Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Bersama
"Ada yang ingin kami bicarakan padamu, bisakah kamu ikut dengan kami untuk makan siang?" ucap Tuan Sam.
"Kami akan membayar semua yang ingin kamu makan, kamu tidak perlu khawatir," sahut Tuan Daang.
Lue Ang ingin menolak permintaan keduanya karena ingin bergegas pergi, lagipula tidak ada alasan baginya pergi dengan kedua orang di depannya yang tidak dikenalnya.
"Apa kamu akan ikut mereka?" Tanya Ameng.
"Aku tidak mengenal mereka untuk apa aku sampai ikut makan bersama mereka," sahut Lue Ang.
"Tenang saja kami benar benar tidak ada maksud jahat padamu," ucap Tuan Sam.
"Tapi aku merasa kita tidak saling mengenal untuk sampai harus makan bersama," sahut Lue Ang.
"Anggap saja ini sebagai permohonan maaf kami karena terlambat mengetahui semua yang terjadi padamu," ucap Tuan Daang.
"Haaaah, baiklah. Aku akan ikut dengan kalian," sahut Lue Ang yang tidak lagi memiliki alasan menolak keduanya.
Tuan Sambdan Tuan Daang sama-sama berjalan ke arah sebuah rumah makan besar yang tidak jauh dari mereka, keduanya memesan khusus rumah makan itu hanya untuk mereka bertiga dan meminta rumah makan itu tidak menerima tamu lagi.
Lue Ang yang sebelumnya hanya sampah keluarga Ang saat ini makan bersama dengan dua orang ternama, semua yang melihat Lue Ang berpikir sampah keluarga Ang sudah bukan lagi orang yang bisa diremehkan.
"Silahkan pesan sesukamu," ucap Tuan Sam.
"Aku tidak terbiasa makan di tempat seperti ini jadi aku tidak tahu menu-menunya, kalian pesan saja aku akan ikut apa saja yang kalian makan," sahut Lue Ang.
"Kalau begitu biar aku yang pesan, kalian berdua duduk saja di sini," ucap Tuan Daang yang langsung bangkit berdiri dan berjalan pergi.
Lue Ang hanya diam saat Tuan Sam terus menatapnya, Lue Ang bisa menebak saat Ini Tuan sam penasaran dengan spirit Naga api yang ada di dalam tubuhnya.
"Apa kamu mau aku memenjarakan mereka semua?" Tanya Tuan Sam.
"Sudahlah semua sudah berakhir, dari pada mereka di penjara aku malah ingin melihat mereka mati," ucap Lue Ang.
"Jadi kamu sudah memaafkan mereka begitu saja?" Tanya Tuan Daang yang sudah mendengar pembicaraan keduanya.
"Tentu saja tidak, biarkan saja mereka hidup tenang untuk saat ini, karena aku berharap mereka melakukan sesuatu," ucap Lue Ang.
"Setelah aku menjadi lebih kuat lagi aku akan membunuh mereka dengan tanganku sendiri," sambung Lue Ang.
Satu persatu hidangan tersedia di meja makan, setelah semua sudah tersedia Tuan Sam dan Tuan Daang meminta Lue Ang untuk menyantap makanan yang sudah tersedia.
Lue Ang makan dengan lahap karena memang sudah beberapa hari dirinya tidak makan, selesai makan Lue Ang menyandarkan tubuhnya di kursi, saat ini dirinya sudah siap untuk melakukan perjalanan menuju perguruan Langit Tinggi seperti yang diminta oleh Mak Nung.
"Kalau kalian ingin mengatakan sesuatu kalian bisa mengatakannya sekarang karena aku harus segera pergi," ucap Lue Ang.
Sedari awal Lue Ang menyadari kalau kedua orang di depannya mengajaknya makan bukan tanpa alasan, keduanya pasti ingin membicarakan sesuatu yang penting dengannya.
"Kenapa terburu-buru? Sebenarnya Ke mana kamu akan pergi?" Tanya Tuan Daang.
"Sebenarnya aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawab ke mana aku akan pergi, tapi karena kalian sudah membawaku makan enak aku akan mengatakannya," ucap Lue Ang.
