NovelToon NovelToon
Menggoda Boss Arogan

Menggoda Boss Arogan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 5
Nama Author: RizkiTa

Sekuel SEKRETARIS KESAYANGAN

~

Meira pikir, setelah direktur marketing di perusahaan tempat dia bekerja digantikan oleh orang lain, hidupnya bisa aman. Meira tak lagi harus berhadapan dengan lelaki tua yang cerewet dan suka berbicara dengan nada tinggi.

Kabar baik datang, ketika bos baru ternyata masih sangat muda, dan tampan. Tapi kenyataannya, lelaki bernama Darel Arsenio itu lebih menyebalkan, ditambah pelit kata-kata. Sekalinya bicara, pasti menyakitkan. Entah punya masalah hidup apa direktur baru mereka saat ini. Hingga Meira harus melebarkan rasa sabarnya seluas mungkin ketika menghadapinya.

Semakin hari, Meira semakin kewalahan menghadapi sikap El yang cukup aneh dan arogan. Saat mengetahui ternyata El adalah pria single, terlintas ide gila di kepala gadis itu untuk mencoba menggoda bos

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan menerima hukuman

Darel terlihat benar-benar marah, Meira takut. Dia jadi gusar, tentu saja. Takut nanti Darel menganggapnya wanita penggoda, wanita murrahan dan sebagainya. Lantas jari-jarinya kini mulai mengetikkan sesuatu.

Pak, saya menyesal. Saya nggak bermaksud menggoda atau apapun. Saya tau Pak Darel nggak akan mungkin tergoda dengan saya. Tadi, Pak Darel memaksa saya untuk menampilkan wajah saya tanpa mau mendengarkan alasan saya, sekali lagi maafkan saya pak. Jangan pecat saya ya, saya mohon Pak.

Pesan terkirim, tidak butuh waktu lama, Darel langsung membacanya. Namun lelaki itu mengabaikan tanpa membalas. Meira bersumpah dia takut, kini melihat amarah Darel yang sungguh-sungguh, apalagi di sertai makian untuknya tadi. Meira semakin yakin kalau lelaki itu memang benci dengan mahluk yang namanya perempuan. Jika memang Darel lelaki normal, paling tidak dia tersenyum, atau yang lainnya sebagai respon atas tingkah memalukan Meira barusan.

Meira merasa karirnya terancam, dia sungguh takut jika Darel memecatnya. Bagaimana nasibnya nanti?

Ya ampun…

Tidak di gubris pesannya, Meira nekat melakukan panggilan pada bosnya itu, namun hasilnya sama. Tidak di pedulikan. Bahkan Darel jelas-jelas menolak panggilannya.

Tamat sudah riwayat karir Meira yang lagi cerah-cerahnya.

\~

Darel mencari tahu keberadaan sang ayah, lelaki paruh baya itu, kini sedang berada di rumah. Di manapun ayahnya, Darel akan tetap menemui untuk membahas hal penting ini. Namun, seketika dia mengurungkan niatnya. Mengatakan hal ini pada ayah, sepertinya akan menambah masalah. Pasti, ayah tidak akan mempercayainya, dan akan menuduhnya yang tidak-tidak. Darel benci keadaan ini.

Lelaki itu kembali mengambil ponselnya, dia membaca ulang pesan yang sempat Meira kirimkan, namun tadi dia hanya membacanya sekilas saja.

Darel membaca setiap kata yang di kirimkan gadis itu, terlihat dari kalimatnya, dia sangat ketakutan dan merasa bersalah. Tapi, Darel merasa ini bukan salah Meira sepenuhnya. Gadis itu sempat mengatakan bahwa keadaannya sedang tidak memungkinkan, namun Darel tetap memaksa.

“Sebentar, apa maksud dari kalimatnya yang ini? nggak akan mungkin tergoda? dia kira aku bukan laki-laki normal?” Darel semakin geram, dia mengetik balasan untuk Meira.

Kamu nggak saya pecat, tapi kamu saya kasih hukuman. Maksud kamu apa, saya nggak akan mungkin tergoda dengan kamu? Kamu memperlihatkan pundak, dan belahan dada ke saya, itu sangat menganggu pikiran saya!

Darel mengirimkan balasan, namun tak ada respon apapun dari Meira, bahkan wanita itu juga belum membalas pesannya.

Dia mencoba kembali fokus, ada banyak dokumen yang harus dia tinjau kembali, di atas mejanya. Ini bukan saatnya untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting. Pikir Darel. Dia harus menunjukkan kinerjanya dengan baik pada sang ayah, agar ayahnya percaya.

Sudah lebih dari setengah jam, Meira tidak merespon pesan dari Darel, lelaki itu berulang kali melirik ke arah ponselnya, namun tak ada notifikasi apapun sampai detik ini.

Tak lama kemudian, pintu ruangannya di ketuk pelan, Darel menoleh. “Masuk!” titahnya. Ketika pintu di buka, di sana memperlihatkan seseorang yang tak dia sangka. Meira, berdiri di ambang pintu, dengan wajah yang penuh rasa bersalah.

“Pak, maafkan saya…” gadis itu tak kuasa menahan air matanya. Kali ini, kelangsungan hidupnya ada di tangan Darel. Mencari pekerjaan di jaman sekarang ini, termasuk sulit, maka Meira berpikir, lebih baik dia minta maaf dan sedikit akting memelas, demi hidupnya yang lebih layak.

