NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Selubung yang Terobek

Matahari kini telah berada tepat di atas kepala, memancarkan terik yang membakar lantai batu Lapangan Altar Azure Cloud. Dari ratusan murid luar yang mendaftar di pagi hari, kini hanya tersisa sepuluh orang terbaik yang berhasil bertahan. Mereka berdiri di tengah lapangan, menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata. Di antara jubah-jubah mewah dan pedang-pedang berkilau milik para jenius sekte luar, sosok Ye Chen dengan jubah abu-abu usang dan punggung berbalut kain usang tampak seperti anomali yang sangat kontras.

"Pertarungan perebutan posisi lima besar!" suara tetua pengumuman menggema, memecah ketegangan. "Panggung Utama! Nomor 427 melawan Nomor 012, Wang Teng!"

Mendengar nama Wang Teng, kerumunan murid luar langsung riuh rendah. Wang Teng adalah murid luar peringkat pertama yang telah mencapai ranah Qi Condensation tingkat kelima puncak. Dia digadang-gadang akan langsung diangkat menjadi murid inti oleh tetua lain setelah kompetisi ini selesai.

Wang Teng melompat naik ke panggung utama dengan gerakan yang sangat anggun. Jubah birunya berkibar, dan sebilah pedang panjang berwarna hijau giok tergantung di pinggangnya. Dia menatap Ye Chen yang berjalan naik dengan langkah santai, matanya memancarkan kilatan tajam yang penuh dengan kewaspadaan.

"Aku telah mengamati semua pertarunganmu, Teman," ucap Wang Teng sambil mencabut pedang gioknya dengan bunyi berdenting yang nyaring. Riak energi spiritual berwarna hijau mulai mengalir mengitari bilah pedangnya, memotong udara di sekitarnya hingga mendesing tajam.

"Fisikmu memang sekeras perunggu, tapi kekuatan fisik murni tanpa energi Qi tidak akan pernah bisa menembus pertahanan energi sejati. Menyerahlah, atau pedangku ini akan melukaimu."

Ye Chen berdiri dengan jarak lima langkah di hadapan Wang Teng. Tangan kanannya perlahan bergerak ke belakang punggung, mencengkeram kain usang yang membungkus Pedang Hitam.

"Kamu terlalu banyak bicara," jawab Ye Chen datar, sedingin es abadi.

Sreet!

Dengan satu sentakan tangan, kain usang itu robek, menampilkan sebilah pedang panjang yang hitam legam tanpa kilau sedikit pun. Begitu Pedang Hitam itu terekspos ke udara terbuka, entah mengapa atmosfer di sekitar panggung utama mendadak terasa sedikit menekan.

Di atas tribun utama, begitu melihat wujud pedang hitam tersebut, cangkir giok di tangan Bai Long langsung hancur berkeping-keping menjadi debu giok yang halus. Tubuhnya mendadak tegak, matanya melotot lebar dengan tatapan yang dipenuhi rasa tidak percaya bercampur kengerian yang mendalam.

"Pedang itu... tidak mungkin!" bisik Bai Long dengan suara yang bergetar hebat. Jantungnya berdegup kencang laksana dipukul godam raksasa. Dia mengenali pedang itu. Meskipun dia tidak pernah melihat pedang itu secara langsung di masa lalu, deskripsi tentang bentuk pusaka terlarang yang dicari-cari oleh Tetua Mo Feng dari liontin giok Ye Chen sangat cocok dengan senjata di tangan pemuda jubah abu-abu tersebut.

Di sampingnya, Tetua Mo Feng juga langsung berdiri dari kursi meditasinya. Aura ranah Core Formation miliknya meledak tipis secara tidak sengaja, membuat beberapa kursi kayu di sekitarnya hancur menjadi serpihan. Sepasang matanya yang keriput mengunci lurus pada Pedang Hitam, lalu beralih ke wajah pemuda jubah abu-abu yang tersembunyi di balik tudung.

"Mulai!" teriakan tetua pengawas memecah keheningan di atas panggung.

Wang Teng tidak membuang waktu lagi. Dengan raungan keras, dia melesat maju laksana kilat hijau. Pedang gioknya diayunkan dengan kecepatan penuh, membentuk sembilan bayangan pedang murni yang mengincar sembilan titik vital di tubuh Ye Chen. Ini adalah teknik andalannya, "Pedang Sembilan Bayangan Hijau".

