NovelToon NovelToon
Kebangkitan Pewaris Rahasia

Kebangkitan Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Atlas hancur dalam semalam: dipecat karena jebakan kotor, dikhianati kekasihnya Clara yang berselingkuh dengan Stevan—anak bosnya, lalu diserang hingga tak sadarkan diri.

Tapi takdir berkata lain.

Kalung peninggalan nenek buyutnya, Black Star Diopside, yang selama 20 tahun ia kenakan, tiba-tiba terbangkit. Kalung itu memberinya kekuatan luar biasa: menyembuhkan penyakit, mendeteksi ajal, dan kekuatan fisik dahsyat.

Dari pegawai rendahan yang diinjak-injak, Atlas bangkit sebagai pewaris kekuatan rahasia. Ia bertemu dengan Tuan Benjamin, miliarder tua misterius yang membutuhkan pertolongan medisnya. Namun di balik kebaikan Benjamin, tersembunyi agenda besar.

Dengan adiknya Alicia yang terancam bahaya, Atlas harus melawan Stevan, Clara, hingga geng bayaran Dragon Blood. Akankah kekuatan kalungnya cukup untuk melindungi semua yang ia cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Meyakinkan Atlas

Buzz mendekati Atlas, duduk di sampingnya sambil menyalakan sebatang rokok. Sementara itu, Atlas terus menatap tajam anak buah Benjamin.

"Apakah kau mau merokok?" Buzz menawarkan rokoknya kepada Atlas.

"Tidak, aku ingin jawaban tentang Benjamin. Itu akan lebih menenangkan daripada nikotin di rokokmu," jawab Atlas.

Buzz tersenyum dan mengisap rokoknya dengan puas. Kepulan asap keluar dari mulut pria berahang tegas itu. Atlas mengamatinya dengan saksama.

"Katakan saja padaku, siapa pun kau. Apakah aku juga akan segera dibunuh? Setidaknya, aku ingin tahu rencana rahasia Benjamin. Aku tidak ingin mati dengan penuh pertanyaan karena semua yang terjadi jelas saling berhubungan. Mungkin semuanya sudah direncanakan sejak kami bertemu di jalan itu."

"Kau tidak akan mati, Tuan Atlas. Siapa yang berani membunuhmu? Tuan Benjamin sudah mengetahui masalah ini. Dia memerintahkanku untuk menyingkirkan Brian. Dia akan segera mati, dan siapa pun yang menyentuhmu tidak akan selamat, Tuan Atlas. Semua yang terjadi hari ini disebabkan oleh kesalahan Brian. Jika perlu, aku akan menjelaskannya kepadamu seribu kali sampai kau yakin bahwa Tuan Benjamin benar-benar tidak berada di balik semua penculikan saudaramu. Coba bayangkan, bagaimana mungkin dia melakukan sesuatu yang begitu bodoh ketika dia mengundangmu ke acara penting?"

Kata-kata itu sedikit mengejutkan Atlas. Apa yang dikatakan Buzz mulai masuk akal, dan keraguan yang memenuhi hatinya mulai mereda.

"Jadi, apakah kau mengerti sekarang?" tanya Buzz.

Atlas mengangkat bahu. "Aku tidak tahu, aku masih merasa tidak yakin. Kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi, kan? Selain itu, kau mungkin bahkan tidak mengetahui semua rencana Benjamin, kan? Semuanya terlalu rumit. Di satu sisi, aku percaya bahwa Stevan tidak ada hubungannya dengan Benjamin, tetapi di sisi lain, aku merasa Benjamin terlibat dalam kekacauan ini."