Meira berjalan, mendekat ke arah meja Darel, semakin Meira mendekat, lelaki itu semakin tak bisa mengendalikan debaran jantungnya. Meira cantik, tapi saat menangis seperti ini, dia jelas tidak suka melihatnya. Tak ada pundak polos yang Meira tampilkan seperti tadi, kali ini dia benar-benar terlihat sangat sopan dengan blouse longgar dan celana kulot, pakaaian yang tidak membentuk tubuhnya sama sekali.

“Bukannya kamu masih sakit?” Darel bertanya, namun mengalihkan pandangannya. “Ngapain datang ke sini?” tanya lelaki itu lagi, kini dia menyibukkan diri dengan menyusun kertas-kertas di atas mejanya secara asal.

“Pak!” hentak Meira. “Jangan asal nyusunnya, harus sesuai judul, nanti saya yang bingung.” Meira mengingatkan, tak ada nada memelas seperti tadi.

“Saya mau minta maaf, Pak.” Meira sudah berdiri di sisi kanan Darel, jika dia harus bersimpuh pun, maka akan dia lalukan.

“Jangan dekat-dekat!” titah lelaki itu, ingin menghindar namun dia sudah terkunci.

“Apa segitu antinya Pak Darel, dengan perempuan? apa mungkin Pak Darel pernah mengalami patah hati hebat, makanya trauma?” pertanyaan bertubi-tubi, Meira ajukan, membuat Darel bingung, apa maksudnya?

“Maksud kamu, apa?” tanya Darel dengan tatapan tak suka, tapi dia semakin gugup saat Meira benar-benar sangat dekat dengannya.

“Maafkan saya, kemarin waktu di rumah sakit, sempat mendengar percakapan antara Pak Darel dan Pak Ibra, kalau bapak… nggak tertarik sama perempuan,” jelas Meira takut-takut, dan hati-hati.

Mata Darel membulat seketika, wanita ini mendengar dan menganggapnya seperti itu juga?

Lantas Darel menarik Meira, hingga wanita itu tersentak dan jatuh ke atas pangkuannya.

“Pak, kenapa—“

Bibir Meira terbungkam. Tanpa pikir panjang, Darel menciumnya dengan perasaan menggebu-gebu, antara kesal, gairaahh dan penasaran yang bercampur menjadi satu.

Meira terdiam, mencoba meronta saat Darel memainkan bibirrnya dengan sangat lihai tanpa permisi. Kedua tangan Meira di tahan oleh Darel, hingga wanita itu tak bisa berbuat apapun selain menerima perlakuan lelaki itu atas bibirnya.

😌😌😌

1
Lucia
Cepet banget thorrrrrrt🤦‍♀️
Lucia
Kabar Nia gimana tuh
Lucia
Puji Tuhan Kalo Meira + lagi
Lucia
Siapakah Sekertaris Darel🤔
Lucia
Bunda Inaya marah karena kelauanmu Darel terutama kehilangan cucu yg diidam"kan.
Td aja sampe nanya masa Nifas segala
Lucia
Udah lah Mei baikan.
Ini namanya ujian dlm RT, toh di Darel dh minta maaf biar gk berlarut" maslahnya
Lucia
Eh nya thor baru ingat kan maharnyabanyak ya. Diapain tuh emas 1 batang brp kg tuh kmrin sm uang tunai 1-2 M yahhhh🤭 dianggurin tuh uang?
Lucia
Haiah buat inu mertuanya Renovasi Rumahnya dong. Kasihan ibunya br lebih nyaman 😁
Lucia
Tpi kalo dipikir" Meira jg salah knp juga Ngundang Nia. Nih jadinya maslah malah jadi Runyam, hayo coba jujur sm Darel kalo kamu undang Nia di wa??? Niat jahat si ular kn jdi Jahat hmmmm Mei.,, meii
Lucia
Nh loehh dikunci pintunya kan🤭 sakit GK tuhhhh
Lucia
Sahabat Gila. Dari mana tuh duit buat bayar suruhannya mana pak Satpam lagi🤦‍♀️
Siapa juga yang mau Perkosa kamu? Darel??? Emg mau sama eloe si ular buauk👊
Lucia
Nah kan
Lucia
Darelll tanpa sadar kamu MEMBUNUH anakmu. Meira tdk akan MEMAAFKAN kamu👊 bodoh kamu!!!
Lucia
Kamu nnt nyesel darel
Lucia
Kamu sih Meira pake undang si Nia🤦‍♀️
Lucia
Kenapq Darel Gk Percaya kan pas Belah Duren Tau kalo masih Virgin 🤦‍♀️ Darel emaang ke kanak"an gampang kepancing emosi
Lucia
Ini kelakuan si Nia nih. Knp juga Meira pake ngundang Nia. Udah tau Sahabat palsu Menusuk dr Belakang. Cari maslaah. Kamu Meire 🤦‍♀️
Lucia
Darel telp bundanya, dgn perubahan sikapMeira
Lucia
Gk PMS darel, ku curiga hamil dehhh.
Km Gempur trs tanpa ampun😁
Lucia
Rasakan lohh. Hati yg Iri Dengki menjatuhkan Dirimu Sendiri.
Salut Ma Darel👍
Tp harus hati" sm Nia tuh bisa Menikam dr bekakang suatu saat nnti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!