tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Ledakan!
"Boom!"
"Gila! Arsene memegangi kepalanya pusing, ia adalah penyihir cahaya yang memiliki tingkat tinggi, bagaimana bisa ia kesulitan melawan dua mahluk spiritual di hadapannya.
"Athena? Panggil pemuda itu."
"Apa? Athena menoleh ke arah Arsene, gadis itu mendengarkan kakaknya sekaligus terus menangkis serangan mahluk spiritual di hadapannya.
" Kita lancarkan serangan terakhir lalu kembali ke arena! Ucap pemuda itu kesal, mereka sudah melawan mahluk itu cukup lama hingga langit hampir berubah warna.
Athena mengangguk, gadis itu lalu menggunakan sihir teleportasi pergi ke bagian tengkuk belakang mahluk itu.
"Grahhhghhhgghh!!!!!!!!!"
" Ck! Athena berdecak lidah kesal, tenaganya masih kurang untuk menjerat mahluk itu agar tetap diam.
"Cepat kak!!! Teriak gadis itu kewalahan sambil terus menjerat leher mahluk spiritual tingkat tinggi itu menggunakan sihir.
" Sabar! Ucap Arsene dengan keringat yang terus bercucuran, pemuda itu lalu membuat segel mengitari tubuh salah satu mahluk yang di jerat oleh Athena.
"Dengan segala keagungan, hamba Arsene meminta kekuatan untuk menghancurkan noda" Dalam sekejap, area sekitar yang terkena segel Arsene berubah putih bercahaya,siapapun tidak akan pernah bisa melihat atau mengetahui apa yang terjadi di sana.
"Grahhhhhhhh!!!!
"Grahhghh!!!"
"Grahhhhhhhh!!!!! Erang mahluk itu dari balik cahaya, Athena melindungi matanya menggunakan sihir kegelapan Vesper, gadis itu lalu pergi berganti ke mahluk satu nya.
"Srekh!!"
Ia mengikat leher mahluk raksasa itu menggunakan tali petir, gadis itu lalu mengalirkan sihir petir tingkat tinggi untuk melemahkan otot besar mahluk raksasa itu.
"Grehhghh!!! Tubuh mahluk itu bergetar, senjata di tangan nya satu persatu terjatuh berkat sengatan sihir Athena.
"Gregghghh!!!! Ia terus mengeluarkan suara mengerikan dengan busa dan air liur yang terus mengalir keluar.
“Dengan kehendak sang Pencipta, hamba Athena meminta perlindungan” Gadis itu mengubah tubuh mahluk spiritual raksasa tingkat tinggi di hadapannya menjadi abu.
Dalam sekejap, keberadaannya hilang dan hanya menyisakan tumpukan abu berwarna putih.
Athena lalu mengangkat abu itu menggunakan sihir dan memasukkannya ke dalam kantong, ia lalu membuka sihir ruang nya dan menyimpan kantong itu di dalam sana.
Ia lalu berjalan mendekati Arsene, pemuda itu terlihat sedang merapihkan pakaiannya yang kusut dan juga kotor dengan sangat kesal.
"Mau kubersihkan? Tanya Athena prihatin, kakaknya itu terlihat sangat tersiksa saat pakaiannya berantakan.
Arsene memicingkan mata curiga pada Athena.
" Tanpa imbalan " Ucap gadis itu, ia tahu apa isi pikiran kakaknya saat ini.
Arsene menganggukan kepala setelah mendengar ucapan Athena, pemuda itu tak ingin lagi kehilangan sebagian hartanya karena diperas oleh gadis itu.
Athena lalu membuat segel tangan, gadis itu mengaktifkan jam, ia mengulangi kembali waktu di pakaian kakaknya menjadi 8 jam lalu.
"Wahh!! Mata Arsene berbinar, kini pakaiannya kembali bersinar seperti saat mereka baru memasuki Arena.
" Athena " Panggil pemuda itu.
Athena yang sedang mengambil satu telinga mahluk spiritual yang dikalahkan Arsene di buat terkejut oleh pemuda itu.
"Apa? Balasnya."
"Hehe" Gadis itu bergidik ngeri melihat senyuman kakaknya, bagi nya itu adalah mimpi terburuk.
"30 menit lagi menuju matahari terbenam!!!!!
