NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sudah beberapa hari sejak kejadian itu Asya terlihat lebih murung dari biasanya. Semua keluarganya merasa bingung dengan perubahannya. Tapi dengan wajah tersenyum nya, Asya mengatakan bahwa ia baik-baik saja.

Seperti saat ini, Asya terlihat melamun duduk lesehan di samping ranjangnya. Pandangannya terlihat kosong. Raffa sedih melihat keadaan adiknya yang selalu pandai menyembunyikan kesedihan di depan keluarganya. Raffa tengah berdiri di pintu kamar Asya yang terbuka sedikit itu. Hati seorang kakak bisa merasakan jika adiknya sedang tidak baik-baik saja.

Raffa memasuki kamar Asya dan duduk di ranjang samping Asya duduk lesehan. Asya belum menyadari kehadiran abangnya.

"Adek," panggil Raffa lembut sambil mengelus kepala adiknya

"Eh-Abang," ucap Asya kaget lalu mengusap air matanya dan tersenyum

"Kamu baik-baik saja?," tanya Raffa

"Enggak papa kok. Tadi Asya kelilipan," alibi Asya sambil tersenyum

"Kamu tidak bisa membohongi Abang. Hati seorang kakak itu kuat. Ia mampu merasakan apa yang sedang dialami oleh adiknya," ucap Raffa lalu duduk lesehan di samping Asya

"Asya beneran nggak papa Abang sungguh," ucap Asya sambil tersenyum seolah ia baik-baik saja

"Jujur sama Abang. Kamu masih memikirkannya kan?," ucap Raffa sambil memegang kedua pundak Asya

Tes

Air mata Asya mengalir dengan sendirinya. Hati Raffa sakit melihat adik bungsunya tidak baik-baik saja.

"Abang," ucap Asya lirih

"Nangis aja Dek. Jangan ditahan karena itu hanya akan membuat kamu semakin sakit. Menangislah karena setidaknya beban di hatimu akan sedikit berkurang," ucap Raffa lirih sambil memeluk Asya

Tangis Asya pecah saat itu juga. Pertahanan Asya beberapa hari ini sudah runtuh. Ia tak begitu pandai menyembunyikan kesedihan dari keluarganya terutama abangnya.

"Abang janjikan tidak akan memberi tahukan hal ini kepada siapapun? Termasuk Umi, Abi dan kak Anisa," ucap Asya memohon

"Iya Abang janji, Dek. Hanya Abang yang tau semuanya" jawab Raffa

"Apakah sesakit ini Bang jika berharap kepada manusia?," ucap Asya lirih

"Abang nggak bisa melihat adekku yang paling kecil harus merasakan sakit hati ini," tanya Raffa lirih

"Dia bilang bahwa dia sangat mengagumi Asya. Entah apa yang membuatnya begitu yakin untuk memilih Asya. Padahal waktu itu Asya sama sekali tak merespon apapun darinya. Ia dengan begitu beraninya mengungkapkan isi hatinya. Ia selalu meyakinkan Asya bahwa ia bersungguh-sungguh Abang. Asya selalu memperingatinya agar menjauhi Asya tapi ia tidak mau," ucap Asya mulai menceritakannya

"Ia terus berusaha untuk meyakinkan Asya. Sampai akhirnya hati Asya luluh Abang. Asya memberikan dia kesempatan untuk memperjuangkan Asya. Dia juga bilang akan menemui keluarga Asya setelah Asya lulus Abang," tambah Asya dengan lirih

"Lalu apa yang terjadi saat ini? Bukannya dia ingin datang untuk melamar ku tapi malah datang sebagai calon suami dari saudari kandungku sendiri? Sebagai pelengkap hidupnya?," ucap Asya lagi

Raffa mendengarkan semua keluh kesah yang Asya sembunyikan dari keluarganya. Ia paham sakit hati yang dirasakan adik bungsunya itu.

"Hatiku hancur Bang saat tau bahwa ia dijodohkan dengan orang terdekatku sendiri. Dan orang lain itu adalah kak Anisa. Kenapa harus saudari kandung Asya? Kenapa harus kakak kandungku sendiri," ucap Asya lirih lalu meneteskan air matanya

Raffa tercekat mendengar penuturan sakit hati adiknya. Raffa tak sanggup jika melihat adiknya terluka. Ia sangat menyayangi adiknya yang paling kecil itu.

"Apa Abang bilang saja sama abi dan umi agar mereka mengganti keputusannya?," tanya Raffa lirih

"Jangan Bang hiks," jawab Asya sambil terisak

"Kalian berdua adalah adiknya Abang dan Abang nggak bisa jika harus melihat salah satu dari kalian sakit hati," ucap Raffa lirih

Tangis Asya pecah saat itu juga. Raffa berusaha menenangkannya. Saat ini Raffa adalah satu-satunya penguat bagi Asya.

"Asya yang salah. Seharusnya Asya tidak memberikan kesempatan gus Kafka untuk masuk ke dalam hati Asya sebelum dia menikahi Asya," ucap Asya dengan isak nya

"Sabar Dek," ucap Raffa sambil mengusap punggung Asya

"Harusnya Asya tidak terjerat cinta sebelum halal. Harusnya Asya memperkuat iman. Tapi entah kenapa Asya bisa luluh dengannya sampai akhirnya kenyataan pahit itu datang. Asya harus menyalahkan siapa, Bang? Apa Asya harus menyalahkan gus Kafka yang menuruti permintaan orang tuanya? Atau kak Anisa yang menerima lamaran itu? Asya harus apa?," ucap Asya lirih

"Ikhlaskan ya, Dek. Abang yakin jika kamu mampu mengikhlaskan meskipun itu menyakitkan, Allah pasti akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik," ucap Raffa sambil mengelus kepala Asya

"Kamu harus kuat Dek. Abang yakin, di depan sana akan ada kebahagiaan untuk kamu suatu hari nanti," tambah Raffa menyemangati adiknya

"In Sya Allah, Asya akan menerima apapun takdir yang telah Allah gariskan dengan lapang dada," ucap Asya sambil tersenyum menatap ketiganya

"Alhamdulillah, Abang beruntung punya adek berhati mulia seperti kamu," ucap Raffa sambil tersenyum menatap Asya

"Abang," ucap Asya menatap Raffa

"Kenapa Dek?," tanya Raffa

"Asya berencana ingin meneruskan pendidikan di Kairo," ucap Asya

"Bukannya kamu sudah tes di kampus terdekat dan lolos seleksi?," tanya Raffa bingung

"Ada alasan kuat kenapa Asya harus pergi ke Kairo Bang," jawab Asya lirih membuat Raffa menghela napasnya

"Jangan mengambil keputusan dalam keadaan marah. Kamu yakin dengan keputusan ini?," Tanya Raffa

"Asya sudah mempertimbangkannya beberapa hari ini," jawab Asya

"Baiklah, Abang akan bantu mengurus semuanya termasuk ijin kepada Abi," ucap Raffa

"Terima kasih Bang," ucap Asya

"Sama-sama," ucap Raffa sambil tersenyum dan memeluk Asya

'Mungkin ini adalah satu-satunya cara untuk aku melupakannya dan memulai hidup baru' batin Asya

Di sisi lain, gus Kafka sedang termenung di balkon kamarnya. Pikirannya berkecamuk. Ia masih memikirkan bagaimana rasa sakit hati yang dialami oleh Asya karena dirinya. Perjodohan yang mendadak dilakukan oleh abi nya membuatnya sangat terkejut saat itu. Mau menolak pun tak bisa jika menyangkut keinginan orang tuanya.

_Flashback On_

Terlihat gus Kafka dan kedua orang tuanya sedang menonton acara televisi.

"Kafka, ada yang ingin Abi sampaikan," ucap kyai Ahmad

"Ada apa ya, Abi?," tanya gus Kafka sambil menoleh ke arah abi nya

"Abi berniat menjodohkan kamu dengan ning Anisa, anak dari teman abi yang berada di Bandung," jawab kyai Ahmad

Gus Kafka tertegun mendengar penuturan abi nya. Ia ingin menolaknya tapi bibirnya kelu.

"Kami harap kamu mau menerimanya. Besok kita akan ke sana untuk melamar ning Anisa dan menentukan tanggal pernikahan kalian," ucap kyai Ahmad

"Tolong terima perjodohan ini ya, Nak," ucap Umi Syakira

"Tap-,"

"Tidak ada penolakan Kafka. Abi ingin kamu yang mengelola pesantren kita secepatnya," ucap kyai Ahmad tegas

Tidak ada yang bisa gus Kafka lakukan untuk menolak keputusan orang tuanya. Gus Kafka termenung memikirkan reaksi Asya nantinya saat mengetahui perjodohan ini.

_Flashback Off_

"Maafkan saya Asya yang telah menghancurkan kepercayaan yang kamu berikan. Saya memang tidak layak untuk kamu cintai," gumam gus Kafka lirih

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!