NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16 Perjuangan Meraih Cita-Cita Kedua Tuan Muda

Sesampainya mereka di mansion Alexander setelah merayakan keberhasilan Alvaro dalam menyelamatkan perusahaan, mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu mansion dan seperti biasanya mereka mengobrol ringan tenang rapat besok dan lain sebagainya.

1 jam kemudian

"Papah aku izin pergi ke kamar ya" ucap Alvaro sambil meminta izin kepada sang papah.

"Kenapa kamu ingin ke kamar Varo?" tanya sang papah.

"Aku ingin belajar papah untuk UTBK bulan depan" jawab Alvaro dan di berika anggukan oleh sang papah.

"Pah, aku juga mau ikut Alva ya, boleh kan Al?" tanya Elvano dan di balas anggukan oleh sang papah dan Alvaro.

"Ya sudah pah kita ke kamar dulu ya" pamit Alvaro dan di balas senyuman tipis oleh sang papah.

"Ayo uncle Sam" ajak Alvaro dan di angguki oleh uncle Sam.

"Permisi ya tuan besar, tuan muda Arlan dan Erlan" ucap uncle Sam dan di balas anggukan dan senyuman tipis oleh mereka bertiga.

Sesampainya di dalam kamar Alvaro, suasana kamar Alvaro sangat terasa hangat dan dengan warna biru langit yang menambah rasa santai yang sangat amat menenangkan bagis siapapun yang melihatnya.

"Al kita mau duduk di mana?" tanya Elvano

"Kuta duduk di karpet aja enak dan luas juga buat belajar" jawab Alvaro

"Uncle duduk sini di sampingku jangan berdiri terus nanti pegel" ucapnya lagi kepada uncle Sam.

"Baik Varo" ujar uncle Sam.

"Alva kamu mau belajar apa?" tanya Elvano.

"Aku mau belajar matematika dulu, mau ikut latihan El?" tanya Alvaro dan di balas anggukan oleh Elvano dan ia pasti tau kalau ia diam saja pasti dia akan bosen dan dari pada ia bosen lebih baik dia ikut mengerjakan soal latihan seperti Alvaro batinnya.

"Uncle nanti bantu kita ya kalai kita gak tau" ucap Alvaro kepada uncle Sam dan di balas anggukan dan senyum tipisnya ke arah Alvaro.

Mereka bertiga pun duduk di karpet berbulu yang sangat empuk membentuk segitiga, di hadapan mereka bertiga sudah terdapat buku-buku latihan UTBK yang sangat besar dan juga tebal itu, dan tidak lupa dengan dengan tumbukan buku catatan dan latihan soal dan tidak lupa dengan alat tulis yang sudah tersusun rapi.

"Oke, kita mulai dengan penalaran dulu kali ya" ucap Alvaro kepada Elvano yang duduk di sampingnya.

"Waduh algoritma lagi nih? Nanti kalau otakku sekart gimana?" tanya Elvano kepada Alvaro dengan muka memelas.

Dan uncle Sam yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum simpul ke arah dua tuan mudanya itu, Alvaro pun tiba-tiba menggeser tubuhnya tepat di samping Elvano.

"Tenang El di sinikan ada guru privat kita yang akan mengajarkan kita" ucap Alvaro sambil menunjuk menggunakan matanya tepat ke arah uncle Sam.

"Oh iya kita kan punya guru privat" beo Elvano sambil menepuk jidatnya.

"Kok aku bisa lupa ya" ucapnya lagi dan di balas kekehan oleh uncle Sam karena ia merasa lucu dengan tingkah kedua tuan mudanya itu.

Uncle Sam dengan sabar membimbing kedua tuan mudanya itu dengan sangat sabar, suasana di dalam kamar Alvaro pun terasa sangat hangat dan dengan nuansa biru langit itu terdengar sura diskusi, debat tentang angka-angka atau cara yang berbeda tapi sama jawabannya, dan gelak tawa dari kedua remaja itu untuk mengisi suara yang berhasil mereka selesaikan soal-soal yang mereka anggap sulit di kamar tersebut.

Belajar dengan metode seperti ini membuat waktu terasa berlalu begitu cepat. Tidak ada lagi ketegangan perusahaan, yang ada hanyalah impian mereka yang untuk menembus kampus impian di ujian bulan depan. Bukan untuk terus menjadi pewaris tapi juga sebagai cita-cita yang harus mereka berusaha capai dengan kerja keras mereka sendiri.

2 jam kemudian

Tidak terasa ternyata mereka sudah mengerjakan soal-soal sebanyak ini dengan waktu dua jam waktu yang tidak singkat tapi mereka tidak merasakan waktu berjalan begitu cepat.

"Hai kalian sudah selesai belajarnya?" tanya Arlan sebagai perwakilan dan di belakangnya terdapat sang adik kembar yaitu Erlan yang membawa nampan yang berisi cemilan dan juga air putih sebagai minumannya.

