NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Ada apa dengan Anda Tuan? Kenapa hari ini tampak begitu ... kalut?" tanya pengacara Herman yang ditemuinya pagi itu.

"Hari ini aku melihat Luna tapi tidak memanggilnya"

"Istri Anda? Kenapa?"

"Aku ... Dia ... Ternyata mengalami lebih banyak hal dari yang kubayangkan selama tiga tahun terakhir. Dan aku, tidak pernah memikirkannya."

"Nyonya Luna berada di rumah orang tuanya sampai tiga bulan setelah perceraian palsu yang Anda berikan. Lalu membeli toko dan mulai sibuk kembali. Satu tahun kemudian, Nyonya membeli apartemen dan tinggal di kota sampai sekarang"

"Setelah membeli toko, dimana Luna tinggal?" tanya Arya penasaran. Akan sangat melelahkan pulang pergi dari rumah mertuanya ke toko yang ada di kota. Belum lagi harus pindah bus 2 kali.

"Menurut laporan, Nyonya tidak menyewa atau membeli properti apapun di rentang waktu itu."

"Apa dia tinggal di toko?"

"Tapi Tuan, toko pasti akan terasa sangat sempit untuk ditinggali."

Sesuai dengan sifat istrinya, Arya sangat yakin Luna tinggal di toko. Hanya untuk menghemat uang sewa tempat tinggal. Walau dengan uang yang sengaja ditinggalkan Arya ketika dia pergi, ternyata istrinya tetap berhemat.

"Seharusnya aku meninggalkan uang lebih banyak saat itu"

"Maaf Tuan, saya pikir Nyonya akan hidup nyaman dengan uang itu sampai Anda kembali. Ternyata semuanya memakan lebih banyak waktu dan saya tidak pernah memeriksa keadaan Nyonya lagi saat itu"

"Sebagai suami, harusnya akulah yang memperhatikan Luna. Tiga tahun dan aku berpikir Luna akan menerimaku begitu saja. Sungguh tidak tahu malu" katanya lalu mendesah pelan.

Pengacara Herman hanya terdiam mendengar semua keluh kesah Arya. Tak bisa melakukan apa-apa.

Lalu ...

"Kak Arya!!!" teriak seseorang mengganggu waktu Arya

"Maaf Tuan, tapi Nona Marina ingin membicarakan tentang masalah di rumah baru Anda" ujar pengacara Herman.

Marina datang dengan pakaiannya yang serba terbuka. Begitu menampakkan tujuannya datang kemari.

"Kak Arya, senang sekali kita bisa bertemu disini. Makan siang apa kita hari ini? Aku ingin makanan yang berlemak karena beberapa hari ini beratku terus turun. Aku begitu khawatir dengan pengerjaan rumahmu. Jadi, aku tidak nafsu makan. Tapi ketika melihatmu, nafsu makan ku kembali lagi"

Arya menggeser kursinya menjauh dari mantan sahabat istrinya itu. Memberi jarak cukup antara dia dan Marina.

"Apa masalah yang terjadi?" tanyanya langsung pada pokok pembicaraan. Tapi kelihatannya Marina tidak akan membuat semuanya mudah.

"Kak Arya, begitu langsung. Tidak bisa basa-basi dulu. Akan kuceritakan masalahnya tapi traktir aku makan siang dulu. Bagaimana?"

Terpaksa Arya menyetujui syarat itu. Memesan makanan untuk Marina dan menunggunya sampai masalah rumah dijabarkan.

"Makanlah!"

"Kak Arya, bagaimana kau tahu aku suka sekali krim fetucini. Kau memang sangat peduli padaku. Apa kak Arya tahu, aku sangat merindukan saat-saat kita bersama. Berjalan dan makan bersama. Juga ... Tidur bersama"

Arya yang tak tahan lagi segera menggebrak meja. Mengejutkan pengacara Herman juga Marina.

"Kau bekerja dan aku memberimu gaji atas pekerjaanmu!" tetapnya menghentikan mulut Marina yang tak berhenti bicara.

Dalam sisa hari itu, Arya bersikap layaknya seorang klien. Tak pernah ingin mendengar selain masalah pengerjaan desain interior rumah yang akan dia gunakan dengan Luna nanti.

"Istriku tidak akan suka warna yang gelap. Dia selalu menyukai warna lembut" ucapnya memaksa Marina menoleh.

