NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. PERMINTAAN PARA LELUHUR

Pesta dansa Kekaisaran Aurelius berakhir jauh lebih kacau dari pada yang dibayangkan siapa pun.

Para bangsawan pulang dengan kepala penuh gosip.

Para wanita muda pulang sambil menangis.

Para ibu bangsawan pulang dengan wajah syok.

Dan para pria bangsawan pulang sambil bertanya-tanya bagaimana mungkin Rowan Desmond yang selama ini tidak pernah tertarik kepada siapa pun tiba-tiba mengumumkan pertunangan. Bahkan lebih parah lagi, dengan seorang Putri kerajaan yang jauh.

Malam itu nama Cecilia De Landon Donovan benar-benar mengguncang seluruh ibu kota.

Namun tidak ada seorang pun yang lebih terguncang dari pada Cecilia sendiri. Karena dirinya bahkan baru mengetahui soal 'Pertunangan' bersamaan dengan seluruh aula yang mendengarnya.

Kini di lorong istana yang panjang diterangi lampu sihir berwarna keemasan. Para pelayan yang berlalu-lalang buru-buru menundukkan kepala ketika melihat Rowan dan Cecilia berjalan melewati mereka.

Atau lebih tepatnya satu orang berjalan santai. Sedangkan yang satunya lagi sedang murka. Karena Cecilia mengoceh kesal.

PLAK!

Sebuah pukulan mendarat di lengan Rowan.

PLAK!

"Dasar manusia menyebalkan!" seru Cecilia murka.

PLAK!

"Kau bahkan tidak pernah membicarakannya!" ujar Cecilia

PLAK!

"Tunangan?!"

PLAK!

"Sejak kapan aku jadi tunanganmu?!"

PLAK!

"Kenapa aku yang terakhir tahu?!"

PLAK!

Rowan hampir tertawa terbahak-bahak. Ia bahkan tidak berusaha menghindar, karena pukulan Cecilia sama sekali tidak terasa menyakitkan. Lebih mirip seekor kucing kecil yang sedang marah.

Justru wajah Cecilia yang memerah karena kesal itulah yang membuat Rowan ingin terus menggodanya.

"Kalau aku bilang dulu. Kau pasti menolak," ujar Rowan santai.

"Tentu saja aku menolak!" jawab Cecilia.

"Kalau begitu keputusanku benar," kata Rowan.

"ITU TIDAK BENAR SAMA SEKALI!" raung Cecilia.

PLAK!

Satu pukulan lagi mendarat dan Rowan akhirnya tertawa lepas.

Suara tawanya menggema di lorong. Membuat beberapa pelayan yang mendengarnya langsung membelalakkan mata, mengingat pemandangan itu terasa begitu tidak nyata.

Rowan Desmond, pria yang biasanya dingin, kini sedang tertawa lepas karena seorang gadis memukuli lengannya.

Namun tiba-tiba langkah Cecilia berhenti seketika. Tubuhnya membeku.

Rowan yang masih tersenyum menoleh. "Hm? Ada apa?"

Tidak ada jawaban dari sang gadis

"Cecilia?" panggil Rowan.

Gadis itu tetap diam. Tatapannya tertuju lurus ke depan, melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat Rowan.

Senyum Rowan perlahan menghilang, khawatir sekarang gadis itu tiba-tiba diam seribu bahasa

"Cecilia?" panggil Rowan lagi.

Tetap tidak ada jawaban.

Ekspresi serius muncul di wajah Cecilia. Sangat serius hingga membuat Rowan luar biasa heran.

Rowan mengikuti arah pandang gadis itu. Namun koridor di depan mereka kosong. Tidak ada siapa-siapa, setidaknya bagi dirinya.

Sementara bagi Cecilia di depannya kini ada empat sosok berdiri di sana. Empat roh tak biasa. Seorang wanita dan tiga pria. Mereka mengenakan pakaian bangsawan kuno yang bahkan mungkin sudah tidak digunakan selama ratusan tahun terakhir.

Aura mereka berbeda dari roh biasa. Jauh berbeda.

Mereka lebih kuat, stabil, dan terang. Entah kenapa Cecilia bisa merasakan sesuatu yang familiar dari mereka, yaitu wibawa, martabat, dan harga diri tinggi.

Roh wanita yang berdiri paling depan tersenyum lembut dan berkata, "Jadi benar. Sang Gadis Dewa benar-benar bisa melihat kami."

Cecilia menelan ludah.

Roh pria berambut putih di samping wanita itu tertawa pelan dan ikut bicara, "Aku sudah bilang. Dia berbeda, lihat saja betapa terang dirinya untuk mata para roh seperti kita "

Wanita itu kembali berbicara. "Izinkan kami memperkenalkan diri, Wahai Gadis Yang Dicintai Oleh Dewa. Kami adalah para leluhur Aurelius."

