NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: MATA BATIN YANG MELIHAT SEGALANYA

Keesokan harinya, matahari bersinar terang menyinari kota Chang An, namun suasana hati Mo Fei dan Lian Er justru terasa berat dan penuh tanda tanya besar. Setelah insiden penyerangan di penginapan semalam, mereka semakin sadar bahwa musuh yang mereka hadapi bukanlah sekelompok penjahat biasa. Mereka terorganisir, kejam, dan sangat mengetahui detail tentang kelemahan serta kekuatan Mo Fei.

Mereka kini berada di sebuah hutan kecil yang rindang dan sepi di pinggiran kota. Tempat ini jauh dari keramaian penduduk, udaranya segar dan tenang, sangat cocok sekali untuk berlatih atau membahas hal-hal yang bersifat rahasia dan penting.

Mo Fei duduk bersila di atas sebuah batu datar yang besar dan halus. Matanya terpejam rapat, seluruh tubuhnya rileks seolah tidak memiliki tulang sama sekali. Angin berhembus pelan membelai wajahnya, mengibarkan ujung bajunya yang putih bersih dan bersinar di bawah sinar matahari.

Di hadapannya, Lian Er duduk bersila dengan rapi dan tertib, menatap Mo Fei dengan penuh rasa penasaran dan kekaguman yang tak terhingga. Gadis itu masih teringat jelas apa yang terjadi semalam.

"Mo Fei..." panggil Lian Er pelan agar tidak mengganggu konsentrasi pria di depannya. "Semalam... saat kau bertarung di kamar yang gelap dan sempit itu, aku melihat sesuatu yang sangat aneh dan luar biasa. Beberapa kali aku melihat kau menutup matamu rapat-rapat, tapi gerakanmu justru semakin akurat, semakin cepat, dan semakin mematikan. Bagaimana caranya? Bagaimana kau bisa melihat musuh dan menghindari serangan mereka bahkan tanpa membuka mata?"

Mo Fei perlahan membuka matanya. Matanya terlihat tenang dan dalam, seolah menyimpan rahasia alam semesta di dalam bola matanya yang hitam bening itu. Ia tersenyum tipis menatap muridnya yang setia dan penurut ini.

"Itu karena aku menggunakan kemampuan terhebat yang pernah diajarkan oleh Kakek guruku di Lembah Naga Tidur sejak aku masih kecil. Kemampuan itu disebut 'Mata Batin' atau dalam bahasa kuno para pendekar terdahulu disebut Tian Yan," jawab Mo Fei dengan suara lembut namun penuh wibawa dan kewibawaan.

"Mata Batin? Tian Yan?" Lian Er mengulangi kata-kata itu dengan wajah bingung dan penasaran. "Apa maksudnya sebenarnya? Apa itu semacam ilmu sihir atau tenaga dalam level dewa?"

"Hehe, bukan sihir, Putri. Tapi lebih kepada cara pandang dan cara berpikir yang berbeda sama sekali," jawab Mo Fei sambil tertawa kecil melihat wajah bingung gadis itu. "Biasanya, pendekar-pendekar lain di luar sana bertarung mengandalkan mata fisik mereka semata. Mereka melihat gerakan musuh, lalu otak memproses informasi itu, baru kemudian otak memerintahkan tangan untuk menangkis atau menyerang balik. Tapi cara ini... ada jeda waktu yang sangat kecil, meskipun hanya sepersekian detik."

Mo Fei lalu berdiri dan mengambil beberapa butiran pasir kering yang ada di tangannya, membiarkannya jatuh perlahan satu per satu.

"Di dalam pertarungan level tinggi, sepersekian detik saja bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati, antara menang atau kalah, antara menjadi pemenang atau menjadi mayat. Jadi, kami diajarkan untuk menghilangkan jeda waktu itu sepenuhnya."

Ia lalu mengangkat wajahnya menatap langit.

"Dengan Mata Batin, aku tidak butuh cahaya dan tidak butuh penglihatan mata biasa. Aku bisa 'melihat' melalui indra pendengaranku yang sudah dilatih selama belasan tahun. Aku bisa mendengar desisan angin yang terbelah oleh senjata musuh. Aku bisa merasakan getaran tanah di bawah kakiku setiap kali mereka melangkah atau berpindah tempat. Aku bahkan bisa mendengar detak jantung mereka yang berubah cepat saat panik, takut, atau sedang mencari celah untuk menyerang."

"Wah... Itu luar biasa sekali!" mata Lian Er berbinar-binar takjub mendengar penjelasannya. "Jadi kau benar-benar tahu segalanya ya? Bahkan di tempat yang gelap gulita sekalipun?"

"Ya. Dan hari ini... aku akan mengajarkanmu dasar-dasarnya agar kau bisa lebih waspada dan kuat saat harus menghadapi musuh sendirian," ucap Mo Fei dengan wajah serius. "Tapi sebelum itu, biarkan aku tunjukkan sedikit demonya agar kau lebih paham dan mengerti betapa pentingnya kemampuan ini."

 

Tiba-tiba, suasana di sekitar mereka berubah!

Mo Fei menutup matanya kembali dengan rapat-rapat! Wajahnya tenang bagaikan danau yang tidak berombak.

