NovelToon NovelToon
LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No plagiat 🚫

" Di bawah naungan gerbang kuno Lembah Sunyi, He Xueyi berdiri tegak. Jemarinya yang dingin mencengkeram gagang lentera emas yang berpijar redup.
Angin malam menerpa jubah merahnya, namun ia tak bergeming. Baginya, raungan arwah penuh dendam di depannya hanyalah musik pengantar tidur.

Dengan tatapan setajam sembilu, ia bergumam pelan, 'Dendammu adalah bebanku. Masuklah ke dalam lentera, atau hancur menjadi debu tanpa jejak.'"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota Yang Berkarat

Gerbang utama Paviliun Lentera Abadi mengerang pelan saat terbuka, menyambut kedatangan kereta kencana hitam yang diselimuti api biru pucat. Kereta itu tidak ditarik oleh kuda, melainkan oleh empat bayangan raksasa tanpa wajah yang merayap di atas tanah. Di dalamnya, bersemayam jiwa yang menolak tunduk pada hukum alam: Kaisar Yan dari Dinasti Matahari Terbenam.

Bian Zhi berdiri di undakan tangga pertama, tangannya bersedekap di dada. Matanya menyipit menatap simbol naga emas yang memudar di pintu kereta tersebut. "Seorang kaisar yang membawa kemegahan busuknya ke tempat suci para arwah. Benar-benar tidak tahu diri," gumamnya pelan.

Pintu kereta terbuka dengan sentakan kasar. Seorang pria paruh baya dengan jubah kebesaran yang compang-camping melangkah keluar. Meskipun tubuhnya kini hanyalah manifestasi energi roh, wibawa kepemimpinannya masih terasa—sangat kontras dengan aroma amis darah yang mengikuti setiap langkahnya.

"Di mana Penjaga Lentera?" suara Kaisar Yan menggelegar, namun terdengar hampa di udara lembah yang padat. "Aku datang bukan untuk diadili oleh pelayan rendahan sepertimu! Aku membawa perintah dari leluhurku!"

He Xueyi melangkah keluar dari bayangan pilar paviliun. Ia tidak memakai jubah perang, melainkan gaun sutra berwarna hitam pekat dengan sulaman benang perak yang tampak seperti jaring laba-laba. Lenteranya terangkat setinggi dada, memancarkan cahaya ungu yang menekan aura emas sang Kaisar hingga redup.

"Di lembah ini, satu-satunya leluhur yang diakui adalah kematian," ucap He Xueyi. Ia berjalan menuruni tangga dengan keanggunan yang mematikan. "Kaisar Yan... atau haruskah aku memanggilmu 'Tahanan Nomor Sembilan'? Logikanya, jika kau berada di sini, berarti takhtamu sudah menjadi abu dan rakyatmu sudah meludahi makammu."

Wajah Kaisar Yan memerah karena murka. "Lancang! Aku memiliki sepuluh ribu tentara bayangan yang siap meratakan tempat ini!"

"Sepuluh ribu tentara yang kau biarkan mati kelaparan di perbatasan utara demi membangun istana musim panasmu?" He Xueyi memotong kalimatnya dengan ketajaman yang membuat roh sang Kaisar bergetar. "Mari kita bicara soal logika, Kaisar. Kau menolak reinkarnasi karena merasa ada 'urusan yang belum selesai'. Namun, lenteraku mencatat sesuatu yang berbeda. Kau bukan punya urusan, kau punya ketakutan."

He Xueyi mengibaskan tangannya, dan tiba-tiba suasana di sekitar mereka berubah. Bayangan paviliun memanjang dan membentuk dinding-dinding memori yang melingkari sang Kaisar. Xiao Bo muncul dari balik bayangan, memegang cermin perunggu tua yang memantulkan gambaran masa lalu.

Di dalam cermin itu, terlihat Kaisar Yan sedang menuangkan racun ke dalam cangkir saudaranya sendiri. Terlihat pula ia menandatangani perintah eksekusi bagi seratus cendekiawan yang berani mengkritik kebijakannya.

"Kau takut melintasi Jembatan Penyeberangan Arwah karena kau tahu, di sana tidak ada pelayan yang akan menyambutmu dengan sujud," lanjut He Xueyi, langkahnya makin mendekat hingga ujung gaunnya menyentuh jejak api biru sang Kaisar. "Kau tahu bahwa begitu kakimu menyentuh tanah reinkarnasi, seribu jiwa yang kau khianati sudah menunggu untuk mencabik esensimu."

Kaisar Yan mundur selangkah, kegagahannya mulai runtuh. "Aku... aku melakukan semuanya demi stabilitas negara! Itu adalah pengorbanan yang diperlukan!"

"Stabilitas?" He Xueyi tertawa kecil, suara tawa yang terdengar sangat dingin di telinga. "Secara logika, negara yang stabil tidak akan runtuh hanya dalam tiga hari setelah kematian rajanya. Kau menghancurkan fondasi dinastimu dengan keserakahanmu sendiri. Sekarang, pilihannya hanya dua: kau masuk ke dalam lenteraku untuk dimurnikan selama seribu tahun, atau aku membiarkan Bian Zhi menebas esensimu hingga kau menjadi debu yang tidak akan pernah diingat oleh sejarah."

Bian Zhi menghunuskan sedikit pedang hitamnya. Suara denting logamnya mengirimkan getaran ketakutan yang nyata ke dalam batin sang Kaisar.

"Tunggu! Aku punya sesuatu!" Kaisar Yan bersimpuh di atas tanah lembah yang kasar. "Aku tahu di mana letak Segel Langit yang hilang! Segel itu bisa mengembalikan jantungmu yang hilang, He Xueyi! Aku melihatnya di dalam perbendaharaan rahasia sebelum aku mati!"

Gerakan He Xueyi terhenti. Matanya yang dingin berkilat dengan emosi yang sulit diartikan. Nama "Segel Langit" adalah sesuatu yang ia cari selama ratusan tahun—kunci untuk mengakhiri kutukannya sebagai penjaga paviliun.

"Bian Zhi, tahan dia," perintah He Xueyi, suaranya kini kembali datar namun penuh tekanan. "Bawa dia ke Ruang Introgasi Jiwa. Pastikan dia tidak berbohong. Jika informasi ini salah, aku sendiri yang akan memastikan jiwanya menjadi minyak untuk sumbu lenteraku selama sisa keabadian."

"Hamba laksanakan, Tuan," sahut Bian Zhi dengan sigap. Ia mencengkeram kerah jubah sang Kaisar dan menyeretnya masuk ke dalam paviliun seperti menyeret sampah.

He Xueyi berdiri sendirian di halaman, menatap lenteranya yang berkedip gelisah. Logikanya mengatakan ini bisa jadi jebakan, namun hatinya yang tidak berdetak seolah merasakan getaran harapan yang samar. Misteri tentang Segel Langit kini menjadi prioritas baru yang lebih besar daripada sekadar mengadili roh-roh kecil.

Malam itu, Paviliun Lentera Abadi tidak lagi hanya menjadi tempat penghakiman, tapi menjadi pusat dari sebuah perburuan harta kuno yang bisa mengubah tatanan dunia bawah dan dunia atas selamanya.

1
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, sudah disuguhi pemandangan kayak gini awal-awal 😭
Diah nation: eh itu baru awalan lho tapi nanti pas tengah tengah bab bakal ada kejutan 😂😂baca aja dulu seru kok hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!