NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

...Di sudut kota yang lain, kemewahan semu yang selama ini dinikmati Abbas runtuh dalam hitungan jam....

...Di sebuah gedung apartemen kelas atas, suasana mendadak menjadi sangat kacau....

...Di apartemen, Abbas melihat orang-orang suruhan Papa Stella sedang membuang semua pakaian dan barang milik Abbas dan Annisa ke koridor gedung dengan kasar....

...Koper-koper terbuka, pakaian bermerek berserakan di lantai, dan tas-tas mahal milik Annisa dilempar begitu saja seolah barang sampah....

..."Hei! Ini apartemenku!! Apa yang kalian lakukan?!" teriak Abbas histeris....

...Ia baru saja tiba dengan wajah kusut pasca interogasi awal di kepolisian, namun ia mendapati akses masuknya sudah diblokir....

...Seorang pria berbadan tegap yang memimpin kelompok itu melangkah maju, menatap Abbas dengan tatapan dingin tanpa rasa takut sedikit pun....

..."Maaf Tuan Abbas, perintah Tuan Permana, apartemen ini disita," ucapnya dengan suara berat....

..."Seluruh unit ini dibeli atas nama perusahaan di bawah kendali keluarga Ibu Stella. Karena Anda sudah resmi diberhentikan secara tidak hormat dan surat cerai sudah ditandatangani, Anda tidak lagi memiliki hak atas fasilitas ini."...

...Annisa, yang berdiri di belakang Abbas, mulai menangis tersedu-sedu melihat tas koleksinya tergeletak di lantai koridor yang kotor....

..."Mas, lakukan sesuatu! Masa kita diusir seperti ini?"...

...Abbas mencoba merangsek masuk, namun langkahnya dihalangi oleh dua orang penjaga bertubuh besar....

...Ia menatap ke dalam unit apartemen yang kini sudah kosong dari barang-barangnya, menyadari bahwa ia benar-benar telah kehilangan segalanya dalam satu hari....

..."Sial!!" umpat Abbas sambil menendang salah satu koper di lantai....

...Napasnya memburu, wajahnya merah padam karena malu ditonton oleh beberapa tetangga apartemen yang melintas....

...Ia baru menyadari bahwa tanpa bayang-bayang kekuasaan Stella dan restu dari mertuanya, ia hanyalah seorang pria biasa yang tidak memiliki apa-apa....

...Takhta yang ia curi dengan cara kotor kini telah kembali ke pemilik aslinya, meninggalkan dirinya terpuruk di koridor dingin tanpa tempat untuk berteduh....

...Penderitaan Abbas dan Annisa baru saja dimulai. Dari puncak kemewahan, mereka kini terjatuh ke realitas pahit yang selama ini mereka lupakan....

...Abbas mengambil kopernya dan ia keluar dari apartemennya dengan langkah gontai....

...Harga dirinya hancur berkeping-keping saat ia harus menyeret sendiri barang-barangnya di depan petugas keamanan yang dulu selalu membungkuk hormat padanya....

...Di belakangnya, Annisa mengekor sambil terisak, membawa sisa-sisa barang yang bisa ia...

...selamatkan dengan wajah yang sangat kuyu....

..."Sekarang kita tinggal di mana, Mas?" tanya Annisa dengan suara parau....

...Ia menatap tumpukan koper mereka di lobi dengan perasaan hancur....

...Bayangan hidup mewah sebagai istri CEO seketika sirna, digantikan ketakutan akan masa depan yang suram....

...Abbas melirik ke arah istrinya dengan tatapan tajam dan dingin....

...Tidak ada lagi sisa-sisa kasih sayang yang dulu ia pamerkan di kantor....

...Baginya, Annisa kini hanyalah beban yang mengingatkannya pada kehancuran kariernya....

..."Di rumahmu," ucap Abbas yang kemudian masuk ke dalam mobil miliknya—satu-satunya aset yang mungkin masih bisa ia pertahankan sebelum pengadilan menyitanya....

...Annisa terbelalak, wajahnya memucat membayangkan rumah petak keluarganya yang sempit di pinggiran kota....

..."Rumahku kecil, Mas. Apa kata tetangga?" rengeknya dengan nada panik....

..."Mereka semua tahu aku sudah menjadi istri pengusaha sukses. Bagaimana mungkin aku pulang ke sana dengan keadaan seperti ini? Aku malu, Mas!"...

...Abbas tidak memedulikan rengekan itu. Ia menghidupkan mesin mobil dengan kasar, deru mesinnya seolah menggambarkan amarah yang membara di dadanya....

..."Lalu kamu mau kita tidur di jalanan?" bentak Abbas tanpa menoleh....

..."Sadar, Annisa! Kita tidak punya apa-apa lagi. Harta Stella sudah ditarik semua. Kalau kamu tidak mau pulang ke rumahmu, silakan pergi sendiri!"...

...Annisa tersentak kaget mendengar bentakan itu. Dengan berat hati dan rasa malu yang menghimpit, ia masuk ke dalam mobil....

