NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Kepala Desa Wang baru saja menceritakannya kepada saya siang ini. Beliau memaksa saya untuk ikut pameran hasil panen. Apakah Anda juga akan hadir di sana, Perawat Bai?" tanya Lin Ye, menatap lurus ke mata gadis itu.

Bai Ruoxue menundukkan pandangannya sedikit, sibuk membulatkan pil herbal di tangannya.

"Saya pasti datang. Biasanya saya berjaga di pos kesehatan festival jika ada warga yang pusing atau kelelahan. Tapi saya selalu meluangkan waktu untuk berjalan-jalan melihat pameran dan kembang api di malam hari," jawab Bai Ruoxue lembut.

"Kalau begitu, saya akan mencari Anda di pos kesehatan nanti. Saya sedang menanam sesuatu yang sangat istimewa di ladang saya saat ini. Jika panennya berhasil tepat waktu untuk festival, saya ingin Anda menjadi orang pertama di desa ini yang mencicipinya," kata Lin Ye dengan nada yang sedikit lebih rendah dan personal.

Gerakan tangan Bai Ruoxue terhenti. Dia mendongak, menatap Lin Ye dengan pipi yang kini benar-benar merona merah muda.

"Sayuran istimewa? Anda tidak perlu repot-repot, Tuan Lin. Hasil panen Anda pasti sangat mahal untuk dibagikan secara gratis," tolak Bai Ruoxue halus karena merasa sungkan.

"Untuk orang yang telah merawat luka saya dengan sangat telaten, tidak ada kata mahal. Anggap saja itu janji seorang teman," balas Lin Ye dengan senyum hangat yang membuat jantung Bai Ruoxue berdebar sedikit lebih cepat.

"Ba... baiklah kalau begitu. Saya akan menantikan kejutan dari Anda, Tuan Lin. Terima kasih banyak," Bai Ruoxue tersenyum manis, memalingkan wajahnya sedikit untuk menyembunyikan rasa gugupnya.

Setelah membantu menyelesaikan pembuatan beberapa botol pil herbal, Lin Ye berpamitan pulang. Langkah kakinya terasa sangat ringan. Berinteraksi dengan Bai Ruoxue memberikan ketenangan mental yang berbeda dari keuntungan komersial yang dia dapatkan dari Tang Wanjin. Di desa ini, Lin Ye merasa hidupnya menjadi sangat seimbang.

Matahari sudah mulai condong ke barat saat Lin Ye memasuki perbatasan pekarangan rumahnya. Namun, kedamaian di hatinya seketika buyar saat telinganya menangkap suara keributan yang cukup keras dari arah halaman belakang.

Kwak. Kwak. Kwak.

Suara burung gagak yang sangat nyaring dan serak terdengar berulang-ulang.

Wushhh. Splash.

"Pergi kau burung hitam jelek. Berani-beraninya kamu mencoba mencuri benih stroberi milik Bos Lin Ye. Rasakan ini."

Itu adalah suara cicitan marah dari Xiao Lu.

Lin Ye segera mempercepat langkahnya dan berlari ke halaman belakang. Pemandangan di depannya membuatnya terbelalak.

Di atas hamparan tanah gembur tempat dia menanam benih Stroberi Pemulih, Xiao Lu sedang melompat-lompat marah. Tangan mungil kurcaci itu menembakkan bola-bola air berukuran kecil dengan kecepatan tinggi ke udara.

Di udara, terbang seekor burung gagak yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari gagak normal. Bulunya sangat hitam legam hingga tidak memantulkan cahaya matahari. Hal yang paling aneh adalah, mata gagak itu menyala dengan warna merah darah yang redup. Makhluk itu mengepakkan sayapnya dengan sangat gesit, menghindari peluru-peluru air Xiao Lu, dan terus berusaha menukik tajam ke arah tanah untuk menggali benih yang baru ditanam.

"Xiao Lu, ada apa ini? Makhluk apa itu?" teriak Lin Ye, langsung menarik Cangkul Tembaga Hitam Level 2 dari inventarisnya.

"Bos Lin Ye. Syukurlah kamu pulang. Burung mutasi nakal ini tiba-tiba turun dari langit dan mencoba menggali benih stroberi kita. Pagar Angin tidak mempan menahannya karena dia menyerang dari udara dan dia memiliki semacam energi pelindung yang aneh," lapor Xiao Lu sambil terus menembakkan air dari tangannya.

"Burung mutasi?" Lin Ye mengerutkan kening. Dia segera memusatkan pandangannya pada gagak tersebut.

Sring.

Layar hijau sistem merespons tatapan Lin Ye dan memunculkan analisis instan.

"Identifikasi Target: Gagak Pencuri Roh Level 1."

"Deskripsi: Makhluk udara yang bermutasi ringan akibat sering menyerap sisa energi alam di sekitar perbukitan. Memiliki insting penciuman yang sangat tajam terhadap benih atau tanaman yang mengandung energi murni. Mampu menghindari pelindung fisik tingkat rendah."

"Pantas saja Pagar Angin tidak bekerja maksimal terhadapnya. Burung ini mengincar energi dari Benih Stroberi Pemulihku," batin Lin Ye.

