ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Jeon
Dua mobil mewah itu memasuki halaman mansion yang berdiri dengan megahnya dan disalah satu mobil di kursi penumpang terlihat luhan yang menggenggam erat tangan seorang wanita seolah takut jika dia melonggarkan genggamannya orang di sebelahnya akan menghilang kembali.
Kinan wanita itu hanya diam saat tangannya terus digenggam oleh wanita paruh baya di sebelahnya yang terlihat sangat bahagia.
“Selamat datang di mansion jeon sayang" ucap luhan dengan senyuman yang tak luntur dari bibirnya.
Flashback on
Setelah pingsan beberapa saat kinan sadar dan yang dia sadari dirinya berada di ranjang rumah sakit dengan infus di tangannya, kinan berusaha bangun dan melepaskan infusnya tapi sebuah suara menginterupsi.
“Jangan dilepas, kamu masih lemas" ucap woonie sambil berjalan mendekat.
Kinan menatap wanita dewasa dihadapannya saat ini, terlihat anggun dan cantik.
“Anda siapa?", tanya kinan sambil menatap woonie.
“Ah kenalkan jeon woonie, tapi kamu bisa memanggilku kak woonie" ucap woonie sambil tersenyum.
“Jeon woonie? Marga yang sama denganku" gumam kinan lirih.
“Ada apa?" Tanya woonie dan kinan pun menggeleng.
“Oh ya siapa namamu dan dimana keluargamu? Aku menemukanmu pingsan ditengah jalan dalam keadaan hujan lebat" tanya woonie.
“Nama saya jeon kinan, saya yatim piatu kak" ucap kinan lirih.
Kinan menatap wanita di depannya,
“Aku tidak tahu dimana keluargaku, selama ini aku tinggal di panti asuhan sejak usiaku 3th. Salah satu peninggalan yang aku punya ini” ucap kinan sambil menunjukkan kalung dengan liontin yang hanya khusus dimiliki oleh keluarga jeon.
Jantung woonie berdegup kencang saat kinan menunjukkan kalung itu, kalung yang sama dengan yang dia miliki karena memang kalung itu dipesan khusus oleh sehun untuk dua putrinya.
"Aku kakak kamu kinan” ucap woonie dengan suara bergetar karena gugup. Sedangkan kinan hanya diam karena belum memahami situasinya.
“Kakak?" Beo kinan dan woonie pun mengangguk.
“Lihat ini, kakak juga punya kalung yang sama denganmu" ucap woonie sambil menunjukkan kalung yang dirinya pakai.
Disaat suasananya masih haru tiba-tiba luhan dan sehun masuk.
Luhan langsung memeluk kinan erat.
“Putriku kembali" isak luhan sedangkan sehun hanya diam tapi menatap kinan penuh cinta.
“Maafkan kami sayang, maaf karena kami baru bisa menemukanmu" ucap luhan sambil menciumi seluruh wajah putrinya sayang.
Sehun menatap ke arah putri sulungnya,
"Sesuai dugaanmu, dia adik kandung yang selama ini kamu cari”.
"Woonie sudah tahu pah, karena kinan juga memakai kalung yang sama dengan woonie” ucap woonie sambil tersenyum.
Tak beberapa seorang dokter masuk dan memeriksa kinan setelah beberapa saat dokter itupun meninggalkan ruang rawat, tapi saat sampai di depan pintu suara kinan menghentikan langkahnya.
"Saya ingin menggugurkan bayi ini dok” ucap kinan tanpa keraguan, dokternya terkejut tapi tetap berusaha tenang.
"Lebih baik anda pikirkan ulang keputusan anda dan anda bisa membahasnya dengan keluarga setelah anda dirumah nanti” ucap sang dokter lalu setelahnya meninggalkan tempat itu.
Suasana hening melanda dan tentu saja membuat tanda tanya besar di pikiran keluarga jeon yang lain, tapi mereka tidak akan bertanya untuk saat ini karena bagi mereka kesehatan kinan lebih penting.
Flashback off
Kinan dituntun oleh sang mama memasuki sebuah kamar mewah, sama mewahnya saat dirinya tinggal dengan victor.
“Istirahatlah sayang, nanti mama akan membangunkanmu jika waktunya makan malam* ucap luhan lalu mencium kening putrinya dan setelahnya meninggalkan kinan di kamar barunya.
Sementara itu di ruang tamu tampak sehun, mingyu dan woonie tengah berbincang serius.
“Bagaimana apakah kamu tahu dimana selama ini kinan tinggal gyu?” Tanya sehun kepada menantunya.
"Selama ini kinan tinggal disebuah panti asuhan pah, lalu setengah tahum yang lalu dia tiba-tiba keluar dari panti” jelas mingyu.
"Apa alasannya?” Tanya woonie penasaran.
"Dia menikah dengan putra bungsu keluarga kim, kim victor tapi anehnya pernikahan mereka dirahasiakan” jelas mingyu.
"Bukankah dia juga mempunyai istri bernama irene” ucap luhan yang ikut bergabung.
"Kamu tahu sayang?” Tanya sehun terkejut.
"Pernikahan mereka diberitakan di semua media pada waktu itu, pasti semua orang juga akan tahu” ucap luhan.
"Lalu jika dia sudah mempunyai istri kenapa dia menikahi kinan?” Tanya woonie.
Luhan menatap ke lantai dua dan tiba-tiba pandangannya menyendu.