"Stevan dan Tuan Benjamin tidak memiliki hubungan apa pun. Orang tua Stevan bahkan tidak terkait dengan Tuan Benjamin. Dia tidak bekerja atau memiliki hubungan dengan siapa pun, Tuan Atlas. Pikiranmu terganggu karena kekacauan ini secara langsung melibatkan adikmu. Aku akan menjelaskan semuanya dengan jelas, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku tidak akan lelah meyakinkanmu bahwa semua ini hanyalah kesalahpahaman. Jadi, Tuan Benjamin memang memiliki banyak gangster dan kelompok hitam di kota ini, salah satunya adalah Dragon Blood, kelompok pembunuh paling tangguh yang dipimpin oleh Brian. Tidak pernah ada kegagalan dalam kelompok ini, hari kehancuran mereka mungkin adalah hari ini ketika berhadapan denganmu. Bisakah kau membayangkan betapa malunya mereka? Ketika kau menyelamatkan Tuan Benjamin yang sedang sekarat di jalan, dia segera menyebarkan berita itu untuk melindungimu. Tak seorang pun yang boleh menyentuhmu. Brian adalah kebanggaan yang dimiliki Tuan Benjamin, dan ketika dia melanggar aturan yang telah ditetapkan, Tuan Benjamin tidak akan ragu untuk menyingkirkannya."

“Tuan Benjamin adalah pria tegas yang memegang ucapannya. Ketika berita tentangmu disebarkan ke setiap kelompok di bawah pengaruhnya, ancaman kematian digunakan sebagai hukuman tertinggi untuk membuktikan bahwa dia serius dalam melindungimu. Hari ini, hukuman itu akan dilaksanakan. Aku harap kau mengerti penjelasanku. Tuan Benjamin tidak akan dengan mudah melepaskan seseorang yang berharga baginya jika bukan karena sesuatu yang lebih berharga, Tuan Atlas."

Atlas mengangguk. "Baiklah, aku mengerti. Aku salah dalam berpikir. Semua ini terjadi karena aku panik. Aku seharusnya hanya fokus pada Stevan. Oh ya, bagaimana dengan Stevan? Di mana dia sekarang? Biarkan aku yang menanganinya, aku ingin dia mendapatkan pelajaran karena mengganggu adikku!"

"Tidak, Tuan Atlas, biarkan aku yang menanganinya. Stevan akan menerima hukuman yang pantas sesuai keinginanmu. Tuan Benjamin akan sangat marah kepada kami jika kami membiarkanmu menangani sendiri orang-orang yang telah menyusahkanmu."

Atlas mengernyitkan dahi dan menggelengkan kepalanya. "Kau tahu, aku sudah membunuh delapan anggota kelompok ini. Satu Stevan tidak akan memengaruhi kesalahan yang sudah kulakukan. Selain itu, aku bisa menjelaskannya kepada Tuan Benjamin. Ini semua demi harga diri adikku. Stevan sudah merusaknya, dan aku tidak akan mentolerir dia menghirup udara yang sama di dunia ini!”

"Tolong, Tuan Atlas. Serahkan semuanya padaku. Stevan adalah anak dari seseorang yang berpengaruh. Kita harus menghindari konflik lebih lanjut antar kelompok yang bisa membahayakan adikmu. Ingat, adikmu adalah satu-satunya hal yang akan selalu menjadi target orang lain jika mereka kesal padamu. Bagaimanapun juga, kita harus berhati-hati. Aku tahu bagaimana menangani orang seperti Stevan. Santai saja dan percayakan padaku. Semua ini demi keselamatan adikmu."

Sekali lagi, Atlas merasa alasan Buzz masuk akal. Meskipun keinginannya adalah menjadi orang yang mengakhiri Stevan, Atlas mencoba mengesampingkan egonya demi adiknya.

Atlas mengangguk dan menatap Buzz dengan penuh keyakinan. "Baiklah, aku percaya padamu. Pastikan dia menderita dan mati. Jika kau gagal mengakhiri hidupnya, aku bersumpah aku akan membalas dendam, apa pun yang terjadi."

Buzz mengulurkan tangannya. "Sepakat, Stevan akan mendapatkan akhir yang kau inginkan, Tuan Atlas."

Mereka berjabat tangan, dan Atlas tersenyum, tanpa menyadari bahwa Buzz sedang melindungi Stevan.

