NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Aku Jadi Antagonis

**Pukul 22.00 WIB, Asrama Kampus**

Lampu kamar asrama berukuran 3x3 meter itu berpendar terang, menyinari tumpukan buku yang berserakan di atas kasur dan meja. Elly, seorang mahasiswi tingkat akhir yang juga merupakan maniak pembaca novel sedang duduk bersandar di atas kasurnya. Matanya yang memerah dan sembab karena kurang tidur menatap tajam pada halaman terakhir sebuah novel romantis berjudul The Golden Path.

Tiba-tiba, tangannya bergerak cepat.

Dug!

Ia membanting novel tebal itu ke lantai keramik hingga sampulnya sedikit terkelupas. Elly berdiri, mondar-mandir di ruangan yang sempit dengan tangan mengepal di samping tubuh.

"Novel macam apa ini! Penulisnya benar-benar tolol!" teriak Elly ke arah dinding kosong. Dadanya kembang kempis menahan amarah. "Kenapa Eleanor yang jadi tokoh antagonisnya?! Dia cuma perempuan bodoh, sedikit manja, dan blak-blakan tapi dia tidak jahat. Justru si tokoh utama, Audrey itu yang licik, selalu berusaha menjebak Eleanor sampai Eleanor dibenci tunangannya, orang tuanya, kakak-kakaknya bahkan teman sekolahnya sendiri!"

Elly mengacak rambutnya frustrasi. "Eleanor itu justru korban perundungan! Novel ini seolah membenarkan tindakan perundungan dan malah melindungi pelaku. Selain itu pada akhirnya Audrey malah mengambil tunangan Eleanor? Bukankah Audrey itu cuma perempuan yang bitchy?! Kalau aku yang jadi Eleanor, sebagai tokoh antagonis pasti aku yang akan membully Audrey sepuas-puasnya! Toh kalau akhirnya aku harus mati juga, setidaknya aku puas membuatnya tersiksa. Lagipula setelah aku mati, Audrey juga dapat happy ending dengan Liam!

Elly menghentakkan kaki menuju kamar mandi. Ia memutar keran dengan kasar, membasuh wajahnya dengan air dingin untuk meredam emosi. Setelah mengeringkan tangan dengan handuk kecil yang tergantung di pintu, ia melangkah menuju meja belajar. Di sana, sebuah laptop hitam tergeletak dalam keadaan mati.

"Kembali ke... Skripsi... aku harus menyelesaikan revisi malam ini," gumamnya dengan nada lelah. Matanya melirik jam dinding yang terus berdetak.

Ia menekan tombol power pada laptop, namun layar tetap gelap. "Ah, baterainya habis," keluhnya. Tangannya meraih kabel charger yang ada di dalam tasnya. Ujung kabel itu ia arahkan ke stopkontak di dinding bawah meja.

Saat logam charger menyentuh lubang stopkontak, percikan listrik muncul.

Cret! Cret!

Sinar biru terang memercik ke jemari Elly. Tubuhnya tersentak hebat, otot-ototnya kaku seketika karena aliran listrik yang merambat masuk. Di saat yang sama, lampu di asrama kampus itu berkedip-kedip cepat sebelum akhirnya padam total.

Dalam kegelapan yang mencekam, Elly tergeletak. Kesadarannya mulai menipis. "Apa aku akan mati...? Tidak... Aku belum lulus...” batinnya sebelum semuanya menjadi gelap gulita.

**Pukul 10.00, Taman Kediaman Keluarga Kelidon**

Kepala Elly terasa berdenyut kencang, seolah-olah ada ribuan jarum yang menusuk sarafnya. Ia mengerang pelan, perlahan membuka matanya. Sinar matahari yang terik membuat pandangannya kabur dan silau.

"Apa aku tidak mati? Aku yakin tubuhku sudah gosong..." gumamnya lirih. "Ha... Kok... Suaraku terdengar berbeda..."

Perlahan, pandangannya mulai fokus. Di hadapannya berdiri seorang gadis muda berusia 18 tahun. Gadis itu mengenakan gaun sutra berwarna putih berhiaskan banyak permata Swarovski yang tampak sangat mahal. Rambut hitam panjangnya lurus sempurna, tergerai menutupi bahunya yang ramping. Gadis itu sedang menatap Elly dengan binar mata yang tampak jengkel, tidak ada senyum sama sekali di bibirnya.

“Hm? Siapa wanita ini? Apa dia sedang bicara padaku?”, Elly membatin sambil mengernyitkan dahinya.

Ia menoleh ke sekeliling. Jantungnya berdegup kencang saat menyadari ia tidak lagi berada di kamar asramanya. Ia tengah terduduk di atas rumput hijau yang dipangkas rapi. Di sampingnya, sebuah kolam ikan koi dengan air yang jernih memantulkan bayangan langit biru. Taman ini sangat luas, dipenuhi bunga mawar merah dan patung-patung marmer putih.

Tiba-tiba, serbuan ingatan asing menghantam benaknya. Potongan-potongan memori tentang Liam, Audrey dan keluarga Sinclair mulai muncul. Elly membelalak saat menyadari kalau gadis berambut hitam di depannya adalah Audrey Hepburn, tokoh utama wanita yang ia maki-maki tadi. Dan dirinya malah tidak menggubrisnya.

"Aku... Eleanor Sinclair?" bisiknya sambil menatap tangannya yang putih porselen dan halus lalu menepuk-nepuk wajahnya. "Wanita bodoh yang akhirnya mati muda dan menghancurkan keluarganya? Kenapa aku harus jadi dia?!"

Ting!

Suara denting digital terdengar di telinganya. Tepat di depan wajah Elly, sebuah layar transparan berwarna biru muda muncul melayang.

[Halo Host! Selamat datang!]

[Aku adalah Sistem Transmigrasi. Host saat ini sedang memerankan tokoh antagonis bernama Eleanor Sinclair. Untuk mendapatkan hadiah dan tiket kembali ke dunia nyata, Host harus menyelesaikan misi.]

Elly menatap layar itu dengan napas tertahan. Ia melirik kembali ke arah Audrey yang kini mulai melangkah mendekat dengan wajah pura-pura cemas. Senyum tipis nan tajam perlahan muncul di wajah Elly.

"Baiklah, Sistem," gumam Elly sambil berdiri dan mengibaskan debu dari gaun berwarna ungu pastel mahalnya. "Kalau aku harus jadi antagonis, aku akan melakukannya dengan sangat baik. Kapan lagi aku bisa berbuat sesukaku tanpa peduli perasaan orang lain."

1
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!