NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Setelah Seina pergi, Maudi membereskan peralatan sholat nya lalu pergi ketaman untuk menanam bibit bunga mawar.

Di luar mansion, sebuah mobil van hitam terparkir jauh di sudut jalan. Rasya sedang memperhatikan melalui teropong, ia melihat Seina keluar dari kamar Maudi dengan wajah seperti baru saja melihat hantu.... semalam ia tidak bisa tidur, akhirnya pagi-pagi sekali, ia datang lagi

"Tuan, Nyonya Seina sepertinya mengalami gangguan saraf," lapor Kevin yang sedang mengunyah permen karet.

Rasya tidak menjawab. Ia fokus pada satu hal, Mengapa Maudi tidak melaporkan Seina ke polisi? Jika dia memiliki bukti rencana pembunuhan, dia bisa dengan mudah menghancurkan Seina.

"Dia sengaja tidak melaporkannya," gumam Rasya. "Dia ingin menikmati proses kehancuran mental wanita itu. Gadis ini... dia bukan hanya agen, dia adalah predator yang sedang bermain dengan mangsanya."

Rasya menyentuh botol sabun pemberian Maudi yang tadi malam ia simpan. Tanpa sadar, ia membuka tutupnya dan menghirup aromanya lagi. Aroma yang tenang. Sangat kontras dengan kekacauan yang dia buat.

"Kevin," panggil Rasya tiba-tiba.

"Ya, Tuan?"

"Berhenti memantau mansion. Kita akan masuk melalui pintu depan dengan alasan bisnis. Aku ingin melihat langsung... bagaimana cara sang predator bermain dengan mangsanya dari dekat."

"Sekarang tuan ?" tanya Kevin tidak percaya.

"tentu saja " jawab Rasya dengan entengnya...

"tetapi ini masih terlalu pagi Tuan... Bagaimana kalau mereka mengira kita ingin menumpang sarapan" ucap Kevin dengan ragu.

"Biarkan saja".

Rasya datang ke Mansion Daneswara dengan penampilan yang sangat luar biasa steril. Ia mengenakan setelan jas abu-abu anti-noda, masker medis berlapis, dan asistennya, Kevin, berjalan di belakangnya sambil membawa alat fogging desinfektan portabel yang terus mengeluarkan asap putih.

"Tuan, area ini sudah 99,9% bebas kuman. Silakan melangkah," ucap Kevin dengan nada serius ala pengawal presiden. Mereka baru memasuki gerbang,dan menghentikan mobilnya jauh dari teras mansion karena Rasya melihat bayangan Maudi di taman.

Rasya melangkah dengan sangat hati-hati, seperti sedang berjalan di atas ranjau. Namun, pandangannya tetap tertuju ke arah taman samping, tempat di mana ia melihat sosok bercadar yang ia cari-cari.

Maudi, yang sudah menyadari kedatangan sang Tuan Higienis melalui indra penciuman nya...ia segera menyusun rencana balasan. Ia tahu titik lemah Rasya bukan pada senjata api, melainkan pada sesuatu yang jauh lebih menakutkan KOTORAN.

Maudi sengaja berlutut di dekat pot bunga mawar yang tanahnya baru saja disiram air. Ia melepaskan sarung tangannya, membiarkan jemari lentiknya masuk ke dalam lumpur hitam yang basah dan lengket.

"Oh, tanah ini sangat kaya akan mikroba dan cacing," gumam Maudi dengan suara yang sengaja dikeraskan saat ia merasakan bayangan Rasya mendekat. Ia memotong 2 karet gelang yang ia temukan dari bibit mawar,ia memotong2 menjadi tiga bagian lalu mencampurkannya ke dalam tanah basah

Rasya berhenti tepat tiga meter dari Maudi. Ia menyipitkan matanya, mencoba mempertahankan martabatnya sebagai CEO anti-bakteri.

"Maudi Daneswara, apa yang sedang kau lakukan? Itu sangat... tidak higienis,...itu sangat kotor, menjauhkan dari sana" ucap Rasya dengan suara bergetar di balik maskernya.

Maudi berbalik perlahan. Ia mengangkat kedua tangannya yang kini sudah penuh dengan lumpur hitam yang menetes-netes. Di sela-sela jarinya, terlihat potongan cacing tanah kecil yang menggeliat , yang sebenarnya itu hanya karet gelang biasa.

