karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Maudi berjalan menyusuri koridor Fakultas Teknologi Informasi dengan langkah yang sengaja dibuat canggung. Gamisnya yang basah kuyup akibat ulah Eliza mengundang tatapan miring dan bisik-bisik dari mahasiswa lain yang berlalu lalang. Namun, di balik cadar hitamnya, mata Maudi berkilat tajam, mengamati setiap sudut gedung dengan presisi seorang ahli keamanan siber.
Maudi memasuki ruang kelas , Ruangan itu penuh sesak dengan mahasiswa baru yang tampil stylish dan modern, sangat kontras dengan penampilan Maudi yang kuno dan lusuh. Ia memilih duduk di barisan paling belakang, di sudut yang paling gelap.
Tak lama kemudian, dosen pengajar masuk. Seorang pria paruh baya berkacamata tebal yang tampak killer. Tanpa basa-basi, ia langsung menuliskan sebuah soal logika coding dasar di papan tulis.
"Siapa yang bisa menyelesaikan soal ini di depan? Saya akan berikan nilai tambahan untuk tugas pertama," tantang sang dosen, menatap sekeliling kelas.
Hening. Soal itu sebenarnya mudah bagi mahasiswa yang sudah memiliki dasar, namun bagi mahasiswa baru, itu cukup membingungkan.
Di luar jendela kelas, Maudi melihat Eliza dan geng sosialitanya sedang mengintip. Eliza tersenyum licik, memberikan isyarat tangan pada salah satu mahasiswa di dalam kelas yang ternyata adalah suruhannya. Mahasiswa itu tiba-tiba berdiri dan menunjuk Maudi.
"Pak! Itu... mahasiswi yang pakai cadar di belakang. Katanya dia pintar, lulusan pesantren terkemuka. Pasti jago soal logika beginian," ucap mahasiswa itu lantang, memancing tawa seisi kelas.
Dosen itu menatap Maudi. "Ya, kamu. Silakan maju ke depan."
Maudi pura-pura gemetar. Ia berdiri dengan lambat, menjatuhkan buku tulis kusamnya, lalu berjalan ke depan dengan kepala menunduk dalam. Ia mengambil spidol dengan tangan yang terlihat penuh bekas luka buatan.
Maudi menatap papan tulis selama satu menit penuh, pura-pura bingung. Ia mulai menulis barisan kode, namun sengaja membuatnya salah total. Ia mencampurkan logika coding dengan istilah-istilah fiqih yang tidak nyambung.
“If (Hati_Ikhlas \=\= True) { Pahala++dosa}tulis Maudi di papan tulis.
Satu kelas meledak dalam tawa yang sangat keras. Beberapa mahasiswa bahkan sampai memukul meja.
"Hahaha! Apa-apaan itu? Ini kelas IT, bukan kelas Agama!"
"Pantas saja bau pesantren, otaknya nggak nyampe sini!"
"Bodoh banget sih! Kenapa bisa masuk kampus ini?!"
"pasti anak angkat sultan itu makannya bisa masuk kesini dengan mudah".
"cantik kagak, bodoh iya"...
Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat Maudi yang bodoh dan polos.
Eliza yang mengintip di jendela tertawa terbahak-bahak sampai memegang perutnya yang terasa kram, merasa sangat puas melihat Maudi dipermalukan. Ia segera mengambil foto papan tulis itu dan mengunggahnya ke story Instagram dengan caption "Monster Bodoh Masuk TI. Ngakak Guling-Guling!"...
"Yuk gaes...kita ke kantin, saatnya merayakan kebodohan gadis bercadar itu" seru Eliza pada teman-temannya.
Doni, yang secara tidak sengaja melihat story Eliza saat sedang rapat, mengernyitkan kening. Ada rasa perih di hatinya melihat anaknya dipermalukan seperti itu, walau ia mengira Maudi adalah anak tiri.
Dosen itu menggelengkan kepala kecewa. "Cukup, Maudi. Silakan duduk kembali. Belajar lagi yang giat, jangan bawa-bawa istilah agama di kelas saya."
Maudi kembali ke bangkunya dengan kepala menunduk, pura-pura menangis sesenggukan. Namun, di balik cadarnya, jari-jarinya sedang sibuk menari di atas layar ponsel mininya yang tersembunyi di balik buku tulis.
"Tersenyumlah selagi bisa, Eliza," gumam Maudi lirih.
