NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sore itu, gerbang otomatis Mansion Pratama terbuka perlahan, menyambut menderunya mesin motor gede milik Aditiya yang di pakai oleh Ratu yang baru saja kembali dari perusahaan Afnan Style. Meskipun lelah setelah seharian berurusan dengan kain dan setumpuk dokumen yang perlu di tandatangani oleh ratu Vanessa, wajah Ratu langsung cerah begitu melihat keponakan kecilnya, Noah, sedang asyik bermain di ruang tengah bersama adiknya Alesha yang berusia 2 tahun...,

Namun, belum sempat ia melepas jaket kulitnya sepenuhnya, sebuah serangan mendadak datang.

"Hatchi...! Hatchiiiii!"

Ratu membungkuk, menahan ledakan bersin yang datang bertubi-tubi. Ia mengusap hidungnya yang mulai memerah di balik kacamata besarnya.

"Aduh... siapa sih yang bicarain aku sore-sore begini? Pasti orang-orang di kantor atau... ah, si CEO kaku itu ya, atau para heters ku ?"

Alesta Berlari tertatih menghampiri sambil membawa mainan "ante latu Tenapa? atit ya? Atau angan-angan ante ladi ditutuk adi nada ya Alena ali padi ante latu elum andi?"

"Enak saja! Tante sudah wangi bunga mawar tahu! Sini kamu, keponakan nakal!"

Ratu langsung menyambar Alesha ke dalam gendongannya, mengangkat bocah itu tinggi-tinggi meski tenaganya sisa-sisa. Alesha tertawa terbahak-bahak, kakinya menendang-nendang kecil karena gemas.

"Tante, turunin Alesha, Tante masih banyak kuman" seru Noah keras.

"Noah, jangan bilang siapa-siapa, sebentar saja, Tante sangat gemas dengan adikmu yang gendut ini" sahut Ratu mencium gemas pipi gembul keponakannya.

Tepat saat itu, Aditya muncul dari arah dapur, masih mengenakan kemeja kerja yang lengannya sudah digulung. Wajahnya langsung berubah menjadi mode Ayah Siaga begitu melihat adiknya yang bersin-bersin sambil menggendong putrinya.

"RATU! TURUNKAN ALESHA SEKARANG!" teriak Aditya dengan mata melotot.

Ratu masih memegang hidungnya dengan tangan kanannya, karena tangan kirinya masih menggendong Alesha yang dari tadi tertawa setiap melihat tantenya bersin. "Hatchiiiii!

Apa sih, Kak? Cuma gendong sebentar, kangen tahu."

Aditya langsung merebut Alesha dari gendongan Ratu dengan sigap "Kamu itu habis dari luar, banyak debu,banyak kuman dan bakteri , bersin-bersin lagi. Kalau Alesha dan Noah ketularan flu bagaimana? Sana, mandi dulu!

Noah tertawa puas "Wlee... Tante diomeli Papa! Tante disuruh mandi! Bau debu! Bau ketoprak, tadi di bilangin ngeyel !"

Ratu berkacak pinggang, pura-pura cemberut meski hatinya hangat melihat interaksi kakak dan keponakannya itu.

"Tega ya, kalian berdua bersekongkol melawan aku. Padahal tadi aku mau kasih hadiah mainan baru buat Noah."

"Tidak ada hadiah sebelum kamu steril! Dan satu lagi, Ratu... Kakak dengar Ardiansyah masuk rumah sakit? Kamu tidak bikin ulah yang aneh-aneh kan sampai dia pingsan?" tanya Aditya memincingkan sebelah matanya.

Ratu terdiam sejenak, teringat wajah pucat Ardiansyah saat di toilet taman kemarin siang, Ia segera mengambil ponselnya dari tas kerja, pura-pura mengecek email.

"Cuma masalah sambal ketoprak, Kak. Dia saja yang sok kuat. Sudah ah, aku mau mandi. Jangan sampai Alesha kangen sama Naga ini ya!"

Aditya hanya bisa menggelengkan kepala melihat adiknya berlari menuju kamar sambil merapikan jilbabnya yang sudah miring-miring di tarik-tarik oleh putrinya .

Aditya menurunkan putrinya,lalu mengajak putrinya bermain karena saatnya kakaknya yang akan mandi sore, sedangkan Nadine masih beribadah di dalam kamar pribadinya.

Para pelayan yang dari tadi hanya mengawasi kini bubar karena melihat majikannya sudah pulang,dan beralih menjaga putrinya.

Di dalam rumah yang luas itu, meskipun mereka dikelilingi kemewahan, tawa Noah, Alesha dan omelan ringan Aditya adalah rumah yang sebenarnya bagi Ratu , karena orang tuanya masih sibuk di luar negri, padahal perusahaannya sudah di pindahkan ke jakarta, sebuah perlindungan dari dunia luar yang penuh tekanan, termasuk dari kecurigaan Monica dan ketidakpastian perasaan Ardiansyah.

