NovelToon NovelToon
Puncak Abadi

Puncak Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: RiZESheall

Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Di sebuah lembah yang gelap dan sunyi, yang sinar matahari tidak begitu bisa masuk ke lembah itu karena pepohonan yang tinggi dan rapat, itu membuah lembah itu terasa sunyi dan juga lembab.

Udara yang ada disekitar di lembah itu terasa lembab, dan begitu tidak menyenangkan.

Seorang pemuda yang sedang membawa keranjang bambu di punggungnya, dia memiliki ekspresi wajah yang sedikit bingung dan matanya berputar melihat kesana-kemari.

Pemuda itu adalah Yun Fei, dia seorang pemuda biasa yang berasal dari desa kecil yang hanya memiliki beberapa puluh orang, yang berada di dekat hutan yang gelap itu.

Yun Fei hanya seorang pemuda biasa berumur lima belas tahun.

Di punggungnya, terdapat cukup banyak tumbuhan herbal, yang dia kumpulkan di hutan itu.

Menoleh kesana-kemari, wajah Yun Fei mulai berkerut dan keringat membasahi pipinya.

"... Ini, sepertinya aku sudah terlalu jauh pergi kedalam hutan..." Suara Yun Fei terdengar ada ketakutan di suaranya.

Yun Fei adalah pemuda yatim piatu, yang hidup dengan mengumpulkan tanaman herbal di hutan itu. Kedua orang tuanya telah meninggal ketika dia berumur sepuluh tahun, karena diserang oleh binatang buas di hutan.

Hidupnya cukup berat dan penuh dengan tekanan, namun Yun Fei selalu percaya dia akan memiliki takdir yang besar, dan tidak akan mati muda di desa.

Wajah Yun Fei berkerut, dia mulai berpikir dan pikirannya cukup rumit karena ketakutan.

Dia sudah terlalu jauh masuk kedalam hutan.

Hutan itu dikatakan oleh orang-orang di desa sebuah hutan yang mengerikan, karena di kedalaman hutan, banyak binatang buas yang akan membunuhmu jika hanya sekilas melihat manusia.

Yun Fei memang mendapatkan begitu banyak tanaman herbal di keranjang bambu di punggungnya. Namun meski begitu, dia sudah terlalu jauh masuk ke kedalaman hutan.

Jika dia begitu sial untuk bertemu seekor binatang buas, Yun Fei sudah pasti tidak akan bisa bertahan dan mungkin hanya menyetor nyawa ke mulut binatang buas.

Saat Yun Fei bingung karena lembab gelap itu begitu membingungkannya karena tidak menemukan jalan kembali, Yun Fei tiba-tiba menoleh kebelakang.

Tidak ada apapun dibelakang Yun Fei, namun seperti ada sesuatu yang menarik Yun Fei untuk melihat kebelakang.

Wajah Yun Fei menjadi lebih berkerut karena itu membuatnya merasa ketakutan yang tidak jelas. "Oh dewa, entah dewa yang mana saja, tolong jangan membiarkan ku mengalami kecelakaan dan berakhir mati muda..." Yun Fei menggosok telapak tangannya, memejamkan matanya sambil menahan rasa takutnya.

Sebuah sinar cahaya yang redup, tiba-tiba memancar dari jauh.

Itu terlihat begitu redup, namun Yun Fei bisa melihat jelas asal cahaya itu, berjarak sekitar belasan meter dari tempat Yun Fei berdiri.

Perhatian Yun Fei ditarik oleh cahaya redup itu dan mata Yun Fei melihat menuju arah cahaya itu.

"... Itu, apa itu sebenarnya?" Detak jantung Yun Fei berdetak kencang, dan keringat membasahi punggungnya.

Meski dia tertarik pada cahaya itu, namun Yun Fei merasa cukup takut karena dia berpikir cahaya itu berasal dari seekor binatang buas yang menarik perhatiannya dan akan memangsanya di detik berikutnya.

Yun Fei perlahan melangkah, selangkah dua langkah. Meski dia berpikir mungkin itu buruk, namun Yun Fei tetap penasaran dan terus melangkah perlahan mendekat ke arah cahaya itu.

Yun Fei mengambil sebuah tongkat kayu di keranjang bambunya, dan melangkah dengan hati-hati.

Di jarak tiga meter, Yun Fei berhenti, dia melihat ke arah cahaya yang berada di balik semak di belakang batang pohon kering.

Hiyahh!

Yun Fei melompat dan menyerang mengayunkan tongkatnya dengan kuat ke arah semak.

Tongkat kayu Yun Fei mengayunkan kuat, dan jatuh di atas semak.

Tertahan!

Tongkat kayu itu tertahan di atas cahaya redup itu, dan itu menghasilkan suara benturan yang cukup keras.

Huh?

Wajah Yun Fei terhenti, matanya menatap dengan aneh pada cahaya redup yang dia pukul.

Dia merasa aneh dan itu terasa aneh karena seperti memukul batu dengan tongkat kayu.

Tangan Yun Fei bergetar karena benturan tongkat kayunya membalik padanya.

Yun Fei merasa curiga dengan itu. "... Apa sebenarnya ini..." Yun Fei mundur selangkah dan masih tetap waspada dan memegang tongkatnya dengan hati-hati.

Perlahan maju dengan penasaran, Yun Fei menggunakan tongkat kayu untuk menyibakkan semak untuk melihat apa yang ada dibaliknya.

Ehh?

