit untuk bernapas dan hidup.

Rasa lelah secara fisik juga ikut menyergap tubuhnya secara bersamaan dan menghancurkannya.

Kakinya terasa perih, panas, dan lecet karena sudah berjalan jauh dan berdiri lama. Tangannya terasa lemas, gemetar, dan tak lagi punya tenaga. Kepalanya pusing sekali, rasanya berat sekali dan berdenyut-denyut hebat karena terlalu banyak menangis, terlalu banyak pikiran, dan terlalu banyak tekanan yang memenuhi otak dan jiwanya.

Tapi... rasa lelah secara batin dan mentalnya itu jauh lebih parah. Jauh lebih menyiksa dan jauh lebih mematikan daripada rasa sakit fisik manapun.

Selama bertahun-tahun Selly mengejar, bertahun-tahun Selly berusaha, bertahun-tahun Selly menahan sakit, bertahun-tahun Selly menahan air mata, bertahun-tahun Selly berharap dan bermimpi... hari ini adalah puncaknya.

Hari ini adalah hari di mana ia sadar sepenuhnya bahwa semua itu sia-sia belaka. Bahwa ia tidak akan pernah mendapatkan apa yang ia inginkan dari pria bernama Darren Wijaya.

"Kenapa sih?! Kenapa Tuhan harus kasih Selly rasa cinta sebesar ini tapi buat orang yang salah sih?!" teriak Selly di dalam tangisnya yang meledak-ledak, tangannya memukul-mukul bantal di sampingnya dengan kuat dan penuh rasa putus asa.

"Aku cuma mau tolong dia! Aku cuma mau dia sembuh! Aku cuma sayang sama dia! Kenapa dia harus ngomong sejahat dan sekejam itu sama aku?! Kenapa dia harus nganggep aku seburuk dan semurah itu di matanya?!"

"Selama ini aku pikir dia baik, aku pikir dia cuma pendiam, aku pikir dia trauma dan butuh waktu, aku pikir dia cuma gengsi... tapi ternyata jawabannya simpel banget kan?! Dia emang dasarnya kejam ya?! Dia emang gak punya hati dan gak punya perasaan ya?!"

"Kenapa Selly harus menderita kayak gini sih?! Apa salah Selly?! Apa dosa Selly sampai dihukum seberat ini?!" ratap Selly panjang lebar, isak tangisnya makin keras dan makin menyakitkan.

Gadis itu merasa sangat bodoh. Sangat bodoh dan sangat tolol.

Bodoh karena mau mencintai orang yang tidak tahu cara menghargai cinta. Bodoh karena mau menyiksa diri sendiri selama bertahun-tahun ini. Bodoh karena rela mengorbankan harga diri dan air mata demi orang yang bahkan tidak menganggapnya ada.

"Sudah cukup... sudah cukup Selly... berhenti sekarang..." bisik Selly pada dirinya sendiri berkali-kali, air mata terus membasahi bantal dan kasurnya sampai basah kuyup dan lembab.

"Kamu gak salah, kamu sudah berusaha sebaik mungkin, kamu sudah kasih segalanya. Dia yang gak bisa lihat itu. Dia yang buta dan tuli sama ketulusan kamu."

Tapi rasanya tetap sakit. Sangat sakit. Rasanya seperti mati hidup kembali.

Selly menangis terus menerus tanpa henti. Sampai suaranya parau dan serak tak bersisa, sampai matanya bengkak dan merah padam, sampai tubuhnya gemetar kedinginan, dan sampai akhirnya rasa lelah yang luar biasa itu mengalahkan segalanya...

Ia tertidur pulas dalam tangisnya yang belum selesai, dengan hati yang hancur lebur tak tersisa dan air mata yang masih membasahi pipi.

Di dalam kamar yang gelap dan sepi itu... Selly Adhitama secara resmi mengubur cinta besarnya untuk Darren Wijaya untuk selama-lamanya.

 

(Bersambung...)

1
aku
petir, gledek, angin topan, nyampur dlm otaknya daren 🤣🤣
wiwi: bener banget kak🤣🤭
total 1 replies
aku
bentar, kok aq malah merinding disko sm aron. takut bgt ada niat gk bner, mudahan jgn. kesian selly. n pliss sell, jgn gmpg luluh sm makhluk berkelamin LAKI2 dulu 😭😭
wiwi: lanjut terus kak biar gak penasaran🤭
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
badai salju akan datang🤭🤭
hanyauntknovelygseru😋
aaiisshh bnyak bcot luhh Darren🙈
hanyauntknovelygseru😋
yuhuuiiii thooorr bisa bikin Derren bucin akut ke Selly nggak🤭🤭 seru banget soalnya liat Derren jdi pusing 7 keliling🤣🤣🤣
hanyauntknovelygseru😋: *Darren
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
eeeee situ baru ngerasa sakit yah... apa kabar dngan Selly yg slalu kamu sakiti slm bertahun2 njjirrrr😑
hanyauntknovelygseru😋
Ceritanya sangatt seruuu
Semangattt thoorrr💚❤️🌺🍂🍁🌸🌼💮🔥
partini
daren ngedumel Mulu dah ,,
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak
wiwi: sabar kak, update tiap hari kok
total 1 replies
Celine Jehira
rasain lu 🤣🤣🤣
wiwi: aku aja penulisnya kalau baca ulang kadang jengkel🤣
total 1 replies
Celine Jehira
idihhhh mulai kehilangan loh
Sodiri Dirin
mampir KK 😍😍
wiwi: makasih kak😄
total 1 replies
partini
nah baru segitu kalau lihat dia Ama cowok lain bias" auto pindah alam 😂😂
hanyauntknovelygseru😋
lanjuutttt thoorrr,,, seru banget ceritanyaa
wiwi: sabar yah gays, ini update tiap hari kok, tiap jam 07.00 dan 12.00
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
lanjuuuuutttt thooorrrr🌺❤️
hanyauntknovelygseru😋
😭😭😭😭😭
hanyauntknovelygseru😋
iihhhh dingin bener tuhhh derren kyak es batu
wiwi: sabar aja kak, ada masanya dia yang bucin😄
total 1 replies
partini
lah kejar terus apa ga cape hati malu juga lah dasar laki laki Bege
wiwi: nnti juga dia yang kejar balik kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!