Mata Cecilia sedikit melebar.

Para leluhur? batin Cecilia yang terkejut setengah mati

Roh pria yang tampak paling tua mengangguk. "Kami mengawasi kerajaan ini sejak ratusan tahun lalu. Kami menjaga keturunan kami. Dan mengawasi bahaya yang mengancam Aurelius."

Jantung Cecilia berdetak lebih cepat. Ia tidak meragukan ucapan mereka, karena aura mereka terlalu kuat untuk sekadar roh biasa. Mereka bahkan tampak hampir nyata dan Cecilia yakin, sedikit saja usaha mereka dapat dilihat oleh mata orang awam.

Wanita itu melangkah maju, tapi kali ini senyumnya menghilang dan berkata dengan nada serius, "Kami membutuhkan bantuanmu. Permaisuri Seraphina berada dalam bahaya."

Cecilia membeku.

Roh-roh itu saling berpandangan.

Lalu pria tertua berkata, "Rohnya sudah sangat jauh dari tubuhnya, jauh sekali. Dan semakin lama. Semakin sulit baginya untuk kembali. Dia tersesat dalam kegelapan."

Wanita itu melanjutkan. "Roh jahat yang menyerangnya mulai mengambil alih tubuhnya. Dengan perlahan. Sedikit demi sedikit. Kami tidak bisa ikut campur. Kami hanya bisa mengawasi. Kami sudah berusaha melawan roh jahat itu sebisa kami untuk mengambil tubuh Permaisuri, tapi kami tidak punya kekuatan untuk mengusirnya. Dia bertambah semakin kuat entah kenapa."

Tatapan mereka semua tertuju pada Cecilia.

"Tolong selamatkan dia. Karena jika terlambat. Maka yang bangun nanti bukan lagi Permaisuri Seraphina. Dia Permaisuri yang baik, kami tidak ingin dia pergi sebelum waktunya," ujar pria berambut putih.

"Cecilia?" Suara Rowan terdengar. Tangan pria itu menggenggam lengan sang gadis.

Membuat Cecilia tersentak.

Empat roh tadi menghilang. Namun sebelum benar-benar menghilang, mereka membungkukkan badan, memohon atas permintaan mereka tadi. Lalu mereka lenyap seperti kabut.

"Cecilia? Kau membuatku khawatir sekarang," kata Rowan.

Cecilia berkedip beberapa kali, kemudian menoleh. Tatapannya kini sangat serius, berbeda jauh dari beberapa menit sebelumnya.

"Rowan?" panggil Cecilia.

"Hm?"

"Bisakah kita bertemu dengan Kaisar?" pinta Cecilia tanpa nada bercanda sedikit pun.

Rowan mengernyit.Pertanyaan itu datang terlalu tiba-tiba.

"Kenapa?" tanya Rowan.

Cecilia menarik napas, kemudian menjawab pelan, "Permaisuri Seraphina dalam bahaya."

Mata Rowan langsung membesar. Tubuhnya menegang mendengar nama permaisuri disebut.

"Apa?" respon Rowan.

"Saat ini roh Permaisuri berada sangat jauh dari tubuhnya. Dan tubuhnya mulai kosong. Dalam keadaan seperti itu. Roh jahat bisa mengambil alih raganya," beritahu Cecilia dengan suara Cecilia terdengar mantap.

Jantung Rowan terasa berhenti sesaat karena tidak ada satu pun orang yang seharusnya mengetahui keadaan Permaisuri saat ini.

Tidak bahkan para bangsawan tinggi atau para menteri.

Rahasia itu hanya diketahui keluarga kekaisaran dan beberapa orang terpercaya.

Namun Cecilia mengatakannya dengan tepat.

"Bagaimana kau tahu?" Suara Rowan menjadi pelan.

Cecilia menatapnya. "Nanti aku akan menjelaskan. Sekarang bisakah kita bertemu Kaisar?"

Rowan hanya membutuhkan beberapa detik untuk mengambil keputusan.

"Ikut denganku," kata Rowan.

Tanpa ragu Rowan menggenggam tangan Cecilia. Kemudian membawa gadis itu menuju area terdalam istana. Tempat tinggal pribadi keluarga kekaisaran.

Beberapa menit kemudian. Mereka tiba di area kediaman Kaisar.

Penjagaan jauh lebih ketat tentu saja.

Para kesatria elit berdiri di berbagai titik, dan begitu melihat Rowan mereka langsung memberi hormat.

"Kami memberi salam kepada Yang Mulia Rowan!"

Rowan hanya mengangguk.

Tidak lama kemudian seorang pria tua berpakaian rapi mendekat seolah tahu Rowan akan datang.

Kepala pelayan istana. Pria yang telah melayani keluarga kekaisaran selama puluhan tahun.