" Bagi para keluarga yang masih belum bisa kembali dari hutan akan didiskualifikasi!!!!!!
"Ucapkan selamat bagi Grand Duke Vesper yang berhasil ke luar sebagai yang pertama!!!!!
"Yeahhhhh!!!!"
"Selamattttt!!!!"
"Wooohhh!!! Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terdengar nyaring di telinga para peserta.
" Tidakkah menurut mu kompetisi berburu kali ini kurang? Bisik salah satu bangsawan.
"Apa maksudmu?"
"Menurut ku kompetisi tahun ini sedikit lebih baik dari tahun lalu" Balas bangsawan di sebelahnya.
" Bukankah tahun lalu dan sekarang sama saja? Aku yakin pemenang Festival ujung pedang dan tongkat tahun ini tetap lah Vesper.
"Benar"
"Tapi tahun ini sedikit menarik karena para penerus Vesper masih berada di bawah 20 tahun kecuali Hereditary.
" Benar"
"Kalian yang terakhir" Cibir Zelka, pemuda itu menutup mulut nya mengejek Arsene dan Athena yang baru sampai menggunakan sihir teleportasi.
"Setidaknya kami kembali tanpa usaha seperti melawan anak kecil" Ucap Arsene datar, pemuda itu lalu berjalan pergi melewati Zelka tanpa sedikitpun melirik pemuda itu.
"Bugh!
" Ughh! Zelka memegangi kemaluan nya yang di tendang Arsene dengan wajah pucat.
Athena bergidik ngeri melihat Zelka, gadis itu lalu berjalan pergi dari sana dan menghampiri kakak nya.
"Kakak kenapa? Tanya gadis itu, selama di dalam hutan gadis itu tidak pernah sekalipun melihat kristal sihir.
" Ini hari sial bagi Damien" Ucap Arthur menepuk pundak kakaknya pelan.
"Ctass!
" Awss" Arthur mengusap pelan kening nya yang di sentil Damien hingga memerah.
"Panggil aku kakak" Ucap pemuda itu.
"Kakak melawan Halland" Ucap Damien memelas, pemuda itu lalu menarik Athena agar duduk di samping nya dan mendengarkan nya.
"Lalu? Tanya gadis itu.
" Kakak menang! Tapi benar kata Arthur ini Hari sial! Ucap pemuda itu kesal.
"Aku ngerti"
Athena menepuk nepuk pelan lengan pemuda itu yang memeluk nya, ia yakin Damien pasti terkena trik curang Wilfred.
"Syukurlah kakak mengikuti perkataan Sevalio" Lanjut pemuda itu.
"Benarkah? Tanya Athena pada Sevalio di pikiran nya.
" Benar! Balas anak itu bangga, Athena yakin hidung anak itu memanjang di samping ayah nya sana.
"Berkat Sevalio setidaknya kakak tidak kehilangan satu lengan kakak" Lanjut Damien sedikit senang, keberadaan Sevalio benar-benar membantu nya.
"Lemah! Cibir Arsene menatap datar Damien.
" Kakak kalah dari Wilfred?!
"Benar-benar tidak elegan! Lanjut pemuda itu.
" Wilfred Karsa dan Solon" Ucap Damien pasrah, ia tahu dirinya pasti akan di remehkan karena hanya menang tipis.
"Oh" Arsene mengalihkan pandangan, ia tidak mengira kakak nya solo melawan tiga keluarga sekaligus.
"Ayo" Ucap Damien bangkit dari duduknya.
"Kita kembali lebih dulu" Ucap pemuda itu, mereka sudah lengkap, tidak ada alasan lagi untuk berlama-lama diam disana.
Para Vesper lalu berjalan pergi meninggalkan Arena.
Athena melirik kesana kemari, ia menelusuri siapa saja yang mampu keluar dari hutan setelah mereka.
Wilfred, meskipun jumlah mereka cuma sisa setengah, mereka masih terlihat mengintimidasi karena pemimpin mereka tidak lecet ataupun tergores sedikit pun.
Karsa, keluarga berapi-api itu terlihat yang paling banyak berkurang, namun hal itu tidak bisa menjadi alasan yang kuat untuk berpikir mereka lemah.
Solon, Athena tidak melihat keberadaan mereka.