NovelToon NovelToon
ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Balas Dendam
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Belong

No Plagiat ❌



Namanya Zhara Chandrawinata, gadis berusia 20 tahun. Ia punya mimpi hidup tenang, bahagia, dan kaya raya.

Di balik senyumnya yang manis, Zhara tumbuh dari kluarga broken home, ia tidak menyangka hidupnya akan berjalan sulit, mimpi yang ia bangun, keputusan yang di ambil, kisah cintanya, selalu terbentur masalah.

Tahun demi tahun berlalu, Zhara mulai kehilangan arah. Pikirannya lelah, hatinya terluka, pada akhirnya tubuhnya menyerah. Zhara akhirnya meninggal karena Asam Lambung GERD yang ia derita.

Dewa kematian berkata. Jiwanya tidak dapat menyebrang, karena ada seseorang yang menukar jiwanya, agar Zhara hidup kembali.

Dalam gelap Zhara mendengar ada yang manggil namanya, “Zhaa.. bangun.. Jangan tidur dikelas! ” Zhara terbangun di ruang kelas dan melihat Tiara menggoyangkan lengannya.

Zhara kembali hidup dan siapa yang telah menukar jiwanya?
mengapa dewa kematian masih mengikutinya?
Apakah pertukaran jiwa itu tidak sempurna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Viona itu?

...Setelah healing di pantai sampai malam, angin laut terasa semakin dingin, membuatnya mulai kedinginan. Angin malam yang tadi terasa menenangkan kini menusuk kulitnya. Zhara berjalan menjauh dari bibir pantai, ia menoleh sebentar ke arah laut yang gelap, seakan hatinya tidak ingin berpamitan, pada tempat yang telah menenangkan hatinya malam itu....

...Mereka berdampingan berjalan meninggalkan pantai....

...Malam semakin larut, bibi, paman, dan Biru berpamitan untuk pulang. udara terasa dingin, tapi suasana perpisahan tetap hangat....

...“Maaf Zhara sayang, kami tidak bisa menginap,” kata bibinya dengan lembut, memeluk dan mencium pipi Zhara....

...“Iya bibi, besok besok kalau sempat dan tidak sedang ada kegiatan main lagi kesini ya...” ucap Zhara hangat....

...“tenang kak, kalau sudah musim liburan, aku akan sering bermain kesini.” Biru tersenyum lebar....

...“kamu sebentar lagi mau kelas tiga, belajar yang giat dan tunjukkan pada kakak, nilai yang paling memuaskan.” Zhara mentap Biru penuh perhatian....

...“Itu gampang, aku juga akan datang memberi kakak sebuah kejutan.” jawabnya dengan suaranya lebih mantap dari sebelumnya....

...“Zhara! Tolong jaga diri baik baik, jika butuh sesuatu, telfon dan kabari paman...” ucap paman dengan penuh perhatian....

...“Iya... Terimakasih untuk hari ini paman.” Zhara berdiri di samping pamanya, tersenyum kecil....

...Biru dan bibi melambaikan tangan dari dalam mobil, senyumnya hangat meski perpisahan terasa singkat....

...“Hati-hati ya!” ucap Zhara melambaikan tangan....

...Mobil pun perlahan melaju, suara mesin mobil yang makin lama makin samar. Lampu belakang mobil semakin jauh, lalu lenyap di tikungan jalan, suasana kembali hening. Zhara hanya tersenyum kecil, matanya mengikuti mobil itu hingga benar-benar hilang dari pandangan....

...Zhara masuk ke dalam, menutup pintu agar dingin dari luar tidak ikut masuk. Ia berjalan menuju dapur, menyalakan kompor, memanaskan air, dan menyiapkan secangkir teh untuk menghangatkan badannya....

...Uap tipis mulai mengepul saat air panas dituangkan, aroma teh yang lembut memenuhi ruangan. Zhara menggenggam cangkir dengan kedua tangan, merasakan hangatnya meresap ke jari jari tangannya, yang tadi sempat kaku karena kedinginan....

...Zhara menghela napas lega, dada yang tadi terasa sesak, kini mulai lega, beban yang menumpuk perlahan menghilang. Di tengah sunyinya rumah, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Zhara merasa dirinya baik baik saja....