WUSSSSS!!!

Dengan gerakan secepat kilat yang tak terlihat mata, ia melemparkan ratusan butiran pasir ke udara secara acak dan kacau! Pasir-pasir itu beterbangan ke segala arah dengan kecepatan tinggi bagaikan kabut emas!

"Hei! Apa yang kau lakukan? Tutup mata terus melemparkan pasir?!" Lian Er kaget dan bingung.

Namun, sebelum butiran-butiran pasir itu sempat jatuh menyentuh tanah atau daun-daun di sekitarnya...

TING! TING! TING! TING! TING! TING!

Suara halus, nyaring, dan berirama terdengar bertubi-tubi tanpa henti!

Kedua tangan Mo Fei bergerak bagaikan mesin pembunuh yang sempurna dan tak tertandingi! Kilatan cahaya emas berterbangan di udara!

Dari kedua lengan bajunya, meluncurlah jarum-jarum emas yang sangat kecil dan tipis dengan kecepatan yang melampaui batas imajinasi manusia biasa!

Setiap satu butiran pasir yang melayang bebas di udara, tepat disusul oleh satu jarum emas yang menabraknya tepat di tengah-tengah dengan presisi sempurna!

PRASSS! PRASSS! PRASSS!

Satu per satu butiran pasir itu terbelah dua menjadi dua bagian yang sama rata, halus, dan rapi!

Tidak ada satu pun yang meleset! Tidak ada satu pun yang salah sasaran! Semuanya tepat sasaran!

Dalam sekejap mata, hujan pasir itu berubah menjadi debu halus yang turun perlahan ke tanah bagaikan salju emas yang indah dan memukau mata!

Lian Er melihat pemandangan yang luar biasa itu dengan mulut ternganga lebar dan mata melotot tak percaya! Ia sampai tidak berkedip sama sekali selama beberapa detik, jantungnya berdegup kencang karena kagum sekaligus takjub.

"Gila... Itu mustahil!" serunya dengan suara bergetar. "Membelah pasir yang melayang begitu cepat dengan mata tertutup rapat?! Itu bukan lagi level manusia! Itu level Dewa! Kau pasti Dewa yang turun ke bumi kan, Mo Fei?! Pasti begitu!"

Mo Fei terkekeh pelan lalu menurunkan tangannya. Ribuan jarumnya kembali berputar rapi dan masuk kembali ke dalam lengan bajunya dengan patuh, bersih dan siap pakai lagi dalam sekejap.

"Hehe, bisa saja kau memujiku sampai segitunya," jawab Mo Fei santai. "Tapi ingatlah baik-baik, Putri. Kekuatan ini bukanlah hadiah gratis dari langit. Aku berlatih selama belasan tahun penuh penderitaan hanya untuk menguasai ketepatan seperseribu milimeter ini. Di Lembah Naga Tidur, kami diajarkan filosofi bahwa... 'Satu Jarum Bisa Menembus Ribu Benda'. Selama kita fokus dan tenang, tidak ada yang mustahil di dunia ini."

Namun, tiba-tiba wajah Mo Fei berubah menjadi sangat serius dan dingin. Senyum cerianya menghilang perlahan, digantikan oleh aura yang berat dan tajam menusuk hati.

"Dan kemampuan Mata Batin inilah... yang membuat organisasi gelap itu sangat menginginkanku dan memburuku sampai saat ini."

"Maksudmu?" Lian Er mulai merasa tidak enak hati dan bulu kuduknya meremang.

"Mereka butuh mataku... untuk membuka sebuah Segel Kuno yang sangat berbahaya," bisik Mo Fei pelan namun terdengar jelas dan mengerikan di telinga Lian Er. "Ada legenda kuno yang mengatakan bahwa hanya mata yang bisa melihat kebenaran hakiki dan memiliki pandangan level dewa seperti milikku, yang mampu membuka segel tempat penyimpanan 'Jarum Emas Langit dan Bumi', senjata pamungkas tertinggi yang hilang sejak ratusan tahun lalu. Mereka ingin mengambil mataku... untuk menguasai kekuatan tertinggi itu dan menguasai dunia."

Lian Er gemetar hebat mendengarnya! Wajahnya pucat pasi dan matanya memerah menahan amarah serta kekhawatiran.

"Jadi... mereka mau mencungkil matamu?! Mereka gila ya?! Jahat sekali mereka! Tidak punya hati!" seru Lian Er marah besar. Ia langsung berdiri dan berdiri tegak di depan Mo Fei seolah ingin menjadi tameng hidup melindungi pria itu. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu! Selama aku masih hidup dan masih punya napas, aku akan melindungi punggungmu! Aku janji!"

Melihat kesetiaan dan keberanian gadis itu, hati Mo Fei terasa hangat dan terharu bagaikan disiram air hangat. Ia tersenyum lembut lalu mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Lian Er dengan penuh kasih sayang.

"Terima kasih, Putriku. Aku tahu kau akan selalu ada untukku. Tapi tenang saja... selama jarum ini masih ada di tanganku, dan selama jantung ini masih berdetak kencang... mustahil ada orang yang bisa mengambil apa pun dariku. Percayalah padaku."

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!