Di balik semak itu, hanya terlihat seperti batu seperti sebuah kristal berwarna putih yang memancarkan cahaya yang redup.

Itu hanya sebuah benda dengan bentuk yang seperti sebuah kristal, yang memancarkan cahaya putih redup seperti lampu minyak yang mulai kehabisan minyak dan mulai padam.

"Itu hanya sebuah,... Batu?... Kristal?..." Yun Fei tidak bisa menentukan apa itu batu atau kristal.

Kacha!

Kristal putih itu tiba-tiba pecah dan hancur.

Yun Fei mengangkat alisnya, dia terkejut melihat kristal putih itu hancur begitu saja.

Yun Fei yakin meski dia memukul dengan kuatnya, namun itu tidak mungkin akan menghancurkan benda yang keras seperti batu atau kristal itu.

Kristal putih yang pecah dan hancur itu, berubah menjadi partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya.

Partikel cahaya itu terbang dan menuju ke arah Yun Fei.

Wajah Yun Fei berubah, dia panik dan takut. Dia mengayunkan tongkatnya kembali, mencoba untuk menghalau partikel cahaya yang mengarah padanya.

Namun itu tidak bisa menghalangi atau menghalangi cahaya itu, lalu merasuk dan melebur kedalam tubuh Yun Fei.

Yun Fei panik ketakutan, dia merasakan sensasi dimana ada sesuatu yang berjumlah banyak yang tak terhitung, masuk dan seperti mengalir di dalam tubuhnya.

Jeritan...

Yun Fei menjerit keras dan penuh lengkingan yang keras. Suara jeritan itu begitu keras dan menggema di dalam lembah yang gelap itu.

Sesaat semua partikel cahaya itu merasuk dan melebur kedalam tubuh Yun Fei, dia seperti merasa sangat tertekan dan seperti udara yang ada di lehernya dan tertahan di leher.

Pada saat itu, Yun Fei dalam penglihatannya menjadi gelap dan kesadarannya seperti hilang.

Namun ketika itu, Yun Fei seperti berdiri dan melayang di ruang yang hampa dan gelap.

Dalam penglihatannya Yun Fei seperti melihat begitu banyak sinar kelap-kelip seperti titik cahaya bintang yang ada di langit malam, lalu cahaya yang bergelombang berwarna ungu, cahaya aurora yang begitu indah, dan cahaya aurora itu seperti membentang di angkasa dan tidak terbatas.

Pikiran Yun Fei seakan terjebak di dalam ruang hampa dengan pemandangan yang indah cahaya bintang dan cahaya aurora dan sangat lama.

Di luar, Yun Fei sudah tak sadarkan diri cukup lama selama berjam-jam.

Wahhh!!!

Yun Fei berteriak dan kesadarannya kembali dari ruang yang menjebaknya.

Nafas Yun Fei terengah-engah dan wajahnya berkeringat sedikit pucat.

Ruang gelap yang hampa dengan pemandangan banyaknya titik-titik cahaya bintang dan bentangan luas cahaya aurora itu sangat mengejutkan bagi Yun Fei.

Wajah Yun Fei panik dan seakan sehabis melihat sesuatu yang tidak terbayangkan, dia kebingungan dan memiliki perasaan yang aneh.

"Itu... Pemandangan itu,... Aku seperti melihat itu untuk waktu yang sangat lama seperti tidak terpengaruh dengan waktu..." Gumam Yun Fei dengan bibir bergetar.

Ketika kesadarannya terjebak di dalam ruang yang hampa dan gelap dengan pemandangan yang menakjubkan itu, Yun Fei merasa terjebak begitu lama.

Bahkan dia merasa tidak bisa memperkirakan seberapa lama dia terjebak disana.

Itu seperti waktu tidak berjalan dan Yun Fei seperti terjebak selama bertahun-tahun lamanya.

Namun di luar, Yun Fei sebenarnya hanya kehilangan kesadarannya selam dua jam saja.

Melihat di sekitarnya dan melihat ke atas, sorotan sinar matahari yang samar, menunjukkan kalau waktu itu telah berlalu cukup lama dan hari sudah mulai gelap.

"... Ini sudah mulai gelap,... Jadi aku hanya tidak sadarkan diri selama beberapa jam saja..." Mata Yun Fei penuh kebingungan.

Yun Fei mencoba untuk bangun dan berdiri. Dia mengumpulkan kembali tanaman herbal yang berjatuhan di tanah.

Mengumpulkan tanaman herbal kedalam keranjang bambu, dan menggendongnya lagi di punggungnya.

Saat berdiri, pemandangan yang menakjubkan dengan begitu banyaknya cahaya bintang yang tak terhitung jumlahnya dan cahaya aurora yang membentang luas di angkasa yang tak terbatas, begitu jelas dan tersimpan di dalam ingatan Yun Fei dengan begitu jelas.

Pemandangan itu meski Yun Fei tidak mencoba mengingatnya, dia selalu mengingat dan pemandangan itu terlintas dalam pikirannya.

Yun Fei menampar kedua pipinya dan menyingkirkan pikiran itu.

"Sudah cukup, hari sudah mulai gelap, jika aku tidak cepat kembali, aku mungkin akan terjebak di dalam hutan..."

Yun Fei tidak bisa membiarkan pikirannya teralihkan, dan dia langsung melompat dan bergegas menuju ke satu arah untuk pergi pulang.

1
fathir2015 fathir2015
kata2 nya banyak yang diulang-ulang
Udin Alex
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!