"Istri? Kelihatannya kak Arya benar-benar akan menikah. Aku penasaran sekali siapa wanita yang akhirnya akan menikah denganmu. Juga tinggal di rumah besar ini" kata Marina, terdengar tidak terlalu menyukai kabar bahwa Arya akan tinggal di rumah ini bersama Luna.

"Yang kau lakukan hanya bekerja sesuai bayaranmu. Jangan pikirkan hal lainnya!!" katanya lalu pergi dari rumah baru. Membiarkan Marina bekerja dengan pengacara Herman yang mengerti keinginannya.

Marina masih melihat punggung pria yang meninggalkannya tiga tahun lalu tanpa kata itu.

"Istri? Benar kak Arya akan menikah lagi?" tanyanya pada pengacara Herman. Pengacara yang terus menempel pada kak Arya setiap kali mereka bertemu.

"Saya tidak akan menceritakan kehidupan pribadi klien" jawab pengacara Herman.

"Jadi benar? Dengan siapa dia akan menikah dan hidup di rumah ini? Apa ... Luna? Tidak mungkin. Mereka sudah bercerai. Lalu dengan siapa kak Arya akan menikah??" gumam Marina terus menerus selama sisa hari itu.

Malam datang dan akhirnya Marina pulang dari rumah yang dia kerjakan. Dengan mobil bututnya yang tak berubah sejak tiga tahun lalu, dia pergi ke pusat kota. Dimana terdapat banyak toko kecil di kanan dan kirinya. Dan salah satunya adalah, toko alat tulis dan aksesoris milik Luna, mantan sahabatnya.

Dia berhenti di sekitar sana cukup lama untuk memperhatikan mantan sahabatnya yang sedang berjualan di dalam toko.

"Kehidupan yang membosankan. Bagaimana kau bisa hanya duduk disana sepanjang hari? Dan setiap hari? Bukankah kau suka berjalan-jalan? Lalu kenapa kau diam disana selama ini?" tanya Marina pada jalanan yang ramai.

Kak Arya pulang ke kota ini setelah tiga tahun. Tapi Marina tidak pernah melihat Luna berada di sekitar kak Arya. Jadi istri yang disebutkan kak Arya, sudah pasti bukan Luna. Lagipula, kenapa harus kembali pada mantan suami yang mengkhianati dengan sahabat sendiri? Luna pasti membenci kak Arya, dan dirinya.

Baru saja Marina ingin pergi, dia melihat kak Arya sedang berjalan di pinggir jalan. Apa kak Arya akan kembali dengan Luna? Marina terus mengikuti pergerakan kak Arya, tapi pria itu tidak berhenti di dekat toko Luna. Melainkan menyusuri jalan sembari menikmati kopi di tangan.

Apa kak Arya mencari keberadaan toko Luna? Seharusnya dia tidak bicara tentang Luna ketika mereka pertama kali bertemu. Bodoh sekali dia, pikir Marina kesal.

Matanya terus mengikuti kemana kak Arya pergi. Dan akhirnya pria itu masuk ke dalam sebuah gedung apartemen berlantai 16.

"Bukankah gedung itu cukup mahal? Kak Arya tinggal disana? Menyewa apartemen? Atau membelinya?"

 Seingat Marina, Luna pernah bercerita kalau kak Arya tidak pernah bekerja secara resmi. Hanya melakukan trading saham dan mendapatkan keuntungan tipis sesekali. Marina mau diajak berselingkuh hanya karena kak Arya memiliki badan yang bagus, dan tentu saja wajah tampan. Atau kak Arya akhirnya mendapatkan keuntungan besar setelah bercerai? Menjadi sangat kaya sampai bisa membeli rumah seharga 50 milyar.

"Tidak aneh kalau kak Arya memiliki apartemen di gedung ini. Kak Arya yang tinggi, badan bagus, tampan dan sekarang ... Kaya. Sungguh pria yang aku inginkan" katanya dengan wajah penuh tekad.

Dan tentang istri yang dikatakan oleh kak Arya.

Masa bodoh. Kalau kak Arya pernah tergoda olehnya tiga tahun lalu. Maka Marina yakin dia bisa menggoda pria pujaannya itu lagi. Apalagi dia memiliki banyak waktu untuk bertemu dengan kak Arya. Kali ini, dia tidak akan membiarkan pria itu lepas dari tangannya.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!