"Eh abang sama kakak, iya sudah selesai baru saja selesai" jawab Alvaro.

"Fokus sekali kalian sampai kita buka pintu saja kalian tidak tau" ucap Arlan.

"Hehe, maaf kak kita gak denger tadi" ujar Alvaro lagi.

"Ini camilan buat kalian berdua di suruh papah buat kalian nyemil, kata papah jangan terlalu fokus nanti otaknya gak bisa berfungsi dan pasti perut kalian udah laper lagi kan" ucap Arlan lagi.

"Hehe iya, kita udah laper lagi ini bang" jawab Elvano.

"Ya sudah, ini camilannya kakak taruh sini ya Al, El" ucap Erlan sambil menaruh camilan dan minumannya di depan mereka karena buku-bukunya sudah tertata rapi di samping mereka.

"Terima kasih ya bang, kak" ucap Elvano kepada kedua kakaknya itu sambil mengambil minum dam meminumnya sampai tandas dan Alvaro hanya memberika senyum kepada mereka berdua.

"Iya sama-sama El, kalian jangan tegang-tegang belajarnya" ujar Erlan sambil mengusap rambut Alvaro karena ia berdiri di samping Alvaro.

Arlan dan Erlan pun duduk di karpet bebulu itu di samping kedua adiknya, Erlan mengambil alih cemilan dan membukanya untuk ia bagikan kepada kedua adiknya, kakaknya dan juga ke uncle Sam. Suasana kamar yang tadinya serius karena belajar perlahan-lahan berubah menjadi lebih santai dan penuh canda di antara mereka berlima.

"Gimana tadi materinya Al, El? Susah atau enggak?" tanya Erlan sambil memakan keripik kentang yang tadi sempat ia buka.

"Lumayan sih kak, tapi tadi yang susah itu penalaran algoritma itu susah banget kak" jawab Elvano sambil melihat ke arah Alvaro dan uncle Sam dan di balas oleh senyuman hangat dari Alvaro dan senyuman simpul dari uncle Sam.

"Uncle Sam tadi sabar banget loh kak ngajarin kita berdua, apa lagi tadi kita sempet rusuh" tambah Alvaro.

Uncle Sam hanya bisa terkekeh pelan mendengar pujian dari kedua tuan mudanya. "Kalian juga cepat tangkap materinya. Semangat belajarnya luar biasa, saya yakin kalian pasti bisa lolos UTBK bulan depan dan masuk kampus impian kalian."

"Abang, kakak dan papah bangga banget sama kalian, kalian sudah bantu perusahaan tapi tidak lupa dengan pendidikan dan cita-cita kalian" ucap Arlan memberikan apresiasi kepada kedua adiknya.

"Betul itu, kalian itu hebat banget dan kita semua bakal dukung kalian di hal-hal positif dan sampai kalian meraih cita-cita kalian" sambung Erlan menyemangati kedua adiknya itu.

Mendapat dukungan penuh dari kakak-kakaknya membuat hati Alvaro dan Elvano menghangat. Mereka bersyukur memiliki keluarga yang tidak hanya mengajarkan tentang kerasnya dunia bisnis dan seberapa susahnya bekerja, tetapi juga selalu memberikan ruang dan dukungan penuh untuk mengejar impian masa muda mereka.

Sesi belajar pun selesai mereka berdua pun membereskan buku-buku yang tadi untuk mereka belajar dan berlatih soal-soal UTBK supaya mereka siap untuk bulan depan perang bersama untuk meraih cita-cita mereka.

"Ini sudah malam sebaiknya kalian istirahat kakak dan abang juga mau istirahat" ucap Erlan.

"Oh iya nanti penjagaan di kamar kmau Al tetap sama seperti biasanya ya" ujar Arlan kepada Alvaro.

"Tenanglah bangkan ada uncle Sam juga nanti juga setiap pagi atau beberapa jam uncle keseni kok, iya gak uncle?" tanya Alvaro.

"Benar tuan muda tenang saja, kalau Varo ada suatu yang ada bel yang menuju ke kamar saya atau saya juga bisa tidur di sini" jawab uncle Sam dan di angguki oleh mereka bertiga kecuali uncle Sam dan Alvaro.

"Ya sudah kalau begitu abang, kakak sama El ke kamar dulu ya mau istirahat" ucap Arlan kepada Alvaro dan di angguki oleh Alvaro.

Setelah mereka keluar dari kamar Alvaro, Alvaro pun bersiap-siap untuk tidur mulai dari gosok gigi dan berganti pakaian menjadi pakaian tidur dan ia sudah siap untuk tidur tidak lupa ia juga menghidupkan lampu tidurnya.

"Good nigth Varo semoga mimpi indah" ucap uncle Sam sambil mematikan lampu kamar Alvaro dan menutup kamar Alvaro.

"Night too uncle" ujar Alvaro dari kamar setelah pintu tertutup dengan sangat rapat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!