...◦•●◉✿✿◉●•◦...

...Badan yang sehat, jiwa yang tenang. Hari ini, Zhara sudah merasa siap kembali bekerja. Ia berdiri di depan cermin, mengenakan pakaian kerja yang rapi, muali berias dan menyisir rambutnya. Zhara merapikan sedikit kerah bajunya, dan sedikit semprotan parfum. lalu tersenyum lembut pada bayangannya sendiri....

...Zhara meraih tasnya di atas meja, lalu mengambil kunci motor di sampingnya. Ia menggenggam keduanya erat, memastikan dirinya sudah siap untuk melangkah keluar kembali beraktivitas....

...Zhara menyalakan motor, suara mesin pelan memecah pagi yang masih tenang. Ia mengenakan helm, tersenyum lembut sebelum melaju. Perjalanan menuju tempat kerja terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas, tapi langkah awal untuk kembali menata hidupnya....

...Hari ini, Zhara berangkat bekerja dengan hati yang lebih ringan, pikiran yang lebih jernih, dan harapan yang kembali tumbuh. menggenggam setang dengan perasaan mantap, matanya fokus ke depan. Ia sampai di tempat kerja, mematikan mesin motor, lalu melepas helmnya perlahan....

...“Zhara...” panggil seseorang terdengar pelan, namun cukup untuk membuat Zhara menoleh,...

...Gadis di hadapannya terasa asing. postur tubuhnya lebih tinggi dari badan Zhara, berkulit kuning langsat, dengan rambut blonde panjang. Gadis itu terlihat seperti dari kalangan berada. ia tampil dengan pakaian yang modis nyaris terlihat sempurna, rapi, dan mahal tanpa perlu mencolok....

...Senyumnya tipis, sorot matanya dingin, seperti menilai Zhara tanpa henti, ia melangkah mendekati Zhara, ada rasa menekan yang sulit dijelaskan....

...“Siapa ya?...” ucap Zhara dengan sopan....

...“Kamu, mantannya Alvaro kan?” perempuan itu tersenyum tipis, menatap Zhara dengan penuh percaya diri....

...“Perkenalkan. Aku Viona Shanjaya calon istrinya Alvaro,” ucapnya tenang, tatapannya tegas....

...Zhara terdiam, nama itu terdengar begitu jelas di telinganya, membuat jantungnya seolah berhenti sesaat. Ia berusaha mengontrol perasaannya....

...“Ohh... Halo,” sapa Zhara santai....

...“Kamu tidak bertanya?... mengapa aku berada disini?...” Viona menatapnya sedikit memiringkan kepala. “Ternyata level kita sangat jauh berbeda ya...”...

...Zhara terdiam sejenak, ia menatap Viona, mencoba membaca maksud perempuan itu. ia tidak ingin berurusan dengannya, Zhara hanya tersenyum tipis....

...“Untuk apa?” jawabannya cuek....

...“Kau...” Viona terlihat kesal....

...“Aku sedang mengandung anak dari Alvaro, jadi...” belum sempat Viona melanjutkan ucapannya, Zhara sudah berbalik melangkah pergi....

...“Heii... aku belum selesai berbicara...” ucap Viona menarik tas Zhara dengan kasar, sehingga langkah Zhara terhuyung tidak seimbang....

...Bruk!...

...“Arghh!” pekik Zhara kaget....

...Tubuh Zhara terjatuh, suara benturannya memecah suasana yang semula biasa saja. Tiara yang melihatnya dari kejauhan, segera bergegas menghampiri Zhara. Tanpa pikir panjang membantu Zhara berdiri agar lebih stabil....

...“Apa masalahmu padaku?!” Zhara menatapnya kesal....

...“Kau harus tau dan dengarkan, bahwa aku akan segera menikah dengan Alvaro Jerene... dan anak dalam perutku adalah anaknya Alvaro. Jadi aku datang dengan niat baik, untuk mengundangmu datang di acara pernikahan kami,” ucapnya dengan tatapan sinis dan jijik....

...“Ohh iya setelah kami resmi menikah!... kamu jangan dekat dekat lagi, dengan Alvaro suami saya!” tangannya menjatuhkan surat undangan di hadapan wajah Zhara....

...“Pede sekali wanita jalang ini, menikah saja sana, siapa yang perduli... Zhara tidak sudi datang ke pestamu dan sudah tidak ada urusannya dengan pasanganmu itu,” ucapan Tiara menggelegar, tatapannya tajam....

...Tiara bergegas membantu Zhara berdiri dan menjadi tameng untuk sahabatnya....

...“Tentu saja harus sadar diri, jangan datang dan berurusan lagi dengan calon suamiku. Kamu jangan harap, bisa mengganggu kebahagiaanku dengannya... agar dengan kesadaran penuh pergi jauh jauh dari Alvaro.” Viona mendelik, ucapnya terdengar ketus...

...“Apakah jarak yang sudah ku buat, tidak cukup membuatmu hidup nyaman?”...

...“Iya masih tidak terasa nyaman tuh. Kamu itu jangan harap bisa mengganggu kebahagiaanku dengannya, jadi tolong sadar diri sebagai buangan dan mantannya Alvaro,” ujar Viona terdengar kasar dan tersenyum sinis....

...“Zhara!... seperti jalang ini sudah gila, ternyata... selama ini dia merasa korban?!...” ucapan Tiara tajam dan merendahkan....

...“Lucu sekali,” ucap Zhara akhirnya, suaranya pelan tapi jelas. “Perebut tapi bertingkah seakan akan di rebut....

...“Hai semua orang yang berada disini, keluarlah... lihat gadis yang sok lugu ini, dia sudah berani merayu calon suami saya.” Viona berbicara lantang, tangannya menunjuk Zhara....

...“Heh... apa yang kamu lakukan?” ucap Tiara marah....

...“Tutup mulutmu jalang!” ucap Zahra mengapalkan tangannya....

...Beberapa orang mulai menoleh, langkah kaki terdengar mendekat, rasa penasaran mengalahkan segalanya. Viona justru tersenyum puas, merasa semua orang iba padanya....

...“Ada apa ini?” tanya Mega keluar....

...Suara tegas itu memotong riuhnya kerumunan. wajahnya serius, sorot matanya menatap kerumunan, ke Viona, lalu berhenti pada Zhara....

...Viona terlihat terkejut, ia dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya, seolah menjadi korban yang penuh keluhan....

...“Dia!... perempuan gila ini, sudah berani mengganggu calon suami saya!” Ia menunjuk nunjuk Zhara dengan wajah memelas....

...Mega tidak langsung menanggapi. Ia justru menatap Zhara lebih lama, seolah mencoba membaca sesuatu yang tidak terlihat....

...“Begitu kah?” Mega mengalihkan pandangannya ke Viona. “Kamu siapa?... berani datang membuat keributan?”...

...“Saya Viona, calon istri Alvaro jarene” jawabannya percaya diri. “Dan dia... mencoba merebut Alvaro.”...

...“Alvaro itu, mantanmu kan Zhara?” Mega memalingkan wajahnya, menatap Zhara. “Pastinya sudah putus.”...

...“Iya mantan saya dan sudah lama tidak ada hubungan,” jawab Zhara datar....

...“Katakanlah, apa kepentingan terselubung kamu datang kesini?!” suara Mega terdengar dingin, tegas, tanpa emosi....

...“Saya ingin anda memecat wanita murahan itu!... Karena dia sudah menggoda calon suami saya, saya ingin melihat dia, mendapatkan sangsi yang setimpal dengan perbuatannya,” ucap Viona tersenyum puas....

...“Apa ada bukti?” tanya Mega dingin....

...“Saya memang tidak punya bukti fisik. Tapi... dia sudah tau kalau kami akan menikah, dia malah mendekati calon suami saya. Saya sangat sedih.” ujarnya seperti korban....

1
Rahayu
singkat, padat, plenger🤭
Luh Belong: plenger nggak tuh😄
total 1 replies
Rahayu
Semangat Thor, ceritanya mulai seru.
Luh Belong: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!