"Tuan Rasya, lihat!" Maudi menyodorkan tangannya ke arah Rasya. "Ini adalah ekosistem yang luar biasa. Ada ribuan koloni bakteri di sini. Anda mau coba pegang? Teksturnya sangat... lembek,ini sangat menarik membuat fikiran kita bisa lebih fresh."

Wajah Rasya yang biasanya putih bersih kini berubah menjadi kehijauan. "Kevin! Desinfektan! Cepat!"

"Siap, Tuan! SHIELDS UP!" Kevin langsung menyemprotkan cairan antiseptik ke udara di depan Rasya, menciptakan tirai kimia antara mereka.

Maudi tertawa kecil di balik cadarnya. Ia berdiri dan melangkah maju satu langkah. Setiap kali Maudi melangkah, Rasya mundur dua langkah.

"Tuan Rasya, berhentilah mengintaiku. Kalau tidak..." Maudi mengambil segenggam lumpur basah yang sangat menjijikkan dan mulai membentuknya seperti bola kasti. "Aku akan melempar bom mikroba ini tepat ke jas anti-noda Anda. Aku dengar, kalau lumpur ini sudah mengering di kain, bakterinya akan beranak pinak selamanya."

"Hoeeek... HOEK....!" Rasya tidak bisa menahan diri lagi. perutnya benar-benar bergejolak hebat, untung saja ia belum sarapan,mungkin ia akan memuntahkan Semuanya kalau sudah ada yang masuk ke perutnya....tapi perutnya benar-benar seperti di aduk-aduk...Ia berbalik dan muntah-muntah di balik semak-semak yang sudah disemprot Kevin sebelumnya, Rasya memuntahkan air saja , karena memang baru air putih yang baru masuk ke perutnya serta cairan kuning yang terasa sangat pahit.

"Tuan! Bertahanlah! Jangan sampai muntahannya mengenai jas!" Kevin panik sambil mengipasi Rasya dengan tablet.

Maudi mendekat lagi, bola lumpur di tangannya siap diluncurkan. "Ayo, Tuan. Satu lemparan saja, dan Anda harus mandi cairan pemutih selama seminggu!"

"Pergi! Jauhkan benda itu dari pandanganku!" teriak Rasya dengan suara serak. Ia segera berlari menuju mobil Rolls-Royce-nya dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi seorang CEO.

Kevin berlari menyusul bosnya sambil masih menenteng alat fogging. "Tuan, tunggu! Kita belum bicarakan soal aset perusahaan!"

"Lupakan aset! Gadis itu bukan manusia, dia adalah bioterorisme berjalan!" teriak Rasya dari dalam mobil sambil memerintahkan sistem pembersih udara mobilnya bekerja di level maksimal.

Maudi berdiri di tengah taman, masih memegang lumpur. Ia melambaikan tangannya yang kotor ke arah mobil Rasya yang melesat pergi meninggalkan kepulan asap desinfektan.

"Dasar penakut," gumam Maudi sambil mencuci tangannya di keran air terdekat. "Baru kena tanah saja sudah begitu, bagaimana kalau aku ajak dia makan di pinggir jalan?"

Di dalam mobil, Rasya terus-menerus mengusap wajahnya dengan tisu basah meskipun tangannya tidak terkena lumpur sedikit pun. Ia merasa seolah-olah bayangan tangan kotor Maudi sedang mengejarnya.

"Kevin," panggil Rasya setelah sedikit tenang.

"Ya, Tuan?"

"Cari tahu... apa merk sabun yang dia pakai untuk mencuci tangan setelah bermain tanah tadi. Aku ingin membelinya... dan membakarnya agar dia tidak punya pilihan selain pakai sabun dariku!"

Kevin menghela napas. "Bosku ini sudah tidak tertolong lagi obsesinya."

Setelah mencuci tangan nya , suara seorang pelayan memanggil namanya..

"non....nona Maudi!, sudah di tunggu di ruang makan non, sudah waktunya sarapan " seru pelayan perempuan yang ramah pada Maudi.

"Iya mbak, sebentar, saya cuci tangan dulu" sahut Maudi dengan lembut, setelah tangganya bersih, ia melepaskan celemeknya lalu memakai sarung tangan nya kembali, dan menuju ke rumah utama...

"kejutan pagi menantimu ibu Seina..." gumamnya pelan , Maudi tersenyum penuh arti di balik cadarnya.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!