"Baiklah, kurasa sudah waktunya untuk menyingkirkan Brian. Hari semakin larut, dan aku punya urusan lain yang harus diselesaikan."

Buzz berdiri dan membuka pintu ruangan. Atlas segera mengikuti dari belakang. "Aku ingin melihatnya."

"Tentu, Tuan Atlas. Ini akan menjadi tontonan yang menyenangkan."

Mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan tempat Brian berada. Wajah Brian yang penuh noda darah menyeringai ketika melihat Atlas dan Buzz datang.

"Dasar pecundang, apakah dia akan dieksekusi di sini? Haha! Aku akan–."

Kalimat Brian terhenti ketika Buzz mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepadanya.

"Apa yang kau lakukan, Buzz?!" Brian terlihat panik.

"Ada kata-kata terakhir, Tuan Atlas?"

Brian menelan ludah dan menatap Atlas."Dasar bajingan! Apa yang sudah kau rencanakan, kau sampah!"

"Aku tidak merencanakan apa pun, bodoh! Tapi satu hal yang pasti, kau akan segera bergabung dengan iblis di neraka. Selamat tinggal, bajingan."

"Apa–."

Kata-kata Brian terputus ketika Buzz menarik pelatuk. Peluru itu tepat mengenai kepalanya, menyebarkan otak dan darah. Buzz berbalik ke arah Atlas dan berkata, "Selesai, Tuan Atlas.”

1
Was pray
flhasbacknya terlalu panjang, diringkas aja Thor, singkat tepat padat, kalau terlalu panjang jadi kayak emak2 yg lagi ngerumpi gak kelar2
Was pray
Alicia sosok cewek lemahkah?
Was pray
awal cerita dimulai konflik yg membosankan, urusan apem cewek
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Sebagai manusia, kita seharusnya belajar untuk tidak terlalu cepat menarik kesimpulan tentang seseorang hanya dari penampilannya.
Ungkapan "Don't judge a book by its cover" menekankan pentingnya tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar.
Penampilan fisik tidak mencerminkan kualitas, karakter, atau kemampuan seseorang yang sebenarnya.
Menilai berdasarkan penampilan dapat menyebabkan prasangka, kesalahan interpretasi, dan ketidakadilan.

Berikut poin penting mengapa kita tidak boleh menilai dari penampilan:
Kualitas Tersembunyi: Kebaikan atau karakter sejati seseorang sering kali tidak terlihat dari luar.
Menghindari Prasangka: Menilai orang lain dengan cepat dapat menghasilkan asumsi yang salah dan tidak adil.
Pentingnya Mengenal Lebih Dalam: Diperlukan waktu untuk memahami sifat dan hati seseorang, bukan sekadar melihat pakaian atau gaya mereka.
Keadilan dalam Berinteraksi: Semua orang layak dihormati tanpa memandang status sosial atau penampilan.
Prinsip ini mengajak kita untuk lebih terbuka, tidak mudah berprasangka, dan menghargai orang lain berdasarkan tindakan serta karakternya...🤔🤭🤗
amida
ditunggu part selanjutnya dengan sabar tapi deg-degan
Coutinho
teruskan kak
sweetie
semangat truss kak author
ariantono
.
Stevanus1278
dobel up dong kk
oppa
lanjut kak, jangan lama-lama
cokky
lanjut terus ya kak
corY
next chapter please, lagi butuh hiburan nih
Coutinho
kok bingung ya dengan jalan ceritanya, sebenarnya Benjamin ingin menyelamatkan Atlas atau ingin membunuhnya???
sweetie
terimakasih Thor, dobel up nyaaa, semangat terus
Billie
kualitas cerita selalu konsisten, keren
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
laba6
keren karya nya tor
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
Coffemilk
hadir tor
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
ariantono
jangan lama-lama up nya ya kak🙏🙏
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
king polo
ini baru seru
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
Budiman
ditunggu up berikutnya ya kak
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!