NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Pertikaian

Tuan Bai dan Tuan Ma sangat menikmatinya, rasanya benar-benar tidak jauh berbeda. Sangat cocok dimakan saat bersantai.

"Nyonya Xia, apa nama makanan ini?" Tanya Tuan Bai setelah menyeka mulutnya.

"Keripik ubi! Bagaimana, apa Tuan Bai berminat untuk bekerja sama? Kalau tidak, saya tawarkan pada Tuan Ma!"

"Nama yang unik. Tentu saya setuju!" Mana mungkin dia menolaknya, dia segera meminta Manager Guang untuk membuat kontraknya.

Nan Wei membacanya, dan isinya sama saja. Setelah menandatangani, dia akhirnya mengeluarkan kentang pesanan milik Tuan Ma.

"Manager Guang silahkan ditimbang ulang!" pinta Nan Wei. Agar semuanya lebih jelas, tidak ada tipu muslihat.

"Tidak perlu! Saya percaya pada Nyonya Xia." Kata Tuan Ma.

"Oh terima kasih atas kepercayaannya! Dan untuk keripik ubi, Tuan Bai ingin pesan berapa kg?"

"Saya pesan 50 kg juga." balasnya tanpa ragu. Dan dia segera mengambil kentong uangnya dan langsung membayar setengahnya.

"Oh baiklah! Besok saya akan mengantarnya langsung ke Restoran milik Tuan Bai!"

Setelah semua urusan selesai, Nan Wei berpamitan karena dia sudah terlalu lama. Dia segera turun ke bawah, dan melihat kedua orang itu sudah menunggunya dengan gelisah.

***

Mereka bertiga menuju pasar, dan dia menyempatkan bertemu dengan Paman Tao untuk memberinya makanan yang dia beli di restoran.

"Paman! Mungkin aku sedikit lama, ada banyak barang yang harus diganti!" jelas Nan Wei.

"Pergilah.. Pergilah..! Tidak perlu buru-buru, aku akan menunggu kalian!" pinta Paman Tao dengan semangat karena mendapat makanan gratis.

"Oh baiklah!" Nan Wei segera mengajak keduanya ke toko baju. Dia ingin membelikan semua orang baju, termasuk dirinya.

Nan Wei melewati beberapa toko baju, dan dia berhenti di toko yang terlihat begitu ramai. Setelah dia masuk ternyata bajunya yang dijual sangat cantik, tidak cocok dipake untuk sehari-hari.

Sedangkan Nan Wei hanya ingin membeli yang tidak terlalu mencolok, baju yang sederhana bagi mereka yang tinggal di Desa. Karena baju mereka semua bukan cuman lusuh, tapi sudah banyak tambalan.

"Hei kenapa ada pengemis di sini?" tanya salah satu pelanggan dengan jijik melihat ke arah Nan Wei.

"Emang apa salahnya jika pengemis ingin beli baju?" tanya Nan Wei dengan tajam.

Orang itu sedikit menciut melihat tatapan Nan Wei yang begitu dingin. "Tentu salah, karena pengemis kaya kalian mana mungkin punya uang untuk membeli baju, untuk makan saja kalian masih susah!" ucapnya dengan nada mencemooh.

"Bibi kita pergi saja!" bisik Xia Ling dengan takut.

"Kakak Ling, kita tidak boleh takut! Karena kita datang untuk beli baju!" sela Zhao Xu.

Nan Wei menyeringai mendengar keduanya berbeda-beda pendapat. Tentu mental Zhao Xu lebih kebal, karena dia sudah terlatih dengan sikap Nan Wei sebelumnya.

"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" tanya seorang wanita paruh bayah. Dia langsung turun saat mendengar keributan dari atas.

"Oh Manager Su, Anda akhirnya datang. Lihat, Toko mu dimasuki oleh pengemis, katanya sih ingin beli baju!" jelasnya dengan sarkas.

"Oh Nona Jiang Mei. Maaf sudah membuat kenyamanan Anda terganggu. Nona silahkan lanjutkan memilih baju, biarkan mereka bertiga jadi urusanku!" katanya dengan nada menjilat.

Jiang Mei menatap Nan Wei dengan wajah penuh kemenangan. Tapi dia tetap diam, dia tidak pergi karena ingin melihat sampai mana Nan Wei begitu bersikap berani.

Sedangkan Nan Wei hanya diam, dia menunggu apa yang dilakukan Manager Su kepadanya.

"Kalian bertiga silahkan keluar! Pelanggan di toko kami merasa terusik dengan kehadiran kalian!" katanya dengan wajah suram.

Nan Wei tentu tidak terima, "Atas dasar apa Anda mengira saya datang untuk mengemis? Apa karena baju yang saya pakai?"