...Mereka melaju meninggalkan gedung apartemen mewah itu menuju kehidupan yang jauh dari kata layak, sementara di belakang mereka, bayang-bayang kejayaan Stella mulai bersinar kembali, jauh lebih terang dari sebelumnya....

...Disisi lain halaman rumah mewah milik keluarga Permana tampak tenang saat mobil Askhan perlahan berhenti di depan lobi utama....

...Suasana hangat menyambut mereka, sangat kontras dengan badai yang baru saja mereka lalui di kantor dan rumah sakit....

...Askhan baru saja mengantarkan Stella pulang ke rumah, ia bermaksud untuk segera pamit....

...Askhan ingin memberikan waktu bagi Stella untuk benar-benar beristirahat di kamarnya sendiri. Namun, baru saja ia hendak berbalik menuju mobil, dua sosok tinggi tegap sudah menghadang langkahnya....

...Si kembar mengajak Khan makan malam bersama....

...Axel merangkul bahu Askhan dengan akrab, sementara Alexander berdiri di sisi lain dengan senyum lebar....

..."Mau ke mana, Bang? Tidak ada ceritanya pahlawan pulang dengan perut kosong," ucap Axel setengah bercanda....

..."Kami sudah memesan menu spesial untuk merayakan kepulangan Kak Stella. Kamu harus ikut."...

..."Iya, Bang Khan. Lagipula masih banyak yang ingin kami tanyakan soal medis Kak Stella," tambah Alexander sambil menarik pelan lengan Askhan menuju ruang makan....

...Askhan sempat merasa sungkan, ia melirik ke arah Stella yang tampak tersenyum tipis melihat kelakuan adik-adiknya....

...Saat Askhan hendak menolak dengan halus, seorang wanita paruh baya dengan raut wajah anggun namun lembut menghampiri mereka....

...Mama Stella memohon agar Khan mau makan malam bersama....

...Beliau memegang tangan Askhan dengan tulus, tatapannya penuh dengan rasa syukur yang mendalam....

..."Nak Askhan, tolong jangan menolak. Mama ingin berterima kasih secara langsung karena sudah menjaga Stella selama di rumah sakit," ucap...

...Mama Stella dengan suara lembut yang menenangkan....

..."Meja makan sudah disiapkan. Akan sangat sepi kalau kamu tidak ikut bergabung dengan kami malam ini."...

...Melihat binar harapan di mata Mama Stella dan desakan dari si kembar, Askhan akhirnya tidak bisa berkata tidak....

...Ia mengangguk hormat sambil tersenyum. "Baik, Tante. Kalau begitu, saya izin menumpang makan malam di sini."...

...Mereka semua kemudian melangkah masuk ke dalam rumah....

...Di ruang makan yang megah namun terasa hangat itu, Stella merasakan kebahagiaan yang sudah lama tidak ia hirup....

...Di sana ada ayahnya, ibunya, adik-adiknya, dan Askhan—orang-orang yang benar-benar mencintainya tanpa syarat....

...Malam itu bukan hanya sekadar makan malam, melainkan perayaan kembalinya jiwa Stella ke tempat yang seharusnya ia berada....

...Malam semakin larut, menyisakan kehangatan percakapan yang masih membekas di ruang makan keluarga Permana....

...Selesai makan malam, Askhan berpamitan. Ia berdiri dari kursi kayu jati yang elegan itu, diikuti oleh anggota keluarga lainnya yang mengantarnya hingga ke teras depan....

...Angin malam yang sejuk menerpa wajah mereka, membawa suasana tenang yang sudah lama tidak dirasakan Stella....

...Sebelum masuk ke dalam mobil, Askhan berhenti tepat di depan Stella....

...Ia menatap mata wanita itu dengan sorot medis yang tetap protektif, namun kali ini jauh lebih lembut....

..."Jangan lupa minum obat dan lekas istirahat," pesan Askhan dengan nada rendah namun penuh penekanan....

..."Hari ini adalah hari yang panjang dan emosional bagimu. Tubuhmu butuh pemulihan setelah semua ketegangan di kantor tadi."...

...Stella menganggukkan kepalanya dengan patuh, sebuah senyum tipis terukir di bibirnya. "Iya, dokter. Terima kasih untuk semuanya hari ini, untuk kalungnya, untuk makan siangnya, dan karena sudah selalu ada."...

...Askhan tersenyum lebar, menunjukkan lesung pipitnya yang jarang terlihat....

..."Itu sudah menjadi tugasku—dan keinginanku. Selamat malam, Stella."...

...Askhan melambaikan tangan kepada Papa dan Mama Stella sebelum akhirnya masuk ke mobil dan melaju meninggalkan gerbang besar kediaman Permana....

...Stella tetap berdiri di teras, menyentuh kalung sayap di lehernya, menatap lampu belakang mobil Askhan yang perlahan menghilang di kegelapan malam....

...Ia tahu, meskipun esok ia harus kembali memimpin perusahaan sebagai CEO, malam ini ia bisa tidur dengan nyenyak karena tahu ia berada di tempat yang aman dan dicintai....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!