"Kita bisa tanya kinan jika waktunya tepat, untuk saat ini kita biarkan kinan menenangkan diri terlebih dahulu”
"Lalu soal kandungannya apakah mama setuju jika kinan menggugurkannya?" Tanya woonie.
“Tentu saja tidak, bagaimanapun itu cucu mama dan mama akan membujuk adikmu untuk mempertahankan kandungannya dan jika dia tidak menginginkannya mama yang akan merawatnya" jelas luhan.
“Aku juga mau merawatnya mah, iyakan gyu" ucap woonie sambil menatap suaminya dan mingyu pun mengangguk.
Pernikahan mingyu dan woonie sudah memasuki 5th tapi sebuah insiden 2th yang lalu mengakibatkan woonie keguguran dan harus kehilangan rahimnya, saat itu perasaan bersalah menghantam mingyu karena merasa gagal menjaga istri dan calon buah hati mereka. Sejak saat itu mingyu selalu berusaha membahagiakan sang istri dengan caranya.
Tiga hari sudah kinan di mansion keluarga jeon, dan selama itu dirinya selalu mengurung diri di kamar. Kinan hanya keluar saat jam makan tiba dan selebihnya dia akan kembali ke kamar duduk di balkon sambil menatap langit yang luas.
Hari ini suasananya mendung dan sejak pagi hujan terus turun membasahi tanah, cuacanya sangat dingin tapi kinan tidak peduli. Kinan masih betah duduk di teras balkon dengan pakaian tipisnya.
Matanya terpejam menikmati angin yang menusuk tulangnya, tiba-tiba dirinya merasakan sebuah benda hangat membungkus tubuh mungilnya. Kinan membuka matanya dan melihat sang mama yang tersenyum ke arahnya.
“Kenapa masih diluar hmm? Kan dingin sayang" ucap luhan lembut sambil mengelus surai putrinya.
Kinan hanya diam menatap sosok yang katanya mengaku mama tersebut, dirinya masih belum percaya jika dia adalah putri bungsu dari keluarga jeon.
"Memikirkan apa hmm? Ayo masuk udara dingin tidak baik untukmu dan kehamilanmu” ucap luhan lembut lalu membawa kinan masuk ke kamarnya dan setelahnya menutup pintu yang menuju ke balkon.
Disaat luhan hendak keluar kamar, suara kinan menghentikan langkahnya.
“Mah" panggil kinan lirih dan luhan pun menoleh.
"Iya sayang, membutuhkan sesuatu hmm?” Tanya luhan lembut sedangkan kinan hanya diam sambil meremat selimut yang menutupi kakinya.
"Kinan ingin menggugurkan kandungan kinan” ucap kinan lirih sedangkan luhan tentu saja terkejut karena kinan masih ingin menghilangkan nyawa di dalam perutnya saat ini.
Luhan mendekat lalu duduk di pinggir tempat tidur dan memegang tangan putrinya erat.
"Katakan alasannya pada mama kenapa kamu bersikeras ingin menggugurkannya?” Tanya luhan lembut.
Kinan menatap luhan dan setetes air mata jatuh dari kata onyxnya,
"Kinan tidak ingin hamil anaknya mah, kinan sangat membencinya” isak kinan.
"Kinan tidak ingin semua hal yang berhubungan dengannya ada di dalam diri kinan, singkirkan dia mah kinan mohon” tangis kinan yang tiba-tiba histeris yang membuat luhan panik.
Kinan yang selama beberapa hari ini selalu diam hari ini tiba-tiba menangis histeris dalam pelukan sang mama, kinan menangis menumpahkan semua rasa sesak yang menghimpit dadanya.
Rasa sakit itu membuat kinan membenci victor sekaligus bayi yang ada di kandungannya.
"Kinan tidak menginginkannya mah, kinan membencinya” isak kinan dalam pelukan luhan, sedangkan luhan terus memeluk tubuh mungil putrinya dan mengelus punggung sempit itu sayang.
“Jangan menangis sayang, kamu sekarang punya keluarga yang akan menjagamu" ucap luhan lembut.
Tak beberapa lama luhan merasakan pelukan putrinya tiba-tiba melonggar dan kinan tiba-tiba ambruk ke tempat tidur karena pingsan tentu saja itu membuat luhan panik.
“Sayang" panggil luhan panik tapi kinan tidak merespon.
Luhan mondar mandir di depan pintu kamar kinan, tak beberapa lama terdengar derap langkah sepatu yang mendekat.
"Bagaimana keadaannya?” Tanya sehun saat tiba di depan kamar kinan.
"Masih diperiksa dokter” ucap luhan panik.
"Sayang, bisakah kamu menyelidiki soal pernikahan victor dan putri kita?” Tanya luhan sambil menatap sang suami.
"Apa yang perlu diselidiki? Mereka menikah dan sah dimata hukum dan sudah terdaftar di catatan negara, sedangkan untuk istri pertamanya aku baru mendapat kabar jika dia sudah diceraikan oleh victor" jelas sehun.
“Ada yang disembunyikan oleh putri kita, berulang kali dia bersikeras untuk menggugurkan kandungannya, jika hanya emosi sesaat pasti putri kita tidak akan seperti ini kan? Dia terlihat sangat membenci putra bungsu keluarga kim tersebut" ucap luhan.
Tak beberapa lama dokter pun keluar dari kamar kinan.
“Putri anda terlalu stres tuan jeon, tolong lebih diawasi karena ini akan berpengaruh ke kandungannya"
Setelah mengatakan itu dokter pun meninggalkan mansion jeon.