NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

[Dungeon Event Akan Dimulai Dalam Tiga Jam]

[Diharapkan untuk Player dengan Level Sepuluh agar Berpartisipasi]

[Peringkat Global Akan Dirilis]

[Papan Peringkat Global: Level Tertinggi Telah Dibuka]

[Global Level Tertinggi]

Player 991: Level 10 / 13.215/40.960 Exp.

Player 12.222: Level 10 / 88/40.960 Exp.

Player 7.779: Level 10 / 12/40.960 Exp.

Dan Seterusnya.

[Papan Peringkat Global: Player Terkaya Telah Dibuka]

[Global Player Terkaya]

Player 991: 426.380 Credits.

Player 12.222: 182.120 Credits.

Player 7.779: 137.916 Credits.

Dan Seterusnya.

Dalam sekejap, seluruh dunia menjadi gempar begitu pengumuman global sekali lagi terjadi.

[S86] Player 115: H-Hei siapa Player 991 ini? Dia terlihat luar biasa! Aku bahkan belum sampai level enam, tapi dia sudah level sepuluh?

[S86] Player 76.124: Bukan itu saja masalahnya. Yang lebih mengejutkan, ada empat dari mereka yang berhasil mencapai level sepuluh dengan begitu cepat! Siapa sebenarnya mereka ini?

[S86] Player 10.973: Player 991 ini luar biasa kan? Dia membuat selisih yang sangat jauh dan sudah hampir mencapai level sebelas! Dia pasti sangat kuat!

[S86] Player 1.021: Kesulitan naik level meningkat begitu tinggi setiap kali kita naik satu level, meski begitu kita tetap cuma menerima dua stat tambahan. Yang ingin aku katakan adalah, meski Player 991 saat ini memimpin dalam level, tapi dia hanya beberapa stat lebih tinggi dari kita. Aku berada di level sembilan, artinya Player 991 cuma unggul dua stat saja dariku.

[S86] Player 376: @Player 1.021 Apa yang kamu katakan masuk akal. Menaikkan level itu sangat sulit, tapi hasilnya terasa tak sepadan.

[S86] Player 512: @Player 1.021 Benar sekali. Ini dunia yang benar-benar kejam, dia sudah berusaha begitu keras, tapi sebenarnya hanya secuil lebih kuat dari kita.

[S86] Player 672: [Foto] Wow lihat apa yang aku temukan! Ini foto wajah dari Player 12.222 yang berada di peringkat global kedua! Dia luar biasa cantik sekali sial!

[S86] Player 8.195: @Player 672 Woah! Apa-apaan dengan jenis kecantikan ini?! Kamu menemukan sesuatu yang berharga, kawan!

[S86] Player 4.093: Hei, Dungeon Event-nya sudah akan segera dimulai. Aku berniat menonton di lokasi langsung, aku penasaran apakah salah satu dari keempat player itu berada di server kita.

[S86] Player 73.196: @Player 4.093 Ide bagus, aku juga berniat menunggu di lokasi Dungeon Event.

 

Di malam hari itu, Nate berdiri menatap portal dungeon event yang masih terkunci.

Berbeda dengan dungeon-dungeon yang sudah dia masuki sebelumnya, yang satu ini jelas punya sesuatu yang berbeda sejak pandangan pertama. Ukurannya tiga kali lipat lebih besar dari portal dungeon biasa, dan keberadaannya sendiri sudah merusak lingkungan di sekitarnya secara signifikan. Dinding gedung di sampingnya hancur berkeping-keping, pohon-pohon yang ditanam setiap beberapa meter tampak gosong dan hangus, dan di tengah jalan raya, portal itu menghancurkan aspal dan membentuk kawah gelap yang dalam.

Nate hanya meliriknya sekilas, lalu dengan acuh tak acuh seperti biasanya, dia kembali ke bagian yang jauh lebih menarik perhatiannya:

[Title: Pinnacle Diperoleh; Meningkatkan seluruh stat sebanyak satu poin stat secara permanen.]