___

Malam itu, Ardiansyah gelisah di kamarnya yang mewah. Dua hari tanpa omelan Ratu, tanpa bau knalpot mogenya, dan tanpa kacamata besarnya yang ikonik itu terasa seperti setahun bagi sang CEO. Rasa rindunya sudah di ubun-ubun. Dengan tangan gemetar, setengah nekat setengah rindu, ia menekan ikon Video Call di ponselnya.

Sementara itu, di Mansion Pratama, Ratu baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih basah, handuk melilit kepalanya, dan ia hanya mengenakan bathrobe putih yang nyaman. Ponselnya di atas meja nakas bergetar hebat.

"Aduh, Mama jam segini di Jerman kok sudah bangun? Pasti mau pamer sarapan aneh lagi," gerutu Ratu tanpa melihat layar. Ia langsung menggeser tombol hijau dan menyandarkan ponselnya di cermin rias.

Ratu sambil menyisir rambutnya yang basah, belum melihat layar "Halo, Assalamualaikum ma, ! Kalau mau pamer sosis Jerman, Ratu nggak mau lihat ya! Ratu lagi capek banget habis ngurusin—"

Ratu menoleh ke layar. Matanya membulat sempurna. Di sana, bukan wajah ayahnya yang berkumis tebal, dan ibunya yang rambutnya acak-acakan saat pagi, melainkan wajah Ardiansyah yang sedang melongo dengan mulut sedikit terbuka.

"Ra-Ratu? Itu... kamu?"

Ardiansyah terpaku. Untuk pertama kalinya, ia melihat Ratu tanpa masker, tanpa kacamata besar yang menutupi wajahnya, dan tanpa hijab yang biasanya melilit rapi dan yang pasti ratu benar-benar polos tanpa riasan apapun. Rambut hitam Ratu yang basah jatuh di bahunya, dan wajah aslinya yang sangat cantik terpampang nyata di layar beresolusi tinggi itu.

"HUWAAAAA! ARDIANSYAH?!"

Dalam gerakan yang lebih cepat dari kilat, Ratu melakukan gerakan akrobatik. Ia tidak sempat mematikan kamera karena tangannya licin terkena sisa sabun. Ia langsung melompat ke arah tempat tidur dan menarik selimut tebalnya sampai ke dagu, hingga ia terlihat seperti kepompong raksasa di depan kamera.

Suara Ratu teredam selimut, wajahnya merah padam "Hei...., Pak bos, ngapain sih telepon malam-malam begini, pake vidio call lagi ?! Nggak sopan banget! Saya kira Mama saya!"

Ardiansyah masih mematung, jantungnya berdegup seperti habis lari maraton "Maaf... saya... saya tidak sengaja. Tadi saya cuma mau tanya... tanya soal seragam. Tapi, Ratu... ternyata kamu... kamu punya rambut ya?"

Balas Ardiansyah yang malah terlihat seperti orang bodoh.

"Ya punyalah! Bapak kira saya gundul apa?! Matiin nggak kameranya! Sekarang!"

Bukannya mematikan, Ardiansyah justru semakin mendekatkan wajahnya ke layar, seolah ingin memastikan bahwa penglihatannya tidak salah.

"Tunggu, jangan dimatikan dulu. Saya kira, kepalamu botak, makannya pakai jilbab, ?"

Mulut Ratu menganga," heh,itu urusan saya, mau pakai jilbab atau tidak,itu bukan urusan Anda....Cepat matiin! Saya mau pakai baju! Kalau kakak saya lewat dan lihat Bapak lagi video call sama saya dalam kondisi begini, Bapak bisa langsung dipindah ke alam lain sama dia!"

Ardiansyah tersenyum geli. Rasa sakit perutnya kemarin hilang seketika digantikan rasa hangat yang aneh.

"Baik, saya matikan. Tapi Ratu... terima kasih sudah salah angkat telepon. Ini obat paling manjur buat saya daripada resep dokter kemarin."

Ardiansyah mematikan sambungan dengan perasaan menang. Ia merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk bantal, senyumnya tidak hilang-hilang. Sementara di seberang sana, Ratu melempar bantal ke arah ponselnya dengan wajah yang panasnya bisa buat merebus telur.

"Dasar CEO mesum kaku! Habislah riwayatku menjadi bahan ejekan CEO gila itu!"

Ia segera mengambil ponselnya untuk memastikan tidak ada rekaman layar yang tersimpan, sambil merapikan selimut nya yang ia paksa ambil.

1
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
@Mita🥰
lanjut
Cica Aretha
makasih byk thor utk duble up nya..sehat2 thor🙏
Sri Supriatin
tks Thor n sehat terus /Good/ slmt bb Indo n mimpi indah 💪💪💪
Aisyah Virendra
Gaskuyyyy Ardiiii... segeralah halalkan Ratu, jangan kalah sama 2 saudaramu yg punya kisahnya masing² dg cara yg unik dan Extreem 🤣🤣 wujudkan mimpimu untuk segera memiliki Ratu, ia Ratu dihatimu dan duniamu 🤭 taklukan segala rintangan yg menghadang 💪
Sukarti Wijaya
nambah thor up nya buat malming😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!