NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:958
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: SABOTASE YANG CANTIK

Bab 2: Sabotase yang Cantik

Aruna baru saja duduk di kursi kebesarannya saat aroma parfum yang sangat dia kenal menyeruak di ruangan. Itu bukan parfumnya. Itu aroma vanilla-musk yang manis—terlalu manis—milik Siska.

Aruna memeriksa botol minumnya. Air di dalamnya tampak biasa saja, tapi dia tidak berani menyentuhnya. Sejak menemukan foto wajahnya yang digunting semalam, kewaspadaan Aruna naik ke level tertinggi.

"Mbak Aruna, ini draf presentasi buat rapat jam sepuluh nanti," Tyas, asistennya, masuk dengan wajah tanpa dosa.

"Makasih, Tyas. Kamu sudah cek ulang datanya? Terutama bagian proyeksi keuntungan tahun depan?" tanya Aruna sambil menatap tajam mata asistennya.

"Sudah, Mbak. Semuanya aman," jawab Tyas cepat, terlalu cepat.

Sepuluh menit sebelum rapat dimulai, Aruna membuka file tersebut di tabletnya. Jantungnya nyaris berhenti. Angka-angka di kolom proyeksi berubah drastis. Jika data ini dipresentasikan, Aruna akan terlihat seperti manajer amatir yang tidak tahu cara menghitung margin.

"Sial," umpat Aruna. Dia mencoba mengakses backup di cloud, tapi aksesnya ditolak. Password-nya salah.

Pintu ruang rapat terbuka. Bos besarnya, Pak Gunawan, sudah duduk di sana bersama perwakilan dari mitra strategis mereka. Dan di sana, duduk di sebelah Pak Gunawan dengan senyum paling ramah sejagat raya, adalah Siska.

"Mbak Aruna, perkenalkan, ini Siska. Dia konsultan ahli yang ditunjuk mitra kita buat audit proyek ini," Pak Gunawan memperkenalkan.

Siska mengulurkan tangan. "Halo lagi, Mbak Aruna. Semoga drafnya nggak ada masalah ya? Aku sempat bantu Tyas sedikit tadi pagi karena dia bilang Mbak lagi agak... 'kurang fokus' belakangan ini."

Aruna merasakan darahnya mendidih. Di depan semua petinggi, Siska baru saja melempar bom atom dengan cara yang sangat sopan.

Rapat berlangsung seperti neraka. Setiap kali Aruna mencoba menjelaskan data, Siska dengan tenang memotong dan menunjukkan kesalahan yang sengaja dia tanam di file itu. Aruna terlihat seperti orang bodoh yang bahkan tidak bisa membaca laporannya sendiri.

"Aruna, saya kecewa. Kamu biasanya teliti," ucap Pak Gunawan setelah rapat selesai. "Mungkin Bimo benar, kamu butuh istirahat."

Aruna membeku. "Bimo? Bapak bicara dengan mantan suami saya?"

"Dia telepon saya tadi pagi, khawatir kamu kecapekan urus Kenzo sendirian. Dia cuma minta saya nggak terlalu kasih beban berat ke kamu dulu," Pak Gunawan menepuk bahu Aruna. "Pulanglah, Run. Istirahat."

Aruna berjalan keluar kantor dengan langkah gontai. Dia merasa seluruh dunia sedang bersekongkol melawannya. Saat dia sampai di parkiran, sebuah pesan masuk ke ponselnya.

Bukan dari Bimo, tapi dari nomor tidak dikenal. Isinya adalah sebuah foto.

Foto Kenzo sedang tertawa lebar di sebuah taman bermain, sedang disuapi es krim oleh Siska. Di bawahnya ada tulisan:

"Kenzo bilang, es krim Tante Siska jauh lebih manis daripada janji-janji Mama yang selalu telat jemput. Jangan dipaksakan, Aruna. Menyerahlah sebelum kamu kehilangan segalanya."

Aruna meremas ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih. Dia tidak menangis. Rasa sedihnya sudah kalah oleh amarah yang dingin.

Dia menghidupkan mesin mobilnya, tapi kemudian dia menyadari sesuatu yang janggal. Di kaca spion tengah, tertempel sebuah gunting kecil yang sudah berkarat.

...****************...

Bersambung....

Bab 3: Sisi Lembut Sang Mantan.

Author Note

Makin panas, kan? Bimo dan Siska bener-bener main rapi lewat Pak Gunawan dan Tyas. Menurut kalian, siapa yang naruh gunting karat di mobil Aruna? Siska sendiri, atau ada orang suruhan? Kasih tahu teori kalian di kolom komentar ya!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!