[Title: Plutocrat Diperoleh; Meningkatkan perolehan Credit sebesar 15%]

[Achievement: Terdepan Diperoleh; Meningkatkan perolehan EXP sebesar 0.5x lipat tambahan.]

[Achievement: Koloni Emas Diperoleh; Harga beli di Toko Server berkurang 10%.]

Itulah alasan mengapa bibirnya melengkung sempurna saat ini.

Peningkatan perolehan EXP bersamaan dengan peningkatan permanen untuk seluruh statistiknya sekaligus. Itu artinya sama saja dengan Nate yang naik tiga level sekaligus dan menggunakan enam poin stat untuk setiap statistik yang dia miliki, tapi versi ini benar-benar gratis dan permanen.

"Ini akan membuat kemajuan farmingku menjadi lebih cepat... Dan, mungkin akan sulit untuk player di level yang sama mengalahkanku sekarang, mengingat statistikku jauh lebih tinggi dari levelku yang sebenarnya."

Nate bergumam pelan, mengabaikan kerumunan player yang terus berdatangan dari berbagai arah. Masih sekitar satu jam sebelum portal terbuka, dan kerumunan itu tampaknya tidak akan berhenti bertambah sebelum saat itu tiba.

Nate melirik sekelilingnya. Banyak wajah yang asing, tapi ada juga beberapa yang dia kenal melalui kelompok Player 397, wajah-wajah yang menunjukkan bahwa mereka berhasil bertahan hidup dengan cara mereka masing-masing.

Nate sendiri tidak berbicara dengan siapa pun, dan itu tidak masalah baginya.

Atau begitulah yang dia pikirkan sebelum mendengar sebuah suara.

"Oh... Lihat siapa yang aku temukan di sini?"

Nate berkedip. Suara itu familiar.

Dia menemukan dua orang yang menatap ke arahnya. Seorang pria dengan rambut kemerahan yang mencolok, pupil matanya berwarna cokelat, berdiri di samping seorang wanita berambut pirang pendek dengan pupil mata berwarna oranye.

Nate menghela napas kasar.

"Sungguh, dari begitu banyaknya tempat, benar kan?"

Pria itu memiringkan kepala. "Apa yang kamu katakan?"

"Maksudku," Nate mengangkat bahunya dan tertawa geli, "dari sebegitu banyaknya server dan wilayah, kita benar-benar bertemu di sini. Itu agak terasa seperti lelucon. Bukankah itu lucu? Ayo tertawa."

Pria itu mendengus kesal, seringai muncul di tengah wajahnya yang geram.

"Kamu masih sama menyebalkannya. Begitu sombong, arogan, dan sangat egois."

Wanita di sampingnya menatap Nate dengan jijik, mendecakkan lidahnya penuh penghinaan.

"Ugh... Aku masih ingat bagaimana dia memandangku dulu. Itu benar-benar menjijikkan."

Keduanya terang-terangan menunjukkan permusuhan tanpa peduli dengan orang-orang di sekitar mereka, dan Nate merasakan sudut bibirnya berkedut. Dia menahan tawanya, kepalanya agak pusing hanya dengan melihat wajah mereka.

"Sudah selesai bicara?"

Pupil mata abu-abunya menatap keduanya dengan kilatan dingin.

"Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan. Sayang sekali, kalau mau bermain nanti saja, oke?"

Pria itu adalah Bryan. Wanita itu adalah Linea. Keduanya adalah kenalan yang berasal dari dunia Nate sebelumnya, dan bukan sekadar kenalan biasa.

Itu adalah sesuatu yang jauh lebih menyebalkan dari yang terlihat.

"Di tempat ini, kamu tidak memiliki kekuasaan yang sama untuk melakukan eksploitasi. Jadi bagaimana kalau kamu berhati-hati dalam bertindak sekarang? Siapa tahu, begitu kamu melewati jalan yang sepi, sesuatu bisa terjadi."

Nate tersenyum tipis.

Bryan dan Linea menunjukkan wajah yang geram dan agak pucat sekaligus, bergidik ngeri pada lelucon yang Nate lontarkan dengan ekspresi paling santai.