Sambil pura-pura mendengarkan penjelasan dosen, Maudi meretas sistem presensi digital kelas. Ia mengubah data kehadirannya menjadi Hadir dengan Catatan Khusus, Sengaja Menyembunyikan Kemampuan". Data ini hanya bisa dilihat oleh Dekan Fakultas dan Rektor, tidak oleh dosen pengajar.
Maudi juga mengirimkan sebuah virus trojan ke ponsel Eliza melalui link foto Instagram yang baru saja Eliza unggah. Virus itu tidak merusak ponsel, tapi akan merekam semua aktivitas Eliza, termasuk obrolan rahasia dengan Seina tentang rencana-rencana licik mereka.
___
Saat jam istirahat, Eliza memanggil Maudi ke kantin pusat melalui pesan singkat yang penuh perintah "Cepat ke kantin! Pesankan aku Matcha Latte dan bawakan tasku ke kelas sebelah!"
Maudi datang dengan patuh. Di depan teman-teman sosialitanya, Eliza sengaja ingin pamer kekuasaan.
"Eh, mumpung kamu di sini, kerjakan tugas ringkasan sejarah IT-ku ya. Kamu kan bodoh,jadi hanya tinggal menyalinnya saja, Aku mau pergi ke butik sama teman-teman," perintah Eliza sambil melemparkan buku catatan mahalnya ke arah Maudi. "Jangan sampai salah, awas kamu!"
"Baik, Eliza. Nanti Maudi kerjakan," jawab Maudi lirih.
"Panggil aku Nona Eliza! Di sini kamu cuma pembantu yang kebetulan ikut kuliah!" bentak Eliza sambil asyik memamerkan ponsel seri terbaru seharga 30 juta rupiah yang baru dibelikan Doni sebelum Maudi kembali.
Maudi duduk di pojok kantin, pura-pura menulis. Namun, di bawah meja, ia membuka laptop mungilnya. Ia sudah masuk ke dalam sistem operasi ponsel Eliza melalui jaringan Wi-Fi kantin yang sangat mudah ia retas.
"Ponsel baru ya, Eliza? Mari kita lihat seberapa awet benda itu," gumam Maudi.
Maudi mulai mengirimkan perintah script sederhana. Tiba-tiba, ponsel di tangan Eliza mati.
"Lho? Kok mati sih?" Eliza menekan tombol power. Ponsel itu menyala, tapi hanya menampilkan logo apel yang berkedip-kedip, lalu mati lagi.
Eliza panik. "Eh, nyala lagi... eh mati lagi! Kok kayak lampu disko....,i ini seperti tadi pagi, tapi....tapi lebih aneh...?!"
"kenapa El....?" tanya teman Eliza yang penasaran melihat wajah Eliza kebingungan.
"Tidak tahu ini, Ponselku aneh" jawab Eliza tanpa menoleh, matanya masih fokus pada layar ponselnya.
Setiap kali Eliza ingin mengetik pesan, layar ponselnya berubah menjadi hitam putih, lalu tiba-tiba mengeluarkan suara keras, "Tut... tut... lowbat... tut... tut..." padahal baterainya masih 95%.
"Ihh! Ini kenapa sih?! Baru beli dua minggu!" teriak Eliza kesal. Ia menggoyang-goyangkan ponselnya, namun Maudi dari jauh terus menekan tombol restart otomatis setiap kali Eliza mencoba membuka Instagram....
"Ah....ini sudah benar....,yuk gaes ,kita selfie dulu" ajak Eliza yang selalu memamerkan kegiatannya di Instagram.
Tetapi saat Eliza ingin mengambil foto selfie, kamera ponselnya malah menampilkan wajah monster Maudi dengan hasil editan Maudi yang mengerikan.
"AAAARGH! HP SIALAN! VIRUSNYA PASTI DARI MAUDI!" teriak Eliza dan teman-temannya merasa terkejut sekaligus takut....Eliza frustrasi. Tanpa pikir panjang, saking emosinya karena dipermalukan di depan teman-temannya, Eliza membanting ponsel mahal itu ke lantai marmer kantin hingga hancur berkeping-keping.
Prakkk!
Semua orang di kantin terdiam. Maudi segera menghampiri dengan wajah pura-pura panik. "Ya Allah, Nona Eliza... kenapa HP-nya dibanting? Sayang sekali, itu kan mahal."
"DIAM KAMU! JANGAN DEKAT-DEKAT! INI PASTI GARA-GARA KAMU BAWA SIAL!" Eliza berteriak histeris lalu pergi meninggalkan kantin dengan wajah merah padam, sementara teman-temannya hanya bisa saling pandang dan mengikuti Eliza pergi.
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.