Wuuush-wuuush-wuuush!

Menghapi serangan badai pedang dari seorang ahli Qi Condensation tingkat kelima puncak, Ye Chen sama sekali tidak mundur. Kilatan cahaya biru es di matanya menyala terang di balik tudung jubahnya.

Langkah Bayangan Hantu!

Syuuutt!

Tubuh Ye Chen seketika terpecah menjadi tiga bayangan hantu yang bergerak lincah di antara sela-sela tebasan pedang Wang Teng. Sembilan bayangan pedang hijau milik Wang Teng hanya mampu merobek udara kosong dan menghantam bayangan semu Ye Chen yang langsung menghilang bagai asap.

"Apa?! Kecepatan apa ini?!" Wang Teng membelalakkan matanya, merasakan bulu kuduknya berdiri karena rasa merinding yang luar biasa. Sebelum dia sempat menarik kembali pedangnya untuk bertahan, sosok Ye Chen yang asli sudah muncul tepat di hadapan wajahnya.

Ye Chen memegang Pedang Hitam dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya bergerak dengan sangat cepat, menyentak tudung jubah abu-abu yang menutupi wajahnya hingga terlepas ke belakang.

Wajah tegas, rahang yang kokoh, dan sepasang mata sewarna biru es yang mematikan kini terekspos sepenuhnya di bawah terik matahari pagi.

"Ye... Ye Chen?!" Wang Teng berteriak histeris, mengenali wajah sang mantan jenius yang seharusnya sudah mati di dasar jurang Lembah Ratapan.

Jeritan Wang Teng yang menggema melalui formasi panggung langsung terdengar oleh ribuan murid di sekeliling lapangan. Seketika itu juga, seluruh Lapangan Altar Azure Cloud meledak dalam kegemparan yang luar biasa dahsyat. Ribuan murid luar melompat dari tempat duduk mereka dengan wajah penuh keterkejutan yang tak terbendung.

"Ye Chen masih hidup?! Bagaimana mungkin?!"

"Dia kembali dari Lembah Ratapan!"

Di atas tribun, Bai Long mencengkeram pagar pembatas batu dengan sangat keras hingga jari-jarinya berdarah. Wajahnya yang tampan kini berubah menjadi pucat pasi dan dipenuhi oleh ekspresi kegilaan yang mengerikan. "Sialan! Bagaimana mungkin sampah itu bisa merangkak kembali dari neraka?!"

Di atas panggung, Ye Chen sama sekali tidak memedulikan kegemparan di sekelilingnya. Dia menatap Wang Teng dengan senyum dingin yang mematikan.

"Ujian fisikmu selesai, Teman," bisik Ye Chen.

Tanpa memicu riak Energi Es Yin agar tidak mengaktifkan alarm formasi pemantau roh di atas langit, Ye Chen murni menggunakan kekuatan otot perunggunya yang luar biasa besar untuk mengayunkan Pedang Hitam yang berat secara horizontal dari arah samping.

BANG!

Bilah Pedang Hitam yang datar menghantam telak perisai energi spiritual pelindung di tubuh Wang Teng. Perisai hijau yang kokoh itu seketika retak dan pecah seperti kaca yang dihantam batu besar. Hantaman fisik mentah yang brutal dari pedang ratusan kilogram tersebut berlanjut, mengenai rusuk kiri Wang Teng.

KREEEK!

Suara patah tulang rusuk terdengar jelas. Tubuh Wang Teng terlempar laksana peluru kendali, menghantam pembatas formasi pelindung panggung hingga memicu riak cahaya tebal sebelum akhirnya jatuh terkapar di lantai batu dengan mulut menyemburkan darah segar. Dia langsung pingsan tak sadarkan diri dalam satu serangan tunggal.

Ye Chen menancapkan ujung Pedang Hitam ke lantai panggung dengan bunyi DUB, lalu mendongak tegak. Pandangan matanya yang tajam laksana sebilah pedang es murni melesat lurus melewati jarak ratusan meter, mengunci tepat pada sosok Bai Long yang sedang gemetar ketakutan dan murka di atas tribun utama.

"Bai Long!" suara Ye Chen bergema nyaring, bergetar penuh dengan hawa membunuh yang pekat hingga membuat atmosfer di seluruh lapangan altar mendadak terasa mencekam sedingin es. "Turun ke sini dan selesaikan hutang darah kita!"

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!