Alia, gadis desa yang harus merantau jauh dari ibu kota untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga nya, gadis cantik dan polos itu bekerja sebagai seorang maid di salah satu rumah terbesar di kota itu, tapi siapa sangka, seiring berjalannya waktu dia di minta untuk menyewakan rahim nya untuk mengandung anak dari sang majikan.
bagaimana kah kisah selanjutnya mari mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perlahan lahan(24)
Hari pun terus berjalan dan kini sudah 2 bulan berlalu.
Alia selalu mengunjungi putra nya yang masih di rawat di rumah sakit.
Wanita itu juga bahkan sesekali membawa asi nya untuk putra nya itu, walaupun masih sangat kurang, tapi kata dokter itu tak masalah.
"Sayang, kamu sudah sedikit lebih besar sekarang, ibu sangat bahagia,"lirih Alia.
"Kamu anak yang sangat kuat,"ucap Alia lagi.
"Alia, kenapa tak menunggu ku,"ucap seorang pria di balik pintu.
"Eh mas Albert, maaf, aku sudah merindukan putra ku,"lirih Alia.
Albert tersenyum dan mendekati Alia, pria itu memeluk tubuh wanita itu dari arah belakang.
"Kamu Sabar yah sayang, sebentar lagi kita akan membawa nya pulang,"ucap Albert.
Alia terdiam, kata kata sayang yang keluar dari mulut Albert membuat nya benar benar terpaku.
Semenjak kejadian itu, Alia perlahan-lahan menerima kehadiran Albert di hidup nya
Pria itu juga sudah mengatakan bahwa diri nya tak ada hubungan apapun lagi dengan Bella.
Flashback on.
Sekitar 2 bulan yang lalu.
Saat Alia di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Johan membawa sebuah amplop pada Albert.
"Albert hasil tes nya sudah keluar,"ucap Johan.
Di sana juga ada Alia, tapi wanita itu hanya diam dan mendengar kan percakapan mereka.
"Alhamdulillah, syukurlah,"lirih Albert.
"Sekarang aku tidak terikat lagi dengan nya, anak yang dia kandung memang bukan anakku,"ucap Albert.
Alia terdiam.
"Siapa yang dia maksud bukan anak kandung,"batin nya terus bertanya-tanya.
"Iya Albert, syukur lah tuhan masih memberikan mu kesempatan untuk melepaskan wanita gila itu, kalau tidak, kamu pasti akan menderita,"ucap Johan.
"Kau benar Johan, aku bersyukur karena anak yang di kandung Bella bukan lah anak ku, jadi aku bisa lebih mudah menceraikan nya,"ucap Albert.
Akhirnya Alia paham maksud percakapan kedua nya.
Setelah mengetahui itu semua, Albert pun mulai menceritakan nya pada Alia.
Alia paham, dan dia pun akhirnya memberikan pria itu kesempatan untuk memperbaiki semua nya
Yah walaupun pertemuan nya dan Albert dengan cara yang salah.
Flashback off.
"Sayang, putra kita sudah tumbuh besar yah, aku sudah tidak sabar ingin menggendong nya,"ucap Albert.
"Sayang, kamu sudah berjanji untuk tidak meninggalkan ku kan, aku mohon tetap lah di sisiku bersama putra kita,"ucap Albert lagi.
"Apa kau yakin mas? Apa kau tidak malu menjadikan ku istri mu secara resmi di mata hukum dan negara,"ucap Alia.
"Untuk apa aku malu, aku justru bersyukur karena bisa bertemu dengan mu, walaupun pertemuan pertama kita karena aku ingin menyewa rahim mu,"ucap Albert.
"Seharusnya aku sadar, saat Bella terus menolak ingin mengandung anakku, dia tidak mencintai ku sepenuhnya, tapi aku di buta kan oleh cinta,"ucap Albert.
"Maaf aku membahas nya lagi,"lirih Albert.
"Tidak apa-apa,"
Ekhmm.
"Tolong bermesraan nya jangan di tempat umum,"ucap Johan yang baru saja ingin masuk.
Albert melepaskan pelukan nya, sedang Alia, wanita itu sudah benar benar malu.
"Hahhh tidak terasa yah, usia si kecil sudah 8 bulan, sebentar lagi dia akan keluar, aku pasti akan merindukan nya,"ucap Johan.
"Makanya kamu cepat menikah dan cepat punya anak,"ucap Albert.
"Oh sekarang kamu sudah bisa mengejekku yah, dulu kamu juga belum punya anak karena wanita gila itu tak mau mengandung anakmu,"ucap Johan.
"Itu dulu, sekarang tidak lagi, sekarang aku sudah punya, sedangkan kau, istri saja belum punya,"ucap Albert
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️