"Aku akan pergi ke perguruan Langit Tinggi," sambung Lue Ang.
Keduanya terlihat terkejut mendengar perkataan Lue Ang perguruan Langit Tinggi berjarak sangat jauh, membutuhkan waktu sepuluh hari lebih jika berjalan kaki ke sana, sedangkan untuk naik kendaraan dibutuhkan waktu tujuh hari.
"Kami ingin kamu bekerja sama dengan kami, spirit yang ada dalam tubuh mu bukan spirit biasa, spirit mu pasti akan sangat membantu," ucap Tuan Sam.
"Aku berterima kasih atas makanan yang kalian berikan tapi aku akan menolak permintaan kalian, akan dan spirit ku tidak ingin terlihat dengan masalah kerajaan," sahut Lue Ang.
"Kalau begitu kami tidak bisa memaksamu, tapi kami tetap berharap suatu hari nanti jika kamu kembali kamu bisa memikirkan yang kami katakan," ucap Tuan Daang.
"Tidak tahu nantinya seperti apa tapi untuk sekarang aku tidak akan memikirkan itu lebih dulu, sekarang aku harus pergi, terima kasih karena sudah membayarkan makananku," sahut Lue Ang sambil berdiri.
Lue Ang langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang, Lue Ang melanjutkan langkahnya berjalan keluar dari kota, Tuan Sam dan Tuan Daang hanya bisa terdiam melihat Lue Ang berjalan pergi meninggalkan mereka.
Kepergian Lue Ang membuat mereka sama-sama kepikiran dua hal, yang pertama mereka takut Lue Ang akan menjadikan mereka musuh seperti keluarga cabang Ang, kedua mereka kepikiran bagaimana jika Lue Ang tiba-tiba berpihak pada kerajaan musuh.
"Menurutmu Spirit ku apa bisa mengalahkan Spirit nya?" Tanya Tuan Sam.
"Aku tidak tahu karena kita sama-sama belum melihat spiritnya, dari aumannya terdengar berbeda aku seperti merasa tertekan saat mendengar auman itu," ucap Tuan Daang.
"Aku juga sama sepertimu, Aku bahkan merasa spiritnya itu bukan harimau ataupun singa," sahut Tuan Sam.
"Aku menyesal mengetahui semua yang terjadi tentangnya, jika kita tahu lebih awal dan membantunya dia pasti tidak akan menolak menjalin hubungan dengan kita," sambung Tuan Sam.
Keduanya sama-sama saling terdiam karena tidak tahu harus berkata apa lagi, harapan mereka satu-satunya hanya jangan sampai Lue Ang berada di pihak kerajaan musuh.
Lue Ang yang keluar dari gerbang kota merasa cukup tenang, bisa melihat keluarga cabang Ang merasakan seperti apa yang dirasakan sebelumnya membuatnya senang.
Tapi bukan berarti Lue Ang ingin mengakhiri dendamnya hanya dengan itu.
"Apa kamu sudah puas hanya dengan melihat mereka seperti itu?" Tanya Ameng.
"Tentu saja tidak itu hanya permulaan saja, setelah aku menjadi sangat kuat nanti aku akan membunuh mereka semua," ucap Lue Ang.
"Aku sengaja memberikan hukuman seperti itu agar mereka memberitahu keluarga Ang utama tentang aku yang bukan lagi sampah, aku membiarkan keluarga Ang utama bersiap menyambut kedatanganku dan tentu saja bersamamu," sambung Lue Ang.
Mendengar ucapan Lue Ang Ameng tersenyum, Sebagai spirit terkuat Ameng sangat menyukai Lue Ang yang penuh ambisi, dengan ambisi itu Lue Ang akan menjadi kuat demi pembalasan dendam.
Di dalam tubuh Lue Ang Ameng tiba-tiba terpikirkan sesuatu, seseorang yang bisa melepaskan segel pasti bukan orang biasa, Ameng jadi penasaran siapa sebenarnya orang yang telah menyelamatkan Lue Ang bahkan melepaskannya.
"Tidak tahu hanya perasaanku saja saat ini aku merasa sangat tidak tenang, apa kamu juga merasakannya?" Tanya Lue Ang.
"Itu pasti karena mereka," ucap Ameng.