Semua pelanggan yang tadinya sudah bubar kembali berkerumun. Mereka tidak menyangka Nan Wei juga berani membantah Manager Su.

Manager Su menatap Nan Wei dengan bingung, dari mana keberaniannya berasal. "Lalu dari mana lagi? Baju kalian yang penuh tambalan itu sudah menunjukkan kalian tidak punya uang, jadi kalian datang untuk mengemis.!"

"Lantaran baju kami sudah banyak tambalan, makanya kami datang untuk membeli baju baru. Tapi Anda yang seorang Manager ternyata memandang orang dari luarnya saja!"

"Omong kosong! Tidak usah banyak bicara, silahkan angkat kaki dari sini! Meski kau punya uang, toko kami tidak melayanimu!" ucapnya dengan tegas.

"Wah wah bagaimana jika pemilik toko tahu jika seorang Manager pilih-pilih pelanggan? Menurutmu apa dia akan terima?" tanya Nan Wei sambil tersenyum menyeringai.

Karena nama toko baju itu sama persis dengan nama Restoran milik Tuan Bai. Jadi Nan Wei menduga, pemiliknya orang yang sama.

"Hahahah kau hanya seorang pengemis. Tentu pemilik toko sangat senang jika saya mengusir kalian.!" ucapnya sambil tertawa, karena merasa lucu dengan omongan Nan Wei.

"Hie kau itu hanya seorang pengemis! Tidak perlu bawa-bawa pemilik toko. Cukup Manager Su saja yang mengurusmu!" sela Jiang Mei.

"Oh benarkah? Kalau begitu, Zhao Xu pergi panggil Tuan Bai, dia berada di Restoran MaYu. Katakan pada Kak Simei, jika aku yang memintamu pergi!" Simei adalah pelayan yang pertama kali melayani Nan Wei.

"Baik Bu!" Zhao Xu segera keluar Toko dan berlari menuju Restoran MaYu. Dia tidak tahu, siapa Tuan Bai, tapi pasti sang Ibu mengenalnya.

Manager Su tertegun, dia menatap Nan Wei dengan tatapan tak percaya. Bagaimana mungkin seorang pengemis mengenal Tuannya? Apa jangan-jangan Nan Wei bukan seorang pengemis?

Dia mulai ragu dengan apa yang dia lakukan. Tangannya mulai berkeringat dingin. Dari awal Nan Wei begitu tenang dan bersikap berani dengannya, tidak ada rasa takut atau gugup di wajahnya.

"Hahah Manager Su, Anda dengarkan? Dia seolah-olah mengenal pemilik Toko. Entah siapa yang dia suruh untuk menyamar jadi Tuan Bai.!"

Manager Su terdiam, benar juga. Selama ini Tuan Bai sangat sulit untuk ditemui, dia baru akan muncul jika ada masalah yang tidak dapat dia tangani.

Sedangkan Nan Wei, hanya meminta seorang anak kecil untuk pergi memanggilnya. Emang dia pikir Tuan Bai sesantai itu untuk mau datang menemuinya?

"Bagaimana? Apa Anda masih ingin mengusir saya? Kalau tidak, saya ingin lanjut melihat-lihat kain.!"

"Hei kau dasar pengemis, keluar dari sini!" pinta Jiang Mie sambil menunjuk pintu keluar. "Manager Su! Jika mereka tidak keluar sekarang, saya tidak akan jadi langganan lagi di Toko bajumu!"

"Eh Nona jangan.. Jangan...! Baik saya akan mengusir mereka sekarang!" katanya dengan panik.

Jiang Mei adalah pelanggan tetap mereka, setiap kali belanja, dia akan menghabiskan 2 teal perak.

Manager Su segera meminta penjaga untuk mengusir Nan Wei dan Xia Lingzi keluar dari toko. Dan Nan Wei tidak melawan atau mengatakan apa-apa, tapi bukan berarti dia mengalah, karena Nan Wei tidak akan pernah memberi Kemenangan untuk orang yang yang sudah berbuat salah.

Melihat Nan Wei pergi ke toko baju yang ada diseberang membuat perasaan Manager Su jadi campur aduk. Apa jangan-jangan Nan Wei benar-benar punya uang untuk beli baju?

Kerumunan kembali bubar, tentu terbagi dua pendapat. Ada yang percaya jika Nan Wei memiliki uang, dan ada juga yang sependapat dengan Jiang Mei.

Tapi setelah beberapa menit, Manager Su dibuat diam seribu bahasa melihat Tuan Bai turun dari kereta kuda bersama dengan Zhao Xu.

"Tuan Bai..!" tubuhnya begetar karena rasa takut.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!