"Yang Mulia, apa yang membawa Anda kemari pada jam istirahat seperti ini?" tanya kepala pelayan seraya membungkuk sopan.

Rowan tidak membuang waktu dan menjawab, "Tolong sampaikan pesan kepada Kaisar."

Kepala pelayan langsung fokus. "Pesan apa?"

"Aku dan Cecilia ingin berbicara mengenai Permaisuri."

Seketika wajah kepala pelayan berubah. Jantung pria tua itu berdebar karena kondisi Permaisuri adalah rahasia terbesar keluarga kekaisaran saat ini.

"Apakah ada sesuatu yang penting?" tanya sang kepala pelayan hati-hati.

Rowan mengangguk. "Sangat penting."

Kepala pelayan tidak bertanya lagi. Ia membungkuk dan berkata, "Saya akan menyampaikan pesan tersebut. Sebaiknya Anda menunggu di dalam."

Rowan mengangguk.

Kemudian kepala pelayan memanggil beberapa pelayan dan memberikan perintah, "Antarkan Yang Mulia Rowan dan Putri Cecilia ke ruang tamu utama."

"Baik," jawab pelayan yang diperintahkan.

Pelayan mengarahkan Rowan dan Cecilia untuk masuk ke area kediaman Kaisar dna mengarahkan mereka ke ruang tamu.

Tidak lama kemudian.

Cecilia dan Rowan sudah duduk di ruang tamu yang luas.

Api perapian menyala hangat, namun suasana tetap terasa tegang.

Beberapa menit berlalu.

Sampai akhirnya Rowan memecah keheningan. "Bagaimana bisa kau tiba-tiba membicarakan Permaisuri? Apakah kau sudah tahu sebelumnya?"

Cecilia menggeleng. "Tidak."

"Lalu?" tanya Rowan.

Cecilia memandang api perapian dan menjawab, "Aku diberitahu."

"Diberitahu siapa?" tanya Rowan kembali.

"Para leluhur Aurelius," jawab Cecilia jujur.

Ruangan langsung sunyi.

Rowan berkedip. "Leluhur Aurelius?"

"Mereka tinggal di istana. Mereka mengatakan Permaisuri dalam bahaya," jawab Cecilia tenang.

Rowan terdiam lama. Ia tahu Cecilia tidak sedang berbohong. Justru Cecilia terlihat lebih meyakinkan dibandingkan siapa pun yabg sedang berkata jujur.

"Apa lagi yang mereka katakan?" tanya Rowan.

"Mereka bilang Permaisuri dirasuki. Setelah itu tertidur berbulan-bulan. Kalian menggunakan sihir penenang, bukan?" kata Cecilia.

Mata Rowan langsung melebar. Semua itu benar, tidak ada yang salah sama sekali. Dan informasi itu tidak mungkin diketahui orang luar.

Akhirnya Rowan mengangguk pelan. "Benar. Permaisuri masih tertidur sampai sekarang. Kami tidak tahu kenapa. Karena jika seseorang kerasukan seharusnya mereka mengamuk, melawan, atau kehilangan kendali. Tapi Permaisuri hanya tidur."

Rowan menundukkan kepala.

Setelah sekian lama ini pertama kalinya Cecilia melihat kesedihan jelas di wajah pria itu lagi.

"Dan setiap hari tubuhnya semakin kurus dan lemah. Kami tidak tahu harus berbuat apa pun," kata Rowan.

Cecilia terdiam mendengarkan.

Rowan menarik napas panjang. "Kabar kerasukan memang sudah menyebar. Tapi kami mengatakan bahwa Permaisuri sedang dalam masa pemulihan agar rakyat tidak panik. Bahkan Paman dan Bibiku sedang pergi ke kerajaan lain untuk mencari siapa pun yang bisa membantu. Kami meminta bantuan Oberyn. Para penyihir, tabib, pendeta, semuanya. Tapi sampai sekarang, belum ada hasil," jelasnya.

Kesunyian kembali turun. Dan tepat ketika Rowan hendak berbicara lagi ...

BRAK!

Pintu ruangan terbuka, mereka berdua langsung menoleh.

Dan langsung berdiri memberi hormat, karena Kaisar Aurelius berdiri di sana, mengenakan pakaian santai dengan rambutnya bahkan belum sepenuhnya dirapikan.

Jelas Kaisar datang terburu-buru. Namun yang paling mengejutkan adalah ekspresinya; tidak ada lagi senyum santai. Tidak ada lagi wajah penguasa yang tenang. Yang ada hanyalah seorang suami sedang mengkhawatirkan istrinya.

"Cecilia, katakan padaku. Bagaimana kau tahu tentang kondisi Seraphina? Apa kau tahu cara membantu permaisuri?" Suara Kaisar terdengar tegang.

Tatapannya penuh harapan sekaligus ketakutan.

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!