Kwak.

Gagak Pencuri Roh itu melihat Lin Ye. Namun alih-alih takut, burung itu justru mendengus meremehkan dan menukik tajam ke arah petak tanah, paruhnya yang tajam bersiap untuk mencungkil gundukan tanah tempat benih tertanam.

"Jangan harap kamu bisa mencuri uangku, burung jelek," teriak Lin Ye marah.

Lin Ye berlari ke depan dengan kecepatan penuh. Mengandalkan tubuhnya yang diperkuat oleh sistem, dia melompat ke udara saat gagak itu hampir menyentuh tanah. Lin Ye menggenggam erat gagang cangkul tembaganya dengan kedua tangan.

Alih-alih memukul burung itu secara langsung yang mungkin akan membuatnya terbang menjauh dengan mudah, Lin Ye memusatkan tenaganya pada mata cangkul dan menghantamkannya sekuat tenaga ke atas tanah kosong di dekat gagak tersebut.

Trak.

Bughhh.

Saat Cangkul Tembaga Hitam Level 2 menghantam bumi, efek Kemampuan Khusus Ayunan Area aktif. Sebuah gelombang kejut energi yang sangat kuat meledak dari titik hantaman, menyebar dalam radius tiga meter.

Gelombang energi itu tidak melukai tanah, namun getaran udara yang dihasilkannya menghantam tubuh Gagak Pencuri Roh itu dengan sangat keras dari arah bawah.

Kwak.

Gagak itu menjerit kesakitan, kehilangan keseimbangan di udara, dan terpental sejauh beberapa meter hingga menabrak pagar kayu pembatas. Bulu-bulu hitamnya rontok berjatuhan. Makhluk itu mencoba bangkit, menatap Lin Ye dengan pandangan ketakutan yang nyata, lalu mengepakkan sayapnya dengan susah payah dan terbang kabur menuju arah hutan perbukitan.

"Rasakan itu. Jangan pernah berani kembali ke mari atau Bos Lin Ye akan mengubahmu menjadi sup burung," teriak Xiao Lu kegirangan sambil melompat-lompat di atas tanah.

Lin Ye menghela napas panjang dan menyandarkan cangkulnya di bahu. Dia melihat ke arah petak tanah. Syukurlah, tidak ada satu pun gundukan tanah yang berhasil dibongkar oleh gagak tersebut.

"Kerja bagus, Xiao Lu. Kamu sangat berani menahannya sampai aku datang. Jika kamu tidak menembakinya dengan air, benih mahal kita pasti sudah dimakan habis olehnya," puji Lin Ye, memberikan apresiasi penuh pada asisten kecilnya itu.

Xiao Lu membusungkan dada kecilnya dengan bangga. "Tentu saja, Bos. Xiao Lu adalah penjaga ladang yang paling bisa diandalkan. Tapi Bos, kita butuh sistem pertahanan dari udara. Bola airku tidak cukup kuat untuk melukainya, hanya bisa mengganggunya. Burung itu pasti akan kembali lagi membawa teman-temannya saat buah stroberinya mulai tumbuh dan mengeluarkan aroma yang lebih wangi."

Lin Ye mengangguk setuju. Analisis Xiao Lu sangat tepat. Ancaman tidak hanya datang dari tetangga yang iri atau hama tanah, tapi juga dari monster udara yang tertarik pada energi sistem.

"Kamu benar, Xiao Lu. Pagar Angin Penolak Hama level dasar ternyata memiliki kelemahan dari serangan vertikal. Malam ini aku akan memeriksa Toko Sistem untuk mencari cetak biru pertahanan anti-udara atau orang-orangan sawah ajaib. Untuk sementara waktu, terus tingkatkan patrolimu. Jika dia kembali, panggil aku segera," instruksi Lin Ye.

"Siap laksanakan, Bos," Xiao Lu memberi hormat dengan sangat lucu.

Lin Ye berjalan masuk ke dalam rumah. Mobil bak terbuka dari toko perabotan baru saja tiba di depan rumahnya, membawa kasur empuk dan kursi-kursi barunya. Malam ini, dia akan tidur dengan sangat nyaman di atas kasur baru, bersiap untuk menghadapi tantangan berikutnya keesokan hari. Membangun kekaisaran pertanian fantasi ternyata jauh lebih menantang dan memacu adrenalin daripada yang dia bayangkan saat pertama kali tiba di Desa Qingshui.

1
Heri Susanto8246
😄😄 jadi ingat novel nelayan yang tidak pernah mendapatkan ikan saat memancing.
Gege
bukannya ada ruang penyimpanan sistem ya tor.. simpan saja sampe menggunung didalamnya...
Junior Ian
Bgus
Manusia Biasa
keren thor mekanik Sistem nya🤣 benar benar kaya game rpg
Manusia Biasa
jir kirain dapat ikan grade s atau gede🗿
Yui: harus out of the box kak/Smile/
total 1 replies
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Manusia Biasa
jir ada fitu memancing juga asik🤣
Manusia Biasa
wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!