NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: TATAPAN SANG DEWI PENGETAHUAN

​Setelah insiden di Hutan Binatang Buas, nama "Lin Fan" menjadi buah bibir. Seorang kultivator mandiri yang berhasil mengumpulkan dua belas lencana tanpa satu luka pun adalah anomali. Pagi itu, kelas pertama bagi murid elit dimulai di Paviliun Awan Menggantung, sebuah bangunan yang melayang di atas air terjun energi Qi.

​Pengajarnya bukan sembarang tetua, melainkan Dosen Mo Ran. Ia dikenal sebagai "Dewi Pengetahuan" di akademi—seorang wanita dengan kecantikan yang dingin, rambut perak panjang, dan kemampuan Psikometri yang bisa membaca jejak energi pada benda atau orang.

​Ye Xuan duduk di baris paling belakang, berusaha meminimalkan kehadirannya. Namun, sejak Mo Ran memasuki ruangan, matanya yang berwarna biru langit terus melirik ke arah Ye Xuan.

​"Hari ini, kita tidak akan membahas teknik pedang," suara Mo Ran jernih namun berwibawa. "Kita akan membahas tentang Sejarah Kejatuhan Suku Dewa Perang dan hubungannya dengan Klan Su di Alam Surgawi."

​Ye Xuan merasakan jantungnya berdenyut kencang. Tangannya di bawah meja mengepal secara otomatis.

​[Ding! Peringatan Sistem!]

[Mendeteksi Fluktuasi Mental Inang. Harap tenang.]

[Peringatan: Dosen Mo Ran sedang menggunakan 'Indera Jiwa Kristal'. Ia mencoba membedah lapisan aura Inang!]

​Mo Ran berjalan perlahan di antara barisan meja. "Banyak yang percaya Suku Dewa Perang punah karena pengkhianatan internal. Namun, catatan rahasia akademi menyebutkan bahwa ada seorang 'Anak Terlarang' yang lahir dari hubungan Suku Dewa Perang dan darah murni Klan Su. Anak itu dianggap sebagai ancaman bagi keseimbangan dunia."

​Ia berhenti tepat di depan meja Ye Xuan. Keharuman bunga teratai dingin menyeruak dari tubuhnya.

​"Lin Fan," panggil Mo Ran lembut. "Menurutmu, jika anak itu masih hidup, apa yang akan dia lakukan hari ini? Apakah dia akan bersembunyi... atau dia akan datang untuk menuntut balas?"

​Seluruh kelas menoleh ke arah Ye Xuan. Lu Chen, yang duduk di baris depan dengan perban di lehernya, mencibir pelan. "Dosen Mo, dia hanyalah gelandangan beruntung. Mana mungkin dia mengerti sejarah tingkat tinggi seperti itu?"

​Ye Xuan mendongak. Ia menatap langsung ke mata Mo Ran. Untuk sesaat, terjadi benturan mental yang tak terlihat oleh orang lain. Mo Ran mencoba menembus kabut sistem, sementara Ye Xuan membangun dinding pertahanan dari energi Kekacauan.

​"Jika aku adalah anak itu," Ye Xuan menjawab dengan suara datar, "Aku tidak akan membuang waktu untuk menuntut balas. Aku akan menghapus nama Klan Su dari peta bintang, sehingga sejarah tidak perlu lagi mencatat pengkhianatan mereka."

​Jawaban itu membuat suasana kelas menjadi sunyi senyap. Keberanian—atau kegilaan—pernyataan itu sangat mengejutkan.

​Mo Ran tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh arti. "Jawaban yang menarik. Lin Fan, temui aku di perpustakaan pribadi setelah kelas selesai. Ada 'buku' yang ingin kutunjukkan padamu."

​[Ding! Misi Rahasia Terbuka: Ujian Sang Dewi!]

[Tujuan: Pastikan Mo Ran tidak membocorkan identitas Inang.]

[Catatan Sistem: Mo Ran bukan bagian dari Klan Su, tapi dia tahu terlalu banyak. Disarankan menggunakan diplomasi... atau pesona Inang (jika punya).]

​Setelah kelas usai, Ye Xuan berjalan menuju perpustakaan pribadi Mo Ran yang terletak di puncak menara tertinggi. Di sana, Mo Ran sedang berdiri membelakangi pintu, menatap lukisan kuno seorang wanita yang sangat mirip dengan ibu Ye Xuan.

​"Kau punya mata yang sama dengannya," ujar Mo Ran tanpa berbalik. "Dan kau membawa pedang yang seharusnya terkubur di Lembah Kematian. Jangan coba-coba membohongiku dengan nama 'Lin Fan', Ye Xuan."

​Ye Xuan melepaskan penyamaran auranya sedikit. Tekanan di ruangan itu langsung meningkat tajam. "Siapa kau sebenarnya? Dan mengapa kau tidak memanggil penjaga akademi untuk menangkapku?"

​Mo Ran berbalik. Di tangannya, ia memegang sebuah medali kecil yang identik dengan milik ayah Ye Xuan, Ye Tian. "Karena aku adalah murid terakhir dari kakekmu, Sang Jenderal Dewa Perang. Aku telah menunggumu selama sepuluh tahun, Tuan Muda."

​Ye Xuan tertegun. Ia tidak menyangka akan menemukan sekutu di dalam sarang musuh.

​"Tapi hati-hatilah," lanjut Mo Ran, wajahnya berubah serius. "Klan Su telah mengirim mata-mata ke dalam akademi ini. Mereka bukan jenderal perang, melainkan Bayangan Pencabut Nyawa. Dan salah satu dari mereka adalah tunangan dari Putri Jiang Ziyan yang kau temui kemarin."

DOSEN MO RAN

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!