"Kamu! Apa kamu ingin membunuh kami?! Apa kamu akhirnya kehilangan hati nuranimu?! Sudah kuduga, kamu sialan, anak iblis yang membawa kesialan!"

Nate tetap tenang mendengar hinaan itu.

Ketenangan itu justru membuat Bryan semakin geram, dan Linea mengepalkan jari-jemarinya hingga kuku-kukunya memutih.

Di sekeliling mereka, kerumunan sudah berkumpul dan berbisik.

"Hei... Seriusan? Mereka akan bertengkar di situasi ini? Apa mereka bodoh?"

"Entahlah. Aku tak menyangka mereka masih punya tenaga untuk hal bodoh seperti ini."

"Kedua orang itulah yang memulai duluan. Haruskah kita memisahkan mereka? Takutnya benar-benar jadi pertarungan."

"Yah, tetap saja ini cukup menarik. Aku agak bosan menunggu dungeon event terbuka. Biarkan saja dulu, hentikan kalau sudah berbahaya."

Suara-suara itu, penuh semangat dan sedikit tawa yang menyenangkan, makin membuat Bryan tidak senang. Sebagai pemuda dari keluarga kaya raya dengan kekuasaan yang besar, dia terbiasa disanjung dan dihormati. Tapi di dunia ini, kekuasaan tanpa kekuatan tidak berlaku, dan dia diperlakukan seperti orang yang paling tidak relevan di ruangan itu.

"Ugh!! Bajingan sialan semua ini...!!" Rahangnya mengencang, giginya bergemeletuk keras saat tatapannya menyapu sekelilingnya dengan wajah yang gelap.

Lalu berhenti pada Nate.

'Wajah itu lagi. Lagi-lagi ekspresi sialan itu. Ekspresi yang merendahkan semua orang bahkan ketika dia hanyalah anak yatim piatu yang tidak punya apa-apa.'

Itulah ekspresi yang selalu menjadi hal paling tidak disukai Bryan dari Nate. Berani-beraninya seorang petani menatap langsung ke arahnya.

Linea berteriak di sampingnya:

"Kamu bertindak seolah kamu akhirnya bisa melakukan sesuatu?! Heh! Jangan membuatku tertawa. Meski Bryan tidak punya kekuasaan di sini, kamu sepertinya meremehkan Aspek kami!"

Dia terengah-engah sejenak, mengambil napas, lalu seringai memuakkan terbentuk di wajahnya.

"Siapa kamu, berani-beraninya bertindak seolah dunia ini berada dalam genggamanmu?! Biar aku tebak, kamu pasti memohon kepada seseorang entah dari mana untuk membantumu menaikkan level kan? Tapi itu tak penting. Aku dan Bryan berada di level tujuh dan enam! Hanya karena kamu mendapat sedikit kekuatan, kamu makin sombong dan arogan!"

Bryan terdiam sejenak, lalu bibirnya melengkung.

Benar. Pada akhirnya, pecundang tetaplah pecundang. Ekspresi itu hanya kesombongan dari seorang petani yang mengira dirinya seekor naga.

"Haha, apa yang Linea katakan itu benar. Petani yang mengira dirinya seekor naga... kuh... Hahaha!"

Dia tertawa sendiri, diikuti Linea yang terkikik dengan puas.

Lalu dengan seringai yang semakin lebar, Bryan menambahkan, "Aku jadi penasaran. Adikmu yang cantik itu, kira-kira apa yang terjadi dengannya? Aku menebak dia mungkin sudah melebarkan kedua kakinya demi agar seseorang bisa melind..."

Bryan terdiam.

Asap ungu mengepul tiba-tiba di sampingnya. Dan saat itu dia menyadari sepasang pupil mata abu-abu yang dingin berada tepat di dekatnya, menatap langsung ke arahnya dengan intensitas yang jauh lebih dingin dan berbahaya dari apapun yang ada dalam ingatannya tentang Nate.

Napasnya tercekat. Suhu udara terasa membeku seketika. Dia tidak sempat mengatakan apapun sebelum akhirnya...